Mika Panjaitan


Biodata:
Nama: Ir Mika Panjaitan
Tempat/tanggal lahir: Pematang Siantar, 2 Januari 1967
Nama Istri: Christine boru Siagian
Anak: 3 orang
Ayah: B Panjaitan (almarhum).
Ibu: E boru Siagian
Pendidikan: SD HKBP Pematangsiantar (1979). SMP Negeri 5 Pematangsiantar (1982). SMA Negeri 5 Medan (1985). Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (1990).
Pengalaman Kerja: BT/BVS Nukleus Medan (1986). BT.BVS Mitra Medan (1988). BT/BS Bioteknik Medan (1992). Bimbel Teknos Jakarta (1992-1994). Bimbel SSC Jakarta (1994-1999). Mitsubishi Motor Corporation (1995-1997). Lab Schooll Rawamangun (1995-2000). Pendiri Quantum Institut (QUIN)- (2000-sekarang).

Mika Panjaitan
SANG PIONER QUANTUM INSTITUTE
Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah. Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.

Kata-kata itu dikutif dari beranda maya lembaga bimbingan belajar bernama QUIN. Kata-kata yang mengairahkan para siswi di QUIN. Apa itu QUIN? Adalah Quantum Institute, didirikannya tahun 2000. Lembaga ini bergerak dalam bidang bimbingan belajar dan In House Training. Penggagasnya orang Batak, Ir Mika Panjaitan.

Sejak Mika mendirikan bimbel QUIN, lembaga ini muncul sebagai fenomena baru di dunia bimbingan belajar di Indonesia. Sebagai seorang pioner, pendiri dan penggagas, Mika melakukan terobosan melalui pembaharuan dalam proses belajar-mengajar di kelas. Menurut Mika, permasalahan belajar siswa adalah motivasi belajar yang kurang, serta minimnya informasi yang mereka terima mengenai teknik-teknik belajar yang baik dan efektif.

“Kami meninggalkan konsep lama yang konvensional, di mana siswa lebih giat dalam belajar, lebih cerdas, dan lebih percaya diri melalui metode belajar yang adaptif terhadap perubahan dan tuntutan zaman, kami sebut Quantum Method,” ujar Direktur Utama QUIN.

Sekarang ini QUIN berkembang pesat, sudah ada 23 cabang di Indonesia. Apa yang membuatnya maju pesat? “Sebagai bimbingan belajar, tugas kami adalah membantu siswa meningkatkan kecerdasan dan prestasi akademik, khususunya di jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan, sebagai pengelola In House Training, tugas kami adalah melakukan pelatihan kepada masyarakat luas, khusus mengenai cara-cara belajar yang sangat efektif,” ujar mantan guru di Lab School Rawamangun, ini.

Awalnya, Mika bersama-sama dengan beberapa rekannya “memburu” sumber-sumber pengetahuan mengenai pembelajaran terbaru dan menemukan sejumlah buku-buku, termasuk temuan-temuan terkini mengenai otak dan kecerdasan manusia- tentang cara-cara terbaik untuk belajar efektif dengan hasil yang menakjubkan.

“Intisari dari sejumlah sumber pengetahuan itulah yang dikombinasikan dalam kurikulum terpadu dengan teknik pengajaran,” ujar suami dari Christine boru Siagian, dan ayah dari tiga anak ini. Bagi dia menyadari sukses yang sebenarnya adalah keseimbangan. Kesimbang karier dan keluarga. Bagi Mika, keluarga adalah spirit dalam bekerja. Itu sebabnya sesibuk apapun dia, selalu menyempatkan keluarga.

Kesuksesan QUIN dalam menerapkan pembaharuan dalam belajar-mengajar merupakan suatu kebanggaan yang akan terus dijadikan sebagai pemacu semangat tim dalam beraktualisasi. Bagaimanapun, kepedulian QUIN terhadap pengembangan potensi anak-anak bangsa merupakan pengabdian tanpa batas?

“Sebagai bimbingan belajar, tugas kami adalah membantu siswa meningkatkan kecerdasan dan prestasi akademik, khususunya di jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan, sebagai pengelola In House Training, tugas kami adalah melakukan pelatihan kepada masyarakat luas, khusus mengenai cara-cara belajar yang sangat efektif,” tambahnya.

Lalu, bagaimana mengombinasikan nilai dari intisari sumber pengetahuan itu dalam kurikulum QUIN? “Kami melayani siswa dengan sepenuh hati, lalu progresif, proaktif dan selalu berpikir positif. Karena, pelayanan pengajaran sebagai tanggung jawab pengabdian.

Maka, kami melakukan hal yang benar dengan benar dilandasi kesadaran yang tinggi terhadap integritas dan kerjasama tim. Dan bagi kami, guru adalah profesi terhormat yang menuntut tanggung jawab yang hebat. Dengan demikian lewat proses belajar-mengajar, kami percaya potensi siswa luar biasa akan lahir,” ujar pria kelahiran Pematangsiantar, 2 Januari 1967.

