Sukur Nababan


Ir. Sukur Nababan. Dilahirkan di daerah Sumatera Utara, berjibaku di

Ir. Sukur Nababan

Metropolitan bertemu dengan beragam kultur dan budaya, membuat saya tahu bahwa kebhinekaan adalah suatu yang mutlak, Nasionalis. Saya hanya ingin mengabdikan sisa hidup saya untuk rakyat, bersama rakyat kita bangun negeri. Ir. Sukur Nababan, Caleg PDIP untuk DPR RI daerah Pemilihan Bekasi Depok. Mohon Doa Restu.

Sebelumnya saya tidak pernah tahu apa itu Politik. Sepanjang hidup saya habiskan untuk bekerja dan membangun imperium bisnis. Dulu saya beranggapan bahwa politik adalah sesuatu yang penuh dengan kecurangan dan tidak mengenal belas kasihan. Tapi semuanya berubah, ketika saya mulai menyadari ketika saya sering berkunjung ke daerah pelosok-pelosok Nusantara, di ceruk-ceruknya saya jumpai kenyataan yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Sekumpulan Manusia yang hidup jauh dari jangkauan kesejahteraan.

Disisi lain, idelogi sebuah kelompok seakan menghalalkan penindasan dan penistaan kelompok lainnya. Aku terpana dengan segala carut marut wajah negeriku. Yang lebih mengiris hati, saya ternyata abai dengan kondisi dimana tempat saya tinggal, Kota Bekasi.

Pilkada Kota Bekasi 2008, adalah titik dimana saya mulai bersentuhan dengan ranah politik. Adalah seorang calon Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad, menawarkan sebuah konsep politik kekuasaan yang berlandasan pada falsafah memperjuangkan nasib rakyatnya. Bahwa kebutuhan mendasar bagi masyarakat Kota Bekasi adalah aspek pendidikan dan kesehatan. Mochtar menawarkan Pendidikan dan Kesehatan pendidikan gratis manakala ia terpilih kelak.

Saya juga dibuat terpana dengan ide tentang rumusan Bhineka Tunggal Ika yang dengan menjadikan Bekasi sebagai miniaturnya. Keberagaman harus dijaga, perbedaan mesti dirawat untuk menjadi modal dasar membangun negeri, setidaknya dimulai dari Kota Bekasi.Dan bersama-sama kami berjuang untuk memenangkan Pilkada Kota Bekasi, Puji Tuhan Mochtar terpilih menjadi Walikota Bekasi periode 2008-2013.

Semenjak itu, persentuhan saya dengan Mochtar semakin intens.Dari situ saya mulai memahami aspek perjuangan politik memiliki peran yang sangat signifikan untuk merubah sistem keindonesiaan menuju masyarakat yang dicita-citakan. Gayung bersambut, Mochtar seolah membaca perubahan cara pandang saya terhadap politik, dan menawarkan sebuah ruang perjuangan untuk saya geluti, yaitu menjadi calon anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok. Setelah saya renungi dan mempertimbangkan matang-matang untung ruginya. Juga membicarakannya dengan istri dan keluarga besar saya, berdiskusi dengan teman-teman dekat. Akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran Mochtar.

Saya memaknai politik bukan tujuan untuk memenuhi hasrat pribadi saya pribadi. Toh, semua sudah saya miliki. Tapi bagi saya politik adalah alat, yang dapat menggerakkan, menghimpun dan mengarahkan kekuatan rakyat ke arah cita-cita besar bersama. Meskipun saya paham betul, bahwa perjuangan itu memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Namun saya sudah membulatkan tekad untuk bertarung dengan sungguh-sungguh untuk meraih kemenangan, bukan kemenangan saya, tapi kemenangan seluruh rakyar Kota Bekasi dan Depok.

