Baginda Lumban Gaol


Lumban Gaol Se-Jabodetabek Mendukung Baginda Menjadi Bupati

Baginda Lumban Gaol

Humbang-Hasundutan

Bona Taon adalah budaya Batak, khususnya Toba. Tidak jelas sejak kapan dan tak ada data yang menyebut awal mula perayaan Bona Taon dilaksanakan. Ada yang mengatakan tradisi Bona Taon berasal dari budaya Eropa, yang merayakan setiap awal tahun dengan berpesta bersama. Lalu misionaris Eropa membawanya ke Tanah Batak, menjadikannya bagian seremonial dalam mensyukuri awal tahun baru, dengan memperbarui semangat menuju kehidupan yang lebih baik.

Namun, jika ditilik budaya Batak, sebelum Tanah Batak menjadi Kristen pun budaya itu sudah ada: yaitu Mangase Taon yang berarti merayakan syukuran mengawali tahun baru. Entah mana yang benar. Yang jelas Bona Taon telah menjadi budaya modern orang Batak di tanah perantauan seperti Jakarta, yang dilaksanakan oleh kumpulan marga. Umumnya perayaan ini berlangsung antara Januari sampai Juni.
Acara awal tahun semacam ini berintikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atau berdoa bersama melalui pesta satu marga. Saat seperti inilah terlihat semangat kebersamaan satu marga atau yang diungkapkan dalam kata-kata tarida hasadaon ni roha. Hasadaon ni roha bukannya dilakukan para orangtua saja, atau yang sudah berkeluarga, juga ditekankan pada generasi muda dan anak-anak.

Generasi muda ini diharapkan bisa terus menjaga persaudaraan “namarhaha-marangi” pada generasi berikutnya, dan mampu bersaing pada zaman modern dengan tidak meninggalkan budaya Batak.
Karena semangat kebersamaan itulah punguan marga Lumban Gaol se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tidak menyurutkan langkah mereka untuk datang, walau diguyur hujan deras. Mereka terus berduyun-duyun, malah makin sore semakin terasa kehangatan persaudaraan tersebut menuju gelanggang perhelatan yang berlangung

Minggu, 17 Januari lalu, di Gelanggang Olahraga Remaja, Jalan Otista Raya, Jakarta Timur. Temanya “Ai dihaholongi Debata do nalas roha mangalehon,” yang artinya Tuhan akan memberkati orang yang ikhlas memberi, dan sub-tema berbahasa Indonesia “Melalui pesta Bona Taon Kita Tingkatkan Pelayanan Pada Pomparan Raja Lumban Gaol Dohot Boruna,

Marga induk Lumban Gaol sendiri adalah Marbun, yaitu Lumban Batu, Banjar Nahor, dan Lumban Gaol. Di Jakarta, Bogor, Depok, Tengerang, dan Bekasi sendiri jumlah marga Lumban Gaol ada sekitar 1500 kepala keluarga. Punguan Lumban Gaol ini dipimpin oleh Bernard Lumban Gaol (Amani Boy).

Mendoakan Baginda
Di tengah-tengah acara berlangsung panitia menghibau bahwa Baginda Lumban Gaol saat ini ada bersama kit. Maka, pada sambutannya Bernard mengatakan. “Mari kita doakan amang Baginda sebagai ‘parhobas’ di Humbang-Hasundutan. Pertama kita sudah berangkatkan appara saya, sekretaris Lumban Gaol sekarang menjadi DPRD II di Humbang-Hasundutan. Dan kedua ini, demikian juga Baginda harus berhasil menjadi Bupati Humbang-Hasundutan memenangkan pilkada nanti, “demikian sambutan Ketua Umum Lumban Gaol se- Jabodetabek, ini.

Untuk peneguhan tersebut, seluruh keluarga besar Lumban Gaol, diminta berdiri serentak untuk mendoakan Baginda agar kuat dalam perjuangan. Serentak berdiri berdoa bersama. Intinya, semua usaha manusia sia-sia jika Tuhan tidak dilibatkan, dan tidak perlu takut jika Tuhan memberkati kita. Kita pomparan Raja Lumban Gaol harus maju, harus sejahtera, peduli, dan meningkatkan pelayanan baik dalam suka maupun duka serta berguna tidak hanya bagi Lumban Gaol, tetapi juga bagi Negara dan bangsa. Maka, jika ada yang mau maju harus kita dukung dan kita minta keluarga kita yang ada di Humbang-Hasundutan untuk memilih Baginda Lumban Gaol agar bisa terpilih menjadi bupati.

Di Humbang-Hasundutan sendiri, sudah santer dibicarakan sejumlah kandidat balon Bupati Humbahas periode 2010-2015. Yang sudah resmi menjadi calon adalah Maddin Sihombing, Bazoka Leo Togatorop, Maju Siregar, Sanggam Simamora dan Baginda Lumban Gaol. Baginda Lumban Gaol saat ini berpasangan dengan Saul Situmorang. Baginda adalah mantan Kajari Tapanuli Utara, Tarutung. Tahun 2005 lalu, Baginda ikut maju dalam Pilkada di Humbang-Hasundutan berpasangan dengan Jabangun Simamora, ketika itu. Namun itu belum waktunya, Baginda hanya meraih suara peringkat kedua dari lima kandidat ketika itu. Unutk kali ini Baginda-lah calon yang kuat berpeluang mengalahkan incumbent Maddin Sihombing. Hotman J. Lumban Gaol

Iklan

11 Comments

  1. Menurut saya, siapapun pejabat di Humbang-Hasundutan harus didukung, entah itu bukan dari satu marga. Ngapain mendukung yang satu marga kalu tidak bisa mensejaterahkan masyarakat Humbang-Hasundutan. Masalah yang terjadi sekarang ini adalah kampaye lewat marga-marga, bukan visi yang jelas membangun daerah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s