Sebagaimana visinya, QUIN menciptakan kualitas dengan berpedoman pada Quantum Business, Total Quality Control, dan Total Quality Management yang meliputi: Kemampuan memberikan keandalan (realibility), Kemampuan melakukan perbaikan (serviceability), Menampung dan menindaklanjuti keluhan.

Profesionalisme dan keahlian melakukan pengukuran kualitas secara berkesinambungan. Program jasa yang dilaksanakan QUIN berpedoman pada Business Process pada setiap lini. QUIN menyadari bahwa kualitas dan pelayanan diperoleh berdasarkan kemampuan setiap lini meletakkan tujuan pribadi, komitmen, dan paradigma baru dalam bekerja yang selalu mengacu pada tujuan, misi, visi, komitmen, dan nilai-nilai yang dianut QUIN. Itulah keistimewaannya.

Lalu apa yang membuat bimbingan belajar ini berbeda dengan yang lain. Tentu guru berperan besar dalam proses belajar-mengajar? “ Guru harus profesional, motivator, pelayan, dan sangat ahli. Para guru rata-rata lulusan S1,S2 dan S3 lulusan perguruan tinggi negeri ternama dengan pengalaman minimal 5 tahun. Sangat menguasai bidangnya dan mampu menyederhanakan pelajaran sulit menjadi mudah. Mampu memotivasi dan memiliki budaya melayani sepenuh hati.”

Lalu bagaiman mengusuk semangat yang mengebu itu terus terjaga? “Kami punya visi, QUIN sebagai lembaga pendidikan non formal dengan reputasi terbaik di Indonesia dan menjangkau manca negara. Lalu, misi kami, membuka semua potensi bakat, ketrampilan dan kecerdasan siswa agar mereka dapat menjadi yang terbaik, pada bidang apa saja yang mereka inginkan. Komitmen kami, siswa dapat mewujudkan kesuksesan dalam pendidikan yang dicita-citakan. Karena itu harus ada pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan, harapan, dan kepuasan siswa dan orang tua. Kalau sudah demikian, penerapan metode belajar-mengajar yang efektif dan dikelola, otomatis akan mendapat pengakuan luas dari masyarakat dan pemerintah.”

Metode pelayanan apa yang dibuat agar QUIN dikenal publik? “Model pelayanan jasa yang diselengarakan QUIN adalah Pelayanan Sepenuh, berdaya tanggap, keteladanan, dan empati untuk melakukan tanggung jawab besar melebihi harapan siswa dan orangtua. Memenuhi segala permintaan, harapan, dan kebutuhan belajar siswa.”

Agar proses belajar bisa mengena QUIN menerapkan sikap belajar: SLANT dan menjangkau Keadaan Alfa yang terbukti efektif dalam pengajaran. Memperdengarkan musik klasik saat belajar, ini dipercaya untuk merangsang otak untuk terbuka dan reseptif pada informasi, menyeimbangkan otak kanan dan kiri serta membuka kunci emosional.

Proses belajar mengajar juga akan terlihat bimbel dirancang sedemikian rupa untuk merangcan imaji-imaji dari para siswa. Misalnya dengaan memajang gambar poster- poster tokoh dunia yang dirancang untuk membangkitkan semangat belajar. Dan ruang belajarnya juga merupakan ruang kelas full AC, bersih, dengan kapasitas terbatas mulai dari 10 siswa.

QUIN tidak saja konsisten dan personal untuk mengarahkan siswa agar memiliki tujuan yang jelas dan membangun kebiasaan yang positif dan efektif. Tetapi juga menuntun siswa untuk percaya pada diri sendiri dan yakin untuk sukses. Dan yang terpenting adalah QUIN yang didirikan Mika ini memdorong semua siswa punya pengetahuan yang luar dan punya moral yang tinggi.

QUIN sekarang sudah dikenal sebagai bimbel yang mengatarkan 90 persen muridnya tembus ke perguruan tinggi negeri ternama seperti UI, ITB, dan Gajah Mada. Tetapi perjalan menbangun lembaga ini bukan tanpa halangan. Di tahun awal berdirinya sempat terseok-seok, dan hampir tutup. Jatuh tetapi bangkit kembali. Mika memang tak mau kalah, pengalaman pahit itu dia jadikan cambuk.***Hotman J Lumban Gaol

‘Entrepreneur Sejati’ harus Tahan dan Sabar

Menjadi seorang entrepreneur  tidaklah susah. Tetapi yang susah itu menjadi entrepreneur sejati dan tangguh. Menjadi entrepreneursejati tidak-bisa-tidak harus dimiliki ketahanan dan kesabaran. “Hal yang harus dimiliki seorang entrepreneur sejati adalah hanya dua; sabar dan tahan. Sabar berarti sabar melakukan sesuatu dengan fokus. Lalu, tahan berarti kemampuan bertahan dalam sebuah perjuangan, itu saja,” ujar Mika Panjaitan, pendiri Quantum Institut (QUIN) memulai perbincangan dengan Narwastu Pembaruan.