Saya mulai mengumpulkan teman-teman yang memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Kami bertemu, berkumpul, merumuskan sebuah strategi gerakan suksesi. Kemudian kami menyepakati Ruko Sun City Bekasi sebagai dapur gerakan, tempat dimana semua ide diramu dan dimasak. Kami mulai dari Kali Malang Untuk Membangun Peradaban.

sumber:http://www.sukurnababan.com/tentang-saya/

IR SUKUR NABABAN – MENGABDI KEPADA HKBP
Namanya tiba-tiba mencuat dalam kehidupan politik Kota Bekasi pascapilkada. Namun, sangat sedikit orang yang tahu siapa Ir Sukur Nababan sebenarnya. Ia hanya dikenal sebagai Manajer Persipasi Kota Bekasi. Padahal, dialah salah seorang tokoh kunci di balik kemenangan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad-Rahmat Efendi. Dia pula konseptor Konser Tapal Batas yang sempat menghebohkan kota gabus itu.

ukur Nababan adalah sosok yang rendah hati, selalu merunduk, dan tidak mau membuka diri kepada publik. Setiap kali ditanya apa pekerjaannya, ia hanya menjawab, main dan jalan-jalan. Itu juga yang membuat Mochtar Mohamad (Wali Kota Bekasi saat ini) sempat bingung ketika berkenalan dengan Sukur, pertengahan November 2007.

“Pekerjaan saya adalah memberi semangat untuk sukses kepada orang lain,” kata Sukur sambil tersenyum.
Sukses, sebuah kata sederhana, namun didambakan semua orang agar terwujud dalam kehidupan nyata. Kalau sudah mengenal pribadinya, banyak orang bersyukur bila berhadapan dengan Sukur. Ia adalah motivator ulung, tak pernah mematahkan harapan orang lain.

“Setiap orang dilahirkan untuk sukses, masalahnya adalah seberapa siap Anda untuk menjadi orang sukses,” katanya.
Kalimat itu selalu diucapkannya dengan tatapan tajam, dan gerak tubuh yang ekspresif diiringi intonasi yang tegas, mantapm penuh percaya diri. Kalimat dan ekpresinya seolah menjadi mantra mujarab untuk membangkitkan semangat lawan bicaranya. Ribuan hati orang telah tergerak untuk mengubah nasib setelah mendengarkan Sukur bicara.

Dia menjelaskan, ada tiga parameter kesuksesan, yaitu kemandirian ekonomi, kesehatan, dan dicintai oleh orang lain. Orang sukses, menurut Sukur, selalu menggunakan akalnya untuk mencari solusi atas beragam permasalahan dan kemudian mengerjakannya. Sementara orang gagal, selalu menjadikan masalah sebagai alasan untuk lari terbirit-birit.
“Tapi yang terpenting adalah seberapa berarti hidup Anda bagi orang-orang yang Anda cintai,” kata pria kelahiran 14 Oktober 1968 ini.

Kunci untuk menjadi orang yang dicintai adalah pengabdian yang tulus. Sukur berkisah, semangat pengabdian yang ia miliki tidak lepas dari pengaruh keluarga. Orangtuanya yang berasal dari Sumatera Utara adalah seorang guru yang sempat mengenyam pendidikan di Sumatera Barat, tempat Sukur dilahirkan.

Masa kecilnya dihabiskan berpindah-pindah, mengikuti sang ayah yang keluar-masuk hutan di pedalaman Tapanuli untuk mendirikan sekolah. Sukur sendiri mengaku tidak ingat berapa banyak sekolah yang telah didirikan oleh ayahnya, namun yang pasti bekas murid sang ayah kini banyak yang menjadi orang.

Otaknya yang encer sudah terlihat sejak kecil. Semasa sekolah ia selalu menjadi juara. Tak heran jika ia dengan mudah melenggang ke Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara. Untuk membiayai kuliah dan hidupnya, Sukur nyambi menjadi guru les privat agi siswa SMA. Darah pendidik dan pengabdian yang diwarisi sang ayah rupanya mengalir deras di tubuhnya.

Selepas kuliah, ia mengadu peruntungan di Jakarta. Kemampuan dan tempaan perjalanan hidupnya menjadi modal meraih puncak kesuksesan. Berkat jiwa mandiri yang tertanam kuat, keuletan dan tangan dinginnya, dalam jangka waktu tidak berapa lama, Sukur akhirnya menjadi pengusaha sukses, sekaligus motivator yang kerap diundang di berbagai daerah untuk menyebarkan semangat pantang menyerah.

