Bill Amirsyah Saragih


Nama lengkapnya Bill Amirsyah Saragih. Lahir di Sindaraya, Bill SaragihSimalungun, Sumatera Utara, 1 Januari 1933. Meninggal di Jakarta, 29 Januari 2008, di usia 75 tahun.

Bill begitu dia disapa. Dia maestro bagi para pemusik Indonesia. Selain lihai memaikan musik piano, saksofon, Bill juga pintar menyanyi. Anak ke-5 dari sebelas bersaudara ini, memulai kariernya sebagai penyanyi di Hotel Indonesia, Jakarta, sejak awal tahun 1960-an bersama rekan-rekannya: Victor Tobing, Sal Salius, Poltak Hutabarat, dan Jack Lesmana. Jack Lesmana adalah ayah Indra Lesmana. Dikemudian Indra Lesmana berguru ke Bill Saragih, sahabat bapaknya, itu.

Masa hidupnya banyak dilewati di negeri orang: terutama Australia. Di Sydney, Bill mendirikan grup “Bill Saragih Trio”. Jejak penualangannya dimulai tahun 1966 Bill sambil bermain musik di Hongkong, Filipina, Thailand dan Jerman. Dia pernah tampil bersama Lionel hampton dan ikut jazz workshop di Jerman. Tahun 1972 dia menetap di Australia dan baru kembali ke Indonesia tahun 1987. Tahun 1997, albumnya, antara lain Bill Saragih, Sings ’n Plays terbitan Suryanada Indah Pratama, diluncurkan.

Menikah dengan Anna Rosemarry dan dikaruniai dua orang anak John Anthony dan Leoni Tiana. Istrinya, Anna Rosemary meninggal di usia ke-63 tahun pada 18 Januari 1999, di Sydney, Australia.

Majalah Tempo Edisi 18 Mei 1973 merekam jejak Bill saat tampil satu panggung dengan Lionel Hampton.

“Siapa yang mau main dengan saya?” tanya Lionel Hampton. Tak ada yang beringsut dari kursinya — kecuali seorang yang langsung naik panggung sambil menantang: “Saya akan ambil oper vibraphon anda”. Dia pun mainlah, sementara Lionel Hampton sesekali mengetuk piano dan selebihnya menonton permainannya.

Jelas ia tidak sebaik Hampton. Tapi keberaniannya ber jam session dalam acara konser khusus Lionel Hampton di hadapan musisi kota Bangkok, lima tahun lalu merupakan potret diri seorang yang bernama Bill Amir Saragih.

Bersaing dengan musisi Asia lain yang banyak mencari rizki di ibukota Muangthai ini. Bill tidak segan untuk pamer kelihaiannya — sekalipun berhadapan dengan raja vibraphon Lionel Hampton. Bahkan Hampton langsung mengatakan: “Anda calon raja”.

Komentar Hampton bukan tanpa alasan. Bill yang di samping vibraphon juga dapat memainkan piano, fluet dan senor saksophon, sudah punya modal musik yang lumayan. Menjelang kabur nya ke luar negeri delapan tahun yang lalu, Bill bersama saudaranya Banner Saragih dan Joe Saragih, sempat memimpin Jazz Rider nya Hotel Indonesia.

Bahkan di sana Bill turut bernyanyi. Volume suaranya, seperti kata Tim Kantoso Danumihardja: kalau lagi serius mirip kombinasi Sammy Davis Jr dan Frank Sinatra.

Sementara permainan pianonya kecipratan cara Horace Silver, seperti juga misalnya Bubby Chen. Cuma Bill, menurut Tim Kantoso yang pernah bertindak sebagai adviser Jazz Rid: “Fingering tidak selincah Bubby Chen, tapi sangat kuat dalam akord”. Bersama Marihot Hutabarat almarhum, Bill sering mengisi jazz program, yang diselenggarakan USIS pada menjelang tahun enampuluhan.

Kemampuannya bermain saksophon, bukan asal tiup saja. Konon Tim Kantosolah yang mengusulkan agar Bill memilih saksophon. “Dengan instrumen itu, dinamika suaranya bisa ber-ekspresi lebih penuh”. Menjelang petualangannya di luar negeri, “hanya satu yang belum dilakukannya, yaitu mencetak kader”, kata Tim Kantoso. Barangkali tidak seperti yang sudah dilakukan Mus Mualim atau Jack Lesmana misalnya.

Restoran berputar. Dengan modal pengalaman yang lebih banyak -sempat mengikuti Jazz Workshop di Jerman – Bill dengan isteri Inggerisnya kemudian mencoba kelihaiannya di Australia. “Kalau orang kita sih di mana saja bisa cari makan”, kata Bill dengan logat Bataknya yang cukup medok, “meski di kampung sendiri susah cari nafkah”.

Keyakinannya yang tidak kecil’ tampak nya merupakan modal yang kuat untuk bersaing di negeri Whitlam itu. Bahkan Bill berhasil merebut tempat terhormat di kehidupan malam kota dagang Sydney.

Asal mulanya, seorang bekas pemain sepakbola BBSA–sebuah klub Persija – John Chong menjumpainya di salah sebuah restoran di Bangkok. Bill ditantang untuk mengadu nasib di Australia. “Saya memberanikan diri”, kata Bill, “meski setelah tiba selama 5 bulan jadi penganggur”.

