Adian Napitupulu


Kader Muda PDI P Siap Mendukung Langkah Megawati Soekarnoputri

JAKARTA-Suasana politik sekarang ini adalah soal resafel kabinet yang makin tidak jelas. Gencarnya rayuan dari Partai Demokrat agar bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah ternyata membuat sejumlah kader muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merasa gerah. Kader PDIP itu adalah, Adian Napitupulu, Cepy Budy Mulyawan, Beathor Suryadi, Yoedha dan Kaji.

Pertemuan yang bertajuk Politik Adu Domba SBY diadakan di Galeri Café, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (8/3). Hal ini dirasa untuk penegasan sikap mereka yang mendukung langkah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk tetap pada amanat Kongres PDI Perjuangan di Bali.

Para kader muda PDI Perjuangan ini sepakat untuk meminta Megawati Soekarnoputri tidak ragu-ragu dan tegas. Dan mengambil tindakan kepada kader-kadernya yang telah mencoba untuk mengabaikan amanah kongres.
Sementara itu, Adian Napitupulu mengatakan, apa yang terjadi sekarang adalah untuk mengopok-opok partai, ini hanya politik adu domba.

“Politik adu domba SBY ini masih terus berjalan. Kalau memang ada pengantian kabinet dijelaskan sekarang. Apa dasar pengantiannya, dan kalau kalau si menteri diganti karena kinerjanya, iya dijelaskan apa kekuranganya. Itu penting, agar rakyat jangan bertanya-tanya,” ujar mantan Ketua Umum Forum Kota (Forkot) pada wartawan.

Adian menambahkan, para kader muda PDI Perjuangan siap untuk mendukung langkah dan keteguhan sikap yang dipegang oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Kita hanya percaya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dan apapun yang dilakukan SBY pada PDI Perjuangan, selama partai ini dipimpin Megawati Soekarnoputri, kami sangat yakin, bahwa beliau tetap komit pada amanah kongres PDIP di Bali,” tandas pendiri kelompok Diskusi ProDeo 1994 dan Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN)Jakarta 1996, ini.***(hotman)

Adian Yunus Yusak Napitupulu, SH adalah putera ketiga dari 4 putera pasangan Ishak Parluhutan Napitupulu, SH dan Soeparti Esther. Ayahnya adalah pegawai negeri sipil yang sempat menjabat sebagai Kepala Kejaksaaan Negeri di Kotamobagu (Sulawesi Utara), Barabai (Kalimantan Selatan), Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan terakhir menjabat di Kejaksaan Agung RI sebelum pada akhirnya meninggal dunia pada saat Adian baru berusia 10 tahun.

Aktivitas pergerakan Adian dimulai pada akhir tahun 1991 ketika ia bekerja menjadi buruh dengan upah Rp 3.000 / hari di pabrik kayu di Total Group di kawasan Industri Marunda. Setelah ditangkap pukul 2 pagi dan di tahan di Polsek Cilincing Jakarta Utara dan dinterogasi terkait keterlibatannya dalam 5 kali Demontrasi dan pemogokan di Pabrik, Adian kemudian diberhentikan dengan tidak hormat.

Tahun 1992 Adian mendaftarkan diri dan diterima menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta. Dua tahun Berikutnya Adian beserta 4 orang kawannya membentuk Kelompok Diskusi Prodeo di sebuah rumah petak ukuran 4 x 8 meter di daerah Kramat Jati. Kelompok Diskusi ini dibiayai dari oleh 3 Supir dan 6 Kondektur bis PPD dari Depo H Simpang Hek Jakarta Timur.