Apa itu QUIN? Adalah lembaga bimbingan belajar disingkat bimbel. Kini, QUIN berkembang pesat. Sudah ada 23 cabang di seluruh penjuru nusantara. Awalnya, Mika bersama-sama dengan beberapa rekannya “memburu” sumber-sumber pengetahuan mengenai pembelajaran terbaru dan menemukan sejumlah buku-buku, termasuk temuan-temuan terkini mengenai otak dan kecerdasan manusia. Tentang cara-cara terbaik untuk belajar efektif dengan hasil yang menakjubkan.

Sebagai seorang pioner, Mika dan teman-temannya kemudian mewujudkannya menjadi sebuah program itu menjadi bimbingan belajar disebut QUIN. Mika tidak berlama-lama membuat eksen. “Begitu program ini dirancang, langsung tancap gas,” kata pengagum Jusuf, ayah Tuhan Yesus. “Saya sangat simpati dengan apa yang dikerjakan Yusuf. Apa yang dia dengar, disuruh lewat mimpi, seluruhnya dia kerjakan. Dengar lalu laksanakan, tanpa membantah. Bagi saya, jika melakukan terobosan perlu hati yang mendegar lalu laksanakan. Itu proses pembelajaran yang baik, dan itu juga yang saya terapkan dalam bekerja,” katanya.

Sebagaimana visinya, QUIN menciptakan kualitas dengan berpedoman pada Quantum Business, Total Quality Control, dan Total Quality Management yang meliputi: Kemampuan memberikan keandalan, Kemampuan melakukan perbaikan (serviceability), Menampung dan menindaklanjuti keluhan. Profesionalisme dan keahlian.

Model bisnis yang diterapkan adalah pelayanan jasa yang diselengarakan QUIN adalah pelayanan sepenuh; berdaya tanggap, keteladanan, dan empati untuk melakukan tanggung jawab besar melebihi harapan siswa dan orangtua. Memenuhi segala permintaan, harapan, dan kebutuhan belajar siswa. Maka, tak heran dari bisnis ini meraup banyak pulus.

Memadukan bisnis dengan pelayanan lewat proses belajar mengajar, hal itu terlihat di bimbel QUIN. Dirancang sedemikian rupa untuk merangcang imajinasi para siswa. Misalnya dengaan memajang gambar poster- poster tokoh dunia yang dirancang untuk membangkitkan semangat belajar.

Keistimewaan lembagai ini. Menyadari bahwa kualitas dan pelayanan diperoleh berdasarkan kemampuan setiap lini meletakkan tujuan pribadi, komitmen, dan paradigma baru dalam bekerja yang selalu mengacu pada tujuan, misi, visi, komitmen, dan nilai-nilai yang dianut QUIN.

Bimbel QUIN melayani siswa dengan sepenuh hati, lalu progresif, proaktif dan selalu berpikir positif. Karena, pelayanan pengajaran sebagai tanggung jawab pengabdian. “Kami melakukan hal yang benar dilandasi kesadaran yang tinggi terhadap integritas dan kerjasama tim. Dan bagi kami, guru adalah profesi terhormat yang menuntut tanggung jawab yang hebat. Dengan demikian lewat proses belajar-mengajar, kami percaya potensi siswa luar biasa akan lahir,” terang pria kelahiran Pematangsiantar, 2 Januari 1967.

“Sebagai bimbingan belajar, tugas kami adalah membantu siswa meningkatkan kecerdasan dan prestasi akademik, khususunya di jenjang pendidikan SMP dan SMA. Dan, sebagai pengelola in house training, tugas kami adalah melakukan pelatihan kepada masyarakat luas, khusus mengenai cara-cara belajar yang sangat efektif,” tambahnya.

Mikhayehu

Nama Mika atau Mikha sendiri diperpendek dari Mikhayehu yang artinya siapakah seperti Tuhan (Yahweh)? Dalam kitab Perjanjian Lama nama ini juga disebut-sebut sebagai nama seorang nabi. Bagi Mika nama itu dipilih sang kakek seorang guru zending bernama Guru Gerhard Panjaitan. Konon, ketika masih dalam kandungan, ibu Mika, meminta pada mertuanya nama untuk anaknya kelak. Konon ibunya berharap anak ini kelak menjadi pendeta.

