Pdt. Noortje Parsaulian Lasniroha Lumbantoruan, M.Th


Pdt-Noortje-Parsaulian-1Nama : Pdt Noortje Parsaulian Lasniroha Lumbantoruan MTh

Lahir : Jakarta, 1 Agustus 1958.

Nama Ayah : Mangara Toman Lumbantoruan (alm).

Nama Ibu : Penina boru Nababan (alm)

Nama Suami : Dr Joseph Jupiter Pardede.

Lahir: Bandung, 11 Januari 1955.

Anak :

  1. Joshua Parsaoran Partogi Pardede SKed (Coass di RSUP. Prof. Dr RD Kandou) Lahir: Perth,WA, 19 Maret 1990.
  2. Amelia Margachristie Pardede (Mahasiswa FK Unsrat Sem.7) Lahir: Perth,WA, 3 September 1991.
  3. Mary Marliyne Josephine Pardede (SMA Kr. Eben Haezer Kls. 12) Lahir: Bogor, Jawa Barat, 11 Juli 1995.

Pelayanan dan kegiatan:

  • Masa Vikariat (1984-1986): Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung. HKBP Bogor, Resort Bogor. HKBP Tanjung Karang, Resort Tanjung Karang, Lampung.
  • Latihan Kepemimpinan Pemuda Tingkat Nasional (oleh KNPI-1984).
  • Pendeta Naposobulung (1986-1988) HKBP Palembang, Resort Palembang, Sumatera Selatan.Mengikuti kegiatan Pemuda dan Pendeta Pemuda oleh The Lutheran World Federation (LWF) dalam pelayanan pengenalan dan penanggulangan masalah HIV- AIDS di Geneva, Swiss (1987); dilanjutkan dengan kunjungan Gereja-gereja anggota LWF di Afrika yaitu: Kenya, Tanzania dan Ethiopia yang saat itu mengalami bencana kelaparan.
  • Pendeta pelayanan di Indonesian Christian Fellowship (ICF) sampai menjadi Indonesian Christian Church (ICC) di Perth, Western Australia (1988-1994); ketika mendampingi suami studi program S2 dan S3 dalam bidang “Math, Physics and Chemistry”, Murdoch University, Perth, Western Australia.
  • Mendalami Clinical Pastoral Education (CPE) di The Royal Perth Hospital, Perth, Australia.
  • Tahun 1994 -2005: melayani di HKBP Bogor, Resort Bogor.
  • Pelayanan Orang Jalanan di sepanjang rel kereta (KRL) Jagorawi.
  • Tim Pelayanan Kerohanian dan Kehidupan Asrama Mahasiswa STT Jakarta (1997-2005), termasuk menolong para mahasiswa/i S1 dan S2 asal HKBP yang mengalami kesulitan dalam studi dan dana studi.
  • Tahun 2000-2003 studi S2 di STT Jakarta dengan judul Tesis: “Pelayanan Pastoral bagi Orang yang Menjelang Ajal.”
  • Mengajar di Akademi Keperawatan RS. Cikini (2002-2005)
  • Pendeta diperbantukan di HKBP Distrik VIII, Jawa Kalimantan (2003-2005).
  • Tahun 2005-sekarang berdomisili di Manado, Sulawesi Utara. Turut melayani di HKBP Manado, sampai 2007.
  • Juga melayani di GMIM Centrum Berbahasa Batak dan GMIM Bukit Moria Rike.
  • Bersama Harmonic Music School, melaksanakan pelayanan Pekabaran Injil (dan Musik Gerejawi) di Manado dan sekitarnya di Sulawesi Utara.
  • Pelayanan Pastoral Penyembuhan luka batin di HKBP, Sekolah Bibelvrouw HKBP, STT HKBP Siantar, GMIM, gereja denominasi PGI lainnya, juga persekutuan Kristen dan gereja di Australia, Belanda.
  • Mengikuti kegiatan dan pelayanan bersama :
  • Persekutuan Perempuan berpendidikan Teologi di Indonesia (Peruati).
  • Asian Women’s Resource for Culture and Theology (AWRC).
  • Asosiasi Pastoral Indonesia (API) di SuluttenggoHal.
  • Shelter Workshop, pelayanan pastoral dan pemberdayaan bagi orang yang telah sembuh dari kusta, Tangerang, Banten.
  • DWP Baristand Industri Manado dan DWP Prov Sulut (dalam bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup).
  • Pelayanan pastoral yang dipadukan dengan Mind Technology yang tergabung dalam AWG Institute of Mind Technology (dahulu Quantum Hipnosis Indonesia/QHI) yaitu: pelayanan (terapi) penyembuhan masalah-masalah pikiran dan emosi.

