Miranda Gultom


Perjuangkan Kesempatan Perempuan, Bukan Hanya Jatah

Perspektif

Miranda Gultom

Tak bisa dipungkiri jika kita bicara tentang emansipasi wanita di Indonesia maka nama Kartini akan menjadi referensi utama, sehingga hari Kartinipun identik dengan kemajuan perempuan Indonesia. Di hari Kartini, Perspektif Wimar menghadirkan Deputi Gubernur Senior merangkap Pjs Gubernur BI, Prof.Dr. Miranda Gultom dengan ditemani Agni Pratistha sebagai co host.

Miranda berpendapat kalau sekarang bukan seperti zaman Kartini atau Indira Gandhi lagi dimana tema pendidikan yang setara antara pria dan wanita menjadi isu utama. ”Perempuan harus membuktikan kalau pendidikan yang ada harus menghasilkan perempuan yang sama atau bahkan lebih baik dari lelaki”, ujar Miranda.

Mengenai perjuangan feminisme, dia juga menganggap hal itu boleh saja, asal harus benar. Karena di saat keadaan masyarakat yang masih ’membeda-bedakan’ gender, memang perlu adanya perjuangan. Jadi perempuan bukan hanya menunggu jatah. Tapi jangan lupa juga, bahwa perempuan harus menjalankan program-programnya seperti ngurus suami, dll.

Selain ahli moneter, Miranda Gultom ternyata juga disibukan dengan program golf goes to school miliknya.Dimana kegiatannya melatih para pelatih (trainning for trainners), menyiapkan paket manajemen golf yang mengutamakan kejujuran, serta silabus materi-materi teknik permainan. Pendukung setia Manchaster United ini ternyata juga pecinta kesenian dengan mengetuai Yayasan Nusantara yang menaungi Nusantara Symphonic Orchestra dan ketua Yayasan Paduan Suara Anak Indonesia

Tentang kasus yang menimpa Burhanuddin Abdullah, perempuan yang dijuluki ’Miss telat’ ini mengaku prihatin, sedih dan terpukul dengan adanya dugaan itu. ”Saya harus positif dan kita harus membuktikan diri bahwa tidak semua anggota BI itu jelek”. Sebagai perempuan yang menempati salah satu jabatan terpenting di Bank Sentral, Miranda yang pernah menjadi dosen FE UI ini bersyukur diberi kesempatan sebagai akademisi dan juga praktisi. Dia pun meyadari bahwa sering kali teori-teori yang ada tidak berhubungan dengan kenyataan yang sebenarnya.

Polemik tentang proses pemilihan Gubernur BI antara DPR dan pemerintah juga tak luput dari perbincangan. Perempuan pertama yang menjabat Deputi Gubernur Senior BI ini menilai sebetulnya DPR bukan tempat Fit and Proper Test melainkan hanya sebagai lembaga yang mengkonfirmasi calon gubernur atau deputi gubernur senior yang diajukan Presiden. Kenyataannya forum di DPR seakan-akan jadi ajang penentuan. Yaah mungkin ini bentuk konsekuensi dari begitu kuatnya posisi parlemen dalam sistem politik kita sekarang. Meskipun dua calon yang diajukan Presiden SBY memang banyak dikritik berbagai kalangan.
Padahal banyak juga anggota DPR yang belum tentu ngerti masalah moneter. Yang penting Vokal!!

Iklan

1 Comment

  1. sekarang terkini………….semoga ito sehat selalu…………….dan kalau memungkinkan……..pulang kampung dulu ke pangaribuan…………….dan berjiarah……….serta lainnya……….semoga istilah terdakwa……………menjadi bebas murni…………..karena memang bersih………sesuai dengan bidang ilmu dan kualitas kemampuan………………..dan atau………………horas………082174051962…bonapasogit kerinduan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s