Prof. Dr. Victor Purba, SH, LLM, MSc


Prof. Dr. Victor Purba, SH, LLM, MSc bukan seorang yang tersohor, bak seorang artis. Tetapi, perannya sangat besar dalam Pengembangan Korporasi di Indonesia, ahli hukum ekonomi. Kemampuan akademiknya tak pernah diragukan lagi, hanya saja jarang terpublikasi. Termasuk membangun kampung halamannya. Pria kelahiran Aek Lung, Dolok Sanggul ini adalah seorang pedagogi sejati, guru besar hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Dia adalah salah satu inisiator dari berdirinya Kabupaten Humbang Hasundutan. Pemikirannya bahwa pendidikan membawakan orang tercerahkan, jikalau sudah tercerahkan maka banyak inisiatif yang bisa dilakukan. Saat proses pendirian Kabupaten Humbang Hasundutan, tatkala rapat dengan tokoh-tokoh Dolok Sanggul dia mengatakan, bahwa pembangunan utama Kabupaten seutuhnya harus melalui pendidikan. Jangan melupakan peranan pendidikan untuk memulai pembangunan. Tentu yang dia maksud bukan hanya memiliki gelar akademik. Sebagaimana kata dasar pendidikan adalah kata didik. Didik berarti memelihara dan memberi latihan tentang akhlak dan kecerdasan pikiran.

Sedangkan, pendidikan memiliki arti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. Jadi, bukan hanya memiliki jenjang gelar akademik semata. Karena itu, dia selalu berpesan agar meningkatkan mutu pendidikan di Humbang Hasundutan, bahkan dia berjanji saat itu siap mendatangkan para profesor untuk memberikan pendidikan di Humbang Hasundutan. Termasuk tatkala dirinya terpilih sebagai seorang panelis dalam debat kandidat pilkada Humbang Hasundutan tahun 2005, dia selalu menekankan kepada para kandidat bahwa faktor pendidikan sebagai  salah satu misi terpenting dalam kemajuan pembangunan  Humbang Hasundutan.

Pemikirannya bernas, sebagai ahli di bidang hukum ekonomi, dia selalu mengajak menanggapi  kemajuan global  tanpa meninggalkan budaya. Tentu, bagaimana menata karakteristik, kemampuan intelektual lewat kesesuaian     pekerjaan. Lalu, didukung langka-langkah yang optimal untuk menggapai nilai, kesetiaan dan perilaku yang konsisten. Kekonsistenannya terlihat, jauh sebelum booming perantau membangun perpustakaan, dia bersama dengan RM Purba telah membangun perpustakaan di desanya, perpustakaan di SD Aek Lung, Dolok Sanggul. Dia berharap perpustakaan itu dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan berpesan kepada anak-anak dari kampungnya agar suka membaca.

Bahkan, di awal-awal mendirikan perpustakaan tersebut, dia menekankan setiap anak yang bisa menulis satu paragraf dari setiap buku yang dibacanya akan mendapat hadiah, apalagi jika bisa merangkai tulisan atau membuat cerpen akan mendapat hadiah lebih. Hanya sayang semangat yang membara itu tak disambut dengan baik, perpustakaan ini tak terdengar lagi rimbanya, dan sampai hari tak pernah terdengar lagi seorang tokoh sekaliber Prof. Dr. Victor Purba SH, LLM Msc, atau seorang penulis yang menggeluti dunia perbukuan seperti harapannya dari kampungnya.

Padahal, Victor sudah berusaha untuk memotivasi anak-anak disana agar menulis. Tentu, untuk semangatnya itu, maka setiap liburan paskah dia pulang ke kampungnya bersama keluarga. Saat itu, selain dosen Fakultas Hukum UI dia duduk sebagai legal adviser perusahaan perkebunan milik orang Eropa di Sumatera Utara. Maka setiap pulang ke Aek Lung dia mendapat fasilitas kendaraan, dan yang membuat di mudah pulang ke Dolok Sanggul untuk memotivasi anak-anak agar gemar membaca buku.

Kecedikiaannya diapresiasi kalangan nasional, salah satu misalnya, dirinya tercatat sebagai nasasumber pada seminar nasional Penegakan Hukum. Seminar ini adalah seminar pembangunan hukum Nasional VIII yang diselenggarakan Badan Pembinanan Hukum Nasional Departemen Kehakimanan dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Kuta, Bali, 14 – 18 Juli 2003. Dia didaulat sebagai narasumber, membicarakan Pengembangan Berbagai Bentuk Koporasi kepada pelaku ekonomi di Indonesia.

Semasa hidupnya telah mencoba memberikan yang terbaik, dan meninggalkan makna yang terdalam, menggoreskan karya. Namun, pada Kamis 2 Agustus 2007, dia dipanggil keharibanNya. Tentu, bukan hanya keluarga besar Purba yang kehilangan, segenap civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) juga berduka karena kehilangan salah satu guru besar terbaiknya. Prof Dr Victor Purba SH LLM MSc, pakar hukum ekonomi. Almarhum berpulang di Rumah Sakit Kanker Dharmais oleh karena penyakit kanker paru. (Hojot Marluga/diolah dari berbagai sumber)

Iklan

Luhut Sagala


Luhut Sagala The Motivator

unnamed
Tak seorang pun tahu masa depannya sendiri, karena itu, bagi sebagian orang hari esok adalah misteri. Itu dilakukan oleh orang yang tidak punya pengharapan, tidak mau berpikir. Orang yang punya pengharapan, harus mampu berpikir untuk masa depan.

