Foster Gultom


CURRICULUM VITAE
Nama : Foster Gultom
Tanggal Lahir : Cililin, Bandung, 12 Juni 1958
Agama : Kristen
Jabatan Sekarang : Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN
Pangkat PGPNS/Gelar Diplomatik : Pembina Tingkat Muda, Gol. IV/c / Minister Counsellor

Sekarang-Duta Besar Indonesia untuk negara Kazhakstan
PENDIDIKAN:
1. FISIP-HI Universitas Indonesia Jakarta, 1984
PELATIHAN/KURSUS:
1. Sesparlu, Angkatan XXX Jakarta, 2004
2. Caraka Madya, Angkatan III Jakarta, 1999
3. Sekdilu, Angkatan XI Jakarta, 1986
PENGALAMAN KERJA:
A. Dalam Negeri :
1. Kepala Seksi Dekonolisasi, Direktorat Organisasi Internasional (1988)
2. Kepala Seksi Moneter dan Keuangan Internasional, Direktorat Kerja Sama Ekonomi
Multilateral (1993)
3. Kasubdit Badan Komoditi, Pangan dan Pertanian Internasional (1999)
4. Kasubdit Badan Perdagangan dan Moneter Internasional (1999)
5. Kasubdit Iptek dan Lingkungan Hidup (2004)
6. Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN (2010)
7. Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN (2010)
B. Luar Negeri :
1. Sekretaris Ketiga, KBRI Washington, DC (1989 – 1993)
2. Sekretaris Pertama, PTRI Jenewa (1995 – 1998)
3. Counsellor, KBRI Canberra (2001 – 2004)
4. Minister Counsellor, KBRI Seoul (2006 – 2010)
5. Kuasa Usaha Ad Interim, KBRI Seoul (2008 – 2009)
PERSIDANGAN:
Negosiator ekonomi perdagangan internasional, dan isu-isu lingkungan hidup dan
pembangunan serta menghadiri sidang-sidang PBB, APEC, ASEAN, ARF, UNFCC, dan WTO.

Iklan

Gus Irawan Pasaribu


Data Pribadi
N a m a : Gus Irawan Pasaribu
Lahir : Padang Sidimpuan, 31 Juli 1964
Putra ke-6 : Alm H Hasan Pinayungan Pasaribu dan Almh Hj Alimah Pakpahan
Isteri : Asrida Murni Siregar.
Anak : Okty Divita Irawan Pasaribu, Putra Ahmad Syarif Irawan
Pasaribu, Fauzan Faris Irawan Pasaribu
Pendidikan Formal:
– Magister Manajemen Pascasarjana USU tahun 2009
– Fak Ekonomi/Akuntansi Universitas Syah Kuala tahun 1988
Jabatan : Direktur Utama PT Bank Sumut (2000-sekarang)
Ketua Umum KONI Sumut (2007-2011)
Penghargaan Olahraga:
1. Piala Sang Graha Krida atas kepedulian terhadap pembinaan olahraga
Sumatera Utara dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri, tahun 2003.
2. Tokoh olahraga yang berhasil memunculkan atlet berprestasi dari Pemprovsu
tahun 2007.
3. Tokoh Olahraga Sumatera Utara tahun 2010 dari Gubernur Sumut.
Tokoh Penggerak Pembangunan Investasi Daerah.Gus Irawan Pasaribu bersaudara : tertua Bomer Pasaribu (Dubes Denmark & Lithuania), H Panusunan Pasaribu (Majelis Wali Amanat USU, Ketua Yayasan PRSU, mantan Bupati Tapteng), H Ibrahim Pasaribu (Baker Indonesia), H Syahrul M Pasaribu (Bupati Tapsel), Hj Lisliwati Pasaribu (Guru, PNS di Padang Sidempuan), H Gus Irawan Pasaribu (Dirut Bank Sumut) dan Jon Sujani Pasaribu (Pemimpin Divisi BNI Syariah).

TERLALU banyak nilai plus dan talenta yang dimiliki pria kelahiran Padang Sidempuan 31 Juli 1964 ini. Dia jagoan beberapa cabang olahraga, ahli manajemen, bankir visioner, suara pun merdu bak biduan saat bersenandungMulti talenta itulah yang dipadukan Gus Irawan Pasaribu dalam menahkodai biduk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut periode 2007-2011. Sejak terpilih sebagai Ketua Umum tiga tahun silam, suami dari Asrida Murni Siregar ini menjadikan KONI Sumut sebagai organisasi besar yang tertib administrasi, transparan, memasyarakat, dan super aktif menggerakkan pembangunan olahraga.Hanya beberapa bulan kepemimpinannya, Direktur Utama PT Bank Sumut itu berhasil membawa Sumatera Utara meraih Juara Umum untuk kali pertama dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se – Sumatera 2007 yang diadakan empat tahun sekali.