Usahanya yang keras mengantarkan dia kepada kontraknya dengan Summit Restaurant, sebuah restoran berputar di puncak Australia Square pada tingkat ke 47 — gedung pencakar langit tertinggi di Sydney.***

Iklan

Valentina Sagala


Full Name : Rotua Valentina Sagala
Sex : Female
Place, Date of birth : Jakarta, August 09, 1977Valentina Sagala
Marital Status : Single
Religion : Christian

Address : Jl. Dago Pojok No. 85, Bandung, 40135,
Tel./Fax. +62.22.2516378,
Mobile-phone: +628164865241
Email: val77ina@yahoo.com, institut_perempuan@yahoo.com
Languages : Speak, read and write Indonesian fluently
Speak, read and write English fluently
Current Position : Chairperson of Executive Board of Institut Perempuan
(Women’s Institute Foundation)

EDUCATIONAL BACKGROUND
Name of School
University
(Master Degree)
University
High Junior School University of Padjadjaran, Bandung – Indonesia (2004-2006)
Master Degree, Majoring Economic and Business Law
With a thesis entitled:
“Legal Analysis of The Protection for Child and Women Domestic Worker in Indonesia: The Employer Due To Responsibility of Domestic Worker’s Loses as A Result of the Unfullfillment of Employer’s Obligation in Employment Relation Related To the Law Number 23 Year 2004 about the Elimination on Domestic Violence”

University of Catholic Parahyangan, Bandung – Indonesia (1996-2001)
Undergraduate degree, Majoring Accounting
With a thesis entitled:
“Management Audit in Sales in Evaluating the Strength and Weakness of the Sales Activity: Case Study in Panghegar Hotel, Bandung”

University of Padjadjaran, Bandung – Indonesia (1997-2004)
Undergraduate degree, Majoring Economic and Business Law
With a thesis entitled:
“DebtWatch Indonesia Foundation’s Legal Action on The Cases of The Un-Fulfillment of The Contract of Designing and Production of Women’s Rights Campaign Tools”

Saint Ursula Catholic Senior High School, Jakarta – Indonesia (1993-1996)
The Best Public Relation Santa Ursula High School Student, 1996

Tarakanita Catholic Junior High School, Jakarta – Indonesia (1990-1993)

OCCUPATIONAL QUALIFICATION & EXPERIENCES
Position Year Description of Work
Gender and Poverty Adviser –MCPM-Australian Indonesia Basic Education Partnership-AusAid

Special Resource Person of Mahkamah Agung RI/Republic Indonesia Supreme Court, for Human Trafficking and Domestic Violence Issues
Legal Expert of Koalisi NGO Pemantau Hak Anak/Consultant of NGO Coalition for CRC Monitoring (supported by The Consortium International NGO)

Consultant of Save the Children – US
National Consultant of ASHOKA
National Consultant of International Labor Organization (ILO)
Lecturer of FH Universitas Katholik Parahyangan/Faculty of Law-Parahyangan Catholic University
Guest Lecturer of Legal, Women and Child Protection Issues in FISIP Universitas Indonesia/Faculty of Social and Political Science, University of Indonesia
Assistant Programme Officer of UNICEF (Child Protection)

National Consultant of UNICEF
Member of Presidium Board of JARI Indonesia (Development Watch Group)
Coordinator of Legal Reform Division of Komnas Perempuan (Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan/ The Indonesian National Commission on Violence Against Women)
Executive Director of Yayasan Institut Perempuan (Women’s Institute Foundation)
Member of The Drafter Team on Rencana Aksi Daerah (RAD) Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak, ESKA, dan Trafiking (Local Action Plan on the Elimination of The Worst Forms of Child Labor, Commercial Sexual Exploitation on Children, and Trafficking), with Bapeda Jawa Barat, supporting by UNICEF.
Member of Facilitators (Dewan Guru) JARI Indonesia
Gender and Children Consultant on Designing Module of Anti Corruption, WJCW (West Java Corruption Watch)

Head of Education and Training Department of PEKA (Perhimpunan Penanganan Krisis Perempuan dan Anak/Coalition of Women and Children Crisis Center)

Secretary of KPP Jawa Barat (Koalisi Pemantau Pemilu/West Java National Election Watch Coalition)
Head of Women’s Rights Committee– PBHI Jawa Barat (Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia/Committee of Indonesian Legal Aid and Human Rights Association, West Java)
Financial Assistant of KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu/Independent Committee of National Election Watch)
2007 – current
Assist and facilitate counterpart (Minister of National Education, Minister of Religious Affairs, Bapenas, BSNP, State Ministry of Women’s Empowerment, government officers, NGOs, and other stakeholders) in developing planning, implementing, and monitoring the MCPM-AIBEP programme on Gender and Poverty in Education (for national, provincial, districts, schools, and community level)

Develop material and train Judges and Staff of Court on human trafficking and domestic violence issue, in relation with child protection, juvenile justice, child conflict with the law, and gender mainstreaming. The series training cover almost all over Indonesia, such as Java, Banten, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, and NTB.

Responsible designing the framework, developing tools, reviewing, and developing report on “the Legal Review on the Indonesian Legislation Concerning Children in the Compliances to the UN Convention on the Rights (UN CR) as part of the Indonesian Alternative Report to the UN Child Committee”, national and local legislations, particularly in the issue of children in conflict with the law and child trafficking, whether they are comply to the UN CRC, Concluding Observations and other international instruments relevant to child rights.

Responsible in writing Book on Domestic Workers in Indonesia, with Child’s Rights Perspective. Book is based in legal research, including identifying, data collecting, and analyzing international and legal instrument, comprehensively in human rights law, private and business law, and criminal law. Book has been published and nationally distributed by Save the Children-US.

Responsible in identifying strategic issues, partners (government, media, business sectors, NGOs, and social entrepreneur) in sharing values on social entrepreneurship and branding ASHOKA program for 2007 Indonesia Year of Social Entrepreneurship.

Responsible in analyzing and drafting academic paper to base on the drafting of local regulation on tackling trafficking in women and children in Sukabumi district.

Responsible in developing learning material, syllabus, media, etc, specializing Legal Human Rights, Research and Writing Method, Introduction of Legal Theory, and Introduction of Indonesian Legal System.

Responsible in developing and conducting class on the issues of legal, women and child protection, especially for trafficking, abuse, violence, and exploitation issues.

