Dora Sitanggang


12Tahun 1979. Awalnya adalah sebuah lapo tuak. Bangunannya begitu bersahaja. Dindingnya dari tepas (gedek, kata orang Betawi) dan jendelanya kawat. Bangkunya menempel di meja, keduanya dari kayu bekas. Untuk memberikan kesan bertaplak, permukaan meja dibalut plastik bekas tenda biru. Penerangan di sana memakai lampu petromaks.

Pakter tuak ini berdiri di atas rawa-rawa dekat Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pelanggannya para supir bus T 55, tukang foto Polaroid (langsung jadi) yang mangkal di TMII serta teman-teman Pak Goldfried Situmeang (alm.), sesama sopir truk. Pak Goldfried adalah suami Bu Dora Sitanggang.Meski sangat apa adanya, lapo yang satu ini senantiasa ramai, terlebih saat jam makan. Daya tariknya adalah masakan lezat Bu Dora.

Bermodalkan keberanian, tahun 1981 Bu Dora mulai melayani permintaan katering untuk acara arisan, ulang tahun dan pesta gereja. Roma Catering itulah merek dagangnya. Ibu dari enam anak—Roma Friscilla Situmeang, Fried Harris Situmeang, Fried Holmes Situmeang, Maria Laura Situmeang, Fried William Situmeang, dan Dorisma Situmeang—ini memperoleh dukungan dari para pelanggannya. St. K.M. Sinaga, pengusaha asuransi yang juga guru huria di gereja HKBP Menteng saat itu termasuk salah seorang pelanggan yang selalu memuji kelezatan masakan Roma Catering. Tak hanya itu, St. K.M. Sinaga juga merekomendasikannya kepada kerabat dan handai tolan yang akan menyelenggarakan pesta.

Keluarga dan kerabat Dora-Goldfried juga mendukung dan mengulurkan tangan. Salah satunya adalah Tulus Humintar Siahaan. Tulus-lah yang mengajari bagaimana cara mendekor ruangan dan menangani pesanan dalam jumlah besar.

Perekonomian orang Batak di Jakarta semakin membaik saja dari tahun ke tahun. Ekornya, pesta-pesta di gedung pun makin banyak. Kalau semula Sabtu saja, belakangan hari lainpun juga. Katering yang melayani pesta Batak dengan sendirinya menggeliat, terutama Roma yang diawaki Bu Dora sekeluarga. Dari mulut ke mulut nama perusahaan jasa boga ini beredar.

Bu Dora yang ramah, santun, tekun dan ulet sangat bersemangat membesarkan Roma Catering. Belajar, berorganisasi dan berjejaring ia lakukan untuk itu. Kursus masak ia ikuti walaupun olahan tangannya sudah dipuji para pelanggan. Ia bergabung dengan dan menjadi anggota Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI). Dengan Lotte Mart (dulu: Makro) ia menjalin kerja sama dalam pengadaan bahan baku.

Meski sudah lebih dari 30 tahun berbisnis makanan, perempuan kelahiran Tarutung, 18 Agustus 1959 ini tidak berhenti mengembangkan usaha. Berpanjikan APJI, Bu Dora mengikuti program studi banding ke Hongkong, Thailand dan Singapura. “Studi banding ini juga sebenarnya kesempatan saya untuk memperkenalkan masakan khas Batak. Supaya masakan Batak bisa go international,” ucap perempuan yang selalu berdandan rapi, tak terkecuali saat berada di dapur, sambil tersenyum.

Roma Catering kini menjadi yang terkemuka di segmennya. Artinya menjadi perusahaan katering makanan Batak terbesar di Jakarta. Kalau sudah nomor wahid di Jakarta berarti nomor satu pula di seluruh jagad raya. Bukankah frekuensi tertinggi pesta Batak akbar adanya di Jakarta? Perusahaan ini sekarang beromzet lebih dari Rp 2 miliar per bulan. Karyawan tetapnya 60, yang lepas puluhan orang. Menjadi lebih istimewa lagi, Roma Catering telah menerima penghargaan dari pelbagai lembaga sebab menggunakan standar hotel dalam seluruh proses mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian.

Apa sesungguhnya pendidikan formal Bu Dora, sang arsitek besar yang berada di balik kejayaan Roma Catering? “Ah, saya hanya tamat SMA XIII Tanjung Priok, kok,” ucapnya polos. Selalu juara kelaskah? “Oh, tidak. Semua nilai rapor saya merah, kecuali mata pelajaran agama,” lanjutnya dengan tergelak.*** ditulis, Edward Tigor Siahaan

Sumber: http://www.frenzy-food.com/chitchat/2012/10/012-dora-sitanggang/#sthash.R9nOUREc.dpuf

Iklan

1 Comment

  1. “Perekonomian orang Batak di Jakarta semakin membaik saja dari tahun ke tahun.”
    Amin Inang…

    Aku masih inget Bulan 11 Tahun 2007 Pakai Roma Catering sewaktu Resepsi Nikah Di Ged Restu mampang. Dan sampai sekarang Roma Catering terus exist.
    ” MAJU terus Roma Catering”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s