Sukses itu diraih bukan hanya karena kepiawaian manajerial semata, namun juga karena kecintaannya terhadap dunia olah-raga. Ayah dari satu putri dan dua putra ini merupakan atlet eksekutif cabang olahraga golf, futsal, sepakbola, tenis, jetski, boling, dan banyak lainnya.

Bankir berumur 46 tahun ini secara individu juga sudah akrab dengan berbagai prestasi olahraga, begitu pula tarik suara. Alumni SMA 1 Medan, S1 Fakultas Ekonomi Universitas Syah Kuala dan Pasca Sarjana USU itu antara lain Juara I Bankers Idol pada Porseni Perbankan Sumut 2007, juara berbagai turnamen golf, dan runner-up Marathon 1200 CC Open pada Kejuaraan Nasional Jetski di Danau Toba 2004.

Gus Irawan juga sudah menerima banyak penghargaan, di antaranya Piala Sang Graha Krida atas kepedulian terhadap pembinaan olahraga Sumut dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri (2003), Tokoh Olahraga yang memunculkan atlet berprestasi dari Pemprovsu (2007) dan Tokoh Peduli Pendidikan dari PGRI Sumut (2007).

Di tangannya, KONI Sumut selalu berupaya memasukkan unsur hiburan dalam setiap even yang mereka gelar, seperti halnya pada Porprovsu 2010 lalu. Mantan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tebing Tinggi 1996-2000 dan Ketua Umum PASI Sumut 2002Ð2007 itu menyadari sepenuhnya, gebyar olahraga ibarat ‘sayur tanpa garam’ jika minus entertaint.

Demi melengkapi ilmu manajemen sport entertaint dan sport bussnies, Gus Irawan pun tak segan-segan berkorban dana, tenaga dan waktu untuk belajar dari berbagai sukses even akbar, di antaranya Olimpiade Beijing 2008 dan Asian Games Guangzhou 2010.

Transformasi ilmu dan pengalaman itu semua, diyakininya akan sangat bermanfaat dalam mewujudkan obsesi dan misi besarnya, menjadikan Sumut sebagai tuan rumah Pekan Olahraga (PON) buat kali kedua, tahun 2020 mendatang.

’Kita telah melakukan banyak pendekatan untuk mewujudkannya. Baru-baru ini kita mengundang KONI Se Sumatera untuk membuka jalan ke sana sekaligus membahas Porwil ke-8 tahun 2011,’ jelas mantan Ketua Umum Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Sumut (2004-2009) dan Ketua Satgasda Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Sumut (2006-2008) tersebut.

Dengan Riau sebagai tuan rumah PON 2012 dan Jawa Barat pada 2016, Tokoh Penggerak Pembangunan Olahraga Sumatera Utara 2010 dari Harian Berita Sore itu mengaku, KONI Sumut juga terus berkomunikasi dan saling dukung.

Bankir muda penggemar jus alpukat dan sup Sipirok ini juga yakin, pembangunan fasilitas olahraga Sumut yang sekarang terkesan sangat lamban, bisa terdorong dengan sendirinya jika Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah PON mendatang.

Bun Bunan EJ Hutapea


Bun Bunan E J Hutapea

Kategori : Ekonom

Agama : Kristen
Tempat Lahir : Pematangsiantar, Sumatera Barat
Tanggal Lahir : Minggu, 5 September 1948 
Zodiac : Virgo
Hobby : 
Warga Negara : IndonesiaIstri : Eva Riyanti Hutapea

BIOGRAFI

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bun Bunan EJ Hutapea, lahir di Pematang Siantar, 5 September 1948. Suami Eva Riyanti ini menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta, dan memperoleh gelar MA di Institut Management AIM di Manila.

Dia memulai karirnya di Bank Indonesia pada tahun 1974 sebagai staf di bagian Pengawasan Kredit. Tahun 1994 menjabat sebagai Kepala Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank Swasta bukan Bank Devisa, dan pada tahun 1999 dipercayakan sebagai Direktur Keuangan Intern.