Assist and facilitate counterpart (Bapeda, government officers, parliaments/DPRD, NGOs, and Lembaga Perlindungan Anak) in developing planning, implementing, and monitoring the UNICEF-ROI programme on Child Protection in West Java and Banten province (including selected districts such as Indramayu, Cirebon, Subang, Garut, Bandung, Serang)
Assist other field office and country office (including emergency situation) in Child Protection programme (Yogyakarta earth-quake).

Train Police Women, Judges, Prosecutors, and Probation Officers on child protection, specifically for children affected by emergency situation and armed conflict, abuse, violence, exploitation, and trafficking issues (for children as victims, witness, and offenders –in term of children conflict with the law-), develop training materials and modules on protection of children emergency situation and armed conflict to adapted for police, become trainer for Pre-Departure Training on Child Protection for Police Women who will be Deployed to Support Child Protection in Aceh and Ambon, report of the evaluation and recommendation of training.

Planning of advocacy, fundraising, and maintain local, national, and international networking. Decision makers on strategic decision for the benefit of the organization, national level. Initiating new programme in term of gender issue and responsible in managing and implementing JARI programme supported by OXFAM Hongkong on Integrating Gender in Development Indicators in Indonesia, including coordinating comprehensive feminist participatory research in West Java Province in “The Development and CEDAW Implementation in West Java Province”.

Review all current national and local instruments relevant to women and children human rights, relating to international human rights’ instruments. Conducting national advocacy for national instrument relevant to women and children human rights, such as “Witness and Victims Protection”, “The Elimination of Women and Children Trafficking”, “The Integrated Criminal Justice System With Gender Perspective in Handling Violence Against Women Cases”. Assisting the local advocacy in Province/Residence/City level that is relevant to women and child protection. Working with legal enforcers, government and NGOs in promoting women and child legal protection, including lobbying, training, and advocacy.
Responsible (managing, leading, implementing, monitoring, evaluating, coordinating, and reporting) on European Commission Project ID 0631 (The Promotion and Protection of Women’s Human Rights in Indonesia: Building the Capacity of the Judicial Sectors to Deal with Violence against Women Cases).

Responsible in managing: planning, implementing, and monitoring among programs within Institut Perempuan. There are: Campaign and Advocacy, Critical Feminist Education and Organizing, Women’s Economic Empowerment, and Assisting Violence Against Women Victims. Responsible also in fund raising and maintaining local, national, international relation and networking with legal enforcer, government, legislative, private sectors, non government organization, UN agencies, and funding agencies. Responsible in all Institut Perempuan programmes supported by well known international agencies such as UNIFEM, ACILS-ICMC, YSIK, The Global Fund for Women, The Mama Cash Netherlands, TdH Netherlands, ACCESS-AusAid, UNICEF, etc.

Mapping, analyzing, drafting the concept of RAD West Java province (Local Action Plan on the Elimination of The Worst Forms of Child Labor, Commercial Sexual Exploitation on Children, and Trafficking), and conducting training for legal enforcer, government, non government. The programme was supported by UNICEF through West Java province Government.
Responsible of training quality for JARI’s cadres. Review and up date the curriculum. Conducting training for the cadres in 12 provinces in Indonesia.

Review all the education modules in gender perspective related to the impact of the corruption for women and children, especially in the problem of trafficking.

Responsible in managing planning, implementing, and monitoring the education and training programs within PEKA. Responsible in educating and training programmes of PEKA supported by World Health Organization (WHO). One of the works was to train medical professionals, social workers/NGO workers, community women’s organization, and public figure on “Assisting Women and Children Victims of Violence, Abuse, and Exploitation).

Responsible in assessment and developing the managerial of national election watch in West Java province. Develop the module and education program in women and national election.

Developing new women’s rights Division and establishing women’s rights program in PBHI: conducting discussion, collecting data and books on women and children right issues, analyzing, conducting gender sensitivity trainings for student, and human rights training, for the purpose of making the PBHI become the resource center of women’s right issues.

Responsible in making the budget, managing the implementing, and making the financial report.

ORGANIZATIONS
Year Name of Organization

1991-1993
Actively participated as Member of Steering Committee in several Events in national level, such as “Children Meeting: Alternative Education and Advocacy, 2005”, “National Meeting on Women’s Activist, 2006”, etc.

Substantial Coordinator of Jaringan Kerja Prolegnas Pro Perempuan (National Network for Legal Protection of Women)

Database Coordinator of Jaringan Advokasi Nasional Perlindungan untuk Pekerja Rumah Tangga (National Advocacy Network for Protection of Domestic Worker)

Member of Indonesian Women Coalition for Justice and Democracy (KPI)

President of Study Unit of Social Science, Parahyangan Catholic University, Bandung
Working in social science and human rights issues, research, study, and advocacy.

Member of Women’s Partner Network (Jaringan Mitra Perempuan), Jakarta
Working in women human rights issues and giving/facilitating gender sensitivity trainings especially for students.

Volunteer in Mitra Masyarakat Kota (MMK) and Institut Social Jakarta (ISJ), Jakarta
Working in street children issues, developing the alternative study for the children. Also helping some of the cultural and street events dealing with children, such as National Children Camp.

Head of First Department, of Sport and Art Festival, Faculty of Economic, Parahyangan Catholic University
Planning, organizing, and monitoring a sport and art festival, including fundraising and press networking.

Member of People Democratic Alliance, Bandung
Working in democracy, justice, and human right issues

Actively participate in many student organization of Santa Ursula High Senior School, Jakarta
Member of Student Board Organization, Chairperson of Debate Team, Writer, Staff, and Editor of SERVIAM Journal, Chairperson of Scientific and Research Group, Stage Manager of Theater Group (Kelompok Teater Putri Santa Ursula).

Actively participate in many student organizations of Tarakanita High Junior School, Jakarta
Writer and Staff of STAR-Q Magazine
SPECIAL COURSES TAKEN
Year Name of Courses

Training HIV-AIDS For UNICEF Chief Field Office, Bogor
Five days course of HIV-AIDS, including planning programme on HIV-ADIS, especially targeting children.