Saat terlibat aksi Solidaritas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam kasus Sri Bintang Pamungkas yang terkait Demonstrasi anti Soeharto di Dressden, Jerman, Adian kembali ditangkap dan di interogasi di Polres Jakarta Pusat.
Pada tahun 1996 saat Adian bersiap menyelesaikan kuliahnya dan sedang menyusun Skripsi, ia justeru mengorganisir Petani sawangan dan bergabung dalam Posko Pemuda – Mahasiswa yang menjadi satu-satunya Posko Non Anggota PDI dengan wilayah kerja menggalang dukungan solidaritas Rakyat terhadap Megawati Soekarno Putri. Ketika kantor DPP PDI diserbu aparat dan pendukung Suryadi pada tanggal 27 Juli 1996, Adian menggalang perlawanan bersama dengan kawan-kawan mahasiswa Fakultas Hukum UKI yang terlibat bentrokan dengan aparat sejak pukul 10 pagi hingga pukul 20 WIB. Sejak hari itu kampus FH-UKI menjadi salah satu konsentrasi sweeping

Aparat Militer.

Bersama sekitar 15 orang kawan dari kampus UKI, UNTAG dan APP, Adian bersembunyi di sebuah rumah di Jakarta selatan. Dua minggu kemudian kelima belas aktivis itu dipecah tiga, Adian bersama 4 orang bersembunyi di daerah Bekasi. Setelah 1 minggu bertahan di Belasi, Adian bersama kawan-kawannya leri bersembunyi di sebuah gunung di wilayah Jawa Barat.

Awal Oktober 1996 Adian kembali berkumpul dengan kawan-kawannya dan mengumpulkan aktivis-aktivis Jakarta yang tercerai berai untuk mulai menggalang kembali Demonstrasi Solidaritas terhadap penyerbuan kantor DPP PDI. Demontrasi pertama dilakukan pada tanggal 28 oktober 1996 di Gedung Sumpah Pemuda. Untuk ketiga kalinya Adian ditangkap dan diinterogasi di Polres Jakarta Pusat.

Akhir 1996 Adian bersama kawan-kawannya membentuk Lembaga Bantuan Hukum Nusantara Jakarta dan mulai terlibat melakukan pendampingan dan pengorganisasian terhadap Korban SUTET di desa Cibentang, Parung Jawa Barat. Saat selesai mendampingi warga dalam salah satu aksi SUTET ke kantor PBB di Jalan Sudirman menjelang Pemilu 1997, Adian bersama kawan-kawannya berniat menonton Sepak Bola di GOR Senayan kemudian terlibat pertengkaran dengan Aparat militer. Sekitar 60 menit Adian di interogasi, pukuli, di rotan dan ditendang bergantian di jalan umum oleh sekitar 6 orang Aparat Militer bersenjata sebelum akhirnya dilepas dengan bibir pecah dan beberapa bekas tendangan di dada dan tiga luka di wajah.

Penganiayaan terhadap Adian yang saat itu sudah menjadi Sekretaris Eksekutif LBHN Jakarta kembali berulang di saat kampanye terakhir Golkar ketika Pemilu 1997. Bermula dari penolakan Adian terhadap paksaan massa Golkar untuk menujukan jari tengah dan telunjuk (No 2 / Golkar), Adian kemudian di pukuli di atas bis kota PPD 46 lalu ditarik paksa turun dari bis dan dikeroyok ditengah jalan oleh belasan Anggota Golkar di daerah Cawang Atas Jakarta Timur. Beberapa minggu dari peristiwa itu, Desmon J Mahesa, Direktur Eksekutif LBHN Jakarta, hilang di Culik. Melihat situasi tersebut, maka Adian memutuskan untuk tidak lagi berkantor. Seluruh perlatan Administratif berada dalam satu tas besar yang selalu siap dibawa berpindah-pindah.

Akhir 1997 situasi ekonomi negara mulai memburuk, para aktivis yang tercerai berai tampak mulai berdatangan satu-persatu ke Jakarta. Komunikasi mulai dijalin kembali, pertemuan menjadi semakin intensif. Adian mulai menghubungi beberapa kawan-kawan untuk membuat pertemuan aktivis-aktivis kampus. Sebagian besar merasa Pesimis tentang Ide tersebut, beberapa yang lain tetap Optimis. Tetapi pada akhirnya, sekitar bulan Januari 2007 pertemuan pertama bisa dilakukan di kampus ISTN dengan dihadiri oleh perwakilan 6 kampus, yaitu UKI, ISTN, APP, ABA-ABI, Univ Kertanegara dan Unija. Pertemuan pertama itu menjadi Embrio lahirnya Komunitas Mahasiswa Se Jabotabek atau FORKOT.Pertemuan kedua IAIN, IKIP, UNAS bergabung. Dari pertemuan ke pertemuan, jumlah kampus semakin banyak. Setiap pertemuan selalu mengagedakankan aksi yang tersebar di berbagai titik dengan massa yang mulai membesar. Intensitas pertemuan menjadi semakin Tinggi, jumlah massa semakin membesar hingga mulai di coba pada aksi yang lebih terorganisir dan terukur, antara lain, Aksi keluar dari kampus, aksi di satu titik (UKI Cawang), lalu aksi di 6 titik, hingga aksi bentrokan dan terakhir pendudukan DPR-MPR.