Lulus Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (1990), tidak menjadi pendeta yang melayani jemaat memang tidak menang jalan hidupnya. Tetapi, menjadi pendeta di jalur bimbingan belajar QUIN. Apa yang sudah diniatkan ibunya, bila melihat usaha bimbingan belajar yang digeluti Mika, serasa menemukan kebenarannya. “Pendeta itu melayani, memberikan pendidikan untuk orang banyak. Pendeta tidak harus berkotbah di altar, tetapi lewat tugas dan panggilan kita bisa menjadi pendeta,” ujar tim pengarah di HKBP Jalan Asem, Kebayoran Lama ini.

Bagi dia menyadari sukses yang sebenarnya adalah keseimbangan. Kesimbang karier dan keluarga. “Keluarga nomor satu. Itu sebabnya, saya buat kantor pusat di rumah. Kantor adalah rumah-rumah adalah kantor, itu bagi saya. Karena dengan demikian saya bisa memantau anak-anak. Saya ingin dekat dengan anak-anak, saya ingin menjadi telanda bagi anak-anak saya. Saya pingin menjadi idola mereka,” ujar ayah tiga anak (Hana, Nicholas, Grimonia), dan suami dari Christine boru Siagian, ini.

Sementara dalam etos bekerja di QUIN, Mika banyak belajar dari etos Jepang. “Jepang salah satu negara dengan etos yang tinggi dalam berkerja. Kita boleh belajar banyak dari Jepang mereka tinggi semangat kerja. Saya banyak belajar dari orang-orang Jepang dalam bekerja. Kalau kita lihat, mereka meninggalkan konsep lama yang konvensional, di mana karyawan bergiat dalam bekerja,” ujar mantan karyawanMitsubishi Motor Corporation (1995-1997).

Dia mengimani, dengan memberikan secara tulus, menanam dengan baik akan memanen kemudian. Karena dengan demikianlah kita dapat membangun apa yang kita dapat. “Saya tahu untuk menjadi sukses itu sangat sulit. Perlu proses. Sangat amat sulit, tetapi bisa kalau kita memulai. Apalagi dilandasi dengan tujuan yang jelas. Saya kira, dengan kita mau keluar dari zona nyaman, maka kita bisa keluar melewati kesulitan. Dengan demikian kita bisa menjadi manusia luar biasa.”

“Kalau kita sudah putuskan menjadi pengusaha, dua hal yang harus dipegang, mau dan mampu. Kalau kita mampu tetapi tidak mau itu tidak bakal terwujud, dan juga sebaliknya. Kalau kita tidak mampu tetapi mau juga tidak juga terwujud. Selanjutnya, sebagai orang Kristen harus kita harus mempunyai harapan (cita-cita) kasih dan iman,” ujar penikmat musik klasik ini.

Menjadikan lembaga ini terus naik, bukan tanpa hambatan. Satu waktu, di Bogor QUIN ini diisukan pemiliknya orang Kristen. Apa pasal? Ternyata isu itu disebarkan oleh bimbel yang merasa gerah atas kehadiran QUIN di Bogor. “Sempat ditolak, karena isu itu. Tetapi bagi kita itu bukan hambatan, tetapi peluang untuk terus menata diri. Saya sebut tantangan untuk menguji iman saya sebagai pengikut Kristus,” jawabnya mantap.

Kini, QUIN bukan hanya maju secara bisnis. Tetapi lebih dari itu, sekarang dikenal sebagai bimbel yang sukses mengatarkan 90 persen muridnya tembus ke perguruan tinggi negeri ternama seperti UI, ITB, dan Gajah Mada. Padahal, dulu membangun lembaga ini bukan tanpa halangan. Di tahun awal berdirinya sempat terseok-seok, dan hampir tutup. Jatuh tetapi bangkit kembali.

Sebelum menjadi menirikan QUIN sudah banyak melanglang buana di berbagai pekerjaan kerja: di  BT/BVS Nukleus Medan (1986), di BT.BVS Mitra Medan (1988). BT/BS Bioteknik Medan (1992), Bimbel Teknos Jakarta (1992-1994), Bimbel SSC Jakarta (1994-1999). Mitsubishi Motor Corporation (1995-1997). Lab Schooll Rawamangun (1995-2000). Lalu, kemudian tahun 2000 mendirikan Quantum Institut hingga sekarang.

