Chairuman Harahap


Nama Chairuman Harahap sudah tak asing lagi bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Lelaki berusia 61 tahun ini dikenal tokoh yang selalu berada di tengah pusaran politik masyarakat Sumut. Maka itu tak heran, sosoknya seolah tak pernah lekang dari ingatan masyarakat Sumut.
Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut ini juga dikenal sebagai sosok pekerja keras, ulet dan pemberani. Dia tidak pernah merasa takut dengan ancaman dan teror. Dalam bukunya berjudul “Merajut chairuman111Kolektivitas Melalui Penegakan Supremasi Hukum,” Chairuman mengatakan: “Kalau takut, tak usah jadi Jaksa”.
Menghadapi Pemilu 2009 ini, Chairuman maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) Partai Golkar untuk DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Sumut. Di sela-sela kesibukannya menerima kunjungan masyarakat Sumut, Chairuman berkenan memberikan waktu untuk wawancara dengan Portal ANTARA Sumut. Dia lagi-lagi tampil bersahaja dan dengan kerendahan hati walau kini sudah diatas angin untuk duduk sebagai Anggota DPR RI.

Anda menjadi caleg Partai Golkar pada Pemilu 2009. Bagaimana ini bisa, padahal selama ini Anda tak dekat dengan Partai Golkar?
Teman-teman mengajak untuk memilih Golkar. Dari dulu Golkar sebagai partai pembaharu selalu melakukan perubahan-perubahan. Bahkan Golkar menciptakan suatu kehidupan politik yang melampui zamannya. Sebenarnya, Golkar sudah menyiapkan diri bahwa pasca pak Harto kondisi politik sudah harus multi partai.
Tetapi di Partai Golkar sangat heterogen, sedang Anda baru masuk kesana?
Ya, Golkar itu termasuk masyarakat yang heterogen dan itu kelemahan dan kekuatannya dan itu normal saja. Golkar sebenarnya ingin untuk menaikkan moral bangsa ini dan ini memang menjadi pilihan-pilihan kita. waktu itu memang ada program-program untuk menarik para senior untuk masuk ke dalam Golkar dalam rangka untuk memperkuat Golkar itu.
Bagaimana strategi Partai Golkar untuk memenangkan Pemilu 2009?
Rakyat bukan sebenarnya bukan untuk ditaklukkan, bukan untuk dikuasai, suara merekalah yang sebenarnya harus kita serap. Kepentingan merekalah yang harus kita perjuangkan. Jadi orientasinya harus kesana, jadi itu adalah perubahan yang harus kita lakukan, sebenarnya sudah sangat terlambat untuk merubah itu. Jika kolonial dulu itu tujuan bagaimana menundukkan rakyat ini supaya patuh, tunduk kepada mereka agar mudah mereka memerintah.
Golkar melakukan reformasi politik dengan sedikit memberikan celah untuk tidak sejalan dengan UU No 10 Tahun 2008 soal caleg yang bisa mencapai suara diatas 30 persen. Apa pandangan Anda soal ini?
Golkar menginginkan suara terbanyak. Usul pemerintah untuk itu suara terbanyak tapi diputuskan 30 persen. Tapi internal golkar membuat didalam, bukan merubah undang-undang itu tapi dia buatdidalam supaya lebih demokratis suara terbanyak. Jadi semua caleg itu mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih untuk duduk dan itulah adalah suatu persamaan dalam politik.
Sebagai caleg DPR RI dari Sumut II dimana basis pendukung Anda?
Basis kita tentu masyarakat yang sepaham dengan perubahan-perubahan yang ingin dilakukan. Metodenya tentu kita harus mendekatkan diri. Melihat secara langsung kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat kita.
Kira-kira, bagaimana Anda kini menggambarkan kondisi diri Anda?
Manusia itu tidak ada yang sempurna. Dimana ada kekuatan disitu ada kelemahan. Saya selalu mempunyai keinginan untuk berbuat bagi masyarakat kita. Jadi pertarungan kita ini bukan untuk kekuasaan. Bagaimana kita mewujudkan cita-cita dan saya selama ini berusaha menegakkan hukum dengan benar. Saya juga mengalami kezholiman-kezholiman, ketidakadilan. Intinya kita ingin masyarakat kita merasa aman. Dan aman itu apabila kalau hukum tegak.
Diakhir wawancara Chairuman juga sempat menitipkan pesan singkatnya untuk berkomunikasi melalui blogsitenya di Blog Chairuman.
Data Pribadi
Nama : H Chairuman Harahap SH MH
Tgl Lahir : Gunungtua, 10 Oktober 1947
Nama Ayah : H Sutan Mangarahon Harahap
Nama Ibu : Hj Aisyah Lubis
Istri : Ratna Sari Lubis
Anak-anak :
1. Wannahari Harahap
2. Maulida Sari Harahap
3. Diatce Gunungtua Harahap
4. Muhammad Rizki Harahap
Pendidikan Formal
1. Sekolah Rakyat (SR) Negeri 2 Gunungtua (1960)
2. SMP Negeri Pargarutan Padangsidempuan (1963)
3. SMA Negeri III Medan (1966)
4. Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran Bandung (1974)
5. Magister Hukum Universitas Padjadjaran (2005)
Pendidikan dan Latihan (Diklat)
1. Diklat Pembentukan Jaksa (1978)
2. Penataran Intelejen (1980)
3. Sus Perwira Intelejen Seintelstrat Bais ABRI Bogor (1980)
4. Suspa Intelstrat Seintelstrat Bais ABRI Bogor (1984)
5. Pendidikan Jaksa Spesialis (1989)
6. Sespanas Promosi IV E (1995)
7. Analis Kebijakan (1996)
8. KSA VIII Lemhannas (2000)
Jenjang Karier
1. Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Riau (1991)
2. Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku (1993)
3. Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Jawa Barat (1994)
4. Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sumatera Selatan (1995)
5. Wakajati Sulawesi Utara (1996)
6. Inspektur Padang Bidang Pengawasan Kejagung (1998)
7. Kepala Pusat Operasi Intelejen (Kapusopsin) Kejagung (1999)
8. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Pidsus Kejagung (2000)
9. Direktur Upaya Hukum dan Eksekusi Tindak Pidsus (2000)
10. Staf Ahli Jaksa Agung (2000)
11. Anggota Steering Committee RUU Pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
12. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
13. Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Umum
14. Deputi Menko Polhukkam Bidang Hukum dan HAM
Sumber: http://www.antarasumut.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s