Johny Pardede


Ev Johny Pardede

“Dulu Terjerembab Lumpur Dosa, Kini Termotivasi Amanat Agung”

Jhonny Pardede_CoverKemajuan peradaban ternyata tak menjamin keadaan dunia makin baik. Nyatanya, keadaan dunia malah semakin mencekam. Bahkan, keadaannya makin mencekam. Situasi itu diperparah dengan harga-harga barang bertambah, ketakutan dan ketidakpastian melanda seluruh jagat raya ini. Apalagi amat sering terjadi fluktuasi ekonomi. Tentu, jika tanpa berpegangan erat dengan firman Tuhan, seseorang bisa makin terperosok makin dalam terjerembab. “Hanya orang yang menyerahkan hidup total pada Tuhanlah tak takut menghadapi badai, kondisi yang sulit seperti sekarang ini. Hanya orang-orang yang dipanggil dan diurapilah yang dapat menang mengatasi keadaan sulit. Karena itu, kita harus bertobat dan menjadi pemberita firman Tuhan,” ujar Ev Johny Pardede.

Ajakan itu kerap kali disampaikannya, baik di acara KKR, acara seminar dan kebaktian-kebaktian gerejawi yang dipimpinnya. Asal ada kesempatan menyampaikan  firman Tuhan, Jhony pasti menyampaikan prinsip-prinsip  dan kiat-kiat agar orang percaya dapat menang atas situasi yang sulit. Bahkan, di dalam khotbahnya, Jhony juga amat sering mengisahkan kesaksian hidupnya. Pengalamannya sebagai pengusaha  sebelum dan sesudah bertobat. “Saya dulu adalah pengusaha yang hanya memikirkan dunia ini. Saya melakukan dosa. Tetapi itu sebelum mengenal anugerah Tuhan,” kenangnya. Namun, lika-liku kehidupan pribadi yang panjang, penuh onak menghacurkan hidupnya membawanya pada pertobatan.

Sejak bertobat, Jhony terpesona dengan ajakan untuk pergi (Matius 28:19-20) “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Dia menambahkan, kita terkadang suka menggembar-gemborkan Amanat Agung, tanpa pemahaman yang dalam bahkan tak berusaha sebagaimana pesan yang dimaksud, dituntut dari Amanat Agung.

Siapakah Jhony? Johny Pardede, lahir di Medan, 24 April 1954. Anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan orangtua (ibu) Hermina Napitupulu dan (ayah) Tumpal Dorianus Pardede, yang dikenal dengan nama TD Pardede. Almarhum ayahnya adalah seorang pengusaha di masa pemerintahan Soekarno, hingga kemudian menjadi Menteri Berdikari. Sebagai pengusaha, bahkan, pernah menjadi salah satu pengusaha terkaya di Indonesia pada era-nya.

Jhony sendiri mengikuti jejak sang ayah menjadi pengusaha. Dimulai dari mengasuh club bola, dulu dikenal sebagai pemilik club bola Harimau Tapanuli. Memang, sejak dia bertobat dan menjadi penginjil, Jhony tak lagi mengembangkan club bola itu. Hanya menjadi pengusaha tetap dikembangkan. Maka, walau sudah lama meninggalkan dunia bola, jika ditanya soal bola, mengapa persepakbolaan di Indonesia tak maju-maju?

Jawabannya, pengurusnya harus bertobat. “Jika konsep yang diterapkan sekarang masih dilakukan, jelasnya persepakbolaan di Indonesia tak akan maju. Mesti harus ada perubahan total. Pertobatan total agar persepakbolaan Indonesia maju,” ujarnya. Menurutnya, jika pengurus persepakbolaan tak loyal, dia pesimis sepakbola Indonesia, niscaya maju.

Sebagai anak pengusaha  Batak yang kaya raya, dari kecil sampai SMP Jhony tinggal di Jerman. Sudah terbiasa hidup nyaman. Bahkan menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan sesat. Tentulah, tingkah lakunya banyak dipengaruhi kehidupan bebas di Jerman, sehingga ketika kembali ke Indonesia kebiasaan itu menjadi semakin tak karuan, kalau tidak disebut makin jahat. Tetapi, puji Tuhan, oleh cara Tuhan dia kemudian bertobat dan dipanggil menjadi pemberi firman Tuhan oleh kematian sang ayah. Kematian ayahnya pada 18 November 1991, yang sebelumnya didahului ibunya, meninggal 20 Mei 1982. Membuat hatinya hancur berkeping-keping.

