Duddi Sinaga


Duddi Sinaga SIP
Kemajuan Daerah Tergantung Infrastrukturnya

Duddi Sinaga

Camat Sikakap, Mentawai Duddi Sinaga baru pertama kali menjabat sebagai camat, tapi dia sudah biasa dengan organisasi karena pernah menjabat sebagai Plt Kabag Organisasi di Kantor Bupati Kepulauan Mentawai. Berikut bincang-bincangnya dengan Supri Lindra dari Puailiggoubat.

Sejak kapan Anda menjadi camat Sikakap?

Sejak tanggal 19
Januari 2009 lalu, langsung dilantik oleh Bupati Kepulauan Mentawai Edison Seleleubaja.

Sebelumnya bertugas di mana?

Sebelum jadi camat saya menjabat Pelaksana Tugas Kabag Organisasi di Kantor Bupati Kepulauan Mentawai.

Sejak ditunjuk menjadi Camat Sikakap desa-desa mana saja yang telah Anda kunjungi ?

Sejak ditunjuk menjadi Camat Sikakap tugas utama saya adalah memperkenalkan diri kepada masyarakat melalui kunjungan – kunjungan ke setiap desa yang di bawah naungan Kecamatan Sikakap. Kunjungan pertama saya yang ditemani Sekretaris Camat Sikakap Rusli Sakoikoi diadakan 12 Februari lalu ke Desa Matobe. Di situ diadakan temu ramah dengan masyarakatnya di Gereja GKPM Matobe. Selanjutnya saya berkunjung ke dusun – dusun yang ada di Desa Matobe seperti Dusun Polaga, Dusun Magaugau, Dusun Sarere dan Dusun Katunang.

Kunjungan kedua diadakan tanggal 21 Februari lalu di Dusun Bulag Monga, Desa Taikako dan tentu Desa Sikakap tidak ketinggalan, dalam rangka perkenalan dengan masyarakat sekaligus melihat hasil kerja proyek P2D anggaran 2008 dan PNPM – MP.

Selain perkenalan dengan masyarakat kunjungan itu Anda gunakan untuk kegiatan apa?

Kunjungan tersebut saya gunakan untuk melihat proyek P2D yang di danai Pemkab dan dikerjakan tahun 2008 lalu, selain melihat proyek P2D saya juga menggunakan kesempatan itu untuk melihat jalan di Dusun Katunang dan jalan di Dusun Sarere Desa Matobe yang dilaksanakan melalui dana dari Program Nasional Pemerdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ( PNPM – MP ) anggaran 2008. Itu pula yang saya lakukan di Desa Sikakap dan Desa Taikako .

Menurut Anda apakah Proyek P2D dan PNPM – MP bisa meningkatkan perekonomian masyarakat ?

Dengan adanya proyek P2D dan Program PNPM – MP secara tak langsung telah membantu pemerintah untuk membuka jalan antar dusun dan jalan antar desa dengan adanya jalan antar dusun dan jalan antar desa sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan mengunakan transportasi darat seperti sepeda motor, selama ini cuma bisa ditempuh dengan mengunakan transportasi laut seperti speed boat atau sampan dayung, dengan adanya jalan darat akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sebab masyarakat dapat menjual hasil perkebunannya dengan setiap saat, contohnya sekarang Dusun Cimpungan, Desa Matobe kalau masyarakatnya mau menjual hasil perkebunannya sekarang sudah bisa kapan mereka mau sebab sudah bisa dengan sepeda motor, yang jalas untuk tahun 2009 ini kita masih menjadikan proyek P2D dan PNPM – MP sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan, baik itu di tingkat desa maupun di tingkat dusun, apalagi sekarang untuk anggaran 2009 PNPM – MP kecamatan Sikakap mendapatkan bantuan sebesar Rp2 milyar melalui APBN Pusat.

Untuk meningkatkan kinerja staf Kecamatan Sikakap langkah apa saja yang akan Anda lakukan dalam meningkatkan kinerja staf?

Kebetulan sekarang ini di Kantor Camat Sikakap saya ditunjuk oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai pemekang tampuk pimpinan yang dituakan selangkah dari staf-staf lainnya, tapi ini tidak membuat saya menjadi besar kepala karena ini adalah beban berat bagi saya terutama sekali masalah tanggungjawab pekerjaan, maka dalam bekerja saya selalu menanamkan prinsip kekeluargaan dan saling menghormati sesama staf dan camat dengan stafnya, dalam bekerja saya mengharapkan kerja sama yang baik antar staf sebab menurut saya aparat camat adalah suatu tim yang harus saling tolong menolong dalam melaksanakan pekerjaan.

Masalah disiplin bagaimana?

