Luhut Sagala


Luhut Sagala The Motivator

unnamed
Tak seorang pun tahu masa depannya sendiri, karena itu, bagi sebagian orang hari esok adalah misteri. Itu dilakukan oleh orang yang tidak punya pengharapan, tidak mau berpikir. Orang yang punya pengharapan, harus mampu berpikir untuk masa depan.

“Sadarkah kita apa yang kita raih sekarang ini adalah akumulasi dari apa yang kita rencanakan di masa lalu. Apa yang terjadi sekarang ini adalah bagian masa depan yang kita raih. Kebiasaan memikirkan masa depan mambawa kita penyadaran bahwa itu bukan misteri, tetapi sebuah harapan yang dibangun dari sekarang.” Demikianlah rangkain pembuka dengan Luhut Sagala, pendiri dan Managing Director Lusaga Training & Consulting, ini.

Lusaga sendiri kependekan dari Luhut Sagala, nama sang pendiri. Luhut sudah melanglang-buana dalam ratusan acara dunia pelatihan. Berpengalaman sebagai HRD Manager di perusahaan terkemuka selama 7 tahun, membawa Luhut pada ide untuk menciptakan kata salam pembuka pada traning-traning.
Kalau Anda menghadiri sebuah pelatihan, ataupun seminar motivasi, maka Anda akan disambut dengan salam pembuka. “Apa Kabar?” Spontan pendengar akan menjawab; “Luar biasa, fantastis, hebat, dahsyat.” Salam pembuka training saat ini terdengar sangat unik karena menghentak, membahana, menggelegar, juga membangkitkan semangat dan motivasi diri.
Salam “Luar biasa“, “Fantastis“, “Yes,Yes,Yes,“ sebagai salam pembuka Salam Lusaga, lembaga pelatihan yang dirikan Luhut Sagala. Salam Dahsyat, Salam Hebat, Salam Hebat dan Dahsyat, Salam yang hingga kini masih membahana di PT CNI adalah ciptaannya.

“Salam pembuka agaknya sudah menjadi tren, ketika saya beberapa kali mengikuti ibadah Gereja, ketika Sang pendeta menyambut dengan apa kabar, kontan seluruh jemaat menyambut dengan bersemangat, Luar biasa, Luar biasa dan ketika diulang lagi dengan apa khabar? Lagi-lagi dijawab dengan gemuruh sorak-sorai, Luar biasa, Luar biasa,” Luhut menjelaskan.

Luhut Sagala sendiri benar-benar tidak menduga, bahwa salam “Luar Biasa” ciptaanya kelak menjadi tren dan menjadi sebuah harmoni pada setiap pesta pelatihan ataupun seminar, termasuk di rumah ibadah. “Bulan lalu ketika saya memimpin pelatihan Champion Mentality di sebuah Bank terkemuka, salah satu peserta bertanya. Pak Luhut kapan Anda mulai memakai slogan Salam Luar biasa, Fantastis, Yes yes yes?“

Luhut menjawab:“Pertama kali saya ciptakan dan perkenalkan tahun 1991, waktu itu saya bekerja sebagai Training Manager dan memimpin program pelatihan di sebuah perusahaan MLM terbesar di Indonesia, PT Nusantara Sunchlorella Tama, yang kemudian berganti nama menjadi Centra Nusa Insan Cemerlang (CNI). Sejak saat itu hingga saat ini salam luar biasa tetap dipakai oleh CNI, sebagai perusahaan market Leader MLM di Indonesia,” ujar pria kelahiran Medan, 26 April 1962.

Suami dari 1 istri dan 4 orang anak ini melanjutkan ceritanya, “Rekan saya, Sang Kepala Cabang tersebut mengangguk dengan kagum; Wah hebat sekali pak, ngga nyangka pak Luhut, lalu mengapa tidak dipatenkan saja pak? Saya hanya mengangguk-angguk tersenyum tanda setuju akan mendaftarkan,” cerita Luhut.

Apa arti Salam Luar biasa, Fantastis, Yes Yes Yes, dan tujuan dan harapan dibalik slogan tersebut? “Arti luar biasa adalah tampil tidak dengan biasa biasa saja, berpikir dan bertindak luar biasa, melakukan hal-hal yang jauh lebih luar biasa dari hari kemarin. Arti fantastis tidak statis, tetapi dinamis, tidak apatis dan skeptis, tetapi berpikir sukses, berpikir dan bertindak maksimal,” tambahnya.

