Abdul Azis Angkat


Politisi Berhati Lembut

Oleh : Mayjen Simanungkalit

04-Feb-2009, 00:23:40 WIB – [www.kabarindonesia.com]

KabarIndoensia – Seolah tidak percaya saja menghadapi kenyataan, bahwa Ketua DPRD Sumut Drs. H. Abdul Azis Angkat MSP telah meninggal dunia. Pasalnya, sebelum memimpin rapat paripurna dewan tentang pelantikan anggota dewan pengganti Antar Waktu (PAW), Selasa pagi, 3 Pebruari 2009 dia tampak segar.

Pagi itu, sambil menelepon dia masih sempat melambaikan tangan kepada sejumlah wartawan unit DPRD Sumut, ketika berjalan menuju ruang paripurna dewan di lantai dua. “Apa kabar Jenderal, amankan?”, katanya sambil berjalan. Bagi kalangan wartawan berpos di DPRDSU, Abdul Azis memang dikenal sebagai politisi berhati lembut. Dia yang akrab dipanggil “Bang Azis”, adalah politisi yang membuka akses sangat luas bagi wartawan. Dia terbuka untuk dijumpai kapan saja dan siap memberi informasi kepada wartawan, tentang berbagai hal.

Terutama informasi seputar tugas dan fungsi legislatif, Bang Azis selalu terbuka. Tapi itulah Drs. H. Abdul Azis Angkat MSP, yang Selasa (3/2) pukul 13.00 WIB kemarin meninggal dunia setelah didemo ribuan massa pendukung Protap. Innalillahi wainna ilaihi raji’un.

Abdul Azis lahir di Sidikalang 10 Januari 1958 dan menamatkan pendidikan SD Zending Islam Medan tahun 1969. Melanjutkan pendidikan ke PGAN 4 tahun, tamat tahun 1973, SP IAIN Medan tahun 1975, sarjana muda IKIP Medan tahun 1979, sarjana IKIP Medan tahun 1982 dan Pasca sarjana Study pembangunan FISIP USU Medan tahun 2005. Abdul Azis memulai karir sebagai dosen di almamaternya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Medan yang kini berubah menjadi Universitas Medan (Unimed), namun akhirnya terjun ke dunia politik praktis.

Di saat jutaan orang berebut untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS), dia malah nekad mengundurkan diri. Padahal, saat mundur dari status PNS, golongan kepangkatannya sudah III D, suatu jenjang kepangkatan yang punya prospek dalam karir seorang PNS di Perguruan Tinggi. Dia menjadi Ketua DPRDSU pada 13 Pebruari 2009, melanjutkan sisa priode 2004-2009. Ayah empat orang anak dan suami dari Tiornalis Siregar itu, resmi mundur dari PNS tahun 1997. Banyak orang mengejeknya saat itu. Bahkan di antara rekan satu profesi di Unimed, sempat ada yang menudingnya “gila” karena nekad terjun ke dunia politik praktis. Azis Angkat (50) tidak sakit hati dan tidak pula ragu, sebab sudah menjadi pilihan hidupnya untuk konsentrasi di habitat barunya itu.

Tekad meninggalkan status PNS itu makin kuat, apalagi adanya Peraturan Pemerintah (PP) No 5 dan PP 15 tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang tidak membolehkan PNS rangkap jabatan sebagai politisi. “Bagi banyak orang boleh saja menuding saya setengah gila, meninggalkan status PNS yang dari segi jaminan hidup sudah sangat jelas. Namun ini menyangkut pilihan hidup. Saya enjoy di dunia politik,” katanya suatu ketika. JENJANG KARIR Sejak mahasiswa dia sudah terlibat di berbagai organisasi dan menjadi ketuanya. Pernah menjadi ketua Badko HMI Sumut (1980-1982), Wakil Ketua KNPI (1985-1991), dan lainnya.

azis-angkatDalam menggeluti karir di dunia politik, Azis Angkat memulainya dari jenjang paling bawah. Dia masuk ke DPD Partai Golkar Sumut tahun 1985, setelah menjadi pengurus KNPI Sumut. Awalnya dia hanya menduduki posisi ketua biro pendidikan kursus-kursus (1992-1997) di DPD Partai Golkar Sumut. Namun karir politiknya terus berkibar, sehingga tahun 1997 terpilih menjadi anggota DPRD Sumut dan sampai kini masih Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s