Dirman Pardosi


Menginjak usia satu abad, AJB Bumiputera 1912 terus bertransformasi. Targetnya, dalam lima tahun ke depan AJB Bumiputera 1912 harus menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar kedua di Indonesia dari sisi market share. Lantas, apa strateginya untuk mencapai target itu? Wartawan KONTAN Fransiska Firlana dan Titis Nurdiana mewawancarai Direktur Utama AJB Bumiputera Dirman Pardosi, di kantornya, Jumat (17/2) lalu.

Bulan Februari 2012, Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJB Bumiputera) genap berusia satu abad. Tahun ini menjadi bagian dari tonggak sejarah perjalanan AJB Bumiputera sebagai perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang masih bertahan.
Pada kesempatan ini, kami berupaya untuk bertransformasi. Mulai dengan mengubah logo perusahaan, AJB Bumiputera Indonesia mencoba mengikuti perkembangan zaman. Dengan logo baru, kami ingin menularkan semangat baru Bumiputera kepada masyarakat.
Kami tidak bisa memungkiri bahwa selama ini ada kesan bahwa Bumiputera itu oldies. Namun, justru adanya kesan itulah kami menjadi semakin sadar bahwa memasuki abad kedua kami harus melakukan transformasi. Ini bukan transformasi yang biasa, melainkan bersifat metamorfosis. Dari yang terkesan oldies, Bumiputera mencoba melakukan pembaharuan, yaitu modernisasi Bumiputera.

Transformasi yang kami lakukan mulai dengan berganti logo, meluncurkan produk baru, dan menambah sistem layanan nasabah. Perubahan logo menjadi poin awal kami menuju perubahan. Namun, mengubah logo tidak ada artinya apa-apa bila tidak disertai perubahan paradigma berpikir.

Dengan strategi itu, kami berharap target kami menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar kedua di Tanah Air dari sisi market share dalam kurun waktu lima tahun ke depan bisa tercapai. Saat ini, dari sisi market share, kami baru menduduki posisi nomor lima.
Dari sisi produk, manajemen Bumiputera sudah mulai meluncurkan aneka produk baru dalam bentuk asuransi tambahan seperti critical illness dan surgical benefit. Selain itu, kami juga menyediakan produk-produk asuransi syariah.

Tahun ini juga kami memastikan sudah bisa melakukan penjualan produk unitlink. Setahu kami, pihak regulator telah memberikan lampu hijau. Terkait teknologi pendukung untuk produk ini, kami juga sudah siap. Kami sudah menggandeng dua perusahaan manajemen investasi.

Untuk sementara, penjualan unitlink ini akan kami konsentrasikan di kota-kota besar. Dari 30.000 agen yang kami miliki, baru sebagian yang kami latih untuk memasarkan produk ini. Meski nasabah kami sudah jutaan saat ini, dalam memasarkan produk unitlink, kami tidak akan fokus pada nasabah lama, melainkan harus menggaet nasabah baru. Kebun yang sudah ada biarkan terus dipelihara dan berkembang, tapi juga harus mencari area kebun baru supaya panenan lebih besar.

AJB Bumiputera tidak mau memasang target kontribusi unitlink terhadap total bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Biarlah kita lihat bagaimana pasar menyerap produk ini dengan sendiri.

Namun, perkiraan kami, tahun ini, sumbangsih unitlink mungkin sekitar 10%. Kami tidak mau jor-joran pasang target tahun ini sebab fokus kami masih dalam upaya edukasi kepada masyarakat bahwa AJB Bumiputera saat ini sudah punya produk unitlink.
Untuk mendukung bisnis unitlink, kami tetap akan melakukan pelepasan aset perusahaan yang tidak masuk dalam bisnis inti, seperti aset properti. Di masa lalu, aset properti inilah yang menyelamatkan Bumiputera dalam berbagai krisis yang dihadapi.
Nah, kondisi sekarang sudah tidak cocok lagi. Jadi, kami harus mentransfer aset properti itu ke financial asset. Apalagi jika bicara produk modern seperti unitlink, yang menuntut back up yang sama antara kewajiban dengan underlying asset. Kami harus membesarkan sisi finansial.

