Saur Hasugian



Dr. Saur Hasugian, MTh
Kepemimpinan Inspirasional

Oleh: Hotman J. Lumban Gaol

Apa yang membuat seseorang bisa disebut inspirator? Prestasinya? Pengaruhnya? Kekuasaanya? Adakah seseorang otomatis disebut sebagai pemimpin inspirator, ketika namanya bercokol pada struktur organisasi? Seorang pemimpin harus menjadi inspirasi bagi bawahannya. Kepemimpinan yang inspirasional saat ini adalah model, dibutuhkan setiap bidang apapun. Pemimpin yang inspirator tentu mengerti pembangunan yang berkeadilan sebagaimana diamanatkan Pancasila dan UUD 1945.
“Pemimpin harus menjadi inspirator,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Drs Saur Hasugian MTh. “Pemimpin mesti dapat menginspirasi dan memotivasi seluruh tim, dengan menjadikan dirinya sebagai model, panutan. Memulai sesuatu hal dengan memberikan teladan,” ujarnya memulai perbincangan dengan wartawan BATAKPOS belum lama ini.
“Kepemimpinan bukan soal teori, tetapi soal pengaruh apa yang diberikan pada lingkungan, di mana dia memimpin. Keberhasilan seorang pemimpin akan terlihat dari dampak yang ia timbulkan. Kehadirannya memberikan perubahan. Dan jika dia tidak lagi memimpin karyanya akan terus diingat.”
Sadar akan penting “kepemimpinan ispirasional,” di lingkungan Ditjen Bimas Kristen, Saur menunjukkan kepemimpinan itu lewat bimbingan, menyampaikan arah dengan lemah-lembut. Tak heran, artikulasi kata-kata dan kalimatnya runut, mudah ditangkap, memberikan semangat bagi pendengarnya. Artikulasi itu, sering kali terkesan pendek tetapi bermakna dalam. Pun susunan kata dalam pesannya singkat bening.
Selain memotivasi personal, memberi bimbingan pada para staf, dengan demikian tercipta lingkungan kerja yang nyaman. Menempatkan stafnya sebagai mitra kerja. “Dalam mendelegasikan tugas kita mesti memotivasi pegawai dengan mengolaborasikan secara tepat antara penggunaan kekuasaan, dan penggunaan kata-kata yang menyentuh. Ini tentu memenangkan hati para bawahan, dengan semikian mereka bekerja dengan rasa nyaman,” tambahnya.
Bagaimana pemimpin yang berhasil itu? “Pemimpin harus mampu memahami seluruh permasalahan yang ada di lembaga yang ia pimpin. Menghadapi ancaman dan tantangan ke depan. Kita mengajak agar stakeholder, segenap pihak yang terkait ikut terlibat dalam setiap tugas untuk mensuksekan program negara. Pemimpin harus bisa memberikan solusi,” ujar mantan Kepala Kantor Departemen Agama di Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara, ini.
Mengubah paradigma
Seringkali ada kesan stereotif bagi para pamong negara. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dianggap memiliki etos yang rendah. “Kita harus ubah paradigma demikian. Itu tidak semuanya benar. Paradigma yang salah harus dirubah. Kerja keras kita sering kali tidak terlihat, dan memang tidak perlu kita menyebut-nyebut apa keberhasilan kita.”
Lalu, bagaimana agar paradigma itu memberi nilai? “Paradigma adalah suatu spirit dari prinsip-prinsip yang dianut dalam suatu sistem. Karena itu, model atau pola pikir menghadapi suatu hal, dalam konteks kekinian harus terlihat ada perbaikan kearah lebih baik. Yang dulu kurang sekarang labih bagus. Maka, jelas tergantung cara pandang dan kedalaman informasi yang dimiliki seseorang. Misalnya, upaya konsisten dilakukan lewat interaksi dan komunikasi yang dialogis hingga memberikan penerangan pada cara pandangnya.”
Untuk itu, Saur menawarkan semangat belajar yang terus menerus. Merivew kembali pemahaman yang usang, dan menyesuaikan diri pada pemikiran yang baru. “Banyak hal yang dilakukan untuk membangun pemimpin yang menginspirasi. Misalnya, melalui pelaksanaan program diklat, dialog, seminar diskusi, dan penerapan sistim reward dan punishment. Artinya, yang membuat prestasi mendapat hadiah, dan yang melakukan kesalahan diberi peringatan.
Apa yang dikatakan Saur bersesuaian dengan apa yang dikatakan pakar kepemimpinan Stephen Covey, “If you want small changes, work on your behavior. But if you want quantum-leap changes, work on your paradigm.” Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, garaplah perilaku Anda. Tapi jika Anda menginginkan perubahan besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda.
“Ada cita-cita luhur dalam bekerja sebagai pamong negara. Bahwa bekerja sebagai abdi negara berarti melayani masyakat.” Tentu semangat pembelajaraan itu penting. Penerapan dan upaya tersebut akan melahirkan nilai kepemimpinan. Lewat mengasah diri, belajar terus-menerus, lewat pendidikan, dengan sendirinya pikiran akan terasah. Maka dari sana muncul imaji-imaji yang segar menjadi inspirasi.