“Sadarkah kita apa yang kita raih sekarang ini adalah akumulasi dari apa yang kita rencanakan di masa lalu. Apa yang terjadi sekarang ini adalah bagian masa depan yang kita raih. Kebiasaan memikirkan masa depan mambawa kita penyadaran bahwa itu bukan misteri, tetapi sebuah harapan yang dibangun dari sekarang.” Demikianlah rangkain pembuka dengan Luhut Sagala, pendiri dan Managing Director Lusaga Training & Consulting, ini.

Lusaga sendiri kependekan dari Luhut Sagala, nama sang pendiri. Luhut sudah melanglang-buana dalam ratusan acara dunia pelatihan. Berpengalaman sebagai HRD Manager di perusahaan terkemuka selama 7 tahun, membawa Luhut pada ide untuk menciptakan kata salam pembuka pada traning-traning.
Kalau Anda menghadiri sebuah pelatihan, ataupun seminar motivasi, maka Anda akan disambut dengan salam pembuka. “Apa Kabar?” Spontan pendengar akan menjawab; “Luar biasa, fantastis, hebat, dahsyat.” Salam pembuka training saat ini terdengar sangat unik karena menghentak, membahana, menggelegar, juga membangkitkan semangat dan motivasi diri.
Salam “Luar biasa“, “Fantastis“, “Yes,Yes,Yes,“ sebagai salam pembuka Salam Lusaga, lembaga pelatihan yang dirikan Luhut Sagala. Salam Dahsyat, Salam Hebat, Salam Hebat dan Dahsyat, Salam yang hingga kini masih membahana di PT CNI adalah ciptaannya.

“Salam pembuka agaknya sudah menjadi tren, ketika saya beberapa kali mengikuti ibadah Gereja, ketika Sang pendeta menyambut dengan apa kabar, kontan seluruh jemaat menyambut dengan bersemangat, Luar biasa, Luar biasa dan ketika diulang lagi dengan apa khabar? Lagi-lagi dijawab dengan gemuruh sorak-sorai, Luar biasa, Luar biasa,” Luhut menjelaskan.

Luhut Sagala sendiri benar-benar tidak menduga, bahwa salam “Luar Biasa” ciptaanya kelak menjadi tren dan menjadi sebuah harmoni pada setiap pesta pelatihan ataupun seminar, termasuk di rumah ibadah. “Bulan lalu ketika saya memimpin pelatihan Champion Mentality di sebuah Bank terkemuka, salah satu peserta bertanya. Pak Luhut kapan Anda mulai memakai slogan Salam Luar biasa, Fantastis, Yes yes yes?“

Luhut menjawab:“Pertama kali saya ciptakan dan perkenalkan tahun 1991, waktu itu saya bekerja sebagai Training Manager dan memimpin program pelatihan di sebuah perusahaan MLM terbesar di Indonesia, PT Nusantara Sunchlorella Tama, yang kemudian berganti nama menjadi Centra Nusa Insan Cemerlang (CNI). Sejak saat itu hingga saat ini salam luar biasa tetap dipakai oleh CNI, sebagai perusahaan market Leader MLM di Indonesia,” ujar pria kelahiran Medan, 26 April 1962.

Suami dari 1 istri dan 4 orang anak ini melanjutkan ceritanya, “Rekan saya, Sang Kepala Cabang tersebut mengangguk dengan kagum; Wah hebat sekali pak, ngga nyangka pak Luhut, lalu mengapa tidak dipatenkan saja pak? Saya hanya mengangguk-angguk tersenyum tanda setuju akan mendaftarkan,” cerita Luhut.

Apa arti Salam Luar biasa, Fantastis, Yes Yes Yes, dan tujuan dan harapan dibalik slogan tersebut? “Arti luar biasa adalah tampil tidak dengan biasa biasa saja, berpikir dan bertindak luar biasa, melakukan hal-hal yang jauh lebih luar biasa dari hari kemarin. Arti fantastis tidak statis, tetapi dinamis, tidak apatis dan skeptis, tetapi berpikir sukses, berpikir dan bertindak maksimal,” tambahnya.

Lalu, bagaimana salam Yes Yes Yes? Menurutnya, setelah orang mengikuti pelatihan Lusaga, peserta akan bertumbuh semangatnya, komitmennya, target pencapaiannya 300 persen dari sebelum mengikuti pelatihan ini. “Kalau Anda mengikuti pelatihan Lusaga, maka Anda akan merasakan sebuah suasana yang berbeda dengan suasana pelatihan di mana pun. Ingin merasakan dan membuktikan hebatnya Salam Luar biasa, Fantastis?” ujar pendiri pelatihan Lusaga Training & Consulting.

Dari pengamatannya di dua stasiun radio bisnis di Jakarta, Luhut melihat salam pembuka training selalu terdengung Salam Antusias, Salam Super, Salam sukses luar biasa, Salam hebat dan jaya, Salam Luar biasa, Fantastis. “Pendeknya sebuah salam pembuka yang menyambut peserta pelatihan atau seminar. Begitu hebatnya aura dan gaung dari salam pembuka training itu, sampai-sampai pekikannya juga masuk di ruang acara ibadah.”

