Dr. Maruli Siahaan, SH, MH


maruli-siahaan-medansatu

Profil Lengkap

Nama Lengkap: AKBP Dr Maruli Siahaan, SH, MH

Lahir: Siborong-borong, 3 April 1961

Orangtua:

Istri:

Betty boru Simanjuntak

Anak:

  • Lettu (Inf) Jimson Andre Siahaan (27)
  • Lettu TNI Dedy Surya Putra Siahaan (26)/menantu Raramita Prapanca ANR Boru Simanjuntak
  • Triboy Alfin Siahaan (23)
  • Ferry Christanto Siahaan (19)

Pendidikan Formal:

  • Tahun 1987 gelar Sarjana Hukum  (S1) dari Fakultas Hukum Universitas Darma Agung (UDA), Medan
  • Tahun 2008 gelar Master Hukum (S2) dari Universitas Jaya Baya, Jakarta
  • Tahun 2014  gelar Doktor S3) bidang Administrasi Publik diraih dari Universitas Brawijaya, Malang

Karier:

  • Tahun 1982 masuk Bintara Polri dan merintis karir pada bidang Diskomlek Poldasu (6 tahun)
  • Tahun 1983 Dikjurba Komlek Bandung
  • Tahun 1986 Dikjurba Serse Bogor
  • Tahun 1988 bertugas di Polsek Deli Tua (6 bulan)
  • Tahun 1988 bertugas di Polsek Medan Baru (6 bulan)
  • Tahun 1989 Resum Poltabes Medan Sekitarnya (6 bulan)
  • Tahun 1990 Vice Control (VC) Poltabes Medan (8 bulan)
  • Tahun 1991 Sekolah Secapa Sukabumi angkatan ke-19
  • Tahun 1992 Kasubnit VC Poltabes Medan
  • Tahun 1993 Pjs Kanit VC Poltabes Medan
  • Tahun 1994 Perwira Dasar Serse
  • Tahun 1994 – 2000 Kanit VC Poltabes Medan.
  • Tahun 1998 Perwira Lanjutan Serse.
  • Tahun 2000 Kapolsek Teladan
  • Tahun 2001 Kapolsek Medan Baru
  • Tahun 2002 Pjs Kasat Reskrim Poltabes Medan
  • Tahun 2003 – 2005 Kasat Reskrim Poltabes Medan
  • Tahun 2005 – 2006 Kaur Min Korwas Bareskrim Mabes Polri
  • Tahun 2006 BKO ke Poso Polda Sulsel (4 bulan)
  • Awal 2007 Lemdiklat Bareskrim Polri (5 bulan)
  • Pertengahan 2007 pindah ke Polda NTT (Kabag Bindiklat)
  • Akhir 2007 Kasat I Direktorat Reserse Polda NTT
  • Tahun 2008 pindah ke Polda Jatim (Kanit Dit Narkoba)
  • Tahun 2009 meraih pangkat AKBP dan bertugas di Bidkum Polda Jatim
  • Tahun 2010 – 2014 Kasubdit Tipiter Krimsus Polda Jatim
  • Bulan Juni 2015-sekarang Wakil Direktur Krimsus Polda Sumut

Penghargaan:

Tahun 2003 menerima Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun dari Kapolri

Tahun 2004 menerima Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun dari Kapolri

Adagium menyebutkan, sebaik-baik seseorang adalah diri yang paling bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaat untuk sesama, tentu kerinduan seluruh insan, hanya saja tak semua mau dan mampu mewujudkannya. Hanya orang-orang yang ihklaslah yang mampu menjalani dan mewujudkannya. Dampaknya sebagaimana filosofi di kehidupan “Apa yang ditabur itulah yang dituai. Kebaikan yang dilakukan akan kembali untuk kebaikan diri.” Rasanya, filosofi itulah yang dianut dan dijalani AKBP Dr Maruli Siahaan SH MH, 55 tahun.