Special session on Emergency facilitated by Senior Programme Officer of UNICEF-Mr. Steven Adwood, UNICEF National Quarterly Programme Meeting.

Training For Facilitator (Dewan Guru) of JARI Indonesia, Jakarta
Six days course of community based development issues, impoverishment, and human rights issues especially on ECOSOC rights issues.

Training For Trainers of Gender Sensitivity, KWI, Jakarta
Trained by Mansour Fakih, the main objective is to become trainer specific for gender, women human rights, CEDAW and CRCs issues

Special Cadre Course of Santa Ursula High Senior School
Trained by LPIST, The Jakarta Post, and KWI, Jakarta.
Six days course for each year, including live-in, for the issues of “Social-Political Context and Impoverishment in Indonesia” and “The Human Rights”

Serial Courses of Santa Ursula High Senior School
Trained by LPIST, Kompas, The Jakarta Post, and KWI (The National Catholic Organization), Jakarta.
Five days course for each semester, for the issues of “Social Analysis and Writing”, “Journalism”, “Communication Skill With Parents”, “Problem Solving”, “HIV-AIDS and Sexual Education”, “Gender Sensitivity”

RESEARCHES
Year Description of Works
Advocacy Research: “Women and Children Trafficking”

Research: “Analyzing The Women Human’s Rights in Feminist Perspective”

Research: “Integrated Criminal Justice System with Gender Perspective in Handling Violence Against Women Cases”, Komnas Perempuan.

Research: “The Development and CEDAW Implementation in West Java Province”, JARI Indonesia
Research: “The Alternative Education Conducted by Social Movement in Indonesia in Post Soeharto Regime”, KaPaL Perempuan
Research: “The Weakness of Perfect and Correct Indonesian Speaking and Writing Language Among Jakarta High School Students”, SMU Santa Ursula
Research on social analysis: “Night Person: Studies on Jakarta’s Night Workers”, SMU Santa Ursula
Examining local, national, and international instrument on women and children trafficking, data collecting, field research, analyzing women and children trafficking in West Java province and national related to the Law/Draft Law on Trafficking.

Examining local, national, and international instrument on women and children human rights in feminist perspective, develop a framework for the research, identifying the need and opinion regarding women human rights fulfillment, analyzing, and writing research report.

Examining legal national and international instrument in criminal justice system, analyzing, and develop a concept of Integrated Criminal Justice System with Gender Perspective in Handling Violence Against Women Cases.
Examining local, national, and international instrument on women human rights and develop a framework for the research, organizing serial community meeting in identifying the need and opinion regarding women human rights fulfillment, analyzing, and writing research report.

Collecting and analyzing field data focusing four sector: women, children, peasant, and labor. Collecting and analyzing national legal instrument related to formal education
Collecting field data from 100 students in 10 high senior schools in Jakarta, library research, interviewing the experts, and analyzing.
Collecting field data, library research, analyzing, and reporting about the Jakarta’s Security Person.
Publications
No
Writer of Books, Modules
With SMA Santa Ursula Student of 1996, Orang-orang Malam (Night Persons), SMA Santa Ursula, 1995

Pelacur vs His First Lady? (Whore vs His First Lady?), Institut Perempuan, Bandung, 1994

With Arimbi Heroepoetri, Percakapan Tentang Feminisme dan Neoliberalisme (A Conversation Between Feminism and Neo-Liberalism), Institut Perempuan and debtWatch Indonesia, 2004

With PPH Team, Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berkeadilan Jender Dalam Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan (Integrated Criminal Justice System with Gender Perspective in Handling Violence Against Women Cases), Komnas Perempuan, Jakarta, 2005

With PPH Team, Panduan Polisi: Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berkeadilan Jender Dalam Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan (Police Guidelines: Integrated Criminal Justice System with Gender Perspective in Handling Violence Against Women Cases), Komnas Perempuan, Jakarta, 2006

With Team of Professor, Hukum dan Perempuan (Law and Women), Convention Watch-Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2006

With Ellin Rozana, Pergulatan Feminisme dan HAM: Hukum Berperspektif Feminis (Feminism and Human Rights: Feminist Legal Theory and Practices), Institut Perempuan, Bandung, 2007

With Ellin Rozana, Memberantas Trafiking Perempuan dan Anak: Penelitian Advokasi Feminis tentang Trafiking di Jawa Barat (Tackling Women and Child Trafficking: Feminist Advocacy Research in West Java), Institut Perempuan-TdH Netherlands, 2007

Pokok-Pokok Perlindungan Pekerja Rumah Tangga/Pekerja Rumah Tangga Anak: Peta Hukum di Indonesia (Points of Protection on Domestic Workers/Child Domestic Workers: A Map of Indonesian Legal System), Save the Children-US, 2008

Kumpulan Tulisan R. Valentina: Perempuan dan Anak (An Articles Collection of R. Valentina: Women and Child), Institut Perempuan, 2008
Editors, Corrector
Respon Agama Islam terhadap Pembakuan Peran Perempuan (Islam’s Response to The Women’s Role), LBH APIK Jakarta, 2004

Posisi Perempuan di Bawah Hukum Islam (Women’s Position Under the Islamic Law), LBH APIK Jakarta, 2004
Dampak Pembakuan Peran Jender terhadap Kondisi Kerja Kaum Perempuan Kelas Bawah di DKI Jakarta (The Impact of Gender Role to The Condition of Poor Women in Jakarta), LBH APIK Jakarta, 2004
Pembakuan Peran Jender dalam Kebijakan-Kebijakan di Indonesia (Gender Roles in The Legal Instrument in Indonesia), LBH APIK Jakarta, 2004
Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berkeadilan Jender Dalam Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan (Integrated Criminal Justice System with Gender Perspective in Handling Violence Against Women Cases), Komnas Perempuan, Jakarta, 2005
Panduan Moot Court dan Kompetisi Moot Court Berperspektif Keadilan Gender (Gender Perspective Moot Court and Moot Court Competition Guidelines), Sulistyowati Irianto, Convention Watch-PKWJ UI, Jakarta, 2005
Pemantauan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan (Court Watch on Cases of Violence against Women), LBH APIK Jakarta, Jakarta, 2006
Perlindungan dan Hak Asasi Anak, Ellin Rozana, Institut Perempuan, Bandung, 2008
Write many articles in local and national news papers and journal such as Pikiran Rakyat, Kompas, Sinar Harapan, Jurnal Perempuan, etc, in legal and human rights issues, especially gender, feminism, women and children issues.