2000 angkatan

Luhut sudah berpengalaman 20 tahun sebagai Trainer dan HRD Consultant. Telah memimpin lebih dari 2000 angkatan dalam program pengembangan SDM pada perusahaan nasional maupun yang berskala internasional, antara lain: Bank swasta dan bank negara, Pertamina, PLN, Astra Int. Group, Hyundai Mobil Indonesia, Honda Prospect Motor, Indomobil Sukses Int, Kalbe Farma, Sanofi Aventis, Kondur Petroleum SA, Summitmas Property, Charoen Pokphand Indonesia, dan masih banyak perusahan swasta dan negeri yang telah mengundangnya menjadi motivator.

Salam antusiasmenya ditanggapi banyak orang, dia diundang di berbagai pelatihan, termasuk memotivasi para bangkir. “Tugas kita adalah bagaimana mengerakkan mereka, para profesional ini juga bisa memaksimalkan apa yang mereka harapkan. Kita hanya menggugah mereka untuk terus memberikan kontribusi yang baik pada perusahaan. Karena dengan demikian ada berbagai hal yang harus dikerjakan.”

Termasuk perusahaan seperti; Komatsu Indonesia Tbk. Indosat, Telkom, Esia, Sucofindo, Lion Superindo, Antv, MNC, Modern Photo Tbk, Hero Supermarket, Matahari, Japfa Comfeed, Intraco Group, Elektrolux, Toyota Astra Finance, WOM Finance, ACC, FIF, Ciptadana, AJ. Manulife Indonesia, AXA Life Indonesia, Eka Life, MLC Indonesia, Credit Suisse Life & Pensions, Cocacola.

Luhut terbiasa dengan pelatihan pengembangan pribadi dan bangunan kepemimpinan. Lewat traning itu, para pendengar termotivasi dalam keyakinan akan terbangun semangat antusiasme. Lalu, ada program yakin jual, excellent service pelanggan, presentasi dan keyakinan bangunan, presentasi dan keyakinan bangunan, mengelola perubahan dan kepemimpinan keterampilan, negosiasi dan keterampilan menjual. Pelatihan untuk Training, manajemen lokakarya. Dia juga terbiasa dengan memotivasi lewat tulisan. Salah satu kolom-nya di rublik personal investing manajemen pada majalah Investor.

Walau hidup dalam dunia pelatihan sekuler, Luhut amat tertarik dengan pelayanan di gereja. “Saya pribadi sangat tertarik dengan pelayanan di gereja. Saya heran, kaum profesional melihat etika Kristen, dan mereka maju. Sementara kita sepertinya mengaborsi nilai-nilai etika Kristen,” ujar jemaat HKBP Kebayoran Baru, ini.
Sebagai orang yang terbiasa dalam pengembangan diri, Luhut melihat betapa pentingnya semangat profesionalisme diterapkan dalam bidang apapun di mana pun. Pelayanan yang baik, akan menghasilkan dampak yang baik pula.

Penulis, Hotman J Lumban Gaol

Alfred Simanjuntak


Alfred SimanjuntakDR. Alfred Simanjuntak lahir pada tanggal 8 September 1920 di Parlombuan, Sumatera Utara.  Dikenal luas oleh masyarakat melalui lagu ciptaannya yang berjudul Bangun Pemudi Pemuda. Dia menerima pendidikandi Rijksuniversiteit Utrecht, Leidse Universiteit, Leiden, Stedelijke Universiteit, Amsterdam, Belanda tahun 1954-1956. Selama enam tahun ia bersekolah di Hollands Inlandsche Kweekschool, Surakarta, pada tahun 1935, ketika itu usianya sekitar 15 tahun. Tahun 1950, Alfred melanjutkan pendidikan ke Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dia juga salah satu penggagas dan pendiri Yamuger (1967) dan membantu memulai Pesparani (Festival Paduan SuaraGerejani) pada tahun 1985. Memiliki pengalaman sebagai guru dan menjabat juga dalam bidangkomunikasi dan penerbitan.

DR. Alfred Simanjuntak menerima pendidikan di Rijksuniversiteit Utrecht, Leidse Universiteit, Leiden, Stedelijke Universiteit, Amsterdam, Belanda tahun 1954-1956. Beliau salah satu penggagas dan pendiri Yayasan Musik Gereja (1967) dan membantu memulai Pesparani (Festival Paduan Suara Gerejani) pada tahun 1985. Sejak tahun 1934 sampai sekarang telah menulis puluhan lagu anak-anak, lagu rohani, lagu-lagu paduan suara, serta lagu nasional, dan pernah menjadi konduktur istana atas saran R. Sudjasmin.
A. Simanjutak juga menciptakan lagu Saudaraku Berpulang Dulu, dan beliau berteman dengan Liberty Manik (yang menciptakan Satu Nusa Satu Bangsa) dan Cornelis Simanjuntak (yang melahirkan Pada Pahlawan), sehingga ciri khas lagu yang mereka ciptakan sama.***