Pendidikan:
SMPN 166 Jagakarsa, Jakarta Selatan.
SMUN 49 Jagakarsa, Jakarta Selatan.
SMUN 55 Duren Tiga Jakarta Selatan.
Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia.

Organisasi dan Aktivitas :
– Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia 1992.
– Pendiri kelompok Diskusi ProDeo 1994.
– Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Univeristas Kristen Indonesia 1994.
– Posko Pemuda dan Mahasiswa (DPP PDI Jl Diponegoro 58) 1996.
– Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN)Jakarta 1996.
– Pendiri Aliansi Pemuda Indonesia(API) 1996.
– Penggagas dan Pendiri Komunitas Mahasiswa Se Jabotabek (Forum Kota / Forkot) 1998.
– Penggagas Pendudukan Gedung DPR/MPR 1998.
– Penggagas Aksi Rakyat Bersatu (AKRAB) 1998.
– Penggagas Rembuk Nasional Mahasiswa Indonesia I (RNMI I) Denpasar 1999.
– Penggagas Jaringan Kota tahun 2000.
– Penggagas dan Pendiri Solidaritas Advokasi Korban SUTET Indonesia (SAKSI) 2004.
– Sekjend 98 Center 2005.
– Pendiri Kota Law Office 2007.
– Pengagas dan pendiri ARBAS (Aliansi Rakyat Adili Soehato.
– Penggagas Pertemuan Nasional Aktivis 98 tahun 2007.
– Sekjend Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA’98) 2007.

http://adiannapitupulu.blogspot.com/

19 thoughts on “Adian Napitupulu

  1. ternyata yg namannya adian napitupulu lupa terhadap sejarah…. bahwa dalam proses perubahan ketika tumbangnya soeharto ada yg namanya gerakan pelajar SPPJ…..KAYANYA ADIAN KADERNYA SOEHARTO YA slalu mencoba melupakan sejarah dan memonopoli sejarah…. sama aja loh dng soeharto… awasss fasisme……..

  2. saluuuuut tuk abang ADIAN…..masa mudanya sudah berjuang tuk rakyat dan demokrasi…. berjuang teruuuuus ……………….. suatu saat jasa abang pasti kami kenang………….

  3. Bung adian adalah salah satu pejuang muda, salut untuknya dan terus berjuang bung, Bahkan mati muda untuk sebuah cita-cita suci adalah keindahan

  4. SOLIDARITAS PEMUDA PELAJAR JAKARTA…….itu yg dimaksud sama NOEL……….Sutet di desa Ciseeng,,,Jampang….

  5. trima ksih bang Adian yg telah dtang ke UNITRI Malang,sbgai nara sumber dalam acara seminar nasional bertemakan ”REFLEKSI KEBANGSAAN DALAM ERA REFORMASI DITENGAH TANTANGAN GLOBAL”

  6. bung adian , anda andalah pahlawan masyarakat , tetap berjuang demi terwujutnya kemerdekaan indonesia yang sesungguhnya.

  7. Saya heran, kenapa PDIP makai anda yang gaya bicaranya sangat tidak menghargai orang lain, kayak preman aja, saya kawatir PDIP semakin keliatan sbg PArtai Beringas, kasian bu mega

  8. Bang Adian maju terus, terinspirasi dengan abang. semua perjuanagan bang tuk negeri ini sanagat besar dan bermanfaat untu indonesia yang lebih baik dan maju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s