Pontas Pardede


Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara pada tanggal 24 Maret 1953. Berpendidikan di Sekolah Musik Negeri Medan Indonesia pada tahun 1968 sampai 1972. Dia pindah ke Jakarta pada tahun 1977 untuk melanjutkan pendidikan di Akademi Sinematografi, Institut Kesenian Jakarta. Lalu ia menambahkan ilmu dengan mengikuti berbagai seminar, lokakarya, kelas master antara lain: Melakukan Kursus Intensif Yamuger oleh Jan Pasweer, dan Masterclass oleh Prof Andre de Quadros.

Sejak tahun 1982, ia bergabung dengan Yayasan Musik Gereja (Yamuger), dan anggota Tim Inti Nyanyian Gereja (TING) Yamuger berpartisipasi menerbitkan beberapa buku. 2001 sampai 2005, beliau menjabat sebagai Sekretaris Kedua Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN). Pernah membangun paduan suara di wilayah Indonesia, antara lain: Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua, Bali, Kepulauan Riau dan lain-lain. Aktif juga sebagai mentor dalam paduan suara gereja, masyarakat, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta. Selama berkarir di musik, prestasi atau penghargaan yang pernah dicapai: memenangkan kontes Bintang Radio dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada tahun 1982 menjadi 1987 untuk kategori seriosa, sebagai penulis lagu terbaik dan mendapat penghargaan di kontes lagu Pesparawi Nasional 2000, 2002, dan 2005.

Dia adalah seorang komponis produktif yang menciptakan komposisi paduan suara, Solo, berbagai himne, dan berbaris di beberapa lembaga serta mengaransir lagu aktif untuk komposisi Paduan Suara. Beberapa kali juri nasional untuk Pesparawi, Pesparawi Mahasiswa Nasional dan Nasional. Lima dari lagu yang bekerja di sana di buku lagu Pelengkap Kidung Gereja (PKJ), dan satu set lagu-lagu paduan suara, ia telah menerbitkan karya-karya Yamuger, di bawah judul karya Koleksi Lagu Kuno paduan suara Pontas, yang diterbitkan pada tahun 2006.

Iklan

Bigman Sirait


Pertobatan adalah kata penting bagi seorang Kristen, dan itulah yang saya alami pada bulan Juli 1981.

bigman sirait

Hidup dalam kegelapan dosa, mulai dari perkelahian hingga berbagai tindakan tak terpuji lainnya. Puji Tuhan karena kemurahan-Nya, Tuhan menjamah dan mengubah hidup saya yang dulu gelap. Di tahun yang sama Tuhan menempatkan saya melayani di lingkungan dunia anak-anak yang tidak pernah saya sukai. Sebagai orang yang kasar saya tak bisa ramah pada anak-anak sebagaimana yang saya alami ketika masih anak-anak, dikasari oleh yang lebih tua. Melayani di sekolah minggu sungguh sebuah realita yang tak pernah terbayangkan. Aneh tapi nyata, mungkin itu judul yang pas atas pengalaman ini.

Terus melayani di sekolah minggu, tahun 1984 Tuhan bermurah hati memakai saya untuk juga melayani remaja dan kemudian pemuda. Terus melayani di komisi remaja, pemuda dari berbagai gereja, lalu dari kampus ke kampus, hingga akhirnya dari kantor ke kantor dalam persekutuan karyawan. Juga melayani di berbagai retret, seminar hingga KKR. Tuhan bawa saya melayani diberbagai bidang dan lokasi diseantero jabodetabek.

3 Oktober 1987 Tuhan mempersatukan saya dengan kekasih yang sama-sama melayani sekolah minggu, yaitu Greta Mulyati DS. Sekarang kami diberkati dengan 3 anak-anak yang menyenangkan,
Kezhia Bianta (13.08.88), mengambil kuliah jurusan musik yang memang digemarinya.
Lalu Keithy Dorothy (23.04.90), mengambil kuliah kedokteran, karena terinspirasi ingin melayani orang susah dipedesaan.
Yang bungsu Kennan Jonathan (04.07.94),lulus SMP tahun 2009 dengan preestasi tiga besar dan melanjut ke SMA BPK Penabur, dia rindu menjadi hamba Tuhan, itu pergumulannya.

