Olo Panggabean


Profil Olo Panggabean, Tokoh Berwajah Banyak

Olo Panggabean

Oleh : Mayjen Simanungkalit

01-Mei-2009, 23:12:45 WIB – [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia – Tiba-tiba saja ruas Jalan Skip Petisah Medan, ditutup untuk umum pada Kamis siang 30 April 2009. Sejumlah aparat Polantas sibuk mengalihkan arus lalulintas ke jalur lain, sebab jalan yang biasanya cukup lengang disiang hari itu sudah berubah menjadi sangat macet.

Warga seketika terkejut, pengendara pun saling heran dan bertanya. Ada apa gerangan? “Katua telah meninggal,” kata seorang petugas sambil berlalu melanjutkan tugasnya mengatur lalu lintas yang makin padat di kawasan itu. Jalan Sekip Petisah Medan, selama ini memang sudah dikenal sebagai kawasan “istimewa” di kota Medan. Siapa saja yang lewat di ruas jalan ini, biasanya akan merasa nyaman.

Di kawasan itu sangat jarang terjadi perampokan, pelemparan apalagi keributan. Maklum di sana adalah rumah kediaman sang Katua, panggilan akrab Olo Panggabean yang pendiri dan Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK). Sang pemilik rumah yakni Olo Panggabean dimitoskan sebagai Big Bos preman, mafia kelas kakap dan sejumlah sebutan lainnya yang membuat orang “Gemetar” jika menyebut namanya. Dia tokoh disegani dan memiliki banyak anggota yang setiap saat siap menjaga kewibawaan ketua. Rumah kediaman sang Katua itu bagi warga Medan dikenal sebagai Gedung Putih, karena rumah bertingkat itu memang dilapisi kramik dan cat berwarna putih.

Gedung tersebut diyakini menjadi pusat pengendali, yang akan menentukan aman tidaknya kota Medan. Walau dikenal sebagai pusat kendali bisnis judi dan preman di Medan, namun faktanya tidak pernah digrebek. Malah ketika judi Toto gelap (Togel) sedang marak di Sumut, gedung putih tidak pernah disentuh. Malah oknum-oknum aparat sering nampak hilir mudik, untuk keperluan yang mudah ditebak.

Memang gedung putih pernah diberondong kepolisian dari Brigade Mobil (Brimob), tepatnya pada Selasa pagi 28 Desember 1999 saat Kapoldasu dijabat Brigjen Pol Drs Sutiyono. Namun itu bukan karena kasus judi. “Pemberondongan ‘Gedung Putih’ bukan perintah komando melainkan solidaritas secara korps,” kata Sutiyono waktu itu menjawab wartawan. Saat itu memang ada sedikit kesalahpahaman antara anggota OKP dengan seorang anggota Brimob berpangkat sersan. Maka ketika Olo Panggabean dikabarkan meninggal dunia pada Kamis siang, banyak orang terkejut.

Bahkan informasi ini simpang siur antara benar atau tidak. Kepastian itu baru diketahui publik, setelah aparat kepolisian menutup ruas Jalan Skip tempat kediaman sang katua. Dengan ada kepastian kabar meninggalnya sang katua, maka arus lalulintas ke arah kawasan itu tidak terbendung. Warga kota Medan, seolah tumpah kesana ingin menyaksikan lebih dekat dan ingin mengetahui kabar duka itu. Warga dari berbagai lapisan termasuk para petinggi Pemorvsu nampak datang ke rumah duka, ingin menyaksikan ketua untuk terakhir kalinya. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, kabar tentang keberadaan Olo Panggabean jarang terdengar. Dia jarang nampak di ruang publik.

Tokoh Banyak Wajah Olo Panggabean adalah tokoh legendaris yang berwajah banyak dan kadangkala sangat kontroversial. Disatu disisi orang mengenalnya sebagai tokoh yang disebut-sebut berada dibalik bisnis judi yang pernah marak di Sumut. Dia identik dengan dunia yang keras.Sedangkan disisi lain, Olo Panggabean identik dengan tokoh dermawan yang banyak membantu orang miskin. Olo Panggabean sering dikultuskan pihak tertentu sebagai sosok preman kelas kakap, sehingga membuatnya sangat disegani. Dalam beberapa hal, dia juga tidak gampang dijumpai sembarang orang. Pengawalnya berlapis dan anggotanya siap setiap saat berkorban untuk menjaga nama baik sang katua. Karena pengkultusan ini, pernah muncul anggapan bahwa menjadi anggota Olo Panggabean kita dapat melakukan apa saja dan memperoleh apa saja.