Kemudian, Bun Bunan E.J. Hutapea diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keppres Nomor 5/M/2002 tanggal 11 Januari 2002, dan Keppres Nomor 204/M/2002 Tgl 11 November 2002 untuk periode 2002-2007.

Bun Bunan berpendapat kebijakan fiskal yang diberikan kepada daerah terkait dengan otonomi daerah memungkinkan daerah melakukan pengeluaran berlebihan. Itu terjadi karena tidak ada mekanisme kontrol terhadap kewenangan yang juga memperbolehkan daerah mencari pinjaman untuk pembiayaan pengeluaran anggaran.

Menurutnya Jika tidak diimbangi oleh kegiatan sektor produksi yang memadai, maka akan dapat menimbulkan tekanan terhadap inflasi dan dikhawatirkan mengganggu stabilitas ekonomi makro, sehingga dapat mengurangi minat investasi dan menghambat pembangunan daerah.

Karena itu, perlu koordinasi kebijakan fiskal di tiap daerah yang melibatkan BI setempat. Apalagi dalam UU No 23/1999 tentang BI kebijakan itu sudah masuk.

Kondisi ekonomi makro yang stabil, antara lain adalah laju inflasi yang rendah dan nilai tukar stabil, merupakan prasyarat utama untuk menggerakkan dunia usaha. Untuk mempertahankan itu kebijakan moneter masih tetap diarahkan untuk mengendalikan laju inflasi dan depresiasi nilai tukar rupiah dengan tetap memperhatikan perkembangan suku bunga yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

PENDIDIKAN

Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, Jakarta

MA di Institut Management AIM di Manila

KARIR

Staf di bagian Pengawasan Kredit Bank Indonesia 1974. Kepala Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank Swasta bukan Bank Devisa Bank Indonesia, 1994. Direktur Keuangan Intern BI, 1999. Deputi Gubernur Bank Indonesia (Keppres Nomor 5/M/2002 tanggal 11 Januari 2002, dan Keppres Nomor 204/M/2002 Tgl 11 November 2002 untuk periode 2002-2007.

Sihar Sitorus


Profil Singkat Sihar Sitorus

Nama Dr Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane, BSBA, MBA Tempat/Tgl Lahir Jakarta 13 Juli 1968

Istri:Patricia Ferrari Juanita Siahaan

Anak: Gabariel Sitorus Pane, Gamaliel Sitorus Pane

Pendidikan

SD Jakarta, lulus 1981

SMP Jakarta, lulus 1984

SMA Jakarta, lulus 1987

Bachelor of Science in Businees Administration University of Arizona, Tucson, AZ, USA, 1991

Master of Businees Administration Creighton University Ohama, NE, USA, 1993

Program Diploma Busnees Economic, Strathclyde University, Glasgow, 1998

Doctor of Businees Adminitration, Manchester Businees School, Manchester, UK, 2005

Pengalaman Pekerjaan

PT Freeport Indonesia, 1993-1995

PT Bursa Efek Jakarta, 1995-1997

Entrepreneur, 1997-sekarang

Direktur Lembaga Peduli Hutan Indonesia, 2008-sekarang

Pengusaha yang Peduli Persepakbolaan dan Kesejahteraan Rakyat Indonesia

Namanya tak asing di mata pencinta sepakbola di negeri ini. Ganteng, intelektual, berjiwa filantropis, murah senyum dan ramah. Itulah kesan pertama saat berjumpa dengan Sihar Sitorus. Berjumpa dengan pria energik dan supel ini membuat lawan bicaranya enggan berlalu dari hadapannya tatkala berbincang dengan lawan bicaranya. Itulah Sihar dalam membangun komunikasi. “Cakap berbicara dan telaten juga mendengar. Hebat secara akademis dan sarat pengalaman sebagi pegusaha, sekaligus punya kepedulian sosial.”

Alih-alih membuat apa pun yang ditanyakan padanya, selalu dijawabnya dengan menarik. Pria kelahiran Jakarta, tanggal 12 Juli 1968, pernah menjadi ketua umum  salah satu Tim Indonesia yang dikenal di era keemasan PSMS Medan. Kecintaanya terhadap sepakbola-lah yang membuatnya sudi menggelontorkan dana besar demi tim yang dia cintai sejak kecil. Selain itu, dia mendirikan tiga klub yakni Medan Chiefs Deli Serdang dan Pro Titan, dan Nusaina Fans Club (FC). FC tersebut karena keprihatinanya juga terhadap persepakbolaan negeri ini. Keseriusannya pada sepakbola dibuktikannya dengan menggelontorkan dana besar tadi, dan fokus.

