Natal Panggabean, Penyematan Ulos Pinuncaan Pada Inang Jenderal
Martantan ma Baringin/Marurat Jabi-jabi/Mamora ma hita madingin/Lam tu denggan ma di hita (Pomparan si-Raja Panggabean)/Tumpahon ni Tuhan Jesus, Mulajadi. Horas tondi mandingin/Pir tondi matogu/Sai Tuhanta Jesus ma na mangiring-iring/Lam tu denggan ma hita (Pomparan si-Raja Panggabean)/Di ngolu-ngolu. Suhat-suhat ni solu/Sai sahat ma tu bontean /Leleng ma hita mangolu/Sai sahat ma tu Panggabean
Keteladan Inang Matiur (Gelar Ompu Igor – Boru) sebagai istri dan pendamping setia prajurit TNI, Jenderal Maraden Panggabean.
Demikianlah umpama yang didendangkan saat menyematkan ulos pada Matiur Panggabean boru Tambunan (Ompu Igor – Boru), istri Jenderal Maraden Panggabean saat menerima ulos dari Pomparan si-Raja Panggabean dohot Boruna se-Jabodetabek usai perayaan Natal, Minggu (11/12) di Gedung Grand Mangaradja Jakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan Kav.7-9, Jakarta Utara. Penyematan ulos “Pinuncaan” sebagai “ulos Hatuaon.” Penghormatan atas segala pengabdian dan keteladanannya.
“Beralaskan pada nilai, semangat, dan contoh keteladanan Inang Matiur Ompu Igor-Boru, sudah saatnya masyarakat Batak, sudah seharusnya mensyukuri keteladanan beliau,” ujar Ir Demak Panggabean, Ketua Umum Panggabean Sejabodetabek. “Pengabdian Ompu Igor-Boru, yang dikenal aktif membina kehidupan kekerabatan dengan kaum Ibu-ibu di lingkungan TNI, Gereja (khususnya Gereja HKBP) dan sampai sekarang masih aktif di lingkungan kaum Ibu Lansia gereja HKBP Jalan Jambu, Menteng Jakarta Pusat. Himpunan Dharma Kasih adalah salah satu prakarsa Ompu Igor – Boru sebagai organisasi sosial yang turut membantu beasiswa untuk calon-calon Pendeta.”
Hal senada dikatakan Dr HP Panggabean SH MH, banyak keteladan yang disemaikan beliau. Ompu Igor-Boru aktif merintis kebaktian Paskah Subuh Ikatan Keluarga Pejuang (IKP) Kalibata untuk keluarga pejuang yang beragama Kristen. Kini, jumlah mereka telah mencapai sekitar 800 orang. Ikatan yang bersifat kekeluargaan itu bahkan terus berkembang dengan bergabungnya putra-putri pejuang dari kalangan generasi muda.
“Sebagai Istri prajurit TNI, di masa kepemimpinan Jenderal Maraden Panggabean, Ompu Igor-Boru turut serta dalam upaya konsolidasi dan intergrasi ABRI antar-Angkatan dan Kepolisian Negara untuk terciptanya rasa kesatuan dan persatuan, kekompakan dan kebersamaan di lingkungan TNI-ABRI, dengan aktif menjadi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (PKCK), Ikatan Kesejahteraan Keluarga Hankam (IKKH), dan Ketua Umum Dharma Pertiwi. Pada masa kepemimpinannya di Dharma Pertiwi, beliau dan kawan-kawan berhasil menyelesaikan AD/ART Dharma Pertiwi yang memiliki jangkauan jauh ke depan dan tujuan akhirnya adalah agar terus terjaga kesatuan dan persatuan di lingkup ABRI ketika itu,” ujar Ketua Umum Kerukunan Masyarakt Batak (KERABAT).
Dia menambahakan, peran Ompu Igor – Boru pada saat mendampingi Jenderal Maraden Panggabean melakukan tugas mulia sebagai Inspektur Upacara pada pemakaman Proklamator/Presiden pertama Republik Indonesia DR. Ir. Soekarno pada 22 Juni 1970 di Blitar, Jawa Timur. Wibawa dan semangat patriotisme prajurit Jenderal Maraden Panggabean melakukan tugas sebagai Inspektur Upacara pada pemakaman Presiden pertama Republik Indonesia tersebut juga berkat dukungan naluri keibuan Ompu Igor-Boru.
“Sebagai istri Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA), Ompu Igor – Boru berinisiatif mendirikan Ikatan Istri Anggota Dewan Pertimbangan Agung (Itria-DPA). Pembentukan Itria-DPA dilandasi semangat untuk lebih membina suasana kekeluargaan dan keakraban di lingkungan keluarga besar DPA dengan banyak melaksanakan agenda kegiatan yang bersifat sosial.”
Sebagai istri panglima Ompu Igor-Boru yang sangat positif, produktif dan konstruktif itu memang sebagian besar berkait erat dengan jabatan Jenderal Maraden Panggabean Sebagai Ibu Pargomgom, Ompu Igor – Boru tetap memelihara kekerabatan di lingkungan keluarga besar Jenderal Maraden Panggabean dan pada tahun 2007 telah mampu melakukan renovasi total gereja HKBP Pansurnapitu di Tarutung. Pekerjaan ini dilakukan sebagai pelaksanaan amanat Almarhum Jenderal Maraden Panggabean di masa hidupnya. Bangunan gereja itu tergolong “Bangunan Monumental Terbaik” di lingkungan gereja-gereja HKBP di Indonesia.***Hotman J Lumban Gaol
welll,bravo
as ww, horas , salam sejahtera,
penghargaan yg sebesr besrnya bagi saudara2ku halah batak n buat kita semua, terutama kawan2 pengelola esklopedi tokoh batak, semoga tetap eksis dan tetap bejuabg untuk halak batak n negara kita ini, namun kami harapkan kirannya dapat lebih banyak menggali keberadaan tokoh batak yang ada di daerah, kabupaten kota, propinsi dan nasional, karena sebsenarnya sangat banyak tokoh batak, yg berpengaruh di nisantara ini, baiak, toba, angkola, mandailing, karo, simalungin, papak dll, dan banyak memberikan kontribusi yg besar pada daerah maupun negara, baik yg islam, kristen, katolik budha, maupun hindu, parmalin dll. semoga kita bisa konsisten sebagai halak batak n peduli pada batak, opada dalaian natolu. bukan golongan, maraga, agama dll, horas horas horas, maju terus n sukses selalu ! amin
Horas bah.
Sai tu na lam godang na ma halak hita na marhasil di pangarantoan ate.