Dengan menyebut namanya saja, orang sudah bisa makan gratis di rumah makan. Konon dari sinilah muncul istilah preman di Medan, yakni prey atau free makan alias gratis. Saya beruntung menjadi seorang wartawan, sehingga dalam waktu-waktu tertentu dapat bebas berjabat tangan dengan sang ketua. Sebab dalam suatu acara jika dia hadir, biasanya dia sangat respek terhadap wartawan. Dia mau menegor dengan kata yang halus dan lembut. “Apa kabar dianda,” begitu dia sering menyapa wartawan sambil mengulurkan tangan bersalaman. Namun diluar acara resmi, memang sulit bertemu beliau. Pengawalnya yang berlapis, seringkali menjadi penghalang bagi ketua untuk bertegur sapa dengan warga. Tapi jika sudah bersalaman dengan beliau, kesan brigas sebagai ciri umum seorang preman sama sekali tidak terpancar diraut wajahnya. Malah pengamalnya yang lebih seram, ketimbang wajah ketua sendiri yang lembut dan sejuk.

Begitu pun harus diakui, famor Olo Panggabean diranah publik sangat tinggi. Dia seolah memiliki magnet, famornya boleh jadi sejajar dengan petinggi di daerah ini. Tapi siapa Olo sesungguhnya? Dimana dia menghabiskan masa kecilnya? Sekolahnya dimana sehingga dijuluki sebagai Bos Preman? Saya pun tidak tahu persis. Soal kehidupan pribadinya memang sangat misterius. Tidak banyak yang tahu latarbelakang kehidupannya dimasa kecil. Juga perjalanan karirnya di dunia keras, hingga mengantarkannya sebagai tokoh legendaris disegani dan sangat dekat dengan petinggi negeri ini. Saya sudah berupaya mencari keterangan soal sejarah hidup tokoh ini. Termasuk melacak literatur biografinya, namun tidak berhasil. Orang-orang terdekatnya juga, entah kenapa tidak pernah bicara soal biografi tokoh ini. Publik hanya mengetahui secuil dari kisah hidupnya dimasa lalu.

Olo Panggabean lahir di Tarurung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara 24 Mei 1941. Nama lengkapnya adalah Sahara Oloan Panggabean, tapi lebih suka di panggil OLO, yang dalam bahasa Tapanuli artinya YA atau OK. Saya hanya tahu dia sebagai Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK), sebuah organisasi pemuda di Sumatera Utara yang dia didirikan pada tahun 1964. Soal julukan raja judi, bos preman, mafia kelas kakap yang sering melekat dengan namanya, saya sendiri tidak tahu secara rinci. Namun terlepas dari apa kata orang terhadap Olo Panggabean, sejumlah langkah positif dalam perjalanan hidupnya pantas dicatat dengan tinta emas. Terutama sikap kedermawanannya dan kepeduliannya kepada rakyat tidak berkemampuan. Walau kata orang dia preman, raja judi atau mafia kelas kakap, namun dia adalah juga dermawan sejati.

Betapa tidak, disaat banyak keluarga kesulitan membiayai perobatan di rumah sakit atas penyakit diderita, Olo Panggabean sering tampil menjadi penyelamat. Dia menjadi dewa penolong yang mampu merubah kerut wajah menjadi senyum kebahagiaan. Dia hadir pada saat yang tepat, memberi air saat orang haus dan memberi makan saat orang sedang lapar. Dan itu dilakukan tanpa basa-basi dan tak tanggung-tanggung. Saya pernah baca di media massa, ada keluarga yang anaknya disandra Rumah Sakit karena tak mampu membayar biaya persalinan.

Malah tiba-tiba pihak rumah sakit memperlakukan keluarga itu sangat istimewa, karena Olo Panggabean melunasi dan menjamin semua biaya diperlukan. Ada juga keluarga miskin yang digusur paksa oknum petugas Satpol PP, menangis pilu karena kreta sorong tempatnya berjualan dihancurkan hingga kehilangan mata pencaharian. Malah tiba-tiba memiliki kios permanen atas biaya dari Olo Panggabean. Kisah sedih bayi kembar siam Angi-Anjeli anak dari pasangan Subari dan Neng Harmaini yang kesulitan membiayai dana operasi pemisahan di Singapura, tahun 2004 adalah satu contoh kedermawanan Olo paling mendebarkan. Ibu sang bayi, Neng Harmaini, melahirkan mereka di RS Vita Insani, Pematang Siantar, Rabu, 11 Pebruari 2004 pukul 08.00 WIB, melalui operasi caesar. Kembar siam ini lahir dengan organ jantung, hati dan paru-paru yang saling berdiri sendiri. Bayi kembar siam ini harus diselamatkan dengan operasi cesar, tapi orangtuanya tidak mampu.

Ditengah pejabat Pemprovsu dan Pemko Siantar masih saling lempar wacana untuk membantu biaya operasi, malah Olo Panggabean bertindak cepat menanggung semua biaya yang diperlukan. Bahkan saat bayi bernasib sial itu tiba di Bandara Polonia Medan dengan pesawat Garuda Indonesia No. GIA 839 pada Senin 18 Juli 2004 sekitar pukul 11.30, Olo Panggabean menyempatkan diri menyambut dan menggendongnya. Saat itu Angi dan Anjeli terseyum manis, mereka mudah akrab dengan orang yang berjasa untuk mengoperasi mereka. Banyak orang tereyuh dan orng tua Angi dan Anjeli, nyaris rubuh pingsan karena terharu. Maklum, setelah membiayai semua perobatan di rumah sakit, Olo masih bersedia menyambutnya di Bandara. Padahal, beberapa hari sebelumnya dikabarkan dia sedang berada di Yerusalem. Kisah kedermawanan Katua sudah banyak dirasakan masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara.