Selalu ingin memberi dan menjadi yang terbaik, kerja keras, serta kemauan kuat untuk sukses adalah rumus yang selalu ditularkan Sukur kepada setiap orang yang ingin sukses. “Pada dasarnya setiap orang dilahirkan menjadi petarung, tidak peduli berapa kali Anda jatuh, tapi yang terpenting bagaimana Anda segera bangkit ketika terjatuh,” kata Sukur.

Baginya sukses yang diraih adalah anugerah dari Tuhan. “Setiap orang tidak boleh melupakan Tuhan, karena apa yang kita miliki ini adalah pemberian dari Tuhan. Manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan,”ujarnya singkat.

Sebagai ucapan sukur kepada Tuhan, suami dari Agustina br Silaen dan ayah dari Grace Nababan ini tidak pernah menolak ketika ada gereja yang minta dibantu. Bahkan, seringkali ia memberi bantuan kepada gereja tanpa ada permintaan.
“Kalau kita punya, harus kita bantu. Apa yang kita miliki ini adalah milik Tuhan,”katanya.

Walau begitu, sebagai umat nasrani, tidak cukup baginya membantu gereja atau setiap minggu ke gereja, tapi harus terlibat langsung di dalamnya. Bagi Sukur, mengabdi kepada gereja, akan mendapat berkat lebih banyak dari Tuhan. Sehingga jangan menyia-nyiakan waktu kalau ada kesempatan untuk terlibat.

Pengabdian itu sudah ia tunjukkan selama ini kepada Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) melalui berbagai macam acara. Namun paling berharga dan berkesan dalam hidupnya ketika Sukur Nababan bersama beberapa orang lainnya terpilih sebagai pengurus Badan Usaha HKBP, Minggu (11/1). Para pengurus ini dilantik langsung Ephorus HKBP Pdt Dr B Napitupulu di gereja HKBP Sutoyo Jakarta di hadapan ribuan umat HKBP.

“Mengabdi kepada HKBP bukan ingin mencari popularitas. Sudah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan saya berjanji akan selalu mempersatukan umat kristiani dimanapun berada. Itu sebabnya, tahun 2008 lalu saya bersama teman-teman sengaja menyelenggarakan Natal bersama di Kota Bekasi. Kami undang bukan hanya satu gereja, tapi semua gereja yang ada di wilayah itu. Dan nyatanya mendapat respon positif. Itu terlihat dari jumlah pengunjung yang hadir di stadion sepakbola Bekasi. Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad dan beberapa anggota DPR Pusat juga hadir,” kata Sukur.

Selain itu pria berpenampilan kelimis ini juga memperhatikan nasib penyanyi asal Batak. Untuk membantu perekonomian dan popularitas penyanyi Batak, Sukur Nababan sengaja merekam suara beberapa penyanyi untuk dijual melalui Indonesia CreativyTechnology Production.

Nama-nama penyanyi yang sudah melahirkan album dari perusahaan tersebut adalah Dewi Marpaung dengan album Putus Sikkola, Ester Simbolon Sapata ni Ilukki, duet spektakuler Jack Marpaung dan Dewi Marpaung, Trio Nazaret, album spektakuler All For One dengan sedereta penyanyi.
“Ini salah satu cara untuk membantu mereka. Semoga bantuan yang saya berikan itu sangat berguna bagi keluarganya masing-masing,” pintanya.

Jika tahun ini Ir Sukur Nababan terjun ke politik sebagai Caleg DPR-RI dari PDI Perjuangan dengan Nomor Urut 2 dari daerah pemilihan Kota Bekasi dan Depok, semua itu hanyalah sebagai alat perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat. Sebab, baginya politik bukan sebagai tujuan hidup apalagi untuk mengejar kepentingan pribadi.

Panggilan nuranilah yang membuat Sukur semakin yakin untuk menghabiskan waktunya demi perbaikan kehidupan rakyat, di samping menjalani bisnisnya yang telah mapan, sekaligus juga telah membantu jutaan orang memiliki motivasi hidup dan kehidupan yang lebih baik.