Wakil Direktur Krimsus Polda Sumatera Utara ini, di tengah-tengah kesibukan menunaikan tugas negara, dia tak pernah melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah, bahkan bermanfaat untuk orang lain. “Saya selalu menomorsatukan keluarga dan tugas. Tak pernah menomorduakan keduanya apalagi mengabaikan. Lebih dari itu, kita berusaha membantu oranglain.” Baginya itu semua bisa disiasati dengan memprioritaskan yang utama.

Sebagai pejabat polisi di Polda Sumut, tugasnya tak boleh dilakoni setengah hati. “Meniti karier dan memberhasilkan anak adalah keseimbangan.” Dirinya bukan tipe orang yang memotivasi orang lain, sebelum memiliki contoh yang kokoh di keluarganya. Semangatnya menjadi teladan menjadi seorang pembelajar diperlihatkannya dengan antusias menjadi polisi yang haus ilmu. Maruli tak puas hanya menjadi sarjana, bahkan studi ke tingkat doktoral juga digapainya.

“Soal mendidikan anak-anaknya dengan disiplin, gigih, tekun dan keteladan itu pendting.” Maruli dikarunia Tuhan empat putra dari pernikahannya dengan istri terkasih, Betty boru Simanjuntak. Sendari kecil, keempat anaknya dididik dengan disiplin dengan nilai-nilai agama dan budaya. “Sebagai seorang Kristen dan seorang Batak yang otentik. Tentu, sebagai ayah saya menyadari peran ayah, tetapi itu juga diperkukuh didikan dari istri,” ujarnya memuji istrinya, sebagai seorang perempuan yang berhasil mendidikan buah hatinya. “Istri saya ibu yang lembut, tetapi tegas jikalau sudah mengajari anak. Bahkan akan terlihat cerewet.”

Empat jagoan

Dalam tuntutan tugas berdinas, dia mengaku tetap konsisten menanyakan keadaan dan keberadaan keempat anaknya, meski hanya melalui handphone, perhatiannya untuk anaknya tak pernah lupa dilakukan. Baginya, membesarkan anak tak cukup dengan menyekolahkan dan memberinya kebutuhan fisik saja, tetapi juga bagaimana membangun sikap mental, karakter budi baik. Menurutnya, komunikasi dengan anak secara intensif diperlukan agar memahami hubungan perasaan. “Agar jangan nanti setelah besar lulus sekolah, sulit bagi orangtua mengajaknya bicara. Malah bertanya-tanya, mengapa komunikasi dengan anak makin sulit dilakukan? Padahal orangtua selama ini tak membangun komunikasi dengan baik.”

Dia menambahkan, “Jadi, yang saya lakukan hanyalah mendampingi ibunya, istri yang lebih banyak membimbing keempatnya. Sementara untuk memantu aktivitas mereka? “Saya mengkordinasikan silang, mencek keberadaan mereka. Misalnya si adik bertanya abangnya, dan abangnya menanyakan keberadaan adiknya. Disana terjadi komunikasi dan kesalingpedulian antara kakak dan adik.”

Lalu, bagaimana mereka ketika remaja, menjelang akil balig. Sebab kerap di masa itulah anak kerap perlu pembimbingan lebih? “Masa remaja mereka diberikan kebebasan bertumbuh. Tentu dikontrol. Namun sifat mengontrolnya berkomunikasi. Contoh lain, soal proses belajar di rumah, anak-anaknya harus saling mengingatkan untuk belajar mandiri. Jika ingin ada extra belajar, misalnya bahasa Inggris harus dileskan, iya kita leskan,” ujar penerima dua kali Satya Lencana Kesetiaan dari Kapolri ini.

Satu rahasia yang dilakukannya menjadikan dirinya sahabat anak-anaknya. “Saya selalu menempatkan anak-anak ini menjadi teman. Mereka itu adalah teman-teman saya. Misalnya, kita orangtua harus juga jeli untuk mengembangkan sikap mental anak-anak kita. Jangan kita tanya anak kita mereka bilang lagi belajar. Padahal, kita juga tak perhatian bahwa mereka bukannya belajar tetapi malah bermain di kamar. Kalau merasa teman akan terbuka.”