Paling tidak bagi penulis lima buku ini, melihat bahwa dimensi belajar itu akan membawa; kecerdasan, kreatifitas, terampil, disiplin, dan etos kerja. Itu semua dihasilkan oleh ketekunan yang produktif mesti bersesuaian dalam karya kerja. “Pendidikan, agama, pergaulan, media massa, televisi, dan membaca buku harus bisa memberikan pemahaman baru,” ujar penyuka bacaan buku kepemimpinan ini. Untuk yang satu ini, buku-buku kepemimpinan terlihat bertumpuk rapi di atas meja kerjanya di gedung Kementerian Agama di Jalan M H Thamrin, Jakarta Pusat.
Keteladanan Pemimpin
Bekali-kali dia menyebut pemimpin harus bisa memberikan keteladanan. Dengan keteladanan akan memberikan dampak. ”Kemajuan satu lembaga tidak lepas dari sebuah keteladanan seorang pemimpinnya yang memiliki karakter inspirasional. Banyak lembaga sudah membuktikan hal ini. Melalui kepemimpinan yang inspiratif itu, mereka mengubah diri dari sebuah tim lemah yang diremehkan menjadi tim yang memberikan pengaruh,” ujar suami dari Kesina Berutu, ayah dari Nurcahaya Ethaliana dan Hotmaida Octania.
Sebagai pemimpin di Direktorat Jenderal Bimas Kristen Saur selalu teliti dalam segala hal. Termasuk membuat keputusan yang sifatnya menyakut harkat orang banyak. “Bukan birokratif, tetapi seluruhnya harus kita kerjakan seteliti mungkin, karena tugas yang kita emban adalah amanah dari negara. Ada etos di sana. Ketelitian juga adalah bagian dari etos,” ujarnya.
Dia seringkali menyebutkan jargon-jargon akan visi lembaga yang dipimpinnya. Hal ini dirasa penting untuk menimbulkan pemahaman mendalam, dan agar mudah diwujudkan dalam bentuk nyata oleh seluruh pegawai. Hal-hal seperti ini selalu ditanamkan pada benak seluruh pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Kristen dan jajarannya.
”Kadang-kala ada saja masalah yang bisa membawa emosi. Berbagai hal yang yang harus dihadapinya dengan pikiran yang jernih. Seluruhnya terukur dan terencana, harus diselesaikan dengan baik. Sebagai pemimpin, jika marah, tak boleh mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Bukan berarti pemimpin itu tidak boleh marah.”
Dia adalah sosok pekerja keras. Sepagi mungkin sebelum para staf hadir di kantor, pukul 6.00 WIB, dia sudah hadir lebih dahulu. Hal ini sudah menjadi kebiasaannya semenjak menjadi pegawai negeri, bukan setelah menjadi eselon satu saja. “Keteladanan yang diperlihatkan pemimpin akan menjadi bahasa yang tak tersirat, yang lebih berpengaruh menjadi model. Banyak pemimpin sudah membuktikan hal ini. Melalui keteladanan, kepemimpinan yang inspiratif itu, mereka mengubah diri ke arah yang lebih baik.”
Baginya, menjadi pejabat harus mampu menjadi inspirasi minimal di lingkungan yang dipimpin. “Kita harus mampu mengugah setiap orang di lingkungan kita. Dengan demikian, mereka akan antusias menunjukkan kinerja, dari sana akan lahir kesadaran untuk memberikan karya terbaik untuk bangsa.”
Inspirasional
Ketika seseorang sudah menjadi inspirasi bagi orang lain, maka sejatinya telah terjadi kepemimpinan. Dalam mengembangkan semangat inspirasional, baginya hanyalah persoalan kemauan saja. “Kalau kita mau pasti bisa. Pemimpin sudah seharusnya mau menunjukkan kinerja yang baik, kualitas kerja yang baik. Maka akan menjadi inspirasi bagi orang lain. Pemimpin yang demikian disebut pemimpin yang menginspirasi,” ujarnya.
Dia mencontohkan, para inspirator, pemikir besar di dunia ini, selain punya impian, mereka juga punya moment of the truth yang mampu menginspirasi orang lain. Mereka menjadi orang-orang besar karena terinspirasi oleh hal besar pula. “Inspirator itu kadang dimulai dengan hal-hal sepele, tetapi dengan ketekunan akan lahir keberhasilan; misalnya Thomas Alfa Edison telah membuktikannya. Bukankah Edison sebelumnya berkali-kali mengalami kegagagalan?”
Sebelum menemukan listrik, Edison dengan kesabaran dan ketekunan yang konsisten melakukan pekerjaannya. Niat baik itu akhirnya berbuah pada penemuan yang tidak mungkin dilupakan dunia, itulah listrik yang menerangi kita sekarang. Jadi, pemimpin bukan berarti tidak pernah gagal, tetapi dari kegagalan itu dia banyak belajar untuk tidak terjerembah pada kesalahan yang sama.
Konkritnya, dalam memimpin Ditjen Bimas Kristen, Saur optimis dan bersemangat, menjaga nuraninya tetap bersih, dan memiliki disiplin diri. Yakin akan panggilan dan tanggung-jawabnyaitu, sebagai pejabat. “Inti kepemimpinan itu pelayanan. Memimpin dan melatih para pelayan yang lain; jadi jabatan adalah ladang pelayanan menjadi sekolah yang tidak putus-putusnya. Belajar pada kehidupan, akhirnya seorang pemimpin menguatkan dan memberdayakan orang lain lewat teladan hidupnya.”