Itulah  Mika “Mikhayehu” memang tak mau kalah. Pengalaman pahit dia jadikan cambuk. Tahan banting dan sabar menanggu seluruh proses yang sedang berjalan. Menjadi seorang entrepreneur sejati harus mampu bertahan dan mampu bersama, itu kiatnya.***Hotman J. Lumban Gaol

Iklan

Marganti Manullang


PROFIL WAKIL BUPATI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

1. NAMA : Drs. MARGANTI MANULLANG

2. N I P : 140080976

3. TEMPAT / TANGGAL LAHIR : DOLOK SANGGUL, 24 JANUARI 1955.

4. PANGKAT GOLONGAN : PENATA TK. I / III. D

5. JABATAN : WAKIL BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN

6. STATUS KEPEGAWAIAN : P N S DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

7. STATUS PERKAWINAN : KAWIN

8. NAMA ISTERI : TIURMA BR. MANIK

9. ANAK : 4 ORANG

: 3 LAKI-LAKI

: 1 PEREMPUAN

10. ALAMAT SEKARANG :

Alamat Rumah Jl.Martabe No.1 Doloksanggul

Kecamatan Doloksanggul

Kabupaten Humbang Hasundutan

Provinsi Sumatera Utara

Telp (0633) 31410

Alamat Kantor Jl.Veteran Kompleks Tanah Lapang

Kecamatan Doloksanggul

Kabupaten Humbang Hasundutan

Provinsi Sumatera Utara

Telp (0633)31103

II. RIWAYAT PENDIDIKAN

SD. Negeri Sihite 1969
SMP. Negeri Dolok Sanggul 1972
S. P . R .A Medan Kesehatan 1976
SGP/B/PKM Surabaya Kesehatan 1981
Akademi Keperawatan Medan Kesehatan 1998
Sarjana Pendidikan + AKTA IV Medan Pendidikan 1996

III. RIWAYAT PEKERJAAN
NAMA JABATAN

WAKTU / LAMANNYA

Kepala Seksi Pendidikan Perawatan Khusus

Bendaharawan Bagian Proyek Pendidikan Bidan

Kepala Bagian Tata Usaha SPK Dep.Kes. R I Pematang Siantar.

Kepala SPK Pemerintah Kabupaten Dairi

Direktur Akademi Keperawatan (AKPER) Pemerintah Kabupaten Dairi

Wakil Buapti Humbang Hasundutan 2005 s/d Sekarang Mendagri

Maddin Sihombing


Biodata Bupati Humbang-Hasundutan

1. Nama Lengkap Drs. MADDIN SIHOMBING, M.Si
2 Tanggal Lahir 06 MEI 1946
3 Umur 65 TAHUN
4 Tempat Lahir
Desa PARULOHAN
Kecamatan LINTONGNIHUTA
Kabupaten TAPANULI UTARA
Provinsi SUMATERA UTARA
5 Jenis Kelamin LAKI-LAKI
6 Agama KRISTEN PROTESTAN
7 Status Perkawinan KAWIN
8 Alamat Rumah RUMAH DINAS BUPATI PEMKAB HUMBANG HASUNDUTAN
9 Alamat Kantor KANTOR BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN

II. PENDIDIKAN

1 DI DALAM NEGERI
Formal: SR LINTONGNIHUTA
SLTP JAKARTA
SMA BOGOR
SARJANA (UNIV JAKARTA)
MAGISTER (UNPAD) DI BANDUNG
Kursus/Pelatihan SEPADYA
SESPANAS

2 DI LUAR NEGERI
Formal –
Kursus/Pelatihan TRAININGA DI BIDANG PERTAMBANGAN (NATTENDED A MINERAL RESOURCE MANAGEMENT INFORMATION EXCHANGE PROGRAMME CONDUCTED)
TRAINING DI BIDANG LINGKUNGAN DAN PERTAMBANGAN (THE MINING AND ENVIRONMENTAL MANAGEMENT TEACHING AND TRAINING FIELD TRIP CANADA)

III. RIWAYAT PEKERJAAN
1 STAF PADA SEKSI INFORMASI INDUSTRI DAN PERTAMBANGAN DITJEN PUOD DEPDAGRI
2 PJ. KASI INFORMASI INDUSTRI DAN PERTAMBANGAN DITJEN PUOD DEPDAGRI
3 KASI PERTANIAN DAN PERTAMBANGAN DITJEN PUOD DEPDAGRI
4 KASI HUBUNGAN KERJA SAMA DITJEN PUOD DEPDAGRI
5 PJ. KASUBDIT BINA PEMERINTAHAN UMUM DEPDAGRI
6 KASUBDIT BINA OTDA BIDANG II DEPDAGRI
7 KASUBDIT BINA OTDA LINGKUNGAN PERTANIAN DAN INDUSTRI DEPDAGRI
8 KABAG PERENCANAAN SEKRETARIAT DITJEN PUOD DEPDAGRI
9 KASUBDIT BINA PENYERTAAN MODAL DAERAH DIREKTORAT KEUANGAN DAERAH DEPDAGRI
10 SEKRETARIS DAERAH TINGKAT II KAB. DAIRI
11 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN DAIRI
12 BUPATI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