Pirmian Tua Dalam Sihombing


papiPirmian Tua Dalam Sihombing, yang dalam / komunitasnya lebih dikenal dengan n ama Pe t e d e, lahir di tongan-dalan (tengah jalan) kawasan Pahae, Tapanuli Utara, pada tanggal 26 Februari 1936, dari pasangan orangtuanya, Pendeta Albert Sihombing-Lumbantoruan dan Orem bom Hutabarat, ketika orangtuanya itu sedang dalam perjalanan mcnuju rumah sakit bersalin di Tarutung. la menikah dengan Mintha Vluhon Parotua Boru Hutabarat dan beroleh anugerah empat putri dan satu putra, yakni Tridecy, Ikatri, Ingrid, Octavianus dan Maritez, beserta tujuh orang cucu.
.
Selepas dari S.R.di Muara, dekat Bakkara, pendidikan formalnya diteruskan pada SMP/B HKBP di Seminari-Sipoholon, tamat tahun 1953; lalu SMEA Negeri di Jakarta (1957). Dia mendapat gelar Sarjana Muda Pendidikan-Ekonomi dari FKIP Universitas Padjadjaran (1961) dan Sarjana Pendidikan-Ekonomi dari FKIP-U.I. (1964). Terakhir ia menggondol gelar M.Sc. in Commerce (major in Banking & Finance) pada Institute of Graduate Studies, Far Eastern University, Manila (1972).
.
Pendidikan non-formalnya cukup beragam, baik di luar maupun di dalam negeri. Di antara puluhan workshop dan training bergengsi yang pernah diikutinya, antara lain adalah Management Executive Course (1972) dan Management Development Program (1973), kedua-duanya di Manila. Kemudian Orientation to the U.S. Industry (1982) dan Manager of Research and Analysis Course (1985), di Amerika Serikat; serta Market Research & Analysis Workshop di Hong Kong (1994); ketiga program tcrakhir diselenggarakan oleh The International Trade Administration, U.S. Department of Commerce.
.
Karirnya berwarna-warni; menapaki beberapa jalur yang dapat dikatakan ber-jauhan satu sama lain. Mengikuti jejak ayah dan ketiga orang abangnya, ia mulai bekerja sebagai guru pada Kursus Dagang Pertengahan (KDP) Negeri di Bandung (1957-1961). Menjadi kepala sekolah pada Kursus Karyawan Pertengahan (KKP) Negeri, Jakarta (1962-1964). Kemudian alih-lapangan kerja menjadi planter, Asisten Tingkat-I, naik mcnjadi Deputy Manager pada perkebunan Rambung Sialang dan Turangie, Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) “Dwikora I” di Sumatra (1964-1969). Mclakukan alih-lapangan kerja lagi, menjadi staf-lokal (Asisten Atase Penerangan dan Kebudayaan) KBRI Manila (1970-1972).
.
Beralih lapangan kerja untuk ketiga kalinya, ia menjadi Staff-Consultant pada Sycip Gorres-Velayo (SGV) Philippines (1972-1973); kembali ke tanahair unluk menjadi Senior Consultant pada PT. SGV-Utomo, Jakarta (1973-1980). Dalam bidang profesi ini ia mendalami dan mendisain sistem dan prosedur adiministrasi keuangan bagi banyak organisasi dan perusahaan. Terakhir setelah lagi-lagi beralih lapangan kerja, ia menjadi Manager of Research and Analysis (MRA) pada U.S. Business Center di Jakarta, dari 1980 sampai mendapat hak pensiun-penuh pada tahun 1998.
.
Pengabdiannya yang bersifat paroh-waktu ialah mengajar pada beberapa lembaga pendidikan tinggi, seperti Instruktur luar-biasa pada Sekolah Calon Perwira (Secapa) Infantri, Pusat Pendidikan Infantri, Bandung pada Angkatan ke-IV dan V, 1959-1961; Akademi Arsitektur Pertamanan (AKAP), Akademi Maritim Indonesia (AMI) dan Akademi Sekretaris & Manajemen Indonesia (ASMI) di Jakarta (1963-1964). Kemudian sebagai Visiting Lecturer pada Asian Center, University of the Philippines, Quezon City, Pilipina, 1971-1972; dan dosen senior yang membimbing ratusan mahasiswanya mempersiapkan skripsi, pada Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, 1979-1990.
.
Pengabdiannya di lingkungan Gereja dimulai dari keanggotaan Board of Elders (penatua) pada Grace Lutheran Church, Pasay City, Pilipina (1970-1973). Kemudian dia menjadi sintua (penatua) HKBP Kebayoran Lama dari 1978-2001; di antaranya sclama 15 tahun (1987-2001) melayani sebagai guru-jemaatnya. Menjadi sinodist tetap resort itu, 1984-1992, sampaikemudianterpilihjadi anggota Majelis Pusat HKBP pada periode 1992-1998. Dalam kapasitasnya sebagai anggota Majelis Pusat, ia mendapat tugas pelayanan sebagai Ketua Dewan Keuangan Umum (DKU) HKBP pada periode itu, merangkap Pembina (Paniroi) Dewan Zending. Sejak tahun 2001 ia turut mengabdi sebagai dosen senior pada STT Apostolos, dalam mata-kuliah Manajemen Gereja dan Misi. .
.
Kegiatan menulis sudah sangat menarik minatnya sejak muda, antara lain menulis puisi, cerpen dan esei. Beberapa artikelnya yang bersifat human interest dan budaya, antara lain dimuat dalam Harian Sinar Indonesia Baru, Sinar Harapan, Majalah Bona Ni Pinasa, dan beberapa lainnya. Pelayanannyayang cukup lama di Ladang Tuhan, sepertinya membuat tu!is-menulis di bidang gerejani juga menjadi “profesinya” yang kedua. Di antara banyak tulisannya adalah dua makalah komprehensif berjudul The Balak People Before the Coming of Christianity dan The Development ofBatak “Lutheran Church “, yang disampaikannya sendiri kepada para peserta Sinode Tahunan Lutheran Pastors of the Philippines (LCP) pada tanggal 4 dan 5 Mei 1973 di Baguio City, Pilipina.