Pdt Noortje Parsaulian Lasni Rohana Lumbantoruan MTh: “Pendeta Perempuan Pertama di HKBP”
Bagi Pdt Noortje Parsaulian Lasni Rohana Lumbantoruan, Minggu 27 Juli 1986, adalah hari bersejarah baginya. Karena hari itu, Noortje menerima tahbisan pendeta di HKBP Moria, Medan Baru, bersama sembilan pendeta dan hanya dia satu-satunya perempuan. Bukan hanya bagi Noortje hari itu bersejarah, tapi juga bagi HKBP. Pdt Noortje telah menorehkan sejarah baru dalam perjalanan kependetaan di HKBP yang selama ini posisi perempuan masih dianggap “tabu” menjadi pendeta di HKBP.
Ketika Noortje ditahbiskan, hari itu adalah juga peringatan 100 tahun pentahbisan pendeta (hanya boleh laki-laki) di HKBP, juga dalam memperingati 125 tahun HKBP. Ephorus Ds GHM Siahaan yang mentahbiskan Noortje dan dialah pendeta perempuan yang pertama di HKBP. Lalu, nama Pdt Noortje tercatat dalam Almanak HKBP di “Angka Taon Siingoton”
Suaminya adalah Joseph Jupiter Pardede, pemuda yang dikenalnya di Bogor. Joseph waktu itu, Kordinator Guru Sekolah Minggu HKBP Bogor dan aktif di NHKBP. Mereka menikah 24 Juli 1987, di HKBP Kebayoran Baru, Jalan Hang Lekiu, Jakarta Selatan. Pemberkatan nikah dilayani Pdt Prof Dr RW Haskin, dosen pembimbing skripsi Noortje di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta.
Karena suaminya pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Balai Besar Industri Agro Bogor, Noortje memohon kepada pimpinan HKBP agar diizinkan melayani di Bogor. Kantor Pusat hanya memberikan izin cuti di luar tanggungan HKBP. “Sejak itu nama saya tidak ada lagi tercantum di dalam Almanak HKBP,” kata Noortje.
Ketika suaminya Joseph, mendapat tugas belajar untuk program S2 dan S3, dalam bidang kimia dan fisika di Murdoch University, Perth, Western Australia, 1988, pemerintah Australia mengundang Noortje untuk mendampingi suami yang sedang studi. Lalu, melaporkannya kepada pimpinan HKBP, serta mohon izin.
Setelah di Perth, Noortje ditemui Pengurus Indonesian Christian Fellowship (ICF) dan meminta kesediannya melayani di ICF dan pihak ICP menyarakan meminta rekomendasi dari HKBP. Namun tidak ada balasan atas permohonan Noortje dari Kantor Pusat HKBP di Peraja, Tarutung. Akhirnya ia melayani di ICF tanpa rekomendasi dari HKBP.
Sejak melayani di ICF, pergaulan Noortje bertambah luas bersama komunitas oikumene di Australia. Apalagi ICF sendiri mempunyai latar belakang gereja seperti di Indonesia; GKI, Gereja Kristus, HKBP, GPIB, Gereja Katolik, Gereja Pentakosta. Warganya sebagian besar adalah pengusaha sukses yang telah menjadi “permanen residen” dan tetap sebagai WNI dan sebagian adalah “student” baik yang biaya pribadi atau beasiswa pemerintah Australia.
Di negara Kangguru ini, mereka dikarunia dua anak; Joshua dan Amelia. Puteri bungsu, Mary lahir di Bogor.
Pernah melayani tanpa SK, namun Noortje meyakini Tuhan memakainya sebagai hambaNya. “Saya tetap setia dalam panggilanNya dan terima kasih, Tuhan memberkati keluarga kami,” kata Noortje.
Saat ini, setelah 27 tahun lalu perempuan diterima menjadi pendeta di HKBP, sudah banyak pendeta perempuan, jadi pendeta, hampir 300 orang. Ada bergelar master dan doktor bidang teologi atau nonteologi. Beberapa menjadi pendeta resort dan ada praeses yaitu; Pdt Debora Sinaga MTh.
Noortje yakin, pendeta perempuan punya potensi serta kemampuan asalkan diperlakukan adil. Banyak di antara pendeta perempuan kapasitasnya tidak kalah dengan pendeta laki-laki.