Menunjukkan Kualitas Seorang Pemimpin

Saur Hasugian, pria kelahiran Parlilitan, Sumatera Utara, 10 Oktober 1953 akhirnya menjadi Pgs. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menggantikan seniornya Jason Lase. Serah terima jabatan dilaksanakan di gedung Sasana Amal Bakti, Kementerian Agama RI, Jakarta, pada hari Senin, (2/8/10) oleh Menteri Agama Surya Darma Ali.

Acara serah terima sekaligus pelepasan tugas DR Jason Lase sebagai dirjen sebelumnya.
Suami dari Kesina Berutu, dan ayah dua puteri, Nurcahaya Ethaliana , 28 tahun dan Hotmaida Octania, 25 tahun, ini. Besar di Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang-Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Tetapi lewat Pengalaman dan kemampuannya dia telah dipercayakan memimpin berbagai jabatan.

Karier menjadi Pegawai Negeri Sipil dijejakinya mulai Guru Agama di Sekolah Teknologi Menengah Pematangsiantar. Kemudian menjadi Kepala Bidang (Kabid) Bimas Kristen Departemen Agama Sumatera Utara, tahun 1979. Berturut-turut mengisi berbagai posisi seperti Kepala Seksi, Kepala Bidang Pendidikan Agama Kristen Kantor Wilayah Departemen Agama- Sumatera Utara, lalu, Kepala Kantor Depag Kabupaten Toba Samosir, Kepala Kantor Depag Kab Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Sebelum menjadi Pgs. Dirjen Bimas Kristen, Saur Hasugian adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI. Pernah menjadi Plt Dirjen Bimas Kristen sebanyak 6 (enam) kali dalam rentang tahun 2005 – 2009.