Lalu, bagaimana salam Yes Yes Yes? Menurutnya, setelah orang mengikuti pelatihan Lusaga, peserta akan bertumbuh semangatnya, komitmennya, target pencapaiannya 300 persen dari sebelum mengikuti pelatihan ini. “Kalau Anda mengikuti pelatihan Lusaga, maka Anda akan merasakan sebuah suasana yang berbeda dengan suasana pelatihan di mana pun. Ingin merasakan dan membuktikan hebatnya Salam Luar biasa, Fantastis?” ujar pendiri pelatihan Lusaga Training & Consulting.

Dari pengamatannya di dua stasiun radio bisnis di Jakarta, Luhut melihat salam pembuka training selalu terdengung Salam Antusias, Salam Super, Salam sukses luar biasa, Salam hebat dan jaya, Salam Luar biasa, Fantastis. “Pendeknya sebuah salam pembuka yang menyambut peserta pelatihan atau seminar. Begitu hebatnya aura dan gaung dari salam pembuka training itu, sampai-sampai pekikannya juga masuk di ruang acara ibadah.”

2000 angkatan

Luhut sudah berpengalaman 20 tahun sebagai Trainer dan HRD Consultant. Telah memimpin lebih dari 2000 angkatan dalam program pengembangan SDM pada perusahaan nasional maupun yang berskala internasional, antara lain: Bank swasta dan bank negara, Pertamina, PLN, Astra Int. Group, Hyundai Mobil Indonesia, Honda Prospect Motor, Indomobil Sukses Int, Kalbe Farma, Sanofi Aventis, Kondur Petroleum SA, Summitmas Property, Charoen Pokphand Indonesia, dan masih banyak perusahan swasta dan negeri yang telah mengundangnya menjadi motivator.

Salam antusiasmenya ditanggapi banyak orang, dia diundang di berbagai pelatihan, termasuk memotivasi para bangkir. “Tugas kita adalah bagaimana mengerakkan mereka, para profesional ini juga bisa memaksimalkan apa yang mereka harapkan. Kita hanya menggugah mereka untuk terus memberikan kontribusi yang baik pada perusahaan. Karena dengan demikian ada berbagai hal yang harus dikerjakan.”

Termasuk perusahaan seperti; Komatsu Indonesia Tbk. Indosat, Telkom, Esia, Sucofindo, Lion Superindo, Antv, MNC, Modern Photo Tbk, Hero Supermarket, Matahari, Japfa Comfeed, Intraco Group, Elektrolux, Toyota Astra Finance, WOM Finance, ACC, FIF, Ciptadana, AJ. Manulife Indonesia, AXA Life Indonesia, Eka Life, MLC Indonesia, Credit Suisse Life & Pensions, Cocacola.

Luhut terbiasa dengan pelatihan pengembangan pribadi dan bangunan kepemimpinan. Lewat traning itu, para pendengar termotivasi dalam keyakinan akan terbangun semangat antusiasme. Lalu, ada program yakin jual, excellent service pelanggan, presentasi dan keyakinan bangunan, presentasi dan keyakinan bangunan, mengelola perubahan dan kepemimpinan keterampilan, negosiasi dan keterampilan menjual. Pelatihan untuk Training, manajemen lokakarya. Dia juga terbiasa dengan memotivasi lewat tulisan. Salah satu kolom-nya di rublik personal investing manajemen pada majalah Investor.

Walau hidup dalam dunia pelatihan sekuler, Luhut amat tertarik dengan pelayanan di gereja. “Saya pribadi sangat tertarik dengan pelayanan di gereja. Saya heran, kaum profesional melihat etika Kristen, dan mereka maju. Sementara kita sepertinya mengaborsi nilai-nilai etika Kristen,” ujar jemaat HKBP Kebayoran Baru, ini.
Sebagai orang yang terbiasa dalam pengembangan diri, Luhut melihat betapa pentingnya semangat profesionalisme diterapkan dalam bidang apapun di mana pun. Pelayanan yang baik, akan menghasilkan dampak yang baik pula.

