Sudung Marihot Siahaan


Sudung Marihot Siahaan (pegusaha)IMG_1815

Terpaan krisis global saat ini tentulah banyak mempengaruhi bisnis. Banyak usaha kolap. Bisnis yang mampu bertahan tentu usaha yang hebat. Yang hebat itu bukan melulu disandang perusahaan besar. Salah satu bisnis itu adalah usaha tenda kerucut yang didirikan pengusaha (baca: intrepreneur) Sudung Siahaan.
Di pangkalan kilang minyak pertama Indonesia, Pangkalan Brandan, Sudung Marihot Siahaan dilahirkan, pada 24 April 1963. Dia adalah salah satu perintis bisnis tenda keruncut. Dibenaknya tidak pernah terbayang menjadi pengusaha, hanya seperti menemukan jati diri, berawal hobby dekorasi dan arsitektur ditambah mengamati saat orang mendekorasi ruangan.
Mendirikan PT Vit Tent Indonesia, tahun 1998, karena pesiun dari PT ASTRA Internasional, karena krisis moneter sebagai manager marketing.
Bisnis tenda miliknya bukan sembarang usaha. Vit Tent miliknya menyediakan; kursi, meja, panggung, karpet, hiasan interior, AC, lighting. Tenda bisa dipasang seluas tanah yang ada. Tenda juga bisa di desain seperti panggung atau gedung mewah. Tergatung permintaan pelanggan. Hanya, caranya tenda harus didesain apik, ada bentuk kubah, kerucut, hall, dan bertingkat dua. Dari 1500 meter segi hingga 6000 meter per-segi tenda siap sedia untuk dijadikan gedung buatan.
Kemudian setelah tenda terpasang, kontur tanah dialasi karpet, lalu meja ditata dan terakhir AC 600 pk dipasang. Dan lima unit genset untuk mengerakkan listrik. Hasilnya persis seperti di gedung.
“Sekarang lagi tren orang membuat acara bukan di gedung. Di gedung orang mulai bosan, apalagi gedung banyak aturan. Kalau di tenda lebih bebas. Apalagi budaya kita terbiasa melakukan acara di rumah,” ujar suami dari Caliana Sinaga dan ayah dua anak ini.
Dia punya argumen soal tendanya itu, “Masyarakat Indonesia mayoritas suku Jawa. Dalam adat Jawa ada acara yang harus diadakan di rumah. Contohnya, acara akad nikah, siraman, acara itu harus dilaksanakan di rumah. Kita Batak terbiasa membuat pesta di gedung. Maka saya berencana membangun gedung pertemuan yang lebih baik,” ujarnya.
Dulu Sudung memulai bisnis tendanya hanya mendapat informasi dari internet, di Eropa tren pesta di dalam tenda. Berdasarkan itu dengan nekat menjual mobilnya untuk mengorder dua kontainer tenda dari Jerman. Kini hasilnya lumayan.
Salah satu acara Internasional yang pernah ditangani Sudung adalah saat pembukaan acara kejuaran balap mobil Grand Prix A1 di Sentul, Bogor. Memasang tenda built-up dengan side-wall , tenda yang dilengkapi kaca jendela. Padahal ketika itu angin bertiup kecang. Untuk hal itu Sudung punya trik, memasang tiang pancang atau paku bumi agar tenda bisa kokoh. Sampai acara selesai tenda tetap kokoh. Panitia senang buka main, merasa seperti di gedung.
Yang menarik adalah kerucut buatan Sudung tidak harus di tanah yang rata, malah di tanah yang bergelombang. Misalnya saja, tak kala konsumen membuat acara di tengah kebun. Sudung sanggup menyesuaikan dengan kotur tanah pada bentuk bangunan yang ada. Demikian juga tanah yang bergelombang bisa ditata dengan karpet. Begitu juga jika harus mendirikan tenda dibawa pohon. Langkah pertama awal langkah seribu, itu yang dipengang Sudung.
Kini intrepreneur ini dibantu 120 karyawan dari 6 karyawan. Meski sudah bisa menikmati hasil dari usahanya itu Sudung tidak segan-segan ikut membantu karyawannya, dari menggelar karpet, menata kursi, hingga memasang supvei.
Pelayanan (service) yang baik untuk mengaet para klien. Intinya, Vit Tent tahu betul klien melaksanakan sejarah, baik ketika ulang tahun atau saat di pelaminan. Yang pasti, jika punya kocek para empunya hajatan pasti mengharapkan yang terbaik walau mahal. Pilihan seperti tenda jeram, tenda tradisional, tenda kerucut, selalu siap stand by. Di Jakarta sendiri, tidak ada penyewa tenda selengkap Vit Tent milik sudung ini.
“Melayani harus tulus. Perusahaan adalah milik Tuhan. Maka melayani buat saya kewajiban, bukan hanya di gereja. Melayani bisa pada keluarga, bisa pada klien, bisa di gereja,” ujar jemaat Gereja Charismatic Worship Service (CWS) Bekasi ini. “Memberikan perhatian, baik keluarga, perusahaan, terutama untuk Tuhan. Perusahaan sudah bisa jalan. Delegasi sudah berjalan, hanya beberapa saja yang harus saya pantau. Dulu, saya bekerja bisa pulang sampai pagi. Sekarang saya atur waktu untuk terlibat melayani di gereja,” ujarnya mengakhir pembicaraan ketika TAPIAN menemui Sudung di kantornya di Caman, Kalimalang, Bekasi.***Hotman J Lumban Gaol

Sudung Marihot Siahaan
Lahir: Pangkalan Brandan, 24 April 1963
Nama Istri Caliana Sinaga
Anak: dua orang

Karier:
Pendiri dan Direktur PT Vint Tent Indonesia
Karyawan: 120 orang. Gereja CWS Bekasi

Pendidikan:
Fakultas Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara

 

Iklan

3 Comments

  1. Marihot, kamu kakaknya David bukan sih? David dulu satu SMP Mardi Yuana Cipanas, Jawa Barat, angkatan di bawah saya setahun…
    Kamu dulu kayaknya sekolah di Canada atau Amerika bukan?

    Bisnis tenda kamu ok juga lho..siap tahu nanti waktu anak2ku menikah bisa berbisnis tenda dgn kamu…

    Salam hangat<
    Mariza

  2. Saya salah satu orang yg kenal keluarga dan kerabatnya mereka berdua sejak lama, bpk sudung ini seorang direktur, modal diberikan oleh abangnya marga harianja mantan pegawai bumn. Yang adalah owner dari perusahaan tenda ini yang sdh alm. Usaha ini bisnis keluarga yg dicurangi dgn korupsi oleh bpk sudung ini yang tidak mengakui join bisnis yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s