Sesuai dengan kesepakatan Camat Sikakap dan staf Kecamatan Sikakap maka disepakati masuk kerja setiap hari Senin sampai Jum’ at masuk pukul 08.00 wib dan pulang pukul 15.00 wib, istirahat pukul 12.00 dan masuk kerja lagi pukul 13.00, kecuali hari Jum’at istirahat pukul 11.30 wib dan masuk kerja lagi pukul 14.00 wib, sementara pulangnya tetap seperti jam kerja biasa yakni pukul 15.00 wib siang.

Kalau ada staf kecamatan yang melanggar kesepakatan ini sanksi apa yang akan Anda berikan?

Bagi staf yang melanggar kesepakatan ini maka sanksi utama adalah teguran yang dilakukan langsung oleh Sekretaris Camat Sikakap, kalau teguran pertama tidak diindahkan maka sekcam memberikan teguran kedua, seandainya juga tidak diindahkan maka camat akan membuat teguran secara tertulis kepada staf tersebut, seandainya juga tidak diindahkan maka terpaksa Camat Sikakap membuat surat ke Kantor Bupati Kepulauan Mentawai yang menangani masalah kepegawaian dan surat tersebut akan ditembuskan langsung ke Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, selanjutnya merekalah yang menentukan sanksi apa yang akan diberikan kepada staf yang bandel tersebut apakah akan dikenai sanksi administrasi seperti pemotongan uang tunda atau tidak diberikan sama sekali.

Menurut Anda pembangunan apa yang harus dilaksanakan terlebih dahulu di ke Kecamatan Sikakap?

Menurut saya yang harus dilaksanakan terlebih dahulu adalah jalan tembus antar desa, dusun dan jalan tembus ke ibu kota kecamatan, kalau udah ada jalan tembus maka perhubungan akan lancar, sehingga setiap informasi yang berkembang akan cepat diterima masyarakat, untuk mencapai tujuan ini selain proyek P2D dan PNPM-MP, kita akan langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terutama sekali Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Sesuai dengan pengalaman selama ini setiap proyek yang masuk ke Kecamatan Sikakap terutama sekali proyek yang dilaksanakan oleh kontraktor selalu mengalami masalah, terutama masalah ganti rugi lahan sehingga sering mengakibatkan proyek tersebut terpaksa dihentikan. Seandainya hal ini Anda alami langkah apa yang akan Anda lakukan dalam menyelesaikan persoalan ini?

Seandainya hal ini terjadi maka saya akan mengajak Muspika lainya seperti Kapolsek Sikakap, Danramil Sikakap dan tentu mengikutkan pemerintah desa sebab yang tahu wilayah desanya adalah kepala desa dan stafnya untuk dapat membantu saya dalam menyelesaikan masalah ini, kalau masalahnya bersangkutan dengan kriminal maka akan kita serahkan masalah ini ke Mapolsek Sikakap, tapi kalau masih bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan maka akan kita selesaikan secara musyawarah, tapi seandainya tidak bisa maka akan diambil jalur hukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Apa harapan Anda terhadap masyarakat Kecamatan Sikakap?

Pembangunan di Kecamatan Sikakap tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak ada dukungan dari masyarakat, untuk itu saya sebagai Camat Sikakap sangat berharap sekali agar seluruh masyarakat Kecamatan Sikakap mau bekerjasama dalam melaksanakan pembangunan, kesejahteraan dan keamanan, kalau semua ini dapat terwujud yang akan menikmati hasil pembanguan, kesejahteraan dan keamanan kan kita bersama, dengan terciptanya keamanan di masyarakat tentu setiap investor yang ingin masuk ke Kecamatan Sikakap akan merasa tenang dan tidak was – was menanamkan modalnya.

Harapan Anda terhadap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai?

Saya sangat berharap sekali dukungan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai terutama sekali masalah pembangunan, karena sekarang ini masyarakat Mentawai umumnya, khususnya masyarakat Kecamatan Sikakap, sangat mengharapkan pembangunan di segala bidang, baik pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun pembangunan yang berbentuk fisik seperti pembuatan jalan tembus.

Pengalaman Anda dalam melakukan kunjungan pertama sebagai Camat Sikakap?

Dari kunjungan pertama yang saya lakukan di Desa Matobe masyarakat sangat senang, buktinya baru saja mendapatkan informasi dari kepala desa atau kepala dusun tentang kedatangan kami, masyarakat udah berbondong – bondong datang ke Kantor Desa Matobe, bahkan ada yang menunggu di dermaga. Melihat antusiasme masyarakat terhadap kunjungan perdana kami, saya akan sering – sering melakukan kunjunagan kedesa – desa atau dusun – dusun di wilayah Kecamatan Sikakap. (supri)

Biodata

Nama: Duddy Sinaga Sip.

