Sahala Panggabean


Membangun Nasari Untuk Kesejahteraan Rakyat

Koperasi sejak dulu disanjung oleh pemerintah. Koperasi selalu menekankan membantu masyarakat. Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut: Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa.

Semangat di atas terpatri di dada Sahala Panggabeaan, saat mendirikan koperasi simpan pinjam NASARI tahun 1998. Menjelang 12 tahun Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari pada Agustus 2010, Sahala Panggabean MBA, Ketua KSP Nasari mendapat penghargaan tanda kehormatan Satya Lancana Pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan itu diberikan oleh Presiden pada puncak HUT ke 63 Hari Koperasi tingkat nasional yang dipusatkan di Surabaya, beberapa hari lalu.

Sahala Panggabean menerima Satya Lancana karena dinilai berhasil mengembangkan koperasi dan UKM di wilayah Jawa Tengah. Di samping itu aktif menggerakkan rekan koperasi untuk usaha kecil dan menengah dan mendorong masyarakat untuk aktif berkoperasi serta mendorong peningkatan swadaya koperasi.
Penghargaan yang diberikan Presiden itu merupakan bentuk perhatian dan kepercayaan pemerintah kepada gerakan koperasi agar tetap tumbuh dan mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya.

Sahala Panggabean menyatakan bersyukur kepada Tuhan dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi pemerintah Indonesia yang telah memberikan dukungan dan perhatian penuh terhadap kehidupan koperasi. “Komitmen Presiden untuk bersama-sama seluruh insan perkoperasian memajukan gerak langkah koperasi merupakan angin segar bagi kami untuk terus membangun koperasi Indonesia di masa mendatang,” kata Sahala kepada KR, di Yogya, belum lama ini.

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari terus menjalin kerjasama. Dengan PT Pos Indonesia misalnya, kerjasama untuk memfasilitasi  debitur atau nasabah melakukan transaksi secara online di 3.500 kantor pos di seluruh Indonesia. Nasari membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak swasta dan instansi pemerintah. Dengan catatan tidak bertentangan dengan prinsip etika bisnis dan sesuai dengan jiwa perkoperasian.

Bagi Sahala Panggabean, sebagai pendiri sekaligus Ketua KSP Nasari, mengatakan tujuan dari kerjasama itu bertujuan pada tiga aspek. Pertama, alternatif bagi debitur atau anggota sebagai sarana penyimpangan dana yang kompetitif, fleksibel, dan berteknologi tinggi. Kedua, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kegiatan koperasi. Ketiga, meningkatkan eksistensi dan kompetensi koperasi dalam kancah perekonomian bangsa Indonesia.

Menurut Sahala, kerjasama dengan PT Pos Indonesia, merupakan terobosan di dunia perkoperasian, karena sebelumnya Nasari hanya melayani anggotanya yang terdiri dari pensiunan PNS dan TNI Polri. Penandatanganan dilaksanakan 23 Desember 2009 di Kantor Pusat KSP Nasari Semarang, Jawa Tengah disaksikan Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan. Jangkauan layanan yang diberikan mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Sahala menyampaikan aspirasinya agar pemerintah segera merealisasi pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi Jasa Keuangan (LPS-KJK) untuk mempertajam pengembangan layanan koperasi simpan pinjam dengan fungsinya seperti lembaga penjamin simpanan perbankan.

Membagi bingkisan

Selain itu, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari juga akan membagikan bingkisan Lebaran bagi para anggota dan calon anggota, yang saat ini berjumlah lebih dari 100.000 pensiunan yang tersebar di 336 kabupaten/kota se-Indonesia.

Ketua KSP Nasari, Sahala Panggabean mengatakan, pemberian bingkisan merupakan bentuk ucapan terima kasih pada anggota dan calon anggota, sehingga KSP Nasari dapat berkembang pesat. Tercatat, total aset per 30 Juni 2012 mencapai Rp 957 miliar, dengan tingkat NPL 0,08%.

KSP Nasari yang berdiri pada 1998 telah memiliki kantor layanan di Semarang. Sekarang sudar tersebar di berbagai daerah: Pati, Tegal, Madiun, Surabaya, Malang, Jember, Medan, Tasikmalaya, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Siantar, Solo, Sibolga, Tarutung, Lhokseumawe, Bogor, Karawang, Jakarta, Pontianak, Makassar, Kupang, Denpasar, dan Manado.

KSP Nasari memberikan layanan kepada pensiunan PNS, TNI dan Polri baik layanan jasa pinjaman maupun simpanan dengan sistem jemput bola dan online. Selain itu, koperasi simpan pinjam yang berkantor pusat di Semarang ini pernah mendapat penghargaan Microfinance Award 2011 untuk kategori jaringan operasi, sistem informasi dan laporan keuangan, serta pertumbuhan aset dan perkembangan struktur sesuai lembaga intermediasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s