IV. PENGALAMAN JABATAN
1 PJ. KASI INFORMASI INDUSTRI DAN PERTAMBANGAN DITJEN PUOD DEPDAGRI
2 KASI PERTANIAN DAN PERTAMBANGAN DITJEN PUOD DEPDAGRI
3 KASI HUBUNGAN KERJA SAMA DITJEN PUOD DEPDAGRI
4 PJ. KASUBDIT BINA PEMERINTAHAN UMUM DEPDAGRI
5 KASUBDIT BINA OTDA BIDANG II DEPDAGRI
6 KASUBDIT BINA OTDA LINGKUNGAN PERTANIAN DAN INDUSTRI DEPDAGRI
7 KABAG PERENCANAAN SEKRETARIAT DITJEN PUOD DEPDAGRI
8 KASUBDIT BINA PENYERTAAN MODAL DAERAH DIREKTORAT KEUANGAN DAERAH DEPDAGRI
9 SEKRETARIS DAERAH TINGKAT II KAB. DAIRI
10 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN DAIRI
11 KETUA DPC KORPRI KABUPATEN DAIRI
12 BUPATI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

V. TANDA JASA/PENGHARGAAN
1 SATYA LENCANA KARYA 20 TAHUN
2 PIAGAM PEMBINA PENATARAN TINGKAT INSTANSI PUSAT DEPDAGRI TYPE A
3 PIAGAM PENGHARGAAN PADA RAPAT KOORDINASI DAN DISIPLIN KERJA APARATUR NEGARA
4 PIAGAM PENGHARGAAN DALAM SEMINAR GONDOK DAN KRETIK ENDEMIK NASIONAL II
5 PIAGAM PENGHARGAAN PADA LOKAKARYA NASIONAL PROSPEK PENGEMBANGAN SEKTOR PERUSAHAAN KECIL DALAM PELITA V”
6 PIAGAM PENGHARGAAN PADA SEMINAR LOKAKARYA PENGEMBANGAN DAN PENGALAMAN PENYELENGGARAAN PERCONTOHAN OTD TINGKAT II
7 PIAGAM PENGHARGAAN PADA LOKA-KARYA I PERSIAPAN DAN IMPLEMENTASI UU NO. 22 TAHUN 1999 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
8 PIAGAM PENGHARGAAN PADA SEMINAR OTDA PERWUJUDAN OTDA DALAM RANGKA MEMANTAPKAN PEMERINTAH DAERAH MENYONGSONG ERA GLOBALISASI DAN ABAD 21
9 PIAGAM PENGHARGAAN PADA SEMINAR SEHARI AIR BAWAH TANAH PERANAN KONSERVASI AIR TANAH DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN NASIONAL DAN DALAM RANGKA OTONOMI DAERAH
10 PIAGAM PENGHARGAAN PADA SOSIALISASI PP PENDUKUNG PELAKSANAAN OTDA
11 PIAGAM PENGHARGAAN PADA SEMINAR STRATEGI PEMBINAAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT UNTUK MENCAPAI KETAHANAN DAN KEAMANAN PANGAN MASYARAKAT
12 PIAGAM PENGHARGAAN SEBAGAI PENGURUS KORPRI DEPDAGRI
13 PIAGAM PENGHARGAAN PADA PENATARAN PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA BAGI PEJABAT ESELON III DI LINGKUNGAN DEPDAGRI
14 PIAGAM PENGHARGAAN PADA PENATARAN KEWASPADAAN NASIONAL ANGKATAN KE-XX
15 PIAGAM PENGHARGAAN PADA SEMINAR NASIONAL RENCANA REVISI UU OTDA
16 CERTIFY HAS ATTENDED A MINERAL RESOURCE MANAGEMENT INFORMATION EXCHANGE PROGRAMME CONDUCTED
17 CERTIFY HAS SUCCESFULLY COMPLETED THE MINING AND ENVIRONMENTAL MANAGEMENT TEACHING AND TRAINING FIELD TRIP CANADA

VI SIMPOSIUM/LOKAKARYA/SEMINAR
1 DALAM NEGERI PENATARAN PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA BAGI PEJABAT ESELON III DI LINGKUNGAN DEPDAGRI
PENATARAN KEWASPADAAN NASIONAL ANGKATAN KE-XX
PENATARAN TINGKAT INSTANSI PUSAT DEPDAGRI TYPE A
RAPAT KOORDINASI DAN DISIPLIN KERJA APARATUR NEGARA
SEMINAR GONDOK DAN KRETIK ENDEMIK NASIONAL II
LOKAKARYA NASIONAL PROSPEK PENGEMBANGAN SEKTOR PERUSAHAAN KECIL DALAM PELITA V
SEMINAR LOKAKARYA PENGEMBANGAN DAN PENGALAMAN PENYELENGGARAAN PERCONTOHAN
OTD TINGKAT II
LOKAKARYA I PERSIAPAN DAN IMPLEMENTASI UU NO. 22 TAHUN 1999 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
SEMINAR OTDA PERWUJUDAN OTDA DALAM RANGKA MEMANTAPKAN PEMERIN-TAH DAERAH MENYONGSONG ERA GLOBALISASI DAN ABAD 21
SEMINAR SEHARI AIR BAWAH TANAH PERANAN KONSERVASI AIR TANAH DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN BERKELAN-JUTAN NASIONAL DAN DALAM RANGKA OTONOMI DAERAH
SOSIALISASI PP PENDUKUNG PELAKSA-NAAN OTDA
SEMINAR STRATEGI PEMBINAAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT UNTUK MENCAPAI KETAHANAN DAN KEAMANAN PANGAN MASYARAKAT
SEMINAR NASIONAL RENCANA REVISI UU OTDA
2 LUAR NEGERI –