Tempat/Tanggal Lahir: Pematang Siantar/ 20 Februari 1974

Pendidikan: S1 Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

Pekerjaan: Camat Sikakap.

Alamat : Komp Perumahan Camat Sikakap, Dusun Sikakap Timur, Desa Sikakap.

Iklan

Nurmala Kartini Panjaitan


Kartini Sjahrir: Bangga Terlahir Sebagai Boru Batak…

Kartini Sjarier Panjaitan

Nurmala Kartini Panjaitan atau yang sering dikenal dengan nama Kartini Sjahrir, dengan jelas menyatakan bahwa salah satu harapannya dengan menjadi seorang Ketua Umum Partai adalah untuk dapat lebih memberdayakan kaum perempuan di Indonesia. Menjadi seorang presiden tidak kerap diucapkannya sebagai salah satu impiannya. Ketika ditanyakan secara langsung, Kartini berkata ia tidak punya ambisi untuk menjadi Presiden.
Secara tegas, ia berkata pula bahwa ia kerap berusaha agar anggota legislatifnya dan para anggota Partai Indonesia Baru (PIB) selalu menggunakan akal sehat dalam menjalankan kegiatan mereka masing-masing. “Melalui PIB, saya juga ingin bisa menyuarakan soal-soal keadilan, pluralisme, pemberantasan korupsi secara lebih efektif,” ungkapnya. “Harapan saya ketika menerima jabatan Ketua Umum PIB adalah agar lebih banyak perempuan berkiprah di politik, yang selama ini dianggap teritori kaum laki-laki,” kata tokoh yang kerap dipanggil Ker oleh para sahabat dan kerabatnya.
Partai Indonesia Baru sendiri awalnya dipimpin oleh suaminya Dr. Sjahrir, almarhum. Kartini kemudian dipilih sebagai Ketua Umum yang dipercaya dapat memimpin dan mengarahkan PIB kembali sepeninggal Sjahrir.
“Pak Sjahrir adalah orang yang amat moderat dan pluralis,” kenangnya. “Beliau itu mentor saya, sambungnya lagi. Menurut kisahnya, sejak bertemu semasa menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia, Sjahrir dan dirinya langsung saling menemukan kecocokan, dan dalam berbagai hal selalu saling melengkapi. “Saya ini banyak belajar dari Pak Sjahrir soal-soal ekonomi, juga politik, dan sebaliknya beliau juga banyak belajar dari saya mengenai budaya.”
Menikah dengan Sjahrir selama kurang lebih 31 tahun, baginya juga menjadi proses perjalanan panjang untuk kemudian memutuskan berkiprah di dunia politik.
Sehari-harinya Kartini sekarang ini tinggal sendirian di rumahnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Tetapi, menurut pengakuannya ia jauh dari rasa kesepian, karena banyaknya kesibukan sebagai Ketua Umum. Belum lagi banyaknya kerabat yang mengunjunginya meski sudah ditinggal suaminya, Dr. Sjahrir.
Ketika ditemuai, suasana kediamannya terasa ramai. “Ini salah satu warisan beliau. Dia paling senang dengan suasana rumah yang ramai,” ucapnya ramah. Secara berseloroh, Kartini menyatakan bahwa dalam beberapa hal Sjahrir sering dikatakan lebih Batak daripada dirinya sendiri. Sifatnya yang terbuka, senang mengobrol, bicara meledak-ledak, musikal, senang manortor, dan suka keramaian, yang cenderung mencirikan orang Batak. Ungkap Kartini: “Beliau sempat diadatin pula, marganya dalam Batak adalah Marpaung,” kata Kartini mengenang.
“Kami menikah selama 31 tahun, and it was a very happy marriage…” Kartini mengatakan dia memang ingin dikenal sebagai Kartini Sjahrir, sebagai bentuk hormat dan bakti pada almarhum suaminya.
Meski Pandu dan Gita, kedua putra dan putri pasangan Kartini-Sjahrir, kini tinggal dan hidup di Amerika Serikat, Kartini kerap menyatakan bahwa ia dan Sjahrir tidak pernah lupa mengingatkan soal budaya dan asal-usul mereka sebagai anak-anak bangsa Indonesia.