Bagi kalangan pelaku bisnis dan politik khususnya di Kota Bekasi dan Depok, Sukur bukanlah orang baru. Kesuksesan dunia bisnisnya telah dikenal. Walau dunia politik baginya hal baru, namun perkembangan politik tidak pernah luput dari pengamatannya.

sumber: http://batakpos-online.com/content/view/4419/47/

Wawancara Ir.Sukur Nababan, Anggota DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan

Oleh: Hotman J. Lumban Gaol

Sukur Nababan politisi baru, namun sejumlah gebrakannya diingat orang. Termasuk pembelaannya terhadap kasus HKBP Pondok Timur Indah. “Saya bukan hanya membela umat Kristen, tetapi memperjuangkan nasib rakyat,” kata wakil rakyat dari PDIP, ini. Dia memulai karier sebagai seorang profesional. Kemudian melompat menjadi pelaku bisnis, dengan menjalankan bisnis MLM. Awal-awalnya, kala itu, banyak orang termasuk keluarganya menyesali keputusannya. Maklum, jabatan penting di perusahaan yang dicapai dengan penuh perjuangan dan belasan tahun bekerja membanting tulang, tetapi ditinggalkannya.

Sukses di bisnis, menjadi Top Leader nasional bisnis Melia Nature Indonesia. Dia kemudian melirik dunia politik. Bergabung dengan partai PDIP dan terpilih menjadi anggota DPR RI wilayah Depok-Bekasi. Di DPR dia tergolong kristis. Salah satu kritiknya yang dianggap kritis termasuk langkah Menteri Badan Usaha Milk Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengganti jajaran direksi perusahaan pelat merah dinilai menabrak hierarki dan undang-undang. “Secara pribadi saya apresiasi Pak Dahlan dengan kepemimpinan yang memutus rantai birokrasi, hanya saja itu tetap tidak menabrak rambu-rambu,” ujarnya.
Dia juga sadar betul, daerah pemilihannya, daerah yang banyak disorot soal kebebasan beragama. Karena itu, setiap calon dari partai yang mengusung kebebasan beragama didukungnya. Beberapa waktu ia berbincang-bincang dengan REFORMATA di  wilayah Barkah, Tebet, Jakarta Selatan. Demikian petikannya:

Di wilayah Jawa Barat oleh berbagai laporan dari lembaga yang konsen tentang kebebasan beragama menilai wilayah ini yang banyak menyiratkan masalah kebebasan beragama. Di pemilihan kepala daerah Jawa Barat, apakah peluang calon dari PDI Perjuangan Rieke Dyah Pitaloka?

Setahun lalu dia datang menemui saya untuk meminta dukungan atas pencalonannya. Hanya satu yang saya tanya yaitu  bagaimana komitmennya tentang kebebasan beragama. Kita sudah kenal dia, Rieke orangnya tegas. Dia dengan tegas berkata bahwa akan tegas terhadap kepala daerah yang menghambat pendirian rumah ibadah. Harus ada kebebasan beragama.

Seringkali janji-janji kampaye itu hanya diucapkan ketika kampanye, tetapi setelah terpilih tidak lagi ingat dengan janjinya?
Bagi saya, yang bisa dipegang dari manusia itu adalah komitmenya. Kata-katanya. Kalau ucapnya tidak pernah direalisasikan berarti itu hanya janji-janji saja. Saya juga kenal Rieke ini, dia adalah orang yang sangat konsern terhadap kepedulian rakyat termasuk memperjuangkan kebebasan beragama. Lalu, yang kedua dia berasal dari PDI Perjuangan satu partai dengan saya tidak mungkin membohongi saya. Partai kami jelas memperjuangkan kebebasan beragama.

