Prof. Dr. Victor Purba, SH, LLM, MSc


Prof. Dr. Victor Purba, SH, LLM, MSc bukan seorang yang tersohor, bak seorang artis. Tetapi, perannya sangat besar dalam Pengembangan Korporasi di Indonesia, ahli hukum ekonomi. Kemampuan akademiknya tak pernah diragukan lagi, hanya saja jarang terpublikasi. Termasuk membangun kampung halamannya. Pria kelahiran Aek Lung, Dolok Sanggul ini adalah seorang pedagogi sejati, guru besar hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Dia adalah salah satu inisiator dari berdirinya Kabupaten Humbang Hasundutan. Pemikirannya bahwa pendidikan membawakan orang tercerahkan, jikalau sudah tercerahkan maka banyak inisiatif yang bisa dilakukan. Saat proses pendirian Kabupaten Humbang Hasundutan, tatkala rapat dengan tokoh-tokoh Dolok Sanggul dia mengatakan, bahwa pembangunan utama Kabupaten seutuhnya harus melalui pendidikan. Jangan melupakan peranan pendidikan untuk memulai pembangunan. Tentu yang dia maksud bukan hanya memiliki gelar akademik. Sebagaimana kata dasar pendidikan adalah kata didik. Didik berarti memelihara dan memberi latihan tentang akhlak dan kecerdasan pikiran.

Sedangkan, pendidikan memiliki arti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Jadi, bukan hanya memiliki jenjang gelar akademik semata. Karena itu, dia selalu berpesan agar meningkatkan mutu pendidikan di Humbang Hasundutan, bahkan dia berjanji saat itu siap mendatangkan para profesor untuk memberikan pendidikan di Humbang Hasundutan. Termasuk tatkala dirinya terpilih sebagai seorang panelis dalam debat kandidat pilkada Humbang Hasundutan tahun 2005, dia selalu menekankan kepada para kandidat bahwa faktor pendidikan sebagai  salah satu misi terpenting dalam kemajuan pembangunan  Humbang Hasundutan.

Pemikirannya bernas, sebagai ahli di bidang hukum ekonomi, dia selalu mengajak menanggapi  kemajuan global  tanpa meninggalkan budaya. Tentu, bagaimana menata karakteristik, kemampuan intelektual lewat kesesuaian     pekerjaan. Lalu, didukung langka-langkah yang optimal untuk menggapai nilai, kesetiaan dan perilaku yang konsisten. Kekonsistenannya terlihat, jauh sebelum booming perantau membangun perpustakaan, dia bersama dengan RM Purba telah membangun perpustakaan di desanya, perpustakaan di SD Aek Lung, Dolok Sanggul. Dia berharap perpustakaan itu dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan berpesan kepada anak-anak dari kampungnya agar suka membaca.

Bahkan, di awal-awal mendirikan perpustakaan tersebut, dia menekankan setiap anak yang bisa menulis satu paragraf dari setiap buku yang dibacanya akan mendapat hadiah, apalagi jika bisa merangkai tulisan atau membuat cerpen akan mendapat hadiah lebih. Hanya sayang semangat yang membara itu tak disambut dengan baik, perpustakaan ini tak terdengar lagi rimbanya, dan sampai hari tak pernah terdengar lagi seorang tokoh sekaliber Prof. Dr. Victor Purba SH, LLM Msc, atau seorang penulis yang menggeluti dunia perbukuan seperti harapannya dari kampungnya.

Padahal, Victor sudah berusaha untuk memotivasi anak-anak disana agar menulis. Tentu, untuk semangatnya itu, maka setiap liburan paskah dia pulang ke kampungnya bersama keluarga. Saat itu, selain dosen Fakultas Hukum UI dia duduk sebagai legal adviser perusahaan perkebunan milik orang Eropa di Sumatera Utara. Maka setiap pulang ke Aek Lung dia mendapat fasilitas kendaraan, dan yang membuat di mudah pulang ke Dolok Sanggul untuk memotivasi anak-anak agar gemar membaca buku.

Kecedikiaannya diapresiasi kalangan nasional, salah satu misalnya, dirinya tercatat sebagai nasasumber pada seminar nasional Penegakan Hukum. Seminar ini adalah seminar pembangunan hukum Nasional VIII yang diselenggarakan Badan Pembinanan Hukum Nasional Departemen Kehakimanan dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Kuta, Bali, 14 – 18 Juli 2003. Dia didaulat sebagai narasumber, membicarakan Pengembangan Berbagai Bentuk Koporasi kepada pelaku ekonomi di Indonesia.

Semasa hidupnya telah mencoba memberikan yang terbaik, dan meninggalkan makna yang terdalam, menggoreskan karya. Namun, pada Kamis 2 Agustus 2007, dia dipanggil keharibanNya. Tentu, bukan hanya keluarga besar Purba yang kehilangan, segenap civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) juga berduka karena kehilangan salah satu guru besar terbaiknya. Prof Dr Victor Purba SH LLM MSc, pakar hukum ekonomi. Almarhum berpulang di Rumah Sakit Kanker Dharmais oleh karena penyakit kanker paru. (Hojot Marluga/diolah dari berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s