Anak-anak global
Kartini mengatakan, meski almarhum suaminya berasal dari suku bangsa Minang dan dirinya Batak, di antara keduanya tidak pernah ada bentrokan khusus dalam hal budaya. Tak ada pertentangan dalam masalah garis keturunan. Maklum, kita semua tahu, katanya, suku Minang memiliki sistem kekerabatan matrilineal, dan sebaliknya Batak dengan sistem patrilineal.
Tidak penting buat Kartini dan Sjahir bahwa anak-anak akan punya garis keturunan dari mana. Keduanya menyebut anak-anak tersebut sebagai anak-anak global, yang tetap tidak boleh lupa akan budaya asal mereka. “Yang penting, budaya itu harus diambil baranya bukan debunya,” katanya.
Di dalam kehidupan sehari-hari, Kartini pula menyatakan ia biasanya berbahasa Inggris dengan kedua putra-putrinya yang kini tinggal di New York, Amerika Serikat. “Bukan untuk bergaya, hanya saja kebiasaan yang sulit ditinggalkan,” katanya renyah. Sejak menuntut ilmu untuk meraih S2 dan S3, Kartini dan Sjahrir lama bermukim di Amerika Serikat, sampai kedua anak mereka lahir dan kembali menimba ilmu di tempat yang sama. Namun uniknya, menurut Kartini ia lebih fasih menggunakan bahasa Batak ketika sedang berada dalam puncak kemarahan. “Rasanya keluar saja dari mulut saya, dan biasanya anak-anak saya sudah mengerti saya marah kalo saya sudah pakai bahasa Batak” jelasnya sambil tersenyum.
Kartini berkali-kali mengatakan ia bangga terlahir sebagai seorang Batak. Pembawaan orang Batak yang merdeka, straight forward, haus ilmu dan senang tantangan, dan ini semua mendorong ke arah kemajuan. Tapi, menurut dia, ada satu hal yang menjadi kelemahan orang Batak yang membuatnya sering kalah. “Orang Batak itu kurang suka melayani, karena pride-nya yang cenderung tinggi,” keluhnya. Ini berpengaruh pada Batak dan wilayahnya yang kemudian kurang dikenal luas sebagai daerah yang ramah apalagi menjadi tujuan wisata. “Antara lain karena prinsip kau yang datang kau yang menyesuaikan tersebut,” ungkap Kartini, yang membuat Tanah Batak kurang pesona keramahan. Kartini sangat menyayangkan hal ini dan menurutnya sikap semacam ini seharusnya dikikis, sebab, orang Batak sesungguhnya sudah cukup punya potensi tinggi untuk selalu maju dalam hidup mereka.
Sebagai Ketua Umum PIB, Kartini juga berkegiatan mengawasi anggota legislatifnya hingga ke daerah-daerah, terutama menjaga agar tidak terjadi penyelewengan di kalangan wakil daerah tersebut, khususnya dalam hal korupsi.
Korupsi, baginya, adalah hal dasar yang sudah harus diberantas dari dalam tubuh bangsa ini. “Pak Sjahrir banyak menulis tentang korupsi, yang katanya sudah menjadi kanker taraf terminal.” Kartini lalu mengenang yang juga pernah sekali mengutip Bung Hatta yang menyatakan bahwa korupsi sudah menjadi ”budaya” bangsa kita ini. Maka jelas, korupsi adalah masalah yang harus mendapat perhatian khusus, agar kemudian ia tak berkembang menjadi keyakinan bangsa yang mengakar. Kartini juga memberlakukan hal yang cukup keras, yaitu langsung memberhentikan anggotanya dari tugas sebagai wakil rakyat, jika ada anggota legislatif dari PIB yang tercium melakukan korupsi. “Segamblang itu, dan saya sudah sosialisasikan ini sejak awal,” kata tokoh yang bangga disebut sebagai Boru Batak ini.
Hal kedua yang juga penting adalah perhatian terhadap lingkungan hidup. Orang Indonesia, terutama yang di daerah, seringkali lupa peduli pada lingkungan. Ini sesungguhnya bisa dimulai dari rumah, dan itu bersumber dari ajaran sang Ibu juga.