VII KETERANGAN KELUARGA

1 Nama Istri ANNY ROSMA NAPITUPULU, BA
Tanggal Lahir 20 FEBRUARI APRIL 1949
Tempat Lahir BALIGE
Agama KRITEN PROTESTAN
Tanggal menikah 23 MARET 1974
Pekerjaan PENSIUN PNS
2 Nama Anak GENESIS PARSADAAN SIHOMBING
Jenis Kelamin LAKI-LAKI
Tanggal Lahir 29 JUNI 1988
Tempat Lahir JAKARTA
Agama KRITEN PROTESTAN
Pekerjaan PELAJAR

VIII KETERANGAN ORGANISASI

1 Semasa mengikuti Pendidikan
SLTA ORGANISASI SISWA (OSIS)
Pendidikan Tinggi DEWAN MAHASISWA UNIV. JAKARTA
2 Sesudah mengikuti Pendidikan KORPRI DEPDAGRI
KORPRI KABUPATEN DAIRI
3 Keanggotaan dalam Organisasi Politik –
Keanggotaan dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) –

Dr Naek Tobing


Dr Naek L Tobing

STIE Tri Bhakti, Memberantas Kemiskinan

Sejak tahun 1996, kota administratif Bekasi ditingkatkan statusnya menjadi kotamadya. Seiring pertambahan penduduk dan kawasan pemukiman. Kota Bekasi berkembang menjadi kawasan sentra industri dan kawasan tempat tinggal kaum urban. Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50 persen sudah menjadi kawasan efektif perkotaan. Di Bekasi industri berkembang pesat.

Asumsinya ke depan Kota Bekasi pasti banyak karyawan membutuhkan lembaga pendidikan. Prediksi itu benar. Naek Lumban Tobing, mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tri Bhakti 15 tahun lalu kawasan segitiga emas Bekasi, Sentra Niaga Kalimalang. Sekolah yang dinaungi Yayasan Bina Bahagia resmi mulai bediri, 7 Agustus 1996. Berdekatan dengan tanggal kelahiran pendirinya yang dikenal Dr Naek Tobing, Samosir, 14 Agustus 1940.

Naek sebelum dokter terkenal, dulunya adalah seorang guru. Sejak kuliah di fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara dia sudah aktif mengajar. “Saat itu ada sekolah gereja Metodist di Medan, guru-gurunya yang berasal dari luar negeri dipulangkan. Sambil kuliah sembari mengajar. Sejak dulu memang saya menikmati betul mengajar. Saya mengajar biologi, walau sebenarnya saya lebih suka mengajar mata pelajaran kimia,” ujar pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Bhakti dan Ketua Yayasan Bina Bahagia.

Cita-citanya remaja adalah tentara. Tahun 1958 dia berencana mendaftar masuk Akademi ABRI. Tetapi karena waktu itu terjadi pemberontakan di Tapanuli, surat lamaran dan berkas-barkas yang lain hilang. Urung masuk tentara, Naek ikut salah satu famili, seorang dokter. Selain biasa membantu dan melayani pasien di klinik familinya, Naek berkesempatan membaca berbagai buku mengenai kesehatan. Buku kebidanan menarik perhatiannya. Selain mudah dibaca karena berbahasa Indonesia. Dari sana hatinya tertarik kuliah di kedokteran.

Lulus sekolah kedokteran Naek menjadi dokter, profesi guru sementara dia tinggalkan. Naek ditempatkan menjadi dokter di Tanjung Balai. Mengapa tertarik mendirikan sekolah ekonomi, bukan kedokteran? “Saya mendirikan sekolah karena ada idealisme, saya dulu berpikir belum ada sekolah orang Batak yang bagus. Padahal, saya lihat orang Batak itu termasuk orang yang berambisius, punya semangat terhadap pendidikan, tetapi tidak ada sekolah yang bagus punya orang Batak. Lalu dasar itulah yang saya ingin mendirikan sekolah,” ujar anak mantan Demang di Samosir, cicit dari Raja Pontas Tobing (Pontas Tobinglah yang pertama raja yang menyambut Nommensen untuk di daerah Silindung).