Pada tahun 1995 saya melepas seluruh bisnis yang sedang berkembang untuk masuk sekolah teologi di STTRII Jakarta, untuk kemudian melayani sepenuh waktu di ladang baru yang Tuhan percayakan.

Sekilas karya pelayanan melalui yayasan yang saya dirikan oleh kemurahan dan untuk kemulian Tuhan:

Tahun 1989; Saat masih aktif dibisnis, mendirikan Yayasan Channel of Blessing (COB) bersama Bp.Paul Hidayat, MTh. Yayasan ini untuk scholarship bagi mahasiswa teologi.

Tahun 1999; Dipenghujung kuliah teologi, mendirikan Yayasan MIKA (MIsi Kita BersamA) bersama dengan beberapa rekan sepelayanan. Yayasan ini bergerak untuk misi pendidikan Kristen unggulan di pedesaan, yang sekarang diketuai oleh bp. Sugihono Subeno. MIKA telah mendirikan SDK,SLTPK dan SMUK,di desa Amboyo Inti, Plasma II, Ngabang, Kalimantan Barat. Saat ini telah menghasilkan 3 S1, dan memberi beasiswa penuh kepada 39 siswa di perguruan tinggi. Juga mendirikan taman bacaan di Tubangraeng dan Sosok, di Kalimantan barat.

2000 Mendirikan Yayasan PAMA (PelAyanan Media Antiokhia) yang bergerak dalam pembentukan teologi khususnya Christian Mindset. Menjangkau penduduk kota. Pelayanan ini dilakukan lewat siaran khotbah secara rutin, sekali seminggu di 27 radio diberbagai kota, dan 1 TV di Indovision. Secara berkala siaran Live di TVRI.

Tahun 2001 Mendirikan GPPB (Gerakan Pengabdian Pemuda Bangsa) sebuah LSM bersifat umum dan terbuka untuk pendanaan anak-anak tak mampu dan pemberian les tambahan secara cuma-cuma dengan menggerakkan para pemuda gereja. Ini dilakukan sebagai gerekan sosial diwilayah perkotaan. Gereja mana saja boleh menjalankannya.

Sebagai seorang Pendeta menggembalakan di Gereja Reformasi Indonesia (sister church Indonesian Reformed Church di Sydney, yang berada dibawah asosiasi Christian Reformed Church of Ausralia). Lagi-lagi, dan terus menerus, hanya karena kemurahan Tuhan saya dipercaya melayani berbagai denominasi gereja diberbagai tempat diseluruh Indonesia. Juga pelayanan diluar negeri, seperti Singapore, Jepang, Australia Jerman, Belanda dan Belgia dalam KKR maupun Seminar bagi jemaat Indonesia. Bahkan undangan dari umat Kristen di Qatar yang belum bisa dipenuhi karena soal waktu. Beberapa kali ke Israel dalam perjalanan rohani sekaligus belajar mendalami sejarah dan konteks Israel kini. Tapi yang jelas, bagi saya pelayanan bukan soal digereja apa, atau di kota atau negara mana, tapi soal berita tentang Yesus Kristus yang harus disuarakan tanpa kompromi.

“Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Ini adalah moto pelayanan saya.

Dukung dan doakan pelayanan saya, agara saya tetap setia, tidak menjadi jumawa, apalagi kehilangan arah, dan melenceng dari visi. Mari melayani bersama. Soli Deo Gloria.

sumber:

http://khotbah-populer.reformata.com/2010/07/profil-bigman-sirait.html

http://www.bigmansirait.com/