Posisi yang sejajar
Merespon masalah perempuan dan budaya yang berkaitan dengan mitos bahwa perempuan harus berada ”di belakang,” Kartini terang-terangan menampiknya. Sesungguhnya, semua budaya, khususnya di Indonesia, tidak ada yang menuliskan bahwa perempuan itu tak boleh melakukan ini dan itu. Menurutnya, apa yang diatur dalam adat istiadat serta tradisi budaya di Indonesia, semuanya menempatkan perempuan dalam posisi yang sejajar dengan lelaki. Lelaki punya tugas tersendiri, perempuan pun sama, tidak lebih dan tidak kurang.
Banyak orang sering berlindung di balik sistem semacam patriarki dan matriarki untuk mendefinisikan porsi dan posisi perempuan dalam adat. Namun, menurut Kartini ada kesalahan ketika membaca soal ini. “Patriarkat atau matriarkat semata-mata hanya masalah garis keturunan,” tegasnya. Dan seharusnya ada pemahaman bahwa seorang ibu, seorang wanita, punya peran kuat dalam mengarahkan keluarga serta anaknya, karena ia yang sehari-harinya mengatur kehidupan di dalam rumah. Ini berlaku di mana pun, bahkan di Budaya Batak, yang lagi-lagi sering ditafsirkan sebagai budaya yang lebih mementingkan laki-laki dalam berbagai tradisi adat istiadatnya. Menurutnya, justru seorang perempuan Batak, terutama yang telah menjadi seorang ibu, amat memahami perannya yang tersendiri sebagai si pengarah hidup.
Kartini amat peduli pada masalah ini, sampai-sampai ia menuangkannya dalam tesis S1-nya di Fakultas Antropologi Universitas Indonesia, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan ke Boston University, Amerika Serikat, untuk menggapai gelar S2 dan S3.
Di dalam tesisnya, Kartini menelaah bagaimana pola pengasuhan wanita Batak berdampak pada pendidikan anak. Di dalam tesis tersebut, Kartini mengungkapkan bagaimana seorang wanita Batak mengusahakan pendidikan demi anaknya, dan rela melakukan apa pun, termasuk berdagang di pelabuhan atau pun persinggahan-singgahan tertentu. Suatu kehidupan yang terlihat sebagai kehiduapn yang amat keras kalau dilihat dari kebiasaan suku bangsa yang lain. Mereka dikenal luas sebagai Inang parengge-rengge. Inang parengge-rengge sendiri, sudah tak ayal, sering dipandang sebelah mata, serta sering terkesan sebagai ibu yang kurang baik, karena dianggap menyalahi kodrat sebagai perempuan yang notabene harus lembut, berada di rumah, dan lain sebagainya. Kartini justru memahami mereka sebagai wanita mandiri, kuat, tidak cengeng. “Karena kerasnya hidup, dia pasti akan lakukan apa pun untuk meningkatkan kualitas hidup dari anak-anaknya lewat pendidikan,” katanya mengulas. Karena hal ini pula, Kartini menyebut perempuan Batak sebenarnya sudah maju selangkah, karena rata-rata diasuh oleh seorang ibu yang demikian pedulinya pada pendidikan sang anak. “Saya pikir, perempuan Batak punya kearifan lokal tersendiri,” katanya sebagai hasil renungannya.
Sebagai salah seorang perempuan yang memiliki peran politik, Kartini berkata bahwa meski kini zaman sudah berubah, perempuan-perempuan masih sering terbatas dalam menentukan pekerjaan atau pun jalan hidupnya. Pandangan semacam ini sudah harusnya ditinggalkan oleh manusia yang mengaku sudah hidup modern.

Kejadian Mei 1998

“Perempuan itu sering dikenai standar ganda,” katanya lirih. Di satu sisi ia diagung-agungkan, di sisi lain ia sering dilemahkan. Padahal, sudah jelas sekali perempuan dan lelaki itu diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi, katanya lagi. Dalam berperan sebagai Ketum PIB, Kartini tidak segan-segan bersikap keras, bahkan mengganti anggota Partainya yang duduk di DPRD, yang diketahui memiliki dua istri. Ini, katanya adalah hak prerogatifnya sebagai sang pemimpin. “Menjadi anggota legislatif artinya menjadi milik masyarakat. Anda harus berlaku sebaik-baiknya.” Menurutnya poligami berdampak terhadap kesempatan untuk melakukan korupsi. “Punya istri satu saja cenderung korupsi, apalagi harus menghidupi dua rumah tangga,” katanya pasti.
Kartini sejak lama sudah mengkhawatirkan masalah-masalah perempuan semacam ini, dan menjadi salah seorang pendiri Suara Ibu Peduli, sebuah forum yang peduli terhadap problem hak-hak asasi perempuan yang seringkali diabaikan. Dia juga sekaligus menjadi pemerhati lingkungan hidup.
“Kejadian Mei 1998, misalnya, adalah tragedi memilukan yang bisa dialami seorang perempuan Indonesia,” katanya. Meskipun nantinya kasus tersebut akan sulit diusut atau diungkap tuntas, Kartini menyatakan bahwa peristiwa semacam itu sangat memalukan dan tak boleh terulang. Dan kita (perempuan) sendirilah yang harus ada di garis depan untuk mengingatkan hal semacam ini.
Meski demikian, Kartini yakin pula, bahwa perubahan sudah mulai terjadi. Di sana sini, perbaikan mengenai peranan perempuan sebagai manusia yang sejajar dengan lelaki, sudah semakin tumbuh. “Bukti kecilnya, saya sebagai perempuan juga bisa menjadi Ketua Umum Partai.”
Bercermin pada Kartini Sjahrir, maka sSelebihnya di tangan kaum perempuan sendiri untuk mamahami siapa dirinya dan apa yang sanggup dilakukannya. Sebab, kepercayaan diri dan gambaran tentang perempuan haruslah dibangun oleh mereka sendiri. “Kalau bukan kita (perempuan) siapa lagi?” ungkapnya sambil tersenyum lebar, seraya menunggu dunia di luar dirinya untuk membenarkan sikap yang telah dia ambil dan jalankan dengan penuh keyakinan, baik ketika Sjahrir masih mendampinginya maupun ketika dia harus tegak sendiri seperti saat ini, yang hanya dituntun oleh sebuah cita-cita untuk kemuliaan kaumnya: perempuan dan Batak pula… *** Ariani Zarah Sirait, pernah dimuat di majalah TAPIAN