Kalau kita melihat di daerah-daerah khususnya Jawa Barat, di pinggiran Jakarta, tingkat penutupan gereja amat banyak?
Kalau kita bicara Bhineka Tunggal Ika, dianggap orang sebagai perbincangan basi. Memang kenyataanyanya kita sepertinya tidak mau menerima perbedaan, padahal perbedayaan itu rahmat, kekayaan kita. Kalau kita membicarakan pendirian rumah ibadah lagi-lagi akar masalahnya adalah Perber. Itu sebabnya sejak dulu saya setuju harus ditinjau ulang. Karena dalam Perber itu, memberikan kekuasaan, memberikan hak menyetujui atau tidak menyetuju agama lain ada. Itu tidak bisa. Inilah yang membuat masalah di akar rumput.
Menurut saya, kebebasan beribadah dan bergama itu adalah hak asasi manusia, yang tidak perlu diatur-atur. Harus diberikan kebebasan bagi setiap orang.

Artinya, negara sebagai pengatur harus juga melihat ini sebagai bagian akar masalah. Tatkala warga yang menentukan rumah ibadah berdiri atau tidak, maka akan terus terjadi diskriminasi. Kaum minoritas akan tertekan tidak bisa mendirikan rumah ibadah. Jadi negaralah yang harus menjamin, memberikan kepastian warganya bisa beribadah dan membangun rumah ibadah. Bukan mengatur, tetapi memberikan jaminan kebebasan beribadah.

Tetapi sering kali pemimpin itu hanya berada di atas golongannya. Hanya memperjuangkan golongannya…
Kita harus sadar negara ini dibangun atas kebersamaan, satu visi. Persatuan Indonesia. Negara ini tidak dibangun oleh sekelompok saja. Jadi kita harus sadar betapa pentingnya semangat kebersamaan itu dipupuk. Saya ragu jika para pemimpin daerah yang hanya memikirkan satu golongan saja tidak akan bisa membawa kemajuan. Dan kalau pemimpin berdiri hanya di atas satu golongan, dia bukan pemimpin. Karena itu, lagi-lagi pemerintah harus sadar betapa banyak orang-orang yang tidak berjiwa memikirkan hajat orang banyak, hanya memikirkan diri sendiri, itu model kepemimpinan daerah sekarang ini. Harusnya masyarakat juga menyadari, siapa pemimpin yang hanya janji kampanye.
Lagi-lagi, menurut saya pemimpin tidak boleh hanya memikirkan satu golongan saja. Pemimpin elit harus membicarakan keutuhan bangsa. Bangsa Indonesia bangsa yang beranekaragam, majemuk dan sistem demokrasi yang modern tidak boleh hanya memikirkan kelompoknya. Tidak bisa diharapkan lagi karena sehebat-hebat seseorang pemimpin jika hanya memikirkan kelompoknya.
Kita harus ingat kita bangsa majemuk tidak bisa mengandalkan seorang pemimpin yang hanya memikirkan kelompoknya, dia harus nasionalis. Seorang pemimpin merupakan orang-orang yang berdiri diata semua golongan. Artinya, pemimpin itu hanya utusan dari golongan tertentu saja, dan tidak mungkin mereka memikirkan bangsa ini pastinya lebih mementingkan golongan saja.

Anda dianggap terlalu berani mengkritik, termasuk kepemimpinan Dahlan yang dinilai melabrak hierarkis?
Sebagai pribadi saya apresiasi Pak Dahlan dengan kepemimpinan yang memutus rantai birokrasi. Tetapi kita berharap tidak menabrak rambu-rambu. Penggantian jajaran petinggi perusahaan  pelat merah tanpa TPA, maka seluruh dampak yang ditimbulkan menjadi tanggung jawab Menteri BUMN. Apakah kinerja perusahaan BUMN itu baik atau buruk itu tanggungjawab menteri.
Menurut saya, penunjukkan langsung juga berpotensi membuat kepentingan kelompok tertentu untuk menjadikan perusahaan pelat motor penghasil uang.   Saya menilai, berdasarkan UU 19/2003 tentang Badan Usaha Millk Negara (BUMN), pergantian direksi perusahaan BUMN harus melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) dan Tim Penilai Akhir (TPA).  Dengan SK 263 yang direvisi menjadi tiga SK baru antara lain SK 164, maka Menteri BUMN dinilai sudah melanggar UU. Itu sudah jelas, hierarki surat keputusan menteri dibawah undang-undang.