Dia adalah penulis-utama untuk “Bunga Rampai” pengenangan kepada salah seorang tokoh kontemporer dalam sejarah HKBP, berjudul Pelayanan Kontemporer Dalam Masyarakat Majemuk; Pengabdian Ephorus Emeritus Ds. Dr. Tunggul Sihombing. Buku lain yang ditulisnya adalah Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Kristus. la menulis puluhan ceramah/makalah dalam bidang pembinaan pemuda Gereja serta adiminstrasi keuangan-Gereja. Salah satu di antara banyak tulisannya adalah yang bersifat “gagas-terobosan” berjudul Sentralisasi Penggajian Pelayan Tetap HKBP, dengan usulan pembentukan Dana Abadi HKBP. Makalah itu disajikan pada Musyawarah Sintua HKBP Seluruh Indonesia (1995) dan Musyawarah Pendeta HKBP Seluruh Indonesia (1996), kedua-duanya terselenggara di Jakarta. Makalah ini kemudian dimuat sebagai tulisan bersambung dalam Immanuel, majalah bulanan HKBP.

Sejatinya dia bukan seorang yang berlatar-belakang pendidikan persejarahan. Namun pengalamannya yang panjang dan luas, dan keberadaannya di tengah-tengah keluarga-besar para pelayan Tuhan yang sudah mengabdi sejak masa keperintisan, sangat memancing minatnya, dan telah mengisi pengetahuan dan cakrawalanya yang luas tentang missiologi, baik di dalam negeri maupun di seantero jagat.

J R Hutauruk


Pdt. Dr. J.R. Hutauruk (Mantan Ephorus HKBP 1998-2004)

ephorus-skipperNama lengkapanya Pdt. Dr. Jubil Raplan Hutauruk lahir tepat ketika HKBP merayakan jubileum 75 tahun, 7 Oktober 1936 di Tigadolok, Simalungun, sebagai putra dari Guru Jetro Hutauruk yang waktu itu melayani sebagai guru jemaat di HKBP Tigadolok, Distrik Sumatera Timur. Beliau mendapat pendidikan teologi di Fakultas Teologi Universitas HKBP Nommensen (1956-1961) setelah sebelumnya dididik di Seminarium Sipoholon. Teman-teman seangkatannya di Fakultas Teologi termasuk Pdt. Dr. PWT Simanjuntak (Ephorus 1992-1998), Pdt. Dr. S.M. Siahaan (Sekretaris Jenderal HKBP 1992-1998).
Setelah menyelesaikan sarjana teologi, Ompui ditempatkan ke HKBP Ressort Sibolga I sebagai calon pendeta (1961-1962) kemudian menjadi asisten dosen di Fakultas Teologi Universitas HKBP Nommensen (1962-1963).

Setelah ditahbiskan menjadi pendeta, Beliau berangkat studi master teologi ke Universitas Hamburg, Jerman dan kembali tahun 1968. Tesisnya mengenai “kaitan gereja, bangsa, dan misi dalam pemikiran F. Fabri, W. Loehe, dan J. Bunsen dan pengaruhnya dalam sejarah awal HKBP”. Sekembalinya dari Jerman, Beliau menjadi dosen Seminarium Sipoholon dan pada tahun 1970 hingga 1973 menjadi Direktur Seminarium itu. Pada tahun 1973 beliau kembali ke Hamburg untuk studi tingkat doktor. Gelar doktor diraihnya tahun 1979 dengan disertasi mengenai “kemandirian gereja Batak”.

Sekembalinya dari Jerman, untuk beberapa waktu Pdt. DR. JR Hutauruk bertugas di Bagian Arsip Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung sebelum pada tahun 1980 pindah ke STT HKBP dan menjadi Wakil Rektor STT HKBP sejak tahun 1981 hingga 1986. STT HKBP merupakan tempat pelayanan Beliau yang paling lama yakni 17 tahun (1980-1997). Pada Sinode Godang Sitimewa di Medan tahun 1993, Beliau terpilih sebagai Ketua Rapat Pendeta HKBP sambil tetap melayani di STT HKBP. Kemudian pada tahun 1997-1998 Beliau melayani sebagai Pendeta Ressort HKBP Tebet, Jakarta sebelum terpilih sebagai Pejabat Ephorus dalam Sinode Godang HKBP 26 Oktober 1998.

Sebagai Pejabat Ephorus Beliau ditugaskan untuk mengadakan Sinode Godang menetapkan kepemimpinan HKBP yang definitif. Di antara tugas-tugas itu Ompui memfokuskan usaha-usahanya untuk mewujudkan rekonsiliasi HKBP yang sejak tahun 1992 mengalami kemelut dan dualisme kepemimpinan. Tugas berat itu berhasil diselesaikan dalam empat bulan sebab pada 18-20 Desember 1998, HKBP menyelenggarakan Sinode Godang di Pematangsiantar. Ompui kemudian terpilih sebagai Ephorus untuk periode 1998-2004 dan menjadi Ephorus HKBP yang ke-12.

