Rinto Harahap


Nama :
RINTO HARAHAP

Rinto Harahap

Lahir :
Sibolga, 10 Maret 1949

Agama :
Protestan

Pendidikan :
– Universitas Nommensen, Medan (tingkat II)

Karir :
– Pimpinan Band The Mod’s di Medan (1968) Pimpinan Band Mercy’s di Medan
– Penyanyi dan komponis, lagu-lagu ciptaannya antara lain Biarlah Sendiri
– Ayah
– Benci tapi Rindu
– Dingin
– Jangan Sakiti Hatinya. Mendapat Piringan Emas (Golden Record) dari angket siaran ABRI, untuk lagu Benci tapi Rindu. Menerima ‘Anugerah Seni’ Diskotek Indonesia sebagai pencipta terpopuler 1980-1981 dan 1981-1982. Memperoleh Trofi Kebudayaan RI dari Ditjen Kebudayaan P & K atas jasa-jasanya mengetengahkan karya budaya musik Indonesia ke dunia internasional (1982)

Kegiatan Lain :
– Direktur PT Lolypop (Perusahaan Rekaman) dan Melanie Record.

Alamat Rumah :
Jalan Pluit Selatan VII No. 30, Jakarta Utara Telp: 663505

Alamat Kantor :
PT Lolypop, Glodok Plaza Blok F/14, Jakarta Barat

RINTO HARAHAP

Cita-citanya dulu ingin jadi dokter. Ayahnya, malah menginginkan ia jadi pendeta. Akhirnya ia terdampar dalam dunia musik, dan sukses. Kalaupun ada kesulitan, itu dialami ketika The Mercy’s — grup musik yang didirikannya di Medan — tidak sukses dalam dunia rekaman. Waktu itu bisnis kaset memang masih seret.

Sebelum bisnis rekaman, Rinto bekerja pada sebuah perusahaan besi beton. ”Siang kerja, malamnya ngamen di klub malam,” ujar pemain bas ketika The Mercy’s jaya.

Setelah The Mercy’s bubar, bersama abangnya, Erwin Harahap, Rinto membentuk usaha rekaman Lolypop. ”Lolypop saya dirikan karena melihat masa depan sebagai artis musik masih suram,” katanya.

Lelaki kelahiran Sibolga, Sumatera Utara, ini menikah dengan Lily Kuslolita, asal Solo, yang berbeda usia tiga tahun. Perkenalan dengan istrinya, ketika The Mercy’s mengadakan perlawatan ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Bouraq. Lily, pramugari Bouraq sedang bertugas ketika itu. Perkenalan di udara akhirnya diteruskan dengan pernikahan di darat. Anak ketiga dari enam bersaudara ini punya status banyak; produser, penyanyi, dan pencipta lagu. Sebagai penyanyi; ia punya alasan, karena permintaan penggemarnya agar ia membuat rekaman khusus dengan suaranya sendiri. ”Saya pikir, apa salahnya,” ujarnya.

Akan halnya lagu-lagu ciptaannya, Maret 1982, ia mendapat Anugerah Seni dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen P & K, sebagai pencipta lagu, sekaligus penyanyi yang berprestasi. Perusahaan rekaman Filipina, WEA Record, pernah memberikan kepercayaan padanya untuk mengekspor lagu-lagunya. Akibat sampingannya, beberapa lagunya sempat dibajak dan dinyanyikan dalam bahasa Mandarin dan bahasa Tagalok.

Lagu ciptaannya selalu merajuk dalam cinta, enteng, dan melankolis. ”Ternyata orang lebih menyukai lagu-lagu semacam itu,” ujar Rinto yang sangat senang nonton pertandingan sepak bola ini. Contohnya, Jangan Sakiti Hatinya yang dinyanyikan Iis Sugianto, berhasil mencapai 400 ribu kaset.

Penyanyi orbitan Rinto lainnya, Christine Panjaitan, Nur Afni Octavia — semuanya mendendangkan ciptaan ”Raja Lagu Pop” ini.

BERITA TERBARU:

http://entertainment.kompas.com/read/2013/10/20/2030349/Keluarga.Bantah.Rinto.Harahap.Meninggal.Dunia

Iklan

4 Comments

  1. Ping balik: Rinto Harahap AyahCD-DVD MATERI PRESENTASI | CD-DVD MATERI PRESENTASI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s