Maruarar Sirait


Nama: Maruarar Sirait, S.IP.

Maruarar Sirait

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F- PDIP)
Daerah Asal Pemilihan dari Jawa Barat 8
Komisi xi

Alamat:
Jl. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat
A. DATA PRIBADI
Tempat & Tanggal Lahir: Medan, 23-Desember-1969
Agama Kristen
Nama Istri Shinta Triastuti
Pekerjaan Istri: Ibu Rumah Tangga
Anak:2 (dua) Orang
Ayah: Sabam Sirait (Politikus dan Fungsionaris PDI Perjuangan)
Kakak Ipar: Putra Nababan (Wakil Pemimpin Redaksi RCTI)
Alamat Kantor: Gd. DPR/MPR RI Nusantara I Lt. 07 R. 0705 Jl. Gatot Subroto Jakarta
Telpon,Fax Kantor: 5756032, 5756035, 5756243, 5715516, Fax. 5756244
Alamat Rumah: 1 Jl. Depsos I No. 34 RT. 008/01 Bintaro Pesanggrahan Jakarta 12330
2 Komp.Taman Puspa Indah Jl.Puspita Utara No.14 Bandung
Telpon,Fax Rumah: 5756244

Riwayat Pendidikan:
1. SD PSKD VI Jakarta, 1982
2. SMPK Ora Et Labora, Jakarta
3. SMA Negeri 47
4. Fisip Unpar bandung

Riwayat Pekerjaan:
1. Manager KKBM Unpar Bandung
2. Komisaris Utama PT.Potenza Sinergi

Pengalaman Organisasi:
1. GMKI Cabang Bandung
2. Resimen Mahasiswa Unpar Bandung
3. Wk.Bendahara PDIP Jabar 1999-2000
4. Bendahara DPD PDIP Jabar 2000-2005
5. Wakil Bendahara Fraksi PDIP di DPR

Jumalah Kekayaan pada saat mencalonkan DPR RI
1. Harta Tidak Bergerak: Tanah dan Bangunan Rp. 247.515.000
2. Harta Bergerak: 1 Mobil Rp. 45.000.000
3. Batu dan Logam Mulia Rp. 49.700.000
4. Surat Berharga Rp.165.000.000
5. Giro dan Kas Setara lain Rp.831.400.000
Total Kekayaan Rp. 1.338.615.000

Tolak Dikotomi Capres Tua dan Muda

Saat ini kita mengalami krisis tokoh muda.  Hanya sedikit jumlah tokoh muda yang konsisten mengusung semangat kebangsaan dalam perjuangannya, sementara yang jumlahnya banyak justru mereka yang oportunis. Salah satu yang disebut-sebut pengusung panji kebangsaan adalah Maruarar Sirait, anggota DPR-RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Saya kira, untuk memperjuangkan kebangsaan kita harus memilih teman yang tepat,” ujarnya.

Walau seorang Kristen, Pria kelahiran Medan, 23 Desember 1969 ini tetap berani memilih daerah asal pemilihan Jawa Barat 9 yang 90% penduduknya adalah penganut agama Islam. Baginya seluruh tanah nusantara ini adalah kampung kita bersama. Ketua Laskar Merah Putih dan pengurus pusat PDIP ini ingin konsentrasi penuh mengurus partainya. Untuk itu Maruarar sudah meminta kepada sang ketua umum untuk mundur dari anggota DPR dan hanya ingin konsentrasi di partai saja, membangun konsolidasi partai. Beberapa waktu lalu, politikus muda yang disebut orang bersinar ini, berbicang-bincang dengan wartawan Hotman J Lumban Gaol. Demikian petikannya:

Sampai saat ini kelihatannya PDIP masih solid mendukung Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden. Apakah PDI Perjuangan tidak berniat mencalonkan yang muda?
Kami (PDIP) menolak dikotomi capres tua dan muda. Apa artinya muda kalau tidak berkualitas dan tidak memiliki visi. Kami mendukung Megawati maju antara lain, karena survei-survei masih menempatkan Megawati di posisi teratas. Misalnya, survei LSI dan Indobarometer, hasilnya, Ibu Mega nomor satu. Soal usia Mega yang dinilai sudah terlalu tua, saya kira beliau aktif terus. Bulan lalu Ibu Mega safari ke Jawa Tengah, Kalimantan, Jawa Barat, naik bus lima jam ke Cirebon, dan kondisi beliau tidak ada masalah. Itu artinya secara fisik beliau masih sangat sehat.