Pendidikan Tinggi Teologia ditempuhnya di Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar dengan menyelesaikan program BA (Sarjana Muda PAK), Sarjana PAK, FKIP Universitas HKBP Nommensen dan Master Teologia dari STII Medan. Saur Hasugian, bersyukur atas dipercayakan jabatan tertinggi di Ditjen Bimas Kristen kepadanya. “Ini memang suatu kepercayaan sebagai amanat,” ujarnya.

Sebagai pejabat di lingkungan Kementerian Agama yang berkeinginan mengunjungi negara ke luar negeri untuk melihat negara luar mengelola agama. Beberapa negara yang dia kunjungi seperti ke Vietnam dalam rangka kunjungan balasan Pimpinan-pimpinan Keagamaan Vietnam Juli 2007. Bringham Young University UTAH Amerika Serikat, dalam rangka menghadiri undangan Acara Simposium International tentang Hukum dan Studi Agama, dengan ceramah Religion, Identity and Stability Viewed from The Christian Faith Conseption.

Sejak bertugas di Medan, Saur Hasugian telah menunjukkan kualitas seorang pemimpin yang handal. Dia pintar bergaul dan terbuka untuk semua pemimpin gereja aras nasional. “Kita harus sepakat untuk mendukungnya, dalam setiap doa. Agar tugas yang diembannya, tugas mulia itu dapat dijalankan dengan baik,” ujar pendeta Chris Marantika. Pendeta Chris sendiri dianggap Saur sebagai orangtua dan Dosennya yang senior itu.***Hotman J Lumban Gaol
Biodata
Nama : Drs. Saur Hasugian, M.Th.
Jenis kelamin : Laki-laki
Tempat/tgl. Lahir : Parlillitan, 10 Oktober 1953
Nama istri : Kesina Berutu, BA
Pemberkatan nikah : Gereja HKBP Serbelawan pada hari Minggu, 3 Mei 1981
Anak : Nurcahaya Ethaliana , 28 tahun dan Hotmaida Octania, 25 tahun

Pendidikan formal:
SD Negeri Parlilitan tahun 1966
SMP Negeri Parlilitan tahun 1969
SMA Negeri Sidikalang tahun 1972
S-1 FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar, Jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK) tahun 1982
S-2 Misiologi tahun 2005