Selama periode kepemimpinannya, Ompui berusaha memulihkan pelayanan HKBP yang sempat terkendala akibat konflik 1992. Periode kepemimpinan dapat disebut sebagai periode rekonsiliatif di mana segenap energi HKBP difokuskan untuk menjalin simpul-simpul persekutuan yang sempat putus akibat konflik itu, menabur kembali benih-benih kesatuan di segala aras mulai dari huria, ressort, distrik hingga hatopan (pusat), menata ulang organisasi pelayanan HKBP, dan sebagainya. Penataan dalam Pada periode kepemimpinan Ompui pula HKBP menetapkan Aturan Peraturan HKBP 2002 yang memberlakukan sistem perubahan Aturan Peraturan melalui metode amandemen di mana perubahan tidak lagi dibatasi hanya sekali dalam sepuluh tahun sesuai dengan kebutuhan HKBP sendiri. Aturan Peraturan 2002 ditetapkan Pada Sinode Godang 2002 dan diberlakukan mulai 2004.

Selain Aturan dan Peraturan Baru, selama kepemimpinan Ompui, HKBP membentuk distrik-distrik baru yakni DistrikXIX Jakarta-2, Distrik XX Kepulauan Riau, Distrik XXI Jakarta-3, Distrik XXII Riau, Distrik XXIII Langkat, Distik XIV Tanah Jawa, dan Distrik XV Jambi. Distrik-distrik itu ditetapkan pada Sinode Godang 2002. Sedangkan Distrik XV Labuhan Batu ditetapkan pada Sinode Godang 2004. Sebagai Ephorus, Ompui juga aktif dalam persekutuan oikumene di aras nasional dan internasional. Beliau merupakan Anggota Dewan LWF sekaligus Anggota Komisi Studi dan Teologi LWF (2003-2020), dan anggota Majelis Pertimbangan PGI (2005-2010).

Sebagai seorang akademisi Ompui rajin menulis mengenai sejarah gereja, khususnya HKBP. Hingga masa emeritusnya, puluhan artikel dan buku telah dihasilkannya antara lain Tuhan Menyertai Umat-Nya : Sejarah 125 Tahun HKBP (1986), Kemandirian Gereja (1991), Menata Rumah Allah (2008), Sejarah pelayanan Diakonia di Tanah Batak (2009), Pandita G. van Asselt (2009), dan lain-lain. Ompui menikah dengan Dumaris Simorangkir dan dikarunia lima orang anak. Salah seorang di antaranya, Sadrak Sabam, mengikuti jejaknya dan saat ini melayani sebagai calon pendeta di HKBP Ressort Cawang, Distrik XIX Jakarta.

Dia dikenal pendeta yang sederhana. Semasa menjabata sebagai Ephorus JR Hutauruk paling tidak dikenal dengan sebagai tokoh yang membawa HKBP pada rekonsiliasi tahun 1998. Lalu, semasa menjabat Ephorus mempunyai program Dana Abadi yang dialokasikan, bunga dari dana tersebut untuk bisa pensiunan pendeta. Selain itu, dia juga dikenal dengan Ephorus yang mengulirakan semangat keterbukaan, inklusif terhadap HKBP.

Arie Sukanti Hutagalung


25Prof,-Arie-S-Hutagalung2Prof. Arie Sukanti Hutagalung, SH., MLI

 

Lahir      29 September 1951 (umur 61)

Pekerjaan           Dosen/Guru Besar Universitas Indonesia

Prof. Arie Sukanti Hutagalung, SH., MLI adalah Guru Besar Universitas Indonesia (dalam bidang Hukum Agraria), yang lahir di Jakarta, tanggal 29 September 1951.

Arie Sukanti Hutagalung menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar Fakultas (DGBF) UI, dan anggota Tim Inti Komisi A Dewan Guru Besar (DGB) UI, Kepakarannya dalam bidang Agraria antara lain sebagai Konsultan untuk World Bank, sebagai ahli Land Right Specialist pada Proyek IBRD Land Information System, Land Management Specialist pada JIUDP-IBRD Ditjen Bagda Depdagri, Land Law Specialist pada LASA Team-Land Administration Project IBRD-BPN, Local Expert pada Economic Law and Improved Procurement Systems (ELIPS) Project-Ekubang-USAID, Ketua Tim Perumus untuk Indonesian Land Management and Policy Development Program (LMPDP)-kerjasama Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bank Dunia (IBRD). Saat ini Anggota Pembentukan Tim Penyelesaian Masalah Pertanahan Pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sektor Perkebunan, Anggota Pembentukan Komite Hukum Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perempuan Batak boru Hutagalung ini memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia yang diselesaikan pada tahun 1976, kemudian diteruskan pada Program Pascasarjana non degree Studi Pembangunan Indonesia (Regional Development Planning), FISIP UI Jakarta-ISS Den Haag yang diselesaikan pada tahun 1979, dan kemudian gelar Master dalam Master of Science in Legal Institution (MLI) diperoleh dari University of Wisconsin Law School, Madison, USA pada tahun 1981.