Selanjutnya, setelah anak-anaknya lulus ditingkat sekolah menengah atas, Maruli sebagai ayah mengarahkan keempatnya menemukan passion, panggilan jiwanya untuk masa depan masing-masing. “Saya tanya mereka, kalau sudah di SMU. Apa cita-citamu nak? Saya tak paksakan mereka untuk menjadi angkatan, tentara atau polisi. Tetapi, entah mengapa sejak anak pertama ikut akademi perwira, ketiga adiknya juga mengikut,” ujarnya. Tentu, untuk pilihan itu, sebagai ayah dirinya tak memaksa. Merekalah yang membuat pilihan. Sebagai orangtua yang telah banyak makan asam garam di kehidupan, Maruli hanya memberi arahan apa-apa yang perlu disiapkan untuk persiapan mengikuti pendidikan di Akmil atau Akpol.

Tentu, selain latihan fisik dan mental juga pendidikan yang mumpuni di pengetahuan umum dan sains. Maka, begitu anak pertama ingin melanjutkan ke Akmil, dilakukan cek fisik. Apa-apa yang kurang bekal untuk dimiliki untuk mempersiapkan diri melamar. Tentu kalau ditemukan kekurangan masalah dalam fisik, maka perlu digembleng, Maruli menyuruh orang untuk pengemblengan fisik anaknya. Begitu seterusnya. Pun anaknya nomor dua sendiri agak berbeda, karena dia sendiri yang langsung melamar.

Anak ketiga masuk ke Akpol dan keempat masuk ke Akmil Angkatan Laut. Anak bungsunya malah sebelumnya sudah mendaftar, lalu kalah, masuk ke Universitas Sumatera Utara, kemudian tahun depannya mendaftar lagi. Sebagai ayah tentu dia dan istri merasakan kebanggaan tersendiri. Tak berhenti bersyukur dan memberi nasihat dan selalu memotivasi anak-anaknya agar mereka jangan menyiayikan kesempatan pendidikan yang mereka terima. “Saya selalu katakan, saya sendiri tidak diterima di pendidikan perwira. Kalian diterima di pendidikan akademi perwira, maka kalian harus jadi lebih baik dari bapak. Harapan bapak kalian kelak bisa jadi jenderal,” harapnya.

Saat ini, putera sulungnya Lettu (Inf) Jimson Andre Siahaan (27) baru selesai menjalankan misi militer di Sudan dan bertugas di Poso. Sementara, adiknya Lettu TNI Dedy Surya Putra Siahaan (26) bertugas sebagai Kasub Provoost Wirasaba (TNI AU). Putera ketiganya Triboy Alfin Siahaan (23) lulus Taruna Akpol, serta dijadwalkan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) pada akhir Juli 2016 akhir. Sementara, anak sibungsu Ferry Christanto Siahaan (19), masih mengikuti pendidikan di Akmil Angkatan Laut (AAL).

Selain itu, tatkala keras pesannya adalah, sikap hormat pada yang lebih tua. “Tunjukkan sikapmu yang baik. Rendah hati. Jangan kalian kalau sudah lulus perwira, lalu ketika ketemu kopral di lapangan, kalian tak hormat. Hormatilah oranglain dari umurnya, bukan dari pangkat atau gelar pendidikannya,” demikian nasihat kepada keempatnya. Kini, kemana pun keempat anaknya bertugas, pesan bapaknya selalu tergiang-giang. “Menghormati oranglain bukan dari pangkat atau titelnya.” Maruli menyadari betul makna ungkaoan Batak Anakkon Ki Do Hamoraon di Ahu. Anak sebagai kekayaan baginya. “Berkat Tuhan melengkapi saya dan isteri dengan pencapaian yang anak- anak kami dapat,” ujarnya.

Keempatnya didik bukan karena pemaksaan darinya, mereka menjadi perwira. Tetapi, sebagai orangtua selalu dengan sabar mendidik keempat jagoaanya dengan kasih dan keteladan. “Sejak kecil kami didik mereka dengan kasih. Mengajarkan teladan sebagai orangtua. Kami tak mendidik mereka dengan uang dan kemewahan. Kami mendidik mental dan sikap dalam menjalani hidup,” tambahnya.

Kini, anak kedua sudah menikah. Pada pernikahan anaknya itu terlihatlah