Soal Century. Di mata masyarakat kasus Century sampai saat ini belum tuntas,  tidak ada tanda-tanda pernyelesaian. Ada yang mampet?
Kita konsisten soal penanganan kasus Century. Dari DPR sudah jelas, kita sudah putuskan opsi C. Setiap pemilihan ketua KPK yang baru ini selalu kita ingatkan. Hanya saja, DPR tidak bisa mengintervensi secara hukum. Mengawasi boleh. DPR tidak boleh menangkap orang, itu otoritas bagian hukum. Tetapi sejak semula kami, DPR, saya sendiri melihat hal ini ada yang salah. Kita sudah pada posisi opsi C, sementara pemerintah pada opsi A. Maka, tentu tidak akan ada titik temu. Karena dua-duanya punya pandangan yang berbeda. Saya kira kasus ini luar biasa, tidak ada kasus seperti ini di Indonesia sampai dua kali diaudit. Yang meminta pertama kali audit itu bukan DPR, tetapi KPK. Tidak ada kasus yang punya dimensi politik sekuat kasus Century. Kita sudah jelas opsi C, bukan abu-abu. Tetapi yang jelas kita tidak boleh mengintervensi hal ini. Yang tidak jelas sekarang siapa? Saya kira DPR jelas posisinya.

Ada Partai pendukung pemerintah yang berharap kasus ini ditutup saja?
Apakah KPK ingin menutup kasus ini. Tutup saja. KPK sampai saat ini belum berani membuat keputusan. KPK tidak pernah mengatakan tidak menemukan, tetapi belum menemukan indikasi pelanggaran, itu berbeda sekali. Kasus Century ini sekarang mampet di KPK.

Sebagai partai oposisi akan terus mengawasi hal ini?
Kita mengawal penanganan kasus tersebut secara tuntas. Mengawal perjalanan rekomen-dasi paripurna sama pentingnya dengan memperjuangkan opsi C. Namun, saat ini penanganannya lebih fokus, karena sudah berada di tangan KPK, Kepolisian dan Kejaksaan. Saat terbentuknya Pansus, konsistensi DPR sempat diragukan, mengingat, 80 persen parlemen dikuasai oleh koalisi. Namun, DPR berhasil menunjukan sikap yang sesuai dengan aspirasi rakyat. Sekitar 60 persen anggota dewan memilih opsi C, yang berarti ada undang-undang yang dilanggar, khususnya terkait perbankan, tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Pansus juga menyebutkan beberapa pihak yang terkait, di antaranya, Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Maka, upaya untuk menuntaskan kasus tersebut memiliki arti penting, yakni membuktikan bahwa proses hukum berlaku terhadap semua pihak dan tidak tebang pilih.

Arti kebangsaan untuk Anda?
Kami di partai menyebutnya perlu ada ideologi. Saya bayangkan pada 28 Oktober 1928, berbagai pemuda menyatakan komitmen bersama satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Pemuda dari berbagai suku, agama yang berbeda tetapi bisa berkumpul. Tekat yang sama, bukan karena agamanya yang sama, tetapi karena tujuan yang sama. Maka hal itu yang menjadi dasar yang dikerucutkan ke dalam hal-hal yang mengikat kita seperti Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dan sekarang bagaimana ini disosialisasikan pada masyara-kat, ini tergan-tung elitnya. Di sinilah akan ter-lihat pemimpinan yang nasional. Dan bagaimana dia menghadapi saat terjadi ge-sekan, apakah dia mencari aman saja, ini penting kita ketahui.

Semangat menghargai keberagaman sepertinya luntur….
Beberapa waktu lalu saya kebetulan datang ke Toba Samosir (Tobasa) untuk melantik pemuda. Pas pelatikan mendengar azan magrib, saya katakan bagi pemuda-pemuda di sana, kita harus mampu memberikan rasa aman bagi saudara-saudara kita beragama Islam, yang minoritas. Orang Kristen juga harus menjunjung tinggi pluralisme dan kebhinekaan.