Sebagai professor perempuan, karya-karya yang banya. Ilmiahnya tersebar dalam berbagai penelitian, buku, dan dalam jurnal-jurnal ilmiah, antara lain: Program Redistribusi Tanah di Indonesia, Tanya Jawab Masalah Pertanahan, Condominium dan Permasalahannya, Serba Aneka Masalah Tanah Dalam Kegiatan Ekonomi (Suatu Kumpulan Karangan). Tebaran Pemikiran Seputar Masalah Hukum Tanah, Kewenangan Pemerintah di Bidang Pertanahan.

Dalam jurnal ilmiah antara lain: Pemberian Hak Tanggungan bagi Bank dan Pengembang dalam Pemberian Kredit Properti, Journal Newsletter, Masalah-masalah Yuridis Praktis dalam Persiapan Kontrak Bisnis dan Hubungannya dengan Pelaksanaan Kontrak Tersebut, dalam Buku Kontrak di Indonesia, diterbitkan oleh Project Elips,

Eksekusi Jaminan Fidusia Menurut UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, dimuat dalam Majalah Hukum,

Execution on Fiduciary Security Under The Law No. 42 of 1999 Regarding Fiduciary Security (A Practical, Juridical Analysis to Anticipate its Effectiveness), Issues Around Leasehold Land (Tanah Hak Pakai) Toward Globalization dimuat dalam Law Journal,

Penerapan Lembaga “Rechtsverwerking” untuk Mengatasi Kelemahan Publikasi Negatif dalam Pendaftaran Tanah, Perjanjian Bisnis Properti dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata, Tinjauan Yuridis Masalah Secondary Mortgage Facility (“SMF”) di Indonesia, dimuat dalam Majalah Hukum dan Pembangunan,

Perlindungan Pemilikan Tanah dari Sengketa Menurut Hukum Tanah Nasional, dimuat dalam Majalah Hukum Universitas Trisakti, Edisi Khusus Mengenang Prof. E. Suherman, SH,

Aspek Hukum Tanah Sehubungan dengan Restrukturisasi Utang, Penyelesaian Sengketa Tanah Menurut Hukum Yang Berlaku dalam Jurnal Hukum Bisnis, dan penelitian-penelitiannya tentang Implikasi Hak Tanggungan Terhadap Pemberian Kredit di bidang Properti dalam rangka Kerjasama Bank dan Pengembang.

Penelitian tentang Apakah Restribusi Tanah Reform Dapat Menata Kembali Pemilikan Tanah di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa,

Penelitian tentang Permasalahan Hukum dalam Praktek Tanah sebagai Jaminan Hutang dengan # Berlakunya UU No. 4 Tahun 1996,

Penelitian tentang Pelaksanaan Pembebasan Tanah dan Pemberian Izin Okupasi, Penelitian tenang Permasalahan Pembangunan Perumahan

Bagi Arie, mengerti yang mengerti  dalam bidang Hukum Agraria orang yang mempermaikan hukum adalah orang-orang yang bentuk halus dari memperkaya diri sendiri secara terang-terangan.

Arie Sukanti Hutagalung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa

Prof. Arie Sukanti Hutagalung, SH., MLI

Arie Sukanti Hutagalung

Lahir      29 September 1951 (umur 61)

Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia

Pekerjaan           Dosen/Guru Besar Universitas Indonesia

Prof. Arie Sukanti Hutagalung, SH., MLI adalah Guru Besar Universitas Indonesia (dalam bidang Hukum Agraria), yang lahir di Jakarta, tanggal 29 September 1951.

Arie Sukanti Hutagalung menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar Fakultas (DGBF) UI, dan anggota Tim Inti Komisi A Dewan Guru Besar (DGB) UI, Kepakarannya dalam bidang Agraria antara lain sebagai Konsultan untuk World Bank, sebagai ahli Land Right Specialist pada Proyek IBRD Land Information System, Land Management Specialist pada JIUDP-IBRD Ditjen Bagda Depdagri, Land Law Specialist pada LASA Team-Land Administration Project IBRD-BPN, Local Expert pada Economic Law and Improved Procurement Systems (ELIPS) Project-Ekubang-USAID, Ketua Tim Perumus untuk Indonesian Land Management and Policy Development Program (LMPDP)-kerjasama Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bank Dunia (IBRD). Saat ini Anggota Pembentukan Tim Penyelesaian Masalah Pertanahan Pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sektor Perkebunan, Anggota Pembentukan Komite Hukum Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Karya ilmiahnya tersebar dalam berbagai penelitian, buku, dan dalam jurnal-jurnal ilmiah, antara lain :

Program Redistribusi Tanah di Indonesia, Tanya Jawab Masalah Pertanahan, Condominium dan Permasalahannya, Serba Aneka Masalah Tanah Dalam Kegiatan Ekonomi (Suatu Kumpulan Karangan),

Tebaran Pemikiran Seputar Masalah Hukum Tanah, Kewenangan Pemerintah di Bidang Pertanahan.

