Rev. DR. M.H Siburian, M.Min


“Di Dalam Tuhan Ada Jawaban Kehidupan”

Ketua (1)SEMUA insan tentunya akan berbeda-beda dalam memaknai hidup. Ada selalu mempertanyakan apa yang terjadi dalam kehidupan. Ada yang pandai menjawab pertanyaan, tetapi belum tentu pandai mempertanyakan apa yang terjadi di dalam mengarungi keberimanan. Nalar manusia tidak akan mampu membahas Tuhan, tetapi banyak hal, fenomena yang terjadi bisa tersingkap oleh pengetahunan dunia, sains. Meski hal ini masih terus merupakan pembahasan dan perdebatan panjang, belum pernah ada titik temunya. Tetapi bagi Pria kelahiran Pematang Siantar, 14 Juli 1952, Rev DR Maradu Hasudungan Siburian MMin mengatakan, sains memang tidak bisa menjawab semua hal, tetapi paling tidak bisa menolong kita menjawab beberapa hal.

Ketua Sinode Gereja Pentakosta Indonesia, penyuka buku-buku fisika ini sendari dulu telah membaca buku-buku fisika. Hampir semua buku fisika dikoleksinya, termasuk buku-buku pakar fisikawan Stephen Hawking. “Karena itu, gereja harus tampil mengambil peran. Buku  Stephen Hawking berjudul Grand Design. Buku tersebut misalnya memancing keributan terutama di sisi para ahli agama. Hal ini disebabkan karena penjelasan dari buku tersebut mengatakan alam semesta ini tercipta hampir tanpa membutuhkan keterlibatan Tuhan.”

Walau tergolong kalimat yang sarkas, tetapi baginya, dari sana kita bisa beranjak mengerti, menjelaskan kepada umat tentang fenomena-fenomena yang terjadi. Bagi Rian, begitu nama panggilan di masa muda, para ahli agama dan para teolog tetap pada keyakinannya bahwa semesta dan kehidupan ini jelas ciptaan Tuhan. Akan tetapi mereka tidak bisa membuktikan secara bukti-bukti seperti yang dibutuhkan oleh para ilmuwan.

“Bagi saya, gereja harus juga ikut untuk mengambil posisi terhadap hal itu. Sains bukan dasar dari semuanya. Tetapi, paling tidak orang-orang Kristen, anak-anak Tuhan harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di masyarakat. Masalah kloning misalnya, gereja mesti mempunyai pemikiran, agar umat tidak diombang-ambingkan. Sebab di dalam Tuhan ada jawaban terhadap fenomena kehidupan,” ujar suami dari Hernawati boru Sitompul.

Ayah dari empat anak, tiga putri dan satu putra diantaranya; Rut Debora boru Siburian, Evelina boru Siburian, Pranata Okto Siburian dan Melisa Renata boru Siburian. Tiga anaknya sudah menikah, tinggal Melisa belum menikah, saat ini menyelesaikan jejang sarjana di Fakultas Kedokteran di Medan. Tetapi baru putri kedua yang memberinya dua cucu. Ompung dua cucu ini, melihat semua fenomena di dunia pasti ada jalan solusi.  Lalu, bagaimanan kita mencari jawabannya?  “Gereja harus peka terhadap tanda-tanda zaman. Sebagaimana dalam Firman Tuhan Allah: Sesungguhnya Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah baju penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh.”FOTO KEL PAK KETUA

“Siapa yang percaya tidak akan gelisah? Bahwa banyak para ahli yang dapat memprediksi atau menunjukkan optimisme tentang pemecahan ekonomi, sosial, politik dan ilmu pengetahuan. Namun, ada satu hal yang tidak dijawab para ahli yakni kuasa Tuhan, atas permasalahan yang terjadi. Tidak menjelaskan bahwa firman menegaskan bahwa kita tidak perlu ragu karena Allah yang akan berikan solusi,” tambahnya lagi.

 Khotbah eksak

Dia juga adalah salah seeorang Majelis Pertimbangan Rohani di Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI). Baginya, bahwa setiap orang memiliki persoalan sendiri. Namun, kita harus membuat keputusan yang benar dengan mengikut sikap Yesus. “Allah yang berikan solusi adalah Allah yang kekal. Jawaban yang diberikan juga absolut yakni keselamatan. Sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama yang lain yang diberikan kepada manusia yang oleh-Nya kita dapat diselamatkan.” Tambahnya “Tuhan itu tidak terbatas, sedangkan pengetahuan manusia itu terbatas sehingga tidak mungkin sesuatu yang terbatas akan dapat mengetahui yang tidak terbatas. Itulah kuasa Tuhan yang bersifat absolut. Manusia akan dapat berinteraksi dengan Tuhan hanya dengan melalui iman.”

