Hariara Tambunan, SE. SH.


header1Nama lengkap : Hariara Tambunan, SE. SH.

Tempat & tgl lahir : Jakarta, 12 Oktober 1967

Nama istri : Elizabeth Wahono Br. Siregar

Riwayat Pendidikan :

Strata Satu Ilmu Hukum (STIH Jagakarsa), Lulus Tahun 2001

Strata Satu Ilmu Ekonomi (UKI), :Lulus Tahun 2994

SMU Advent Purwodadi Jawa Timur, Lulus Tahun 1987

SMPN 19 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Lulus Tahun 1984

SD PSKD Kwitang V Jakarta, Lulus Tahun 1981

Kursus/Diklat yang pernah diikuti :

Orientasi Fungsionaris Partai Golkar th.2007

Penataran Kader / Fungsionaris Keluarga Besar GOLKAR A Tingkat Pusat th.1996

Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) th.1988

Latihan Peningkatan Disiplin dan Bela Negara FKPPI – Pemuda Pancasila th.1997

Ceramah Kewaspadaan Nasional Bagi Organisasi Sosial Politik dan Organisasi Kemasyarakatan th.1995

Pendidikan dan Pelatihan Instruktur Perkaderan Partai Golongan Karya Tingkat I DKI Jaya th.2002

Diskusi Panel Partai GOLKAR “Proyeksi Ekonomi dan Otonomi Daerah 2001″ th.2000

Forum Pemantapan Wawasan Kebangsaan Bagi Pengurus Organisasi Pemuda th.1995

Riwayat Organisasi :

Biro Cendikiawan DPD I Golkar DKI Jakarta (mantan) Th.1987

Wakil Bendahara DPD I Golkar DKI Jakarta th.2002

Wakil Ketua PD I AMPG DKI Jakarta th.2000

Wakil Bendahara DPP AMPI th.2004

Wakil Ketua DPD I AMPI DKI Jakarta th.2002

Wakil Ketua PD IX GM FKPPI DKI Jaya th.1995

Ketua DPW BM KOSGORO’57 DKI Jakarta th.2002

Wakil Bendahara DPP BARINDO th.2007

Ketua Umum Alumni IKAFE-UKI th.2012-2015

Ketua Umum HIPWI FKPPI th 2010-2014

Wakil Bendahara Bid.Kerjasama Internasional DPP Partai Golkar th 2009-2015

Riwayat Pekerjaan :

a) President Director Ranyza Sejahtera Group :

– Komisaris PT. Natarida Energy

– Komisaris PT. Gregory Energy

– Komisaris PT. Natarida Perkasa Energy

– Komisaris PT. Gorby Putra Utama

– Komisaris PT. Natarida Global Energy

b) Staff Memperindag RI (2000-2001)

c) Staff Ketua DPR RI (1994-2004)

Iklan

Rev. DR. M.H Siburian, M.Min


“Di Dalam Tuhan Ada Jawaban Kehidupan”

Ketua (1)SEMUA insan tentunya akan berbeda-beda dalam memaknai hidup. Ada selalu mempertanyakan apa yang terjadi dalam kehidupan. Ada yang pandai menjawab pertanyaan, tetapi belum tentu pandai mempertanyakan apa yang terjadi di dalam mengarungi keberimanan. Nalar manusia tidak akan mampu membahas Tuhan, tetapi banyak hal, fenomena yang terjadi bisa tersingkap oleh pengetahunan dunia, sains. Meski hal ini masih terus merupakan pembahasan dan perdebatan panjang, belum pernah ada titik temunya. Tetapi bagi Pria kelahiran Pematang Siantar, 14 Juli 1952, Rev DR Maradu Hasudungan Siburian MMin mengatakan, sains memang tidak bisa menjawab semua hal, tetapi paling tidak bisa menolong kita menjawab beberapa hal.

Ketua Sinode Gereja Pentakosta Indonesia, penyuka buku-buku fisika ini sendari dulu telah membaca buku-buku fisika. Hampir semua buku fisika dikoleksinya, termasuk buku-buku pakar fisikawan Stephen Hawking. “Karena itu, gereja harus tampil mengambil peran. Buku  Stephen Hawking berjudul Grand Design. Buku tersebut misalnya memancing keributan terutama di sisi para ahli agama. Hal ini disebabkan karena penjelasan dari buku tersebut mengatakan alam semesta ini tercipta hampir tanpa membutuhkan keterlibatan Tuhan.”

Walau tergolong kalimat yang sarkas, tetapi baginya, dari sana kita bisa beranjak mengerti, menjelaskan kepada umat tentang fenomena-fenomena yang terjadi. Bagi Rian, begitu nama panggilan di masa muda, para ahli agama dan para teolog tetap pada keyakinannya bahwa semesta dan kehidupan ini jelas ciptaan Tuhan. Akan tetapi mereka tidak bisa membuktikan secara bukti-bukti seperti yang dibutuhkan oleh para ilmuwan.

“Bagi saya, gereja harus juga ikut untuk mengambil posisi terhadap hal itu. Sains bukan dasar dari semuanya. Tetapi, paling tidak orang-orang Kristen, anak-anak Tuhan harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di masyarakat. Masalah kloning misalnya, gereja mesti mempunyai pemikiran, agar umat tidak diombang-ambingkan. Sebab di dalam Tuhan ada jawaban terhadap fenomena kehidupan,” ujar suami dari Hernawati boru Sitompul.