Termasuk saat membangun PSMS Medan agar tetap ikut berlaga di Indonesia Super League (ISL), tak sedikit dana yang dia keluarkan. Maka, kalau ditanya berapa orang pengusaha Indonesia yang memberikan perhatiannya pada persepakbolaan? Tentu tidak banyak orang. Hanya hitungan jari. Sihar-lah salah satunya. Dialah pengusaha yang cinta kemajuan persepakbolaan Indonesia. Nama lengkapnya adalah: Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus. Sihar dalam bahasa Batak diartikan, terang, pembawa terang. Pangihutan diartikan orang yang patut diikuti, itu artinya pemimpin.

Lalu, Hamongan diartikan, winner atau orang yang selalu menang. Margarnya Sitorus. Orang yang baru kenal dia terkesan sosok pendiam. Padahal, kalau dia bicara akan selalu asik diajak diskusi, apalagi soal bola. Pokoknya, mantan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI ini punya ide-ide cemerlang, yang sangat tepat soal persepakbolaan Indonesia. Bagi Sihar, sebagai pemilik beberapa klub ini sangat peduli dalam pengembangan bakat anak-anak muda negeri ini. “Bakat dari anak muda Indonesia harus terus digarap,” katanya. Kecintaannya pada sepakbola, tidak hanya berteori tetapi mengaplikasikan langsung di lapangan.

Bergerak, konsisten pada tujuan “demi kemajuan bangsa.” Baginya, bakat dan dunia pemuda harus disentuh. Bagaimana menghubungkan dunia bisnis dengan dunia kreatif? “Bakat muda akan ditemukan tokoh-tokoh kreatif dengan para insan yang tertarik terjun di industri apa saja. Memancing kelahiran ide-ide yang baru, tapi juga mencari berbagai inovasi yang diharapkan mampu merevitalisasi menjadi industri sekaligus,” ujarnya.

Spirit entrepreneur

Menjadi entrepreneur adalah salah satu keinginannya sejak dulu. Bagi Sihar lebih banyak orang menjadi entrepreneur malah meningkatkan jumlah dan kualitas kesejahteraan masyarakat. “Entrepreneur meningkatkan kemajuan bangsa dan negara. Karena itu perlu daya saing suatu Negara, sangat dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas entrepreneur anak-anak bangsa itu sendiri.” Sebagai seorang entrepreneur dia peka akan bakat. Feeling begitu kental mengetahui bakat para pemain bola.

Hal ini terbukti saat dia masih menjadi pemilik PSMS Medan. Salah satu contohnya, dia mengintrusikan  kepada pelatih PSMS Medan, waktu itu, untuk selalu menempatkan Oktovianus Maniani sebagai starter di setiap laga yang dilakoni PSMS Medan, baik Home maupun Away. Hasilnya? Terbukti mujarab. Sekarang, Oktovianus tumbuh menjadi seorang pemain sepak bola yang terkenal dan luarbiasa hebat. Itu semata-mata karena Sihar melihat ada talenta di diri Oktovianus.

Sihar adalah sosok orang yang peduli, bukti konkret pengembangan pemain bola muda di Indonesia. “Bakat-bakat muda ini dapat dimaksimalkan sebagai generasi penerus. Yang penting bukan berapa skornya. Tapi, bagaimana mengambil manfaat dari laga melawan tim yang punya nama besar dan berpengalaman tampil di level elite, ujar Pendiri dan Direktur Utama PT Togos Gopas, ini. Pelajaraan selanjutnya, menurutnya adalah masih gugupnya para pemain dalam mengantisipasi umpan silang dan bola rebound.

“Ini penyakit mayoritas klub-klub Indonesia, bahkan timnas. Para pemain Indonesia sering panik saat menghadapi pemain yang memiliki postur tinggi besar dan kesulitan mengantisipasinya saat ditekan lewat umpan silang.” “Permainan kolektif dan butuh kesepahaman satu sama lain. Mental dan psikologi para pemain sangat menentukan di lapangan. Para pemain kita sebenarnya punya keberanian, tinggal mentalnya saja harus terus dipupuk,” ujar Doctor of Businees Adminitration, Manchester Businees School, Manchester, UK, 2005, itu.

Lalu bagaimana melakukan tekanan saat kehilangan bola dan memanfaatkan kelemahan lawan? Bagi Sihar, bermain bola itu tak cukup hanya bermodal skill individu. Soal daya bertarung adalah soal mental dan beban psikologis ketika berhadapan dengan pemain dan klub yang punya nama besar. Pemain Indonesia mayoritas bertubuh mungil, tapi secara skill sebenarnya cukup menjanjikan, katanya.

