Luhut Panjaitan


Nama:
Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan

Luhut Binsar Panjaitan

Lahir:
Simanggala, Tapanuli, 28 September 1947
Agama:
Kristen
Isteri:
Devi boru Simatupang
Anak:
– Paulina Panjaitan (Maruli Simanjuntak)
– David Panjaitan
– Paulus Panjaitan
– Karri Panjaitan

Pendidikan:
– SMA Penaburan, Bandung
– Akademi Militer 1970

Karir:
– Kopassus (Komando Pasukan Khusus)
– Komandan Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung
– Asisten Operasi di Markas Kopassus
– Komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Detasemen Penaggulangan Teror (Gultor) 81
– Komadan Pusat Kesenjataan Infantri di Bandung
– Komandan Korem di Madiun
– Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat di Bandung

Kegiatan Lain:
– Pendiri Sekolah Politeknik DEL di Balige

Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Persatuan Nasional, ini lulusan terbaik Akademi Militer angkatan 1970. Jenderal TNI (Purn) kelahiran Simanggala, Tapanuli, 28 September 1947 ini, mengabdi di kesatuan baret merah Kopassus (Komando Pasukan Khusus), yang bermarkas di Cijantung, selama 23 tahun. Dia Komandan pertama Detasemen 8, sekaran Detasemen Penaggulangan Teror (Gultor) 81.

Penerima penghargaan Adimakayasa (penghargaan terhormat di Akademi Militer), ini selepas pendidikan dari Akademi Militer dengan pangkat letnan dua, langsung bertugas di Kopassus.

Di Kopassus, Luhut Panjaitan pernah menjabat Komandan Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung, Asisten Operasi di Markas Kopassus serta Komandan pertama Detasemen 81 yang sekarang disebut Detasemen Penaggulangan Teror (Gultor) 81. Suatu detasemen yang sangat disegani dan secara khusus menangani masalah teroris. Luhut yang membangun detasemen ini mulai dari nol, saat Panglima ABRI dijabat Jenderal Benny Moerdani.

Suami dari Devi boru Simatupang, ini juga pernah menjadi Komadan Pusat Kesenjataan Infantri di Bandung. Saat menjabat Komandan Korem di Madiun, dia meraih prestasi sebagai Komandan Korem terbaik.

Luhut mendapat promosi pangkat jenderal berbintang tiga, kala dipercaya sebagai Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat di Bandung. Kemudian saat menjabat menteri, dia dianugerahi pangkat jenderal berbintang empat purnawirawan.

Pada saat muda, Luhut aktif sebagai atlet renang karate, judo dan erjun payung. Bahkan sebagai atlet renang dari Provinsi Riau, dia pernah meraih medali di PON di Bandung. Kemudian dia rajin mengikuti olahraga karate dan judo serta terjun payung.

Setelah tidak lagi menjabat menteri, dia merasa punya banyak waktu serta merasa memahami masalah olahraga, sehingga memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Umum KONI Pusat. Namun, dia harus mengakui dan menghormati pilihan peserta Kongres Koni yang memilih Agum Gumelar.

Sebelum menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era pemerintahan reformasi, Luhut Panjaitan, dia aktif sebagai pedagang (pengusaha). Kemudian dia mendirikan sekolah Politeknik DEL di Balige. Pada awal mendirikan sekolah ini, Luhut mengundang para duta besar negara-negara sahabat seperti Duta Besar Amerika, Australia dan Singapura untuk melihatnya.

Perkenalannya dengan Devi boru Simatupang berawal ketika bersekolah di Sekolah Lanjutan Atas di Bandung. Ketika itu, Luhut sekolah di SMA Penaburan dan Devi di SMA Kristen, Bandung. Hubungan mereka berlangsung hingga ke pernikahan, dikaruniai empat orang anak, yakni Paulina Panjaitan (menikah dengan Kapten Inf Maruli Simanjuntak), David Panjaitan, Paulus Panjaitan, dan Karri Panjaitan.

About these ads

8 pemikiran pada “Luhut Panjaitan

  1. Tolong dimasukkan juga saat ini beliau, aktiv dalam bidang kerohanian/gereja. Sebagai Ketua Yayasan Univesitas Nommensen. Juga mendirikan Yayasan DEL di Laguboti

  2. HORAS…Batak…mari bangkit..dan maju..seperti Bapak luhut panjaitan..walaupun kita suka ke lapo tuak,,tapi harus menghasilkan sesuatu inisiatip kreatipitas untuk membangkitkan diri..semangat untuk maju merahi mimpi baik di dalam negeri maupun luar negeri….ak mendukung selalu..batak maju..berkualitas trus..seperti Bapak luhut panjaitan..TUHAN SELALU BESERTA KITA DAN TUHAN SELALU MEMBERKATI…..Amin……

  3. Memang Pak Luhut Panjaitan berbadan sehat. Karena di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat, Mensano in corporesano. Walaupun beliau telah melanglang buana sampai ke Luar Negeri, hatinya tetap ingin membangun Bona Pasogit di Balige dengan mendirikan Politeknik DEL yang sangat berperan membangun pribadi yang berguna bagi Nusa dan Bangsa. Terima kasih atas perhatianmu Pak Jenderal. Tuhan pasti memberkati orang-orang yang beriman seperti Bapak Jenderal. Horas.

  4. Horas Amang Luhut Panjaitan : Salam horas dan damai sejahtera,
    Seandainya bisa di sienergickan semua marga2 yang ada di bonapasogit (Sumut) dan jabodetabek untuk membuat suatu karya besar Film dokumenter “sejarah nomensen” atau berdirinya danau toba atau berdirinya Raja raja Batak : agar generasi penerus yang ada di luar SUMUT dapat terus melestarikan budaya Batak yang sungguh Indah, saya nyakin kepada Amang Luhut dapat memberikan pelajaran kepada generasi muda Batak, Horas ma hita

  5. Bangso Batak yang merupakan bagian dari Republik.Kalau memang bangga punya putera batak sekaliber Luhut Binsar Panjaitan,mari,dukung beliau dengan menunjukkan nilai yang baik dalam berbangsa bernegara bermasyarakat,jangan bikin malu.Kosongkan halak hita sian LP dengan berbuat baik.Buat prestasi di bidangnya masing masing,saling mendukung jangan menelikung.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s