Cerita awalnya sebelum membangun STIE Tri Bhakti, Naek sebenarnya ingin mendirikan sekolah SD sampai SMA, tetapi tidak mendapai izin dari pemerintah daerah Bekasi waktu itu. Tapi dia tidak patah arang, malah kemudian mengajukan izin untuk sekolah tinggi. “Saya tidak putus asa, izin sekolah ditolak, saya mengusulkan mendaftar sekolah tinggi, nyatanya diterima,” katanya.

“Saya lama pertimbangkan. Kalau membangun sekolah kedokteran itu tidak tanggung-tanggung biayanya besar. Fasilitasnya pun tidak boleh main-main. Saya berpikir, yang terbaik adalah mendirikan sekolah tinggi ekonomi. Karena kalau banyak lulusa ekonomi yang baik pasti bisa mengatasi kesenjangan ekonomi sekarang ini,” ujar tokoh yang dikenal seorang ahli seksologi, dan pengarang dari buku Seks Pranikah, Seks Extramarital, dan Membangun Keharmonisan Suami-Istri, ini.

Pengalaman membangun sekolah bukan tanpa halangan. Dulunya sekolah ini hanya menyewa di ruko. Kemudian meningkat memiliki gedung tetap, tiga ruko disatukan satu gedung, yang sampai saat ini digunakan. Tahun 2013 ini, sekolah ini akan membangun kampus besar bernama kampus masa depan di daerah Cut Mutiah, Bekasi. “Saya pikir tidak masalah memulai di ruko, saya masih ingat waktu saya kuliah permulaan di USU. Ruangan belajar kita waktu itu di gudang, baru belakangan gedungnya dibangun.”

Alumninya? “Sampai saat ini tamatan dari STIE Tri Bhakti sudah diserap di berbagai bidang pekerjaan. Ngga ada alumni dari sekolah kita menganggur, semuanya bekerja. Kecuali ibu rumah tangga, kuliah untuk mengisi waktu luang saja,” ujarnya dengan bangga. Menurut Naek seluruh alumni sekolah ini berbagai peofesi, ada yang bekerja menjadi akuntan, menjadi manajer, karyawan di bank, dan membuka usaha.

Obsesi Anda untuk STIE Tri Bhkati? “Prinsip saya sekolah ini harus bisa sama kualitasnya dengan kampus di luar negeri, itu obsesi kita ke depan. Menjadi the best, menjadi nomor satu. Kita harus yakin bisa, asal ada kerja keras, sipirit dan ingeritas, itu bisa terwujud. Bagi saya, satu cara terbaik melawan kemiskinan adalah dengan sekolah. Kenapa? Karena dengan pendidikan mata dan hati kita terbuka. Bisa menciptakan pekerjaan dan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.

Bagi Naek sejak awal mendirikan sekolah ini, kualitas menjadi tujuannya. Pemberian gelar tanpa pernah kuliah, yang banyak diumbar saat ini ini menurutnya adalah racun bagi pendidikan. “Pemberian gelar tanpa belajar adalah racun bagi pendidikan. Kelihatan diluar bagus, padahal kropos di dalam, katanya. Tujuannya mendirikan sekolah itu bukan uang.”

“Sampai saat ini saya belum pernah dapat uang dari sekolah ini yang ada malah saya membantu. Yang saya lakukan hanya melayani. Kalau nanti pundi-pundi kita bertambah itu soal lain. Saya lakukan adalah bagaimana menjadi sekolah ini dikenal dengan kualitasnya. Kita butuh memang mahasiswa yang banyak, tetapi mahasiswa yang mau belar, bukan mahasiswa tidak mau belajar. Mahasiswa kita tekankan mampu berbahasa Inggris, karena ke depan orang yang bisa bahasa Inggris cepat mendapat pekerjaan. Itu sebabnya di sekolah ini diajarkan bidang studi ini 6 semester. Pemikiran itu kita lihat, setiap perusahaan besar selalu punya jaringan dengan luar, artinya bahasa Inggris sekarang menjadi kebutuhan,” tambahnya.

STIE Tri Bhakti sudah terakreditasi “B”. Saat ini mahasiswanya 400 orang yang terbagai dalam dua bidang studi. SI Manajemen, S1 Akutansi, D3 Manajemen dan D3 Akutansi. Bukan sukuisme, tetapi nyatanya 50 persen dosennya orang Batak, mahasiswa pun sekitar 55 persen orang Batak. Sudah 600-an lulusan aumni dari sekolah STIE Tri Bhakti ini.

Tri Bhakti sendiri lambang dari staf, mahasiswa, dan dosen; ketiganya harus saling mengabdi, berbakti. Dengan sistem belajar yang tepat, tenaga pengajar berkualitas dan keunggulan-keunggulan lainnya, menjadikan STIE Tri Bhakti sebagai tempat yang tepat untuk merajut masa depan gemilang.***Hotman J Lumban Gaol, dimuat di BATAKPOS