Apa keberatan Fraksi PDIP terhadap penunjukkan langsung direksi oleh Menteri BUMN, bukan untuk semata-mata ingin dilibatkan dalam proyek BUMN?
Saya tegaskan persepsi itu keliru, bahwa ada anggota DPR yang main proyek saya tidak bisa pungkiri. Nyatanya Menteri BUMN mengganti jajaran petinggi Garuda Indonesia. Emirsyah Sattar dan Elisa Lumbantoruan tetap dipertahankan sementara sisanya diganti. Sementara direksi Pertamina lebih dulu diganti dengan memasukan empat orang baru minus direktur utama Karen Agustiawan di BUMN migas.

Sumber: http://reformata.com/news/view/7115/pemimpin-tidak-boleh-hanya-memikirkan-satu-golongan-saja

About these ads

Tentang Hotmanjlumbangaol

Hotman J. Lumban Gaol, STh (Hojot Marluga) adalah seorang jurnalis. Saat ini Redaktur Pelaksana di tabloid REFORMATA. Telah terlibat menulis delapan (8) buku: Judul: (1) "Sitor Situmorang: Mitos Dari Lembah Kekal" (2) Sang Apostel Batak, Dari Munson-Lyman Hingga Nommensen (3) Menyebarkan Virus Etos. (4) PAMIMPIN Nama Pemberian Tuhan (Biografi Edwin Pamimpin Situmorang, S.H, M.H, Jaksa Agung Muda Intelijen 2010-2012). Selain itu, dia juga penyumbang beberapa tulisan di buku diantaranya: buku (5) Ir Leo Nababan "Mahasiswa Pejuang, Pejuang Mahasiswa", buku (6) Si Murai dan Orang Gila. Editor buku (7) Sian Tano Parserahan Tu Bagas Parsadaan. (8) Editor buku "Karyaku Dicatat Sorga: Biografi Pdt Ev Renatus Siburian." Dan, beberapa buku akan terbit dalam waktu dekat. Mendirikan situs ini sejak Tahun 2008. Sebelumnya dimulai dari mengkliping profil-profil Tokoh Batak. Membangun situs Ensiklopedia Tokoh Batak ini juga karena kecintaan belajar dari para orang sukses, mengapresiasi orang-orang Batak yang berprestasi. Selain itu, dia juga menulis cerpen. Salah satu cerpennya telah dibukukan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sebagai kumpulan cerpen komunitas berjudul Sigumoang. Selain bergelut di dunia tulis-menulis dia juga berkecimpung dalam pelatihan-pelatihan motivasi. Dia kini bergelut di dunia penulisan biografi, siap dikontak. Pendiri CV Halibutongan Publishing, penerbit buku ini, bisa dihubungi di HP: 081316518619 & 085710186058 atau E_mail: astephen.hojotmarluga@gmail.com. E_mail: hojotmarluga78@gmail.com. Facebook: Hojot Marluga. Twitter: HojotMarluga2.
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Politikus. Tandai permalink.

5 Balasan ke Sukur Nababan

  1. St J Nababan berkata:

    Horas bah.las roha ngalam martamba namaju sian pomparanni Borsak Mangatasi Nababan.anggiat ma gabe pasu 2i di adopan ni Debata.horas ma sian hami poparan ni BM na di Bagan Batu Riau

  2. St Ny Sijabat br Nababan berkata:

    Kiranya Tuhan memberkati pomparanni Borsak Mangatasi Nababan di mana pun berada sampai selama-lamanya.

    Amin!!

    Horas ma sian hami di Yogyakarta

  3. bali berkata:

    salam dahsyat pa k sukur nababan dari bali

  4. padang city berkata:

    padang bertanya?agama bapak apa?dan apakah mss ini halal?

  5. Terpujilah Dia (Tuhan) yang telah membuatnyata, berbuah 13 Oktober 1955.
    Doa Sy Krisman Nababan
    Putra dari Butar-Siborong2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s