Piagam Penghargaan:
Pembinaan Penataran Guru Agama KristenTingkat Kabupaten Simalungun :Tahun1980
Penataran P-4 Tipe A: Tahun 1980
Penataran Guru Agama K/P TK. SD, SLTP/SLTA: Tahun 1982
Pembinaan Guru Agama K/P TK. SD, SLTP/SLTA: Tahun 1983
Pembinaan Guru Agama K/P TK. SD, SLTP/SLTA: Tahun 1999
Pembina Tenaga Teknis Penyuluh Agama Utama Prov. Sumut: Tahun 1994
Pembinaan Tenaga Teknis Kanwil Depag Sumut: Tahun 1998
(Kelompok Keja PKHB)
Musyawarah Kerukunan Umat Beragama Prov. Sumut:Tahun 1998
Musyawarah Kerukunan Umat Beragama Prov. Sumut:Tahun 1999
Pembina Tenaga Fungsional Kanwil Depag Prov. Sumut, Medan: Tahun 1999
Kelompok Kerja Team Penyusun Buku TK, SD, :Tahun 2000 SLTP/SMU/SMK Provinsi Sumatera Utara
Pembina Tenaga Teknis Guru Sekolah Minggu Kab. Toba Samosir :Tahun 2001
Pembina Tenaga Teknis Penyuluh Agama Utama Kabupaten : Tahun 2001
Toba Samosir
Pembina Tenaga Teknis Penyuluh Agama Utama Kabupaten : Tahun 2001
Toba Samosir
Pembina Tenaga Teknis Musik Gereja LPPD Sumatera Utara : Tahun 2001
Kepanitiaan/Kegiatan Pusat yang dilaksanakan di daerah Provinsi Sumatera Utara
Tahun 1984 s/d 19-10-1993 sebagai Sekretaris Panitia Penataran TK. SD, SMP, SMA dan Dosen PTT/STT Pendidikan Agama Kristen.
Tahun 1994 s/d Oktober 2000, sebagai Ketua Panitia Penataran, Pertemuan, Konsultasi di Provinsi Sumatera Utara.
Pengalaman Jabatan Fungsional
Pembantu Rektor II Institut Teologi Abdi Sabda (ITAS) Medan Tahun 1984 s.d. 1988
Pembantu Rektor I Institut Agama Kristen Medan (IAKM) Tahun 1989 s.d. 1992
Dekan Fakultas PAK Institut Agama Kristen (IAKM) Tahun 1992 s.d 1994
Rektor Institut Agama Kristen Medan (IAKM) Tahun 1994 s.d Desember 1997
Dekan Fakultas PAK Institut Agama Kristen Medan (IAKM) Tahun 1997 s.d Desember 2000
Dosen pada Institut Teologi Abdi Sabda (ITAS) Medan Tahun 1983 s.d. 2000
Dosen pada Institut Agama Kristen Medan (IAKM) Tahun 1989 s.d Desember 2001
Dosen pada Institut Agama Kristen Protestan Sumatera Utara (IAKPSU) Tahun 1984 s.d 1999
Dosen pada Sekolah Tinggi Teologi Siloam (STTS) Medan, 1984 s.d 1988.
Dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STIKP) Riama Medan, 1988 s.d. 1992
Dosen pada Institut Teologi Keguruan Parulian (ITKP) Medan, 1989 s.d 1995
Dosen pada Sekolah Tinggi Teologi Oikumene (STTO) Medan, 1992 s.d 1994
Dosen/Honorarium pada Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung Tahun 2001 s.d. 2004
Anggota Badan Konsorsium Ilmu Teologi Kristen (BKITK) sejak Tahun 2005 s.d. sekarang.
Team Visitasi/Asesor pada Sekolah-sekolah Tinggi Teologi/PTAK sejak Tahun 2005 s.d sekarang.
Team Koordinasi penjamin mutu Perguruan Tinggi Agama Kristen (TKPMPTAK) sejak 2008 s.d sekarang.

Pendidikan dan Pengajaran
Memperoleh Ijazah S1 PAK dan S2 Misiologi
Memberi Kuliah/Tutorial/Menguji pada Institut/Fakultas:
Institut Agama Kristen Protestan Sumatera Utara (IAKPSU) Medan, 15 Tahun
Institut Teologi Abdi Sabda (ITAS) Medan, 17 Tahun
Sekolah Tinggi Teologi Siloam (STTS) Medan, 4 Tahun
Institut Teologi Keguruan Parulian (ITKP) Medan 6 Tahun
Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Riama Medan, 4 Tahun
Institut Agama kristen Medan (IAKM) Medan, 12 Tahun
Sekolah Tinggi Teologi Oikumene (STTO) Medan, 2 Tahun

Iklan

6 thoughts on “Saur Hasugian

  1. Puji syukur kepada Yesus Kristus atas berkat yang diberikan kepada Abanganda Drs Saur Hasugian MTh, semoga prestasi yang dicapai bisa menjadi pemicu semangat bagi pemuda/i Batak untuk berkarya/berkarir dan menjadi contoh untuk para generasi muda Batak, khususnya buat masyarakat Parlilitan..(Tempat Kelahiran Drs Saur Hasugian MTh ). tidak ada yang mustahil bagi Tuhan..! selamat…horas..njuah njuah

  2. Horas di abang ! Songon dia do kabar ni abang saonari ? Nunga lam sonang dung tombus cita-cita ni abang gabe Dirjen ate. Mauliate ma di Tuhanta, anggiat ma lam ditambai habisuhon dohot hahipason di abang laho mengemban tugas i. Sian ahu anggim : Sihar Simanullang , Pematangsiantar.

  3. Horas lae boha do khabar …..Tuhan memberkati dimanapun kita berada, hidup itu indah tepat pada waktunya…sai ditambai tuhanma dilae habisukon dohot ganjang niumur dohot diramoti sude keluarga sian kel Mananggor Berutu SE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s