Saya seorang Kristen-Batak yang segaja memilih daerah pemilihan saya di daerah Sumedang dan Majalengka. Saya sudah dua periode menjadi wakil dari daerah yang mayoritas Muslim. Saya pikir kalau seluruh orang Batak harus pulang kampung untuk mencalokan diri dari daerahnya, menurut saya bukan itu Indonesia yang kita capai. Semua dari Sabang sampai Marauke adalah kampung halaman kita. Maka, saya kira kita harus bisa menjadi pelolor-pelopor soal kebinekaan. Kita harus ciptakan kader muda yang punya wawasan nasional dalam membangun bangsa Indonesia. Sejak dulu bahwa mengusung kebhinekaan, se-mangat kebangsaan ini harus diperjuangkan. Kita harapakan adalah kelompok yang pro kebangsaan dan kebhinekaan itu harus makin kuat.

Soal kebhinekaan, polemik GKI Yasmin sampai saat ini belum menemukan solusi. Walikota yang mencabut izin GKI Yasmin adalah walikota yang diusung oleh PDIP?
Semangat Pancasila itu harus terus disosialisasikan. Pancasila harus juga disampaikan di daerah-daerah yang belum Pancasilais. Soal walikota itu, kami sudah tarik dukungan. Maka, ke depan kita akan selektif memilih pemimpin kepala daerah.

Masalah GKI Yasmin di Bogor telah menjadi perhatian kami khusus. Melalui DPC PDI Perjuangan Kota Bogor telah mencabut dukungan politik terhadap walikota Kota Bogor, Diani Budiarto, karena dianggap mengabaikan keputusan hukum. PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai di DPRD Kota Bogor yang mencabut dukungan politik terhadap Walikota. Rakernas juga mengamanatkan DPP PDI Perjuangan untuk memerintahkan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia agar tetap konsisten membela dan menjaga terciptanya kerukunan umat beragama.

Lalu, soal perbaikan toilet di gedung DPR bagaimana pendapat Anda?
Saya sejak dulu menolak hal-hal seperti ini. Saya harus bertengkar dengan teman sendiri. Pembangunan gedung DPR saja saya menolak, apalagi masalah renovasi toilet yang diperkirakan menghabiskan biaya yang sedemikian banyak. Kita tolak hal itu.

Tere Pardede


Nama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede, dikenal dengan nama

Tere paredede

Tere. Tere lahir di Jakarta, 2 September 1979. Tere adalah penyanyi Indonesia. Putri pasangan T.M Pardede dan Lersiana Purba itu dikenal mempunyai karakter vokal yang kuat dan kemampuan menulis lirik lagu yang berani. Ia adalah anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II.

Mengawali kariernya sebagai penyanyi latar berbagai grup musik, sampai kemudian bakatnya disadari oleh Ahmad Dhani. Namanya mulai dikenal sejak berkolaborasi bersama Pas Band dalam lagu Kesepian Kita. Album perdananya bertajuk “Awal Yang Indah” langsung melejitkan namanya. Dalam album tersebut Tere tak saja berdendang, namun juga terlibat penuh sebagai penulis lirik dan lagu. Tere semakin mengukuhkan karirnya di dunia musik Indonesia setelah merilis album keduanya berjudul “Sebuah Harapan”, di akhir tahun 2003.

Tahun 2005, Tere merilis album ketiganya, “Begitu Berharga”. Tere menggamit Denny Chasmala sebagai produser album ketiganya, sedangkan dirinya berkonsentrasi sebagai ko-produser. Dalam album ini ada satu lagu lama karya Ian Antono dan Taufik Ismail, Panggung Sandiwara, yang didaur ulang.

Meski sibuk mempromosikan albumnya, penyanyi berdarah Batak ini akhirnya dapat menyelesaikan kuliahnya di program S1 Ekstensi Komunikasi Periklanan Universitas Indonesia dan diwisuda pada tahun 2005. Tere yang juga telah menyelesaikan studi di D-III Komunikasi Periklanan Universitas Indonesia tahun 2001, memang telah menunjukkan ketertarikannya pada dunia seni sejak masih bersekolah di SMA Negeri 70 Jakarta.

Dia dibesarkan dalam keluarga non-Islam yang kuat, pada 2 September 2000, dia memutuskan untuk memilih Islam sebagai pegangan hidupnya. Kemudian pada tanggal 6 Desember 2003, Tere menikah dengan Eka Nugraha, pria berdarah Sunda yang juga merupakan pencipta lagu Awal Yang Indah.
Album
* Awal Yang Indah (2002)
o Hits Singel: Awal Yang Indah dan Tak Ingin Usai
* Sebuah Harapan (2003)
o Hits Singel: Mengapa Ini Yang Terjadi feat. Valent dan Aku Patut Membenci Dia
* Begitu Berharga (2005)
o Hits Singel: Dosa Termanis
* Teretorial Hits (Best of) (2008)