OTHERS
1. Speaker, Moderator, Facilitator, Trainer
Become speaker, moderator, facilitator, and trainer in many seminars, workshops, and training, in hundreds of event, for legal, democracy, and human rights issues, especially in gender, women, and children issues.
2. Awards
– Finalist of Tourism Photo Contest WIPI-Minister of Tourism, 1995
– The Best Public Relation Santa Ursula High School Student, 1996
– 15 Potential Women-The Body Shop, Aura, and Women’s Journal Version: Categorizing Research, Extension, and Social Service, 2002
3. Scholarships
– Tiara Bank, 1997-1998
– Asia Pacific NGO Forum on Beijing +10, Mahidol University-Salaya Campus, Bangkok, Thailand, 30 June-3 July 2004
4. Experience in Emergency Situation
– UNICEF Consultant responsible for Children Center and Police Women Deployment in Aceh (tsunami), 2005
– UNICEF Consultant responsible for Police Women Training and Deployment in Ambon (conflict situation), 2005
– UNICEF Officer responsible for Children Center and Police Women Deployment in Yogyakarta-Central Java (earth-quake), 2006
– Institut Perempuan Consultant responsible for recovery of earth quake in Pangandaran-West Java, 2006

Adian Napitupulu


Kader Muda PDI P Siap Mendukung Langkah Megawati Soekarnoputri

JAKARTA-Suasana politik sekarang ini adalah soal resafel kabinet yang makin tidak jelas. Gencarnya rayuan dari Partai Demokrat agar bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah ternyata membuat sejumlah kader muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merasa gerah. Kader PDIP itu adalah, Adian Napitupulu, Cepy Budy Mulyawan, Beathor Suryadi, Yoedha dan Kaji.

Pertemuan yang bertajuk Politik Adu Domba SBY diadakan di Galeri Café, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (8/3). Hal ini dirasa untuk penegasan sikap mereka yang mendukung langkah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk tetap pada amanat Kongres PDI Perjuangan di Bali.

Para kader muda PDI Perjuangan ini sepakat untuk meminta Megawati Soekarnoputri tidak ragu-ragu dan tegas. Dan mengambil tindakan kepada kader-kadernya yang telah mencoba untuk mengabaikan amanah kongres.
Sementara itu, Adian Napitupulu mengatakan, apa yang terjadi sekarang adalah untuk mengopok-opok partai, ini hanya politik adu domba.

“Politik adu domba SBY ini masih terus berjalan. Kalau memang ada pengantian kabinet dijelaskan sekarang. Apa dasar pengantiannya, dan kalau kalau si menteri diganti karena kinerjanya, iya dijelaskan apa kekuranganya. Itu penting, agar rakyat jangan bertanya-tanya,” ujar mantan Ketua Umum Forum Kota (Forkot) pada wartawan.

Adian menambahkan, para kader muda PDI Perjuangan siap untuk mendukung langkah dan keteguhan sikap yang dipegang oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Kita hanya percaya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dan apapun yang dilakukan SBY pada PDI Perjuangan, selama partai ini dipimpin Megawati Soekarnoputri, kami sangat yakin, bahwa beliau tetap komit pada amanah kongres PDIP di Bali,” tandas pendiri kelompok Diskusi ProDeo 1994 dan Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN)Jakarta 1996, ini.***(hotman)

Adian Yunus Yusak Napitupulu, SH adalah putera ketiga dari 4 putera pasangan Ishak Parluhutan Napitupulu, SH dan Soeparti Esther. Ayahnya adalah pegawai negeri sipil yang sempat menjabat sebagai Kepala Kejaksaaan Negeri di Kotamobagu (Sulawesi Utara), Barabai (Kalimantan Selatan), Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan terakhir menjabat di Kejaksaan Agung RI sebelum pada akhirnya meninggal dunia pada saat Adian baru berusia 10 tahun.

Aktivitas pergerakan Adian dimulai pada akhir tahun 1991 ketika ia bekerja menjadi buruh dengan upah Rp 3.000 / hari di pabrik kayu di Total Group di kawasan Industri Marunda. Setelah ditangkap pukul 2 pagi dan di tahan di Polsek Cilincing Jakarta Utara dan dinterogasi terkait keterlibatannya dalam 5 kali Demontrasi dan pemogokan di Pabrik, Adian kemudian diberhentikan dengan tidak hormat.

Tahun 1992 Adian mendaftarkan diri dan diterima menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta. Dua tahun Berikutnya Adian beserta 4 orang kawannya membentuk Kelompok Diskusi Prodeo di sebuah rumah petak ukuran 4 x 8 meter di daerah Kramat Jati. Kelompok Diskusi ini dibiayai dari oleh 3 Supir dan 6 Kondektur bis PPD dari Depo H Simpang Hek Jakarta Timur.