Meski kami siap untuk melepas aset properti, bukan berarti kami asal lepas atau asal ada yang mau. Kami tetap melakukan perhitungan. Aset kami di properti kurang lebih ada senilai Rp 1,5 triliun. Aset properti Bumiputera antara lain rumah dinas, hotel, dan kantor-kantor.
Sementara itu, dalam transformasi dalam bidang pelayanan nasabah, Bumiputera melakukan transformasi teknologi dalam sistem pembayaran premi. Tujuannya untuk memberikan kemudahan kepada nasabah. Dengan teknologi yang sekarang, nasabah bisa melakukan transaksi lewat bank, SMS gateway, ada call center. Kami juga melakukan pembaruan website dengan desain yang lebih elegan.

Berbagi motivasi
Segala inisiatif yang kami realisasikan ini, tentunya, sebagai jalur kami untuk mengubah wujud Bumiputera, dari kesan oldies menjadi modern. Namun, apa yang kami lakukan ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas pelayanan Bumiputera kepada nasabah. Kami menyadari, dalam mewujudkan mimpi itu, kami membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Sejatinya, bukan itu saja transformasi yang akan kami lakukan. Kami sudah menyusun strategi jangka panjang Bumiputera demi mewujudkan diri sebagai perusahaan asuransi nasional yang mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Saya pribadi yakin, meskipun perusahaan joint venture semakin banyak, kami akan mampu bertahan. Selama kami mampu menunjukkan diri sebagai perusahaan asuransi yang kuat dengan kualitas produk dan layanan yang sama atau lebih bagus dari perusahaan asing, tentu, masyakarat akan memilih produk dalam negeri, seperti produk yang kami tawarkan. Kami akan membuktikan hal itu.

Dengan layanan baru yang kami luncurkan serta produk-produk baru, tahun ini, Bumiputera berharap bisa merangkul 1,5 juta nasabah. Target premi Rp 7 triliun atau naik sekitar 30% dibandingkan dengan perolehan premi tahun lalu yang sebesar Rp 5,5 triliun.
Tentu saja, apa yang kami rencanakan ini tidak akan berjalan mulus bila tidak didukung oleh seluruh keluarga besar Bumiputera. Untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar Bumiputera, kami selaku direksi terus berupaya melakukan sosialisasi pada karyawan dan keluarga besar kami.

Dirman PardosiKami mencoba menggugah semua karyawan untuk mempunyai semangat bekerja untuk kepentingan masyarakat banyak. Kami berupaya menanamkan nilai-nilai positif kepada karyawan dalam mendukung pengembangan Bumiputera. Kami mencoba membentuk pola pikir karyawan dalam semangat memiliki Bumiputera.

Membentuk pola pikir dan menyatukan semangat itu tidaklah mudah. Ada 3.000 karyawan Bumiputera, tentu tidak semua bersimpati terhadap mimpi-mimpi transformasi Bumiputera. Namun, demi perusahaan ini, motivasi dan sosialisasi semangat tersebut tidak boleh berhenti begitu saja. Tak perlu melalui pemaksaan, cukup dengan kelembutan.
Untuk berbagi motivasi dan sosialisasi pada karyawan, setiap Senin, saya selalu tidak lupa berbagi note pada karyawan melalui e-mail. Isi setiap note beragam, mulai bertema cinta sampai kebohongan. Sosialisasi seputar logo baru serta makna yang terkadung di dalamnya pun saya bagi melalui note. Sampai akhirnya, pada peringatan 100 tahun Bumiputera, note tersebut dibukukan dengan judul: Bentang Cinta Sepanjang Waktu, Sebuah Kumpulan Notes from CEO.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s