Tim Ahli Jokowi-JK

Selain bidang usaha, dan terlibat penuh dalam pengembangan persepakbolaan, dia juga terlibat dalam politik. Sekali lagi, atas kerinduan untuk Indonesia Hebat. Sihar mau terjun mengurusi persepakbolaan dan juga ikut terjun di bidang politik semata-mata karena kepedulian. Keterlibatannya dalam politik bukanlah hal baru, dia bukan pendatang baru di bidang politik. Sebelumnya dia merupakan tokoh dari partai Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Partai yang didirikan ayahnya, Darius Lungguk Sitorus, pengusaha nasional.

Baginya, setiap orang yang ingin terjun di bidang apa pun, harus jelas maksud dan tujuannya. Begitu juga ketika Sihar mengembangkan sepak bola, menjadi pengusaha dan memasuki politik, dia jelas mempunyai tujuan untuk memperjuangkan Indonesia makin maju. “Indonesia sudah 69 tahun merdeka, dan reformasi sudah 15 tahun, namun msyarakat masih dihadapkan dengan berbagai persoalan mendasar.

Kemiskinan masih menjadi masalah besar di Indonesia. Meski pemerintah mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan. Faktanya penderitaan rakyat malah semakin menjadi,” ujarnya. Itu sebab, Sihar mengerti harus terlibat dalam mengawal kebijakan dengan masuk ke pentas politik. Sebenarnya, di tahun 2009 Sihar mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dari partai PPRN.

Suaranya berjubel, dia sebenarnya terpilih menjadi anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Sumatera Utara II. Tetapi, karena partainya tidak lolos PT di KPU akhirnya harus menerima tidak duduk di kursi anggota dewan. Di Pemilu 2014 lalu, Sihar dipercaya menjadi Juru Kampanye Nasional. Sihar ditunjuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai salah satu dari 120 tokoh-tokoh PDI Perjuangan. Demikian juga pemilihan presiden (Pilres) kali ini, mantan Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu, dinilai layak menjadi juru kampanye yang bisa mendulang suara untuk kemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sihar dipercaya menjadi tim sukses. Sebagai tim kampanye Jokowi-JK di Badan Pemenangan Pemilu Presiden yang terdaftar di KPU, Sihar menjadi Tim Ahli bersama-sama: Sukardi Rinakit, Andreas Pareira, Arie Sumarmo, Arief Budimanta, Ady Prasetyono, Heri Achmadi, Ida Fauziah, M Prakosa, Muhtosim Arief, Musdah Mulia, Pataniari Siahaan, Rizal Sukma, Syaifullah Mashum, Sakti Wahyu Trenggono, dan Silverius Sonny. Sebagai anggota tim kampanye nasional Jokowi-Jusuf Kalla (JK) dia dan tim terus mengupayakan kampanye seluas-luasnya pada masyarakat. Dan terus mengamati perkembangan kampaye Jokowi-JK baik di media maupun secara langsung. Apa kekurangan dan apa kelebihan. Termasuk saat debat kandidat presiden kemarin misalnya, Sihar menilai dalam debat kedua antarcapres dimenangkan oleh Jokowi.

Menurutnya, skor debat adalah 4-2. “Skornya 4-2 untuk Jokowi. Saya lihat ada 4 poin penting yang sangat mendasar dari Jokowi untuk mengurus negara ini,” ujarnya. Dia menilai, pemaparan 4 poin tersebut salah satunya adalah Jokowi melihat pembangunan manusia yang penting dan luas. Sihar menambahkan, dalam hal ini ada perubahan cara pandang dari Jokowi untuk menyelesaikan masalah-malah mendasar di negeri ini sehingga tidak ada lagi pengalokasian anggaran yang tidak tepat.

“Sikap Jokowi dalam memfasilitasi seluruh elemen di bangsa ini cukup bagus. Jokowi memberikan fasilitas untuk mempermudah dan meningkatkan produktifitas, tambahnya “Jokowi saat memaparkan visi-misinya lebih mengutamakan ekonomi kerakyatan untuk menyejahterakan bangsa ini. Di mana Sumber Daya Manusia (SDM) akan terus ditingkatkan untuk membentuk ekonomi mandiri,” ujarnya.*** ditulis, Hotman J Lumban Gaol (Hojot Marluga)