Viky Sianipar


QA-Vicky-Sianipar

Sebelum menggeluti dunia arranger, aku adalah seorang composer. Sejak SD aku sudah menciptakan lagu. Jumlah lagu yang kubuat sudah tak terhitung jumlahnya. Sebagian besar hilang begitu saja karena aku malas untuk merekam dan menuliskan partiturnya.

Sewaktu aku masih sekolah musik di YPM (Yayasan Pendidikan Musik) Manggarai – Jakarta dulu (1982-1988), aku sering mengabaikan latihan piano karena sebih sering asik dengan lagu-lagu ciptaan sendiri atau memainkan lagu-lagu The Beatles. Pernah aku di “libas” pakai ban pinggang oleh bapakku, karena aku tidak latihan piano lima kali sehari. Tapi dasar bebal, tetap saja aku jarang latihan. Guru-guruku di YPM sampai stress lantaran punya murid seperti aku. Salah satu guru pernah memakiku, “Kamu main piano kok ngawur terus seeh.. Makanya latihan dong. Baca yang bener. Kalau saya punya 10 orang murid aja yang seperti kamu, saya bisa masuk RSJ Grogol! ampuuunn…”

Ya iya lah.. gimana gak stress tuh guru. Kalau murid lain, tiga kali pertemuan saja sudah ganti lagu. Aku, tiga belas pertemuan belum tentu ganti lagu, karena mainnya ngawur terus. Dan itu berlangsung selama lima tahun. Hal ini membuatku di tahun keenam (kelas/grade 3) dikeluarkan dari YPM secara tidak hormat lantaran tinggal kelas dua kali berturut-turut. Belum lagi karena kasus perkelahian dengan teman di kelas teori yang mengakibatkan “anak orang” luka di bagian lututnya. Sungguh masa-masa di YPM dulu adalah masa kelam bagiku. (Bukan salah sekolahnya lho. YPM adalah sekolah musik klasik terbaik di Indonesia. Memang akunya aja yang dasarnya pemalas). Masih ada dalam ingatanku, sewaktu SD, hari selasa dan jumat adalah mimpi buruk, karena harus les piano. Akhrinya bapakku pun menyerah dan membiarkanku main musik ciptaan sendiri dengan piano tua pemberiannya itu. Kegemaran menciptakan lagu ini pun berlanjut sampai dewasa. Mulai dari musik pop, rock, metal, klasik, disco, dll, kubuat. Dan teteup gak ditulis atau direkam. hehehe.

Sejak MSA Band (band terakhirku sebelum bersolo karir, 2001) bubar, aku sudah memimpikan untuk membuat album yang isinya lagi ciptaanku sendiri. Namun lagu-lagu daerah keburu mencuri hatiku. Aku malahan sibuk mengeluarkan album lagu-lagu daerah yang bernuansakan musik modern dalam album-album TobaDream dan Indonesian Beauty. Tertundalah impian itu.

Nah, setelah tiga TobaDream, satu Indonesian Beauty, dua album kolaborasi (Tongam dan Dipo), satu album Rohani, dan beberapa Tolu-One, inilah saatnya aku diijinkan oleh eksekutif produserku untuk menelurkan album yang lagunya karangan aku sendiri. Judulnya “Satu”. Rencananya akan di-lounch tanggal 3 Desember 2008.
Di post-post berikutnya, aku akan menulis banyak mengenai cerita dibalik lagu-lagu yang ada di album “Satu” dan juga proses pembuatannya.

Judul single pertama album ini “Sesal Semu” yang sekarang sedang semarak diputar di radio-radio. Senangnya aku tadi pagi di mobil waktu mau manggung di FX Senayan, aku denger “Sesal Semu” diputar di Trax FM dan Hard Rock FM. Aku mendengarkan lagu CIPTAANKU sendiri di radio (akhirnya!).
Sumber: http://tongginghill.wordpress.com

Iklan

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s