Sebagai penyuka buku-buku eksak, buku-buku sains yang dilahapnya memberikan bekal dalam menyampaikan renungan Firman Tuhan, dan kerap menyelipkan cerita tantang sains. Mengapa tertarik tentang sains, bidang fisika? Katanya lagi, alam bersifat matematis dan sangat eksak. Rotasi bumi harian selalu memuat perhitungan matematis yang sangat akurat dan tepat, tak mungkin meleset. “Bagi saya mempelajari fisika kita mengenal eksak. Mempelajari eksak merupakan langkah awal untuk memasuki dunia ilmiah. Dunia untuk memahami rahasia alam. Jadi untuk memahami kehidupan dan segala yang berkaitan di dalamnya tidak terlepas dari ilmu fisika.”

Entah mengapa di pemahaman fisika itu kita bisa menemukan makna. Sebenarnya alamiah, fisika berkaitan alam, sains dan ilmu tentang alam dalam makna yang luas. “Mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu.  Dia dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Intinya sebenarnya bagimana kaitannya dengan kehidupan kita sekarang.”

Dia menambahkan, sebenarnya saya tidak ahli fisika, tetapi banyak membaca buku-buku fisika. “Fisika sering disebut sebagai ilmu paling mendasar, elementer karena setiap ilmu alam lainnya selalu mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika,” tambahnya.

Sebagai suluh

Sebagai pemimpin, dia menyadari sebagai pemberi jalan, penyuluh. Sebagai suluh hanya sebagi penuluh, tidak hanya sebagai pendidik, tetapi mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi oranglain di dalam melakukan fungsi kepemimpinan. Sebagai Ketua Gereja Pentakosta Indonesia berpusat di Pematang Siantar, Sumatera Utara yang sidang, atau gerejanya ada di berbagai wilayah di Indonesia. Perlu mutiplikasi dalam memimpin.

“Prinsip multiplikasi, cara dengan memperbanyak calon hamba Tuhan, guru dan sintua. Gereja harus terus bertumbuh, maka untuk bertumbuh harus ada eksplan. Mereka itu harus diberikan pemahaman doktrin yang benar agar tidak terkontaminasi ajaran-ajaran yang bengkok,” ujar anak dari pendiri Gereja Pentakosta Indonesia Pdt Ev Renatus Siburian ini.

Lalu, apa yang dilakukan memimpin gereja? Menurutnya, kepemimpinan untuk memberdayakan semua tim, atau orang-orang yang dipimpinnya mencapai potensi tertingginya. “Dengan kata lain, ada kaderisasi dan regenerasi pemimpin. Pada level ini, seorang pemimpin tidak lagi berfokus kepada dirinya, tetapi bagaimana dia berupaya supaya kepemimpinan berjalan dengan baik.”

Baginya, memimpin juga harus berdasarkan karakter dan integritas. “Pemimpin  harus memberikan perubahan bagi yang dipimpin. Seorang pemimpin yang seumur hidupnya mengembangkan oranglain serta organisasi-organisasi memberikan dampak yang sedemikian luar biasa untuk waktu yang sedemikian lama. Sehingga orang-orang mengikutinya. Bila kita mencapainya, itulah kepemimpinan yang berdampak,” ujarnya.

ditulis, Hotman J. Lumban Gaol

 

Iklan

2 thoughts on “Rev. DR. M.H Siburian, M.Min

  1. Puji Tuhan, luar biasa.
    Memang sangat perlu sekali pemimpin agama memahami pengetahuan-pengetahuan umum dan selalu update dalam teknologi.

    Karena jemaat-jemaat yang digembalakan pun semakin berkembang daya intelektualitas nya.

    Bangga memiliki Imam seperti ini di Gereja Pentakosta Indonesia.

    Terbang dan berjayalah GPI.

  2. Saya bangga dan tertarik pemahaman bapak ketua GPI, tp sy minta agar manifestasi kepemimpinan itu di jabarkan dan diajarkan kepada seluruh GPI se indonesia, khususnya di GPI di pulau Nias, sekedar informasi hampir 70% pendeta GPI di pulau nias belum tersentuh pendidikan teologi apa lagi mengerti tentang doktrin dan pemuridan sebagi dasar kekristenan. Harapan sy bapak ketua mengirimkan hamba Tuhan kepulau nias utk mendidik dan mengajar pendeta terlebih2 jemaat. Di mana pertumbuhan dan perkembangan jemaat kita di sana jauh dari apa bapak harapkan dan juga sangat tertinggal dari kemajuan sains, teriring salam perjuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s