Apalagi pendeta perempuan dan laki-laki punya tanggung jawab yang sama untuk meningkatkan pelayanan sesuai visi dan misi HKBP. Noortje mencontohkan seperti memasak kue, sama-sama mengolahnya, memasaknya sampai kue itu matang dan sedap rasanya. Ketika kue itu akan dinikmati, kue tidak dibagi merata dan adil. Pendeta laki-laki merasa bagiannya harus lebih besar dan lebih banyak. Di manakah keadilan itu? Kalau gereja saja sulit menegakkan keadilan, lalu di manakah kita mendapatkannya? “Pelayanan bersama antara pendeta perempuan dan laki-laki, memampukan gereja “menari bersama” dalam merayakan kasih dan Kebaikan Tuhan bagi segala makhluk di dunia ini,” ujarnya.
Pdt Noortje berpedoman terhadap apa yang diucapkan Yesus; “Di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya (perempuan) ini akan disebut juga untuk mengenang dia.” (Markus 14: 9) “Bagi saya, dalam pelayanan, yang penting kita menyadari bahwa Tuhan mengingat kita,”tukasnya
Menurut Noortje, refleksi bukan didasarkan atas perjalanan pribadi atau orang lain di sekitarnya, tetapi pencarian makna hidup, baik di dalam maupun di luar gereja sebagai “living faith” yaitu iman yang menghidupi dan dihidupi. Makanya gereja dituntut memiliki “telinga yang besar” yang mampu menangkap perjalanan serta pergumulan gereja (jemaat) dan masyarakat di sekitarnya. HKBP, jemaat dan pendetanya harus memiliki hikmat “Sophia” yang ada dalam Kristus yang penuh belas kasihan untuk menerima siapa pun, mempersilahkan mereka menikmati damai sejahtera (syalom)
Karena itu, sudah waktunya para pendeta dalam pelayanannya, saling menopang, menguatkan, baik perempuan dan laki-laki saling mengakui kapasitas masing-masing. Saling menghormati, sehingga semua makhluk merasakan Kerajaan Allah nyata, ada kasih, keadilan, kesetaraan dan penerimaan diri bagi manusia seluruhnya, baik perempuan, laki-laki dan mereka saudara-saudara kita yang mempunyai orientasi seks yang berbeda. Masih banyak pelayanan pastoral yang perlu dilakukan bersama dalam dunia ini, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pelestarian lingkungan hidup. “Ini adalah tanggung jawab bersama, membutuhkan pendeta yang rendah hati, memiliki belas kasih, berintegritas dan berkomitmen pada panggilannya,” katanya.
Pada Agustus 2013, Pdt Noortje menerima SK melayani di HKBP Resort Simpang Limun, Distrik X Medan Aceh. Namun SK tersebut belum diterima pendeta resort, meskipun praeses sudah menyatakan sudah dikirim pimpinan HKBP “Sekali lagi, inilah pengalaman saya sebagai pendeta, semoga tidak terjadi pada yang lain,” ucap Noortje.
Selama Rapat Pendeta berlangsung di Pematangsiantar, Pdt Noortje, aktif memberikan saran dan tanggapan pada sesi pertanyaan di pleno. Malah dia mengutip tema Rapat Pendeta 2013; “HKBP menjadi berkat bagi dunia” dan tema ini menjadi inspirasi baginya. “Kiranya saya boleh berkenan bagiNya untuk menjadi berkat bagi dunia di sekitar saya,” kata Pdt Noortje Parsaulian Lasni Rohana Lumbantoruan.

sumber: http://hkbpdistrikdki.org

One thought on “Pdt. Noortje Parsaulian Lasniroha Lumbantoruan, M.Th

  1. Demikian jg inang Pdt. br. Naibaho. Sudah dapat SK penempatan di HKBP Sidikalang 2 – Distrik VI Dairi, tetapi karena alasan tidak masuk akal (Masalah gender) akhirnya beliau batal ditempatkan disana. Semoga tidak ada lagi permasalahan gender di lingkungan HKBP. Horas….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s