Penulis, Hotman J Lumban Gaol

Jansen H Sinamo


PRIA kelahiran Sidikalang, 2 Juli 1958, ini adalah putra sulung pasangan Tachir Kalang Sinamo dan Fatimah Limbong, dengan tujuh adik. Ia jansen_sinamosendiri telah dikaruniai dua anak, Imanda Priskila Sinamo (19 thn) dan Marco Antonio Carnegie Sinamo (17 thn), dari Tri Hadayani, istrinya. Jansen Sinamo kini boleh jadi lebih dikenal sebagai ’Mr Ethos’ atau ‘Bapak Etos’, daripada sebagai grand master training pemegang lisensi pelatihan internasional. Bahkan, tidak sedikit yang menyebutnya ‘Guru Etos Indonesia’. Layakkah gelar besar ini disandangnya? Entahlah, sejarahlah yang akan menjawabnya. Yang jelas, dialah penggagas, pencipta, pengembang, sekaligus pengemban ‘pelatihan sumberdaya manusia berbasis etos’ yang pertama di Indonesia.

Pada usianya yang ke-25, ia lulus dari Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung, dengan kekhususan fisika nuklir. Sesudah bekerja sebagai seismic engineer selama empat tahun (1983-1986) di dua perusahaan asing di bidang jasa perminyakan (PT Matra Delta dan PT Horizon International Indonesia), setahun berikutnya (1987) ia kemudian dikontrak untuk meletakkan dasar-dasar sistem informasi manajemen pada World Vision International Indonesia, sebuah LSM yang berpusat di Amerika Serikat.

Selain membaca, hobinya yang lain adalah berceramah dan mengajar. Pada masa senior perkuliahannya, ia pernah menjadi asisten dosen sejumlah mata kuliah antara lain fisika dasar, fisika lanjut, dan fisika kuantum. Dengan modal sebagai asisten selama tiga tahun, pada lima tahun berikutnya (1984-1989) ia dipercaya jadi sebagai dosen luarbiasa dalam matakuliah Etika pada almamaternya tersebut.

Sejak 1985 hingga tiga belas tahun sesudahnya, ia bergabung dengan lembaga pelatihan bisnis internasional: Dale Carnegie. Mula-mula sebagai magang, kemudian menjadi instruktur, dan terakhir, sejak 1994, ia menjadi grand master (pelatih untuk para pelatih) untuk wilayah Asia Tenggara. Dengan pengalaman Dale Carnegie inilah ia diundang jadi pengajar khusus dalam matapelatihan Public Speaking and Business Presentation pada Program Magister Manajemen Institut Pertanian Bogor hingga sebelas angkatan (1992-1996).

Di sela-sela kegiatan bisnisnya, Jansen Sinamo juga berperan aktif di bidang sosial. Pada kurun 1998-2001 ia dipercaya menjadi sekretaris umum Yayasan Perhimpunan Pencinta Danau Toba dan jadi ketua pada tiga tahun berikutnya. Di masa kesekretarisannya, bekerjasama dengan UNESCO, ia mengelola buletin Pesan Danau Toba yang sempat terbit sebanyak 48 edisi. Ia juga aktif dalam ikhtiar memajukan daerah asalnya, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Hingga kini ia dipercaya jadi penasihat ahli Bupati Dairi.

Sejak 1998 Jansen Sinamo memulai debutnya sebagai penulis. Ia menulis banyak artikel di berbagai media, terbanyak di KOMPAS. Hingga kini telah menghasilkan enam buku yaitu (1) Kepemimpinan Visioner, Kepemimpinan Kredibel, (2) Strategi Adaptif Abad Ke-21, (3) Kafe Etos: Dua Puluh Empat Kisah Renyah untuk Memperkuat Etos Kerja Unggul, (4) Dairi: The Hidden Prosperity, (5) Delapan Etos Kerja Profesional, dan (6) Mengubah Pasir Menjadi Mutiara. Dua yang terakhir ini sudah tergolong best-seller dan masih terus dicetak ulang.

Pada 1998 ia memfokuskan diri mendalami dan mengampanyekan Delapan Etos sebagai basis dan navigator menuju keberhasilan, dengan antara lain terus menjadi penulis, pembicara publik, dan narasumber tetap pada jaringan radio SmartFM Network serta televisi Q-Channel. Kini ratusan ribu orang dari hampir semua jenis organisasi, mulai dari badan usaha pemerintah hingga swasta; lembaga swadaya masyarakat, yayasan nirlaba maupun lembaga pemerintah; di pusat maupun di daerah, telah menikmati seminar dan pelatihannya. Ia dan keluarganya tinggal di daerah Jakarta Timur.

sumber: http://www.proaktif.biz/profil/jansen_sinamo.php