Kematian orangtuanya, terutama ayahnya membuat Jhony bertobat. Di akhir tahun 1991, momentum yang membuat dia meninggalkan hidup yang penuh kemunafikan. Yang dulu nyaman hanya memikirkan dirinya, kini memikirkan sorga. Sejak menetapkan diri menjadi pemberita firman Tuhan, dia senantiasa antusias membagikan kabar kesukaan. Jhony di mana pun, kapanpun  ia berada. Bahkan, setiap hari melayani dan menyampaikan Firman Tuhan, hingga ke seluruh penjuru dunia.

Alih-alih sebagai anak dari latar belakang anak yang kaya raya, dulu dia telah menikmati semua kesenangan dunia sampai akhirnya ayahnya meninggal dunia dia bertobat. “Beliau memberi pesan kepada anak-anaknya bahwa sepertiga harta dari keluarga haruslah dipakai untuk pekerjaan Tuhan,” ujarnya. Mengingat pesan dari almarhum ayahandanya, Jhony memetiknya menjadi peringatan untuk menjadi evangelis.

Akhirnya, melalui pesan tersebut, Johny Pardede dipanggil Tuhan dari hidup yang pada untuk menginjili ke seluruh Negara tentang pentingnya hidup bersama Tuhan Yesus. Tentu, tak otomatis seluruh keputusannya untuk menjadi penginjil, berhasil. Dia dengan rendah hari memberi dirinya dibebat seperti bejana tanah liat, dibentuk berkali-kali hingga kemudian tentang melayaniNya seperti sekarang ini.

 

Aktif di FGBMFI

Kini, Jhony tak saja hanya melayani kaum awam, tetapi juga melayani para bisnisman. Iya, itu tadi dimana pun ada kesempatan dia selalu mengajak para bisnisman, bahkan rekan-rekan hamba Tuhan dengan hati yang damai janganlah lagi benih dosa, tetapi berubah oleh pembaharuan budi.

Sejak menyerahkan hidupnya pada tuntunan Tuhan, Jhony terus telaten memberitakan Injil. Sebagai pengusaha, tetap memprioritaskan pelayanan Firman Tuhan. Oleh pelayanannya tentu banyak diapresiasi hamba Tuhan, dan para bisnisman. Tak heran dia sering didaulat untuk menjadi pembicara. Salah satu contoh misalnya, Acara Couple Dinner Gabungan yang diadakan pada hari Jumat 12 juni 2015 bertempat di resto Hongkong Garden, Padang Galak, Sanur Bali. Jhoni didaulat menjadi salah satu pembicara. Acara tersebut tentu berlangsung dengan baik dan sukses.

“Semua yang hadir sangat bersuka cita, dan mereka semua turut memuji Tuhan,” tambahnya mengingat acara FGBMFI itu. Sebagai pembicara, lagi-lagi kesaksian hidupnya yang luar biasa dan sangat memberkati semua bisnisman yang hadir. Bahkan, saat altar call banyak yang maju ke depan untuk didoakan, bahkan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruslamat. “Mereka didoakan untuk mendapat jamahan dan lawatan Tuhan, didoakan untuk kesembuhan dan kelepasan. Luar biasa Roh Kudus melawat mereka,” ujarnya.

Inilah hidup, perjalanan hidup setiap orang siapa yang tahu. Jhony telah menyaksikannya, dulu lama hidup dalam kebinasaan, terjerembab dalam lumpur dosa. Tetapi, kini, Tuhan mengangkatnya bahkan, dipercayakan menyampaikan Amanat Agung, sebagai hamba Tuhan. Bahkan, yang dulu dia mengggap kekayaan adalah yang terpenting, kini menemukan yang lebih penting, memikul beban, memberitakan firman Tuhan sebagai yang termulia.

Hotman J Lumban Gaol (Hojot Marluga)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s