Saat terlibat aksi Solidaritas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam kasus Sri Bintang Pamungkas yang terkait Demonstrasi anti Soeharto di Dressden, Jerman, Adian kembali ditangkap dan di interogasi di Polres Jakarta Pusat.
Pada tahun 1996 saat Adian bersiap menyelesaikan kuliahnya dan sedang menyusun Skripsi, ia justeru mengorganisir Petani sawangan dan bergabung dalam Posko Pemuda – Mahasiswa yang menjadi satu-satunya Posko Non Anggota PDI dengan wilayah kerja menggalang dukungan solidaritas Rakyat terhadap Megawati Soekarno Putri. Ketika kantor DPP PDI diserbu aparat dan pendukung Suryadi pada tanggal 27 Juli 1996, Adian menggalang perlawanan bersama dengan kawan-kawan mahasiswa Fakultas Hukum UKI yang terlibat bentrokan dengan aparat sejak pukul 10 pagi hingga pukul 20 WIB. Sejak hari itu kampus FH-UKI menjadi salah satu konsentrasi sweeping

Aparat Militer.

Bersama sekitar 15 orang kawan dari kampus UKI, UNTAG dan APP, Adian bersembunyi di sebuah rumah di Jakarta selatan. Dua minggu kemudian kelima belas aktivis itu dipecah tiga, Adian bersama 4 orang bersembunyi di daerah Bekasi. Setelah 1 minggu bertahan di Belasi, Adian bersama kawan-kawannya leri bersembunyi di sebuah gunung di wilayah Jawa Barat.

Awal Oktober 1996 Adian kembali berkumpul dengan kawan-kawannya dan mengumpulkan aktivis-aktivis Jakarta yang tercerai berai untuk mulai menggalang kembali Demonstrasi Solidaritas terhadap penyerbuan kantor DPP PDI. Demontrasi pertama dilakukan pada tanggal 28 oktober 1996 di Gedung Sumpah Pemuda. Untuk ketiga kalinya Adian ditangkap dan diinterogasi di Polres Jakarta Pusat.

Akhir 1996 Adian bersama kawan-kawannya membentuk Lembaga Bantuan Hukum Nusantara Jakarta dan mulai terlibat melakukan pendampingan dan pengorganisasian terhadap Korban SUTET di desa Cibentang, Parung Jawa Barat. Saat selesai mendampingi warga dalam salah satu aksi SUTET ke kantor PBB di Jalan Sudirman menjelang Pemilu 1997, Adian bersama kawan-kawannya berniat menonton Sepak Bola di GOR Senayan kemudian terlibat pertengkaran dengan Aparat militer. Sekitar 60 menit Adian di interogasi, pukuli, di rotan dan ditendang bergantian di jalan umum oleh sekitar 6 orang Aparat Militer bersenjata sebelum akhirnya dilepas dengan bibir pecah dan beberapa bekas tendangan di dada dan tiga luka di wajah.

Penganiayaan terhadap Adian yang saat itu sudah menjadi Sekretaris Eksekutif LBHN Jakarta kembali berulang di saat kampanye terakhir Golkar ketika Pemilu 1997. Bermula dari penolakan Adian terhadap paksaan massa Golkar untuk menujukan jari tengah dan telunjuk (No 2 / Golkar), Adian kemudian di pukuli di atas bis kota PPD 46 lalu ditarik paksa turun dari bis dan dikeroyok ditengah jalan oleh belasan Anggota Golkar di daerah Cawang Atas Jakarta Timur. Beberapa minggu dari peristiwa itu, Desmon J Mahesa, Direktur Eksekutif LBHN Jakarta, hilang di Culik. Melihat situasi tersebut, maka Adian memutuskan untuk tidak lagi berkantor. Seluruh perlatan Administratif berada dalam satu tas besar yang selalu siap dibawa berpindah-pindah.

Akhir 1997 situasi ekonomi negara mulai memburuk, para aktivis yang tercerai berai tampak mulai berdatangan satu-persatu ke Jakarta. Komunikasi mulai dijalin kembali, pertemuan menjadi semakin intensif. Adian mulai menghubungi beberapa kawan-kawan untuk membuat pertemuan aktivis-aktivis kampus. Sebagian besar merasa Pesimis tentang Ide tersebut, beberapa yang lain tetap Optimis. Tetapi pada akhirnya, sekitar bulan Januari 2007 pertemuan pertama bisa dilakukan di kampus ISTN dengan dihadiri oleh perwakilan 6 kampus, yaitu UKI, ISTN, APP, ABA-ABI, Univ Kertanegara dan Unija. Pertemuan pertama itu menjadi Embrio lahirnya Komunitas Mahasiswa Se Jabotabek atau FORKOT.Pertemuan kedua IAIN, IKIP, UNAS bergabung. Dari pertemuan ke pertemuan, jumlah kampus semakin banyak. Setiap pertemuan selalu mengagedakankan aksi yang tersebar di berbagai titik dengan massa yang mulai membesar. Intensitas pertemuan menjadi semakin Tinggi, jumlah massa semakin membesar hingga mulai di coba pada aksi yang lebih terorganisir dan terukur, antara lain, Aksi keluar dari kampus, aksi di satu titik (UKI Cawang), lalu aksi di 6 titik, hingga aksi bentrokan dan terakhir pendudukan DPR-MPR.

Pendidikan:
SMPN 166 Jagakarsa, Jakarta Selatan.
SMUN 49 Jagakarsa, Jakarta Selatan.
SMUN 55 Duren Tiga Jakarta Selatan.
Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia.