Olo PanggabeanTidak sekedar membiayai perobatan orang sakit, tapi juga dalam bentuk lain berupa biaya pendidikan, modal kerja untuk menghidupi keluarga. Namun setiap yang bernyawa memang harus mengalami kematian, begitu juga Olo Panggabean yang seharusnya akan merayakan ulang tahunnya ke 68 pada 24 Mei 2009 nanti. Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Banyak yang cinta dan sayang kepada beliau, namun Tuhan ternyata lebih mencintainya. Selamat Jalan Katua.(*)

About these ads

Tentang Hotmanjlumbangaol

Hotman J. Lumban Gaol, STh (Hojot Marluga) adalah seorang jurnalis. Saat ini Redaktur Pelaksana di tabloid REFORMATA. Telah terlibat menulis delapan (8) buku: Judul: (1) "Sitor Situmorang: Mitos Dari Lembah Kekal" (2) Sang Apostel Batak, Dari Munson-Lyman Hingga Nommensen (3) Menyebarkan Virus Etos. (4) PAMIMPIN Nama Pemberian Tuhan (Biografi Edwin Pamimpin Situmorang, S.H, M.H, Jaksa Agung Muda Intelijen 2010-2012). Selain itu, dia juga penyumbang beberapa tulisan di buku diantaranya: buku (5) Ir Leo Nababan "Mahasiswa Pejuang, Pejuang Mahasiswa", buku (6) Si Murai dan Orang Gila. Editor buku (7) Sian Tano Parserahan Tu Bagas Parsadaan. (8) Editor buku "Karyaku Dicatat Sorga: Biografi Pdt Ev Renatus Siburian." Dan, beberapa buku akan terbit dalam waktu dekat. Mendirikan situs ini sejak Tahun 2008. Sebelumnya dimulai dari mengkliping profil-profil Tokoh Batak. Membangun situs Ensiklopedia Tokoh Batak ini juga karena kecintaan belajar dari para orang sukses, mengapresiasi orang-orang Batak yang berprestasi. Selain itu, dia juga menulis cerpen. Salah satu cerpennya telah dibukukan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai kumpulan cerpen komunitas berjudul Sigumoang. Selain bergelut di dunia tulis-menulis dia juga berkecimpung dalam pelatihan-pelatihan motivasi. Dia kini bergelut di dunia penulisan biografi, siap dikontak. Pendiri CV Halibutongan Publishing, penerbit buku ini, bisa dihubungi di HP: 081316518619 & 085710186058 atau E_mail: astephen.hojotmarluga@gmail.com. E_mail: hojotmarluga78@gmail.com. Facebook: Hojot Marluga. Twitter: HojotMarluga2.
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Aktivis, Pionir. Tandai permalink.

8 Balasan ke Olo Panggabean

  1. robin simanjuntak berkata:

    selamat jalan tulang…….
    selamat jalan katua……

  2. alex berkata:

    selamat jalan …….
    opunk….

  3. eko nurhidayat,se berkata:

    selamat jalan bang olo,semoga amal baik mu di terima di sisi NYA

  4. JANNER JANUAR HUTAGALUNG berkata:

    SELAMAT JALAN TULANG….
    BEGITU BERAT MASA-MASA AKHIR YANG TULANG LALUI….
    SELAMAT JALAN DALAM DAMAI…
    TUHAN YESUS MENYERTAI TULANG…

  5. JANNER JANUAR HUTAGALUNG berkata:

    TULANG…
    SETAHUN SEBELUM ENGKAU PERGI..BANYAK KENANGAN BERSAMA MU, BANYAK UNEK-UNEK YANG ENGKAU KELUARKAN DARI PIKIRAN DAN HATI MU. BEGITU BERAT BEBAN YANG ENGKAU PIKUL, TAK TERASA ENGKAU SAMPAI MENETESKAN AIR MATA DI DEPAN BERE MU…HINGGA AKU SADAR KALAU TULANG HARUS BANGKIT…TAPI TUHAN SUDAH BERKATA LAIN, MUNGKIN DENGAN INI KEDAMAIAN YANG ENGKAU DAPATKAN, NAMUN AKU SUNGGUH MENYESAL…KITA TIDAK BISA BERSAMA LAGI, BERCERITA PANJANG LEBAR…
    GABION BELAWAN 2008

  6. chandro sagala berkata:

    saya terharu mendengar dan melihat profil bang olo.selamat jalan opung,semoga engkau di terima di sisi_a.amal baikmu akan selalu lekat di hati masyarakat.

  7. Elia Tambunan berkata:

    Selamat Jalan Benito Mussolini “na Burju” dari Medan.

  8. selamat jalan abang
    ku akan teruskan semua perjuanganmu
    tak perduli getir,pahit,hitamnya dunia ini
    ku akan tetap akan “meneruskan’ dan “membangkitkan” lagi masa jayamu
    kami semua cinta padamu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s