Daniel T A Harahap


Pdt. Daniel T A Harahap, M.Th
HKBP: Tobat atau Tamat
Pemilihan ephorus baru di HKBP sudah merupakan hajatan besar, pada September nanti sinode godang akan memilih pucuk pimpinan tertinggi di HKBP. Ada banyak calon yang sudah terang-terangan mendekrasikan diri untuk maju dipilih. Pendeta Daniel Taruli Asi Harahap adalah salah satunya, pendeta resort HKBP Serpong yang mengajak HKBP berubah “Muba Manang Mago” yang ingin ada perbaikan di HKBP, itu sebabnya di weblognya rumahmetmet memberikan banyak pencerahan pada generasi muda. Beberapa waktu lalu, pendeta kelahiran Medan 26 Agustus 1963 Reformata mewancarainya. Demikian petikannya:

Tranformasi yang Anda tawarkan Muba Manang Mango, dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan bertobat atau tamat, berubah atau binasa. Sebenarnya apa yang menadasari?

Permenungan saya mejelang dan sampai puncak perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP menyimpulkan bahwa HKBP harus berubah dan menjadi baru. Memakai bahasa lain HKBP harus bertransformasi atau bermetamorfosis agar dapat tetap eksis melayani Tuhan di masa mendatang. Sebab itu dengan rasa gentar kepada Tuhan Raja Gereja, dan kesadaran penuh akan tanggungjawab yang sungguh berat di depan, bila Tuhan berkenan, maka saya dengan berani dan rendah hati menawarkan diri saya kepada Sinode Godang September 2012 agar dipilih menjadi Ephorus HKBP periode 2012-2016.

Apa yang ada tawarkan, agenda untuk HKBP?
Ada delapan agenda transformasi. Pertama: pembaharuan karakter, kompetensi dan kesejahteraan pelayan gereja. Kedua, pembaharuan kotbah dan ibadah. Ketiga, pembaharuan Sekolah Minggu. Keempat, pembaharuan diakonia dan pekabaran Injil. Kelima, pembaharuan hubungan gereja dengan budaya Batak. Keenam, pembaharuan hubungan gereja dengan politik. Ketujuh, pembaharuan Aturan Peraturan dan sistem organisasi. Kedelapan, pembaharuan sistem keuangan.

Soal karakter, mengapa hal itu menjadi agenda pertama Anda?

Pelayan HKBP terutama pendeta HKBP harus kembali mengutamakan pembangunan karakternya, terutama kesetiaan, kejujuran, kerajinan, ketangguhan, tanggungjawab, kesederhanaan, dan keteladanannya. Selanjutnya: saya juga akan memfasilitasi dengan berbagai cara dan jalan yang ada agar para pelayan HKBP dapat meningkatkan kompetensinya sebagai pelayan Tuhan yang cakap, trampil dan benar-benar ahli dibidangnya.

Masih banyak pelayanan khotbah pendeta tidak bisa memberikan kepuasan dahaga jemaatnya, apa yang ditawarkan?
Memang perlu pembaharuan khotbah dan ibadah. Warga jemaat sangat membutuhkan kotbah yang bernas dari pelayan terutama pendeta HKBP. Warga jemaat juga sangat membutuhkan ibadah yang benar-benar khidmat karena dilayankan dengan penuh kesungguhan dan kepenuhan hati oleh pelayannya. Jika saya dipilih menjadi Ephorus, maka saya akan mendorong dan memfasilitasi agar semua pendeta HKBP selalu menyediakan kotbah yang bernas bagi jemaat. Saya akan memberikan perhatian khusus kepada pelatihan-pelatihan kotbah, penyediaan buku panduan, dan sermon-sermon pendeta. Warga jemaat kita tidak boleh lagi dibiarkan kehausan dan kelaparan secara spiritual sehingga pergi ke gereja lain memuaskan jiwanya.

Selain hal tadi apa yang urgen menurut Anda untuk memajukan HKBP ke depan?
Pembaharuan Sekolah Minggu. Semua pendeta dan pelayan agar benar-benar memprioritas Sekolah Minggu. Saya akan mendorong agar Distrik membuat secara serius panduan sekolah minggu yang kontekstual dan relevan dengan kondisi di daerahnya, juga menyelenggarakan kursus-kursus pelatihan menjadi guru Sekolah Minggu. Saya juga akan meminta para pimpinan jemaat mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk Sekolah Minggu, menyediakan ruangan terbaik yang dimiliki gereja untuk anak-anak itu juga alat peraga yang mereka butuhkan. Selanjutnya, saya akan bekerja keras mencari cara agar setiap gereja HKBP memiliki perpustakaan anak SM agar anak-anak HKBP sejak dini diperkaya dengan pengetahuan dan wawasan.

Dulu kesehatan dan pendidikan HKBP sangat dibanggakan, sekarang tidak lagi. Apa yang harus dirubah menurut Anda?