Organisasi dan Aktivitas :
– Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia 1992.
– Pendiri kelompok Diskusi ProDeo 1994.
– Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Univeristas Kristen Indonesia 1994.
– Posko Pemuda dan Mahasiswa (DPP PDI Jl Diponegoro 58) 1996.
– Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN)Jakarta 1996.
– Pendiri Aliansi Pemuda Indonesia(API) 1996.
– Penggagas dan Pendiri Komunitas Mahasiswa Se Jabotabek (Forum Kota / Forkot) 1998.
– Penggagas Pendudukan Gedung DPR/MPR 1998.
– Penggagas Aksi Rakyat Bersatu (AKRAB) 1998.
– Penggagas Rembuk Nasional Mahasiswa Indonesia I (RNMI I) Denpasar 1999.
– Penggagas Jaringan Kota tahun 2000.
– Penggagas dan Pendiri Solidaritas Advokasi Korban SUTET Indonesia (SAKSI) 2004.
– Sekjend 98 Center 2005.
– Pendiri Kota Law Office 2007.
– Pengagas dan pendiri ARBAS (Aliansi Rakyat Adili Soehato.
– Penggagas Pertemuan Nasional Aktivis 98 tahun 2007.
– Sekjend Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA’98) 2007.

http://adiannapitupulu.blogspot.com/

Andian Silalahi


Andian Silalahi

Andian Silalahi lahir tahun 1942 di Huta Silalahi, Tapanuli Utara. Jabatan terakhir adalah menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Perancis. Kariernya dimulai tahun 1969 di Departemen Luar Negeri. Pengalaman diplomatnya dia timba saat di Washingoton DC, di Wina, Bangkok dan New York sebagai Perwakilan Tetap RI di PBB.

Sejak kembali ke Jakarta, Adian dipercayakan menjabat direktur hubungan multilateral, dan kemudian ditempatkan di Jenewa sebagai deputi Wakil Tetap RI di PBB. Pengalaman-pengalaman itu membawahnya banyak “makan asam garam” diplomasi luar negeri.

Dari seluruh perjalanan kariernya dia dipercayakan menjabat Duta Besar Brazil merangkap Peru dan Bolivia. Dan, tahun 2001 dia diangkat menjadi Duta Besar RI untuk Republik Perancis. Di Paris ia banyak berhubungan dengan orang-orang penting, terutama untuk mengurusi orang-orang Indonesia yang membutuhkan beasiswa di sekolah-sekolah Prancis.

“Belajar di Perancis relatif murah. Bila ada sponsor belajar di negeri itu pun gampang. Persyaratan utamanya adalah mahasiswa harus pandai berbahasa Perancis, “ kata Adian. Bagi orang Indonesia, sosok Adian Silalhi adalah mumpuni.

Sejak Adian Silalahi menjadi Dubes, hampir semua kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI selalu mengundang orang-orang Indonesia yang ada di kota Prancis. Termasuk para intrepreneur Keluarga Besar Restoran selalu diundang KBRI.

Selain itu, dia adalah duta besar yang selalu melestarikan budaya bangsa: pementasan wayang pada tanggal 21 April 2004, di Gedung Unesco, Paris, yang digelarkan oleh Dalang KI Manteb Soedarsono dari Jawa Tengah. Pergelaran wayang kulit dengan lakon “Sesaji Rajasuya” di Ruang 1 Maison de Unesco yang terletak tidak jauh dari Menara Eiffel. Ruang pertunjukan yang berkapasitas 1400 orang itu, sampai ke balkon-balkonnya penuh adalah bagian dari melestarikan budaya bangsa. ***Hojot Marluga

Irzan Tanjung, Prof. Dr.


Prof. Dr. Irzan Tanjung tanjung

Guru Besar FEUI ini memiliki peranan dalam tim kampanye ekonomi pasangan presiden dan wapres RI: SBY-JK. Beliau juga merupakan salah satu dari 99 pendiri. Partai Demokrat dan terpilih menjadi anggota DPR-RI untuk periode 2004-2009. Sesuai dengan keahliannya di bidang ekonomi, beliau ditunjuk menjadi salah satu penanggung jawab platform dan kebijakan Partai Demokrat di bidang ekonomi.

Pria kelahiran Medan pada tanggal 3 Juni 1937 ini, lulus mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari FEUI jurusan Studi Pembangunan pada tahun 1961 dengan menyajikan skripsi dalam bidang Analisa Ekonomi dan Kebijaksanaan Negara. Kemudian beliau melanjutkan studinya di Amerika Serikat dan pada tahun 1965 berhasil memperoleh gelar M.A. dari Syracuse University. Pada tahun 1986 beliau berhasil meraih gelar Ph.D dari University of Illinois. Prof. Irzan juga aktif sebagai staf
peneliti di LPEM FEUI. Beliau turut serta dalam menyusun “Outlook Keuangan Negara 1969,1970 dan 1971”. Beliau juga menyusun paper-paper yang dibuat untuk keperluan laporan Pemerintah kepada DPR-GR (Nasional) seperti laporan APBN. Salah satu karya
yang pernah dihasilkan oleh beliau adalah “Bank dan Pembangunan”, yang merupakan terjemahan ilmiah LMUI-Bapindo. Seperti pakar ekonomi FEUI lainnya, beliau juga pernah menjabat di pemerintahan. Pada tahun 1970 beliau menjadi staf pribadi. Menkeu, kemudian tahun 1972 menjadi Sekretaris Dirjen Keuangan, dan pada periode
1988 – 1993 menjabat sebagai Asisten Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan, Pengawasan dan Pengembangan.

Saat ini Irzan Tanjung dipercayakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi duta besar Indonesia untuk Philippina.

Jansen H Sinamo


PRIA kelahiran Sidikalang, 2 Juli 1958, ini adalah putra sulung pasangan Tachir Kalang Sinamo dan Fatimah Limbong, dengan tujuh adik. Ia jansen_sinamosendiri telah dikaruniai dua anak, Imanda Priskila Sinamo (19 thn) dan Marco Antonio Carnegie Sinamo (17 thn), dari Tri Hadayani, istrinya. Jansen Sinamo kini boleh jadi lebih dikenal sebagai ’Mr Ethos’ atau ‘Bapak Etos’, daripada sebagai grand master training pemegang lisensi pelatihan internasional. Bahkan, tidak sedikit yang menyebutnya ‘Guru Etos Indonesia’. Layakkah gelar besar ini disandangnya? Entahlah, sejarahlah yang akan menjawabnya. Yang jelas, dialah penggagas, pencipta, pengembang, sekaligus pengemban ‘pelatihan sumberdaya manusia berbasis etos’ yang pertama di Indonesia.