Ayah dari empat anak, tiga putri dan satu putra diantaranya; Rut Debora boru Siburian, Evelina boru Siburian, Pranata Okto Siburian dan Melisa Renata boru Siburian. Tiga anaknya sudah menikah, tinggal Melisa belum menikah, saat ini menyelesaikan jejang sarjana di Fakultas Kedokteran di Medan. Tetapi baru putri kedua yang memberinya dua cucu. Ompung dua cucu ini, melihat semua fenomena di dunia pasti ada jalan solusi.  Lalu, bagaimanan kita mencari jawabannya?  “Gereja harus peka terhadap tanda-tanda zaman. Sebagaimana dalam Firman Tuhan Allah: Sesungguhnya Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah baju penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh.”FOTO KEL PAK KETUA

“Siapa yang percaya tidak akan gelisah? Bahwa banyak para ahli yang dapat memprediksi atau menunjukkan optimisme tentang pemecahan ekonomi, sosial, politik dan ilmu pengetahuan. Namun, ada satu hal yang tidak dijawab para ahli yakni kuasa Tuhan, atas permasalahan yang terjadi. Tidak menjelaskan bahwa firman menegaskan bahwa kita tidak perlu ragu karena Allah yang akan berikan solusi,” tambahnya lagi.

 Khotbah eksak

Dia juga adalah salah seeorang Majelis Pertimbangan Rohani di Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI). Baginya, bahwa setiap orang memiliki persoalan sendiri. Namun, kita harus membuat keputusan yang benar dengan mengikut sikap Yesus. “Allah yang berikan solusi adalah Allah yang kekal. Jawaban yang diberikan juga absolut yakni keselamatan. Sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama yang lain yang diberikan kepada manusia yang oleh-Nya kita dapat diselamatkan.” Tambahnya “Tuhan itu tidak terbatas, sedangkan pengetahuan manusia itu terbatas sehingga tidak mungkin sesuatu yang terbatas akan dapat mengetahui yang tidak terbatas. Itulah kuasa Tuhan yang bersifat absolut. Manusia akan dapat berinteraksi dengan Tuhan hanya dengan melalui iman.”

Sebagai penyuka buku-buku eksak, buku-buku sains yang dilahapnya memberikan bekal dalam menyampaikan renungan Firman Tuhan, dan kerap menyelipkan cerita tantang sains. Mengapa tertarik tentang sains, bidang fisika? Katanya lagi, alam bersifat matematis dan sangat eksak. Rotasi bumi harian selalu memuat perhitungan matematis yang sangat akurat dan tepat, tak mungkin meleset. “Bagi saya mempelajari fisika kita mengenal eksak. Mempelajari eksak merupakan langkah awal untuk memasuki dunia ilmiah. Dunia untuk memahami rahasia alam. Jadi untuk memahami kehidupan dan segala yang berkaitan di dalamnya tidak terlepas dari ilmu fisika.”

Entah mengapa di pemahaman fisika itu kita bisa menemukan makna. Sebenarnya alamiah, fisika berkaitan alam, sains dan ilmu tentang alam dalam makna yang luas. “Mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu.  Dia dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Intinya sebenarnya bagimana kaitannya dengan kehidupan kita sekarang.”

Dia menambahkan, sebenarnya saya tidak ahli fisika, tetapi banyak membaca buku-buku fisika. “Fisika sering disebut sebagai ilmu paling mendasar, elementer karena setiap ilmu alam lainnya selalu mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika,” tambahnya.

Sebagai suluh

Sebagai pemimpin, dia menyadari sebagai pemberi jalan, penyuluh. Sebagai suluh hanya sebagi penuluh, tidak hanya sebagai pendidik, tetapi mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi oranglain di dalam melakukan fungsi kepemimpinan. Sebagai Ketua Gereja Pentakosta Indonesia berpusat di Pematang Siantar, Sumatera Utara yang sidang, atau gerejanya ada di berbagai wilayah di Indonesia. Perlu mutiplikasi dalam memimpin.

“Prinsip multiplikasi, cara dengan memperbanyak calon hamba Tuhan, guru dan sintua. Gereja harus terus bertumbuh, maka untuk bertumbuh harus ada eksplan. Mereka itu harus diberikan pemahaman doktrin yang benar agar tidak terkontaminasi ajaran-ajaran yang bengkok,” ujar anak dari pendiri Gereja Pentakosta Indonesia Pdt Ev Renatus Siburian ini.

Lalu, apa yang dilakukan memimpin gereja? Menurutnya, kepemimpinan untuk memberdayakan semua tim, atau orang-orang yang dipimpinnya mencapai potensi tertingginya. “Dengan kata lain, ada kaderisasi dan regenerasi pemimpin. Pada level ini, seorang pemimpin tidak lagi berfokus kepada dirinya, tetapi bagaimana dia berupaya supaya kepemimpinan berjalan dengan baik.”

Baginya, memimpin juga harus berdasarkan karakter dan integritas. “Pemimpin  harus memberikan perubahan bagi yang dipimpin. Seorang pemimpin yang seumur hidupnya mengembangkan oranglain serta organisasi-organisasi memberikan dampak yang sedemikian luar biasa untuk waktu yang sedemikian lama. Sehingga orang-orang mengikutinya. Bila kita mencapainya, itulah kepemimpinan yang berdampak,” ujarnya.

ditulis, Hotman J. Lumban Gaol