Menurut kami yang harus dirubah adalah pembaharuan diakonia dan pekabaran Injil. Gereja yang tidak berdiakoni dan tidak mengabarkan Injil akan meranggas dan akhirnya mati. Saya akan mendorong seluruh jemaat HKBP dimanapun berada untuk memiliki Komisi Beasiswa. Sakan menginstruksikan agar seluruh jemaat induk atau sabungan HKBP memiliki pos pelayanan kesehatan. Itu artinya dalam empat tahun mendatang HKBP akan memiliki paling sedikit 600 poliklinik yang terhubung satu sama lain. HKBP adalah gereja dan bukan lembaga ekonomi. Gereja dan koperasi adalah dua badan terpisah. Maka perlu memobilisasi dukungan seluruh jemaat HKBP dan mendorong dan memfasilitasi Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP bekerja optimal untuk membangun kembali sekolah-sekolah HKBP.
HKBP sendiri adalah gereja suku, tetapi sepertinya gereja tidak terlibat mengurusi budaya?
Itu juga hal yang kami lihat perlu ada pembaharuan hubungan gereja dengan budaya Batak. Walau bukan gereja suku dan bukan lembaga budaya, HKBP berakar di Tanah Batak dan beranggotakan mayoritas Batak. Sebab itu HKBP harus memikirkan serius teologi budaya. HKBP harus memiliki unit yang menangani hubungan gereja dengan budaya Batak dan Indonesia dan global. Menurut saya budaya Batak dan bahasa Batak adalah anugerah Tuhan bagi kita yang harus disyukuri dan dikembangkan. Dan HKBP mempunyai tanggungjawab melakukannya. Dalam kaitan ini HKBP harus harus menggali kearifan lokal warisan leluhur kita dan dengan penuh tanggungjawab memperhatikan kelestarian alam yang dikaruniakan Tuhan kepada kita.
Selama ini terkesan HKBP selalu menyerempet politik. Bagaimana menurut Anda?
Bila saya menjadi Ephorus, saya akan menegaskan bahwa gereja HKBP independen dan mengambil jarak terhadap semua kekuatan politik. HKBP harus berdiri di atas semua golongan dan melindungi semua warganya. Tugas HKBP adalah mendoakan dan memberi pesan kenabian kepada semua partai politik. HKBP tidak boleh lagi berpolitik praktis dengan memberikan dukungan kepada salah satu calon pimpinan daerah atau nasional. Sebab itu sebagai Ephorus (bila terpilih) saya berjanji tidak akan “bermain api”. Saya akan memposisikan diri sebagai pemimpin spiritual dan bukan pemimpin politilk. Harus ada pembaharuan hubungan gereja dengan politik.
Lalu, soal aturan Peraturan dan sistem organisasi?
Perlu revisi Aturan Peraturan HKBP secara menyeluruh. Saya akan mendorong rapat MPS membentuk Komisi Aturan dan menyiapkan konsep Aturan baru dengan lebih dulu menyiapkan naskah akademisnya dengan bantuan Fakultas Ilmu Administrasi dan Fakultas Hukum UHN dan STT HKBP. Aturan yang baru itu tidak boleh lagi memberikan kekuasaan absolut kepada ephorus termasuk dalam soal mutasi. Aturan yang baru itu juga harus dapat mendorong HKBP benar-benar berfungsi sebagai gereja dan bukan organisasi masyarakat belaka. Selanjutnya sistem organisasi HKBP harus benar-benar diefektifkan dan diefisienkan agar dapat bergerak lincah dan sigap melakukan tugas panggilannya.
Uang selalu akar dari banyak masalah di gereja, bukan hanya di HKBP. Seandainnya Anda terpilih menjadi ephorus, apa yang ada lakukan tentang pembaharuan sistem keuangan?
Gereja HKBP di semua level harus memiliki sistem keuangan yang transparan dan akuntabel, bersih dan dapat dipercaya. Pertama-tama saya akan menyederhanakan rekening pusat, cukup hanya empat atau enam saja.
Selama ini, berapa memang rekening pusat HKBP?
Selama ini ada puluhan rekening atas nama HKBP pusat, dan ada banyak rekening yang tidak diketahui. Menurut saya perlu mengetatkan syarat pembuatan rekening baru. Selama ini pimpinan sangat bebas membuat rekening baru, tanpa melibatkan MPS. Saya akan meminta semua pihak melakukan diskontinuitas dengan masa lalu. Mulai periode baru, maka keuangan harus benar-benar dikelola secara baik dan rapih. Seandainya ada kekeliruan atau bahkan kecurangan di masa lalu biarlah dilupakan. Namun, mulai tahun 2012 kita janji tidak akan membiarkan penyimpangan keuangan dimanapun di HKBP.
Saya juga akan meminta bantuan konsultan membantu HKBP menyusun neraca keuangannya dan menyampaikan posisi keuangan HKBP paling sedikit sekali dalam enam bulan kepada seluruh jemaat HKBP. Dan, menurut saya persembahan di HKBP cukup satu kali saja dan satu kantong. 50% dari persembahan itu untuk jemaat setempat, 25% untuk pembangunan dan 25% untuk pusat. Saya percaya itu sudah lebih dari cukup untuk Pusat. Saya sadar bahwa dengan kekuatan pribadi saya dan dengan seorang diri maka saya tidak akan sanggup memimpin transformasi ini. Namun dengan iman kepada kuat-kuasa Roh Tuhan dan bila kita semua bergandengan-tangan maka saya percaya kita akan disanggupkan melakukan pembaharuan ini agar HKBP sungguh-sungguh menjadi berkat bagi Tanah Batak, Indonesia dan seluruh dunia. Inilah saatnya bagi kita HKBP tobat atau tamat. Berubah atau binasa. Muba manang mago!
Hotman J. Lumban Gaol

Iklan

2 Comments

  1. benaran amang pendetanami…………….pemberdayaan Distrik secara penuh(MPSD dan Praeses)……….dan perbincangan Sistem Penggajian Sentral dari Kantor Pusat……….pengembalian periode ke habita….. 6 tahun………..pengiriman Laporan Keuangan Kantor pusat ke Distrik dan Ressort secara terjadual…….dan verifikasi…………….penertiban rekening….terbatas dan tertentu………….. penataan administrasi dan peta jarak pelayanan per ressort-huria……….pemekaran distrik….yang dianggap melebihi kapasitas………..by st mismis.(082174051962).Mantan MPSD/USG HKBP Pearaja 2004)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s