Pada usianya yang ke-25, ia lulus dari Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung, dengan kekhususan fisika nuklir. Sesudah bekerja sebagai seismic engineer selama empat tahun (1983-1986) di dua perusahaan asing di bidang jasa perminyakan (PT Matra Delta dan PT Horizon International Indonesia), setahun berikutnya (1987) ia kemudian dikontrak untuk meletakkan dasar-dasar sistem informasi manajemen pada World Vision International Indonesia, sebuah LSM yang berpusat di Amerika Serikat.

Selain membaca, hobinya yang lain adalah berceramah dan mengajar. Pada masa senior perkuliahannya, ia pernah menjadi asisten dosen sejumlah mata kuliah antara lain fisika dasar, fisika lanjut, dan fisika kuantum. Dengan modal sebagai asisten selama tiga tahun, pada lima tahun berikutnya (1984-1989) ia dipercaya jadi sebagai dosen luarbiasa dalam matakuliah Etika pada almamaternya tersebut.

Sejak 1985 hingga tiga belas tahun sesudahnya, ia bergabung dengan lembaga pelatihan bisnis internasional: Dale Carnegie. Mula-mula sebagai magang, kemudian menjadi instruktur, dan terakhir, sejak 1994, ia menjadi grand master (pelatih untuk para pelatih) untuk wilayah Asia Tenggara. Dengan pengalaman Dale Carnegie inilah ia diundang jadi pengajar khusus dalam matapelatihan Public Speaking and Business Presentation pada Program Magister Manajemen Institut Pertanian Bogor hingga sebelas angkatan (1992-1996).

Di sela-sela kegiatan bisnisnya, Jansen Sinamo juga berperan aktif di bidang sosial. Pada kurun 1998-2001 ia dipercaya menjadi sekretaris umum Yayasan Perhimpunan Pencinta Danau Toba dan jadi ketua pada tiga tahun berikutnya. Di masa kesekretarisannya, bekerjasama dengan UNESCO, ia mengelola buletin Pesan Danau Toba yang sempat terbit sebanyak 48 edisi. Ia juga aktif dalam ikhtiar memajukan daerah asalnya, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Hingga kini ia dipercaya jadi penasihat ahli Bupati Dairi.

Sejak 1998 Jansen Sinamo memulai debutnya sebagai penulis. Ia menulis banyak artikel di berbagai media, terbanyak di KOMPAS. Hingga kini telah menghasilkan enam buku yaitu (1) Kepemimpinan Visioner, Kepemimpinan Kredibel, (2) Strategi Adaptif Abad Ke-21, (3) Kafe Etos: Dua Puluh Empat Kisah Renyah untuk Memperkuat Etos Kerja Unggul, (4) Dairi: The Hidden Prosperity, (5) Delapan Etos Kerja Profesional, dan (6) Mengubah Pasir Menjadi Mutiara. Dua yang terakhir ini sudah tergolong best-seller dan masih terus dicetak ulang.

Pada 1998 ia memfokuskan diri mendalami dan mengampanyekan Delapan Etos sebagai basis dan navigator menuju keberhasilan, dengan antara lain terus menjadi penulis, pembicara publik, dan narasumber tetap pada jaringan radio SmartFM Network serta televisi Q-Channel. Kini ratusan ribu orang dari hampir semua jenis organisasi, mulai dari badan usaha pemerintah hingga swasta; lembaga swadaya masyarakat, yayasan nirlaba maupun lembaga pemerintah; di pusat maupun di daerah, telah menikmati seminar dan pelatihannya. Ia dan keluarganya tinggal di daerah Jakarta Timur.

sumber: http://www.proaktif.biz/profil/jansen_sinamo.php

Enda Nasution


Yang suka ngeblog tidak akan lupa padanya. Memang, tidak banyak yang tahu, yang membikin blog riuh-rendah di Indonesia adalah orang Batak, pria kelahiran kota Bandung 29 Juli 1975. Enda Nasution namanya. Dia dijuluki “Bapak Blogger Indonesia.” Dari hasil didikannyalah banyak muncul blogger, termasuk Kusmayanto Kadiman, Menteri Negara Riset dan Teknologi.Enda Nasution

Tak heran dia menjadi refrensi, diundang ke berbagai seminar dan workshop. Dia juga diundang menghadiri pertemuan tingkat tinggi blogger se- Dunia di London tahun 2005 dan 2006. Enda juga diundang menghadiri pertemuan para pemimpin muda yang berlangsung di Seoul belum lama ini.

”Saya dulunya bercita-cita menjadi penulis. Basic pendidikan saya teknik sipil. Kebetulan, tahun 1994 Internet masuk ke Indonesia. Saat itu, semua fakultas mulai disambungkan dengan Internet. Saya ikut terlibat. Pelan-pelan saya makin mengerti, dan akhirnya menjadi maniak,” ujar kontributor Global Voices Online, proyek dari Harvard Law School di Amerika Serikat ini.

Enda membuat http://www.dagdigdug.com sebagai sarana komunikasi untuk para blogger Indonesia. Website dagdigdug dibentuk oleh sebuah jaringan pertemanan sejak tahun 2007. Kontribusinya di dunia blog bermula dari tulisannya Apa Itu Blog yang dia tulis tahun 2001. Pria 34 tahun ini, lulus dari Fakultas Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung tahun 1999. Dia pernah menjadi aktivis mahasiswa dalam kedudukannya sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS-ITB).

Tahun 2007, dia menjadi ketua pesta blogger 2007, acara tahunan blogger Indonesia yang pertama. ”Di Indonesia ada 30 juta pengguna Internet, tetapi tidak sampai satu juta pemilik blog. Padahal, kalau pemilik blog makin banyak, maka makin baik peradaban kita,” ujarnya.

Hotman J Lumban Gaol