Dalam jurnal ilmiah antara lain: Pemberian Hak Tanggungan bagi Bank dan Pengembang dalam Pemberian Kredit Properti, Journal Newsletter, Masalah-masalah Yuridis Praktis dalam Persiapan Kontrak Bisnis dan Hubungannya dengan Pelaksanaan Kontrak Tersebut, dalam Buku Kontrak di Indonesia, diterbitkan oleh Project Elips,

Eksekusi Jaminan Fidusia Menurut UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, dimuat dalam Majalah Hukum,

Execution on Fiduciary Security Under The Law No. 42 of 1999 Regarding Fiduciary Security (A Practical, Juridical Analysis to Anticipate its Effectiveness), Issues Around Leasehold Land (Tanah Hak Pakai) Toward Globalization dimuat dalam Law Journal,

Penerapan Lembaga “Rechtsverwerking” untuk Mengatasi Kelemahan Publikasi Negatif dalam Pendaftaran Tanah, Perjanjian Bisnis Properti dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata, Tinjauan Yuridis Masalah Secondary Mortgage Facility (“SMF”) di Indonesia, dimuat dalam Majalah Hukum dan Pembangunan,

Perlindungan Pemilikan Tanah dari Sengketa Menurut Hukum Tanah Nasional, dimuat dalam Majalah Hukum Universitas Trisakti, Edisi Khusus Mengenang Prof. E. Suherman, SH,

Aspek Hukum Tanah Sehubungan dengan Restrukturisasi Utang, Penyelesaian Sengketa Tanah Menurut Hukum Yang Berlaku dalam Jurnal Hukum Bisnis, dan penelitian-penelitiannya tentang Implikasi Hak Tanggungan Terhadap Pemberian Kredit di bidang Properti dalam rangka Kerjasama Bank dan Pengembang.

Penelitian tentang Apakah Restribusi Tanah Reform Dapat Menata Kembali Pemilikan Tanah di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa,

Penelitian tentang Permasalahan Hukum dalam Praktek Tanah sebagai Jaminan Hutang dengan # Berlakunya UU No. 4 Tahun 1996,

Penelitian tentang Pelaksanaan Pembebasan Tanah dan Pemberian Izin Okupasi, Penelitian tenang Permasalahan Pembangunan Perumahan.

Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Hokky Situngkir


Anak Seorang Pendeta

Hokky Situngkir termasuk salah satu di dalamnya. Ini adalah sebuah penghargaan yang akan diberikan kepada tokoh-tokoh pemikir yang berjasa didalam bidangnya masing-masing & merupakan pemberian Award yg ke-9 kalinya. Utk thn ini penghargaan diberikan kepada 6 tokoh yakni bidang Sains, Kedokteran, Teknologi, Sosial, Sastra, dan bidang khusus ilmuwan berprestasi.

Dia lahir di Pematangsiantar Sumatera Utara, 7 Februari 1978. Selama ini merupakan peneliti Surya Research International. Berbagai area penelitian interdisipliner mulai dari studi artificial societies and social simulations, memetics and cultural studies, dynamical system analysis, neural network and statistical modeling, dan financial analysis.

Adapun ke-6 tokoh yang akan mendapatkan penghargaan Achmad Bakrie tersebut adalah: Adrian B. Lapian (Alm) (Pemikiran Sosial), Nh Dini (Kesusastraan), Satyanegara (kedokteran), Jatna Supriatna (Sains), F.G Winarto (Teknologi), Hokky Situngkir ( Hadiah Khusus untuk Ilmuan Muda Berprestasi). Atas prestasi ini Hokky Situngkir akan mendapatkan Tropi, piagam dan uang tunai sebesar Rp. 250 juta.

Dia juga merupakan salah seorang pendiri dan ketua departemen Computational Sociology di Bandung Fe Institute, organisasi penelitian kompleksitas pertama di Indonesia. Ketika masih berstatus mahasiswa ITB merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Elektroteknik, Tim Materi Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa ITB, Kepala Divisi Dana Tim Beasiswa KM ITB, dan Kepala Divisi Budaya Unit Kesenian Sumatera Utara ITB.

Dam  puluhan publikasi penelitiannya telah diterbitkan di berbagai tempat baik dalam skala nasional maupun internasional seperti Journal of Social Complexity, Physica A, Journal of Peace and Conflict Resolution, dan Journal of Literary Complexity Studies. Hokky Situngkir aktif pula dalam maintenance web tutorial Sosiologi Komputasional berbahasa Indonesia di http://compsoc.bandungfe.net  dan situs kartogram Indonesia http://compsoc.bandungfe.net/kartografi-indonesia.

Dia juga aktif dalam berbagai pertemuan ilmiah berskala nasional dan internasional seperti Conference of Application of Physics in Financial Analysis, International Conference on World of Heterogenous and Interacting Agents, Complexity in Cultural and Literary Studies, World New Economic Window, dan International Conference in Computational Intelligence in Economics and Finance. Saat ini Hokky Situngkir juga menjabat sebagai presiden di Bandung Fe Institute dan seorang research fellow di Surya Research International.

Pekerjaan:
Pendiri dan Peneliti di Bandung Fe Institute
Research Fellow di Surya Research International
Pendiri Indonesia Budaya Inisiatif Nusantara
Editor Anggota Journal of Kompleksitas Sosial

Bidang Minat
Teori sosiologis, Cultural Studies, Masyarakat Buatan, Sosial-dinamis psikologi, Ilmu Perilaku, Agen Berbasis Pemrograman, Filsafat Ilmu, Komputasi Keuangan.

 

Alamat:
Department of Computational Sociology
Bandung Fe Institute
Jl. Sarimadu No. 175, Sarijadi Blok 24
Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40164
ph./fax: +62 22 82025586
JAWA BARAT – INDONESIA
e-mail: hs@compsoc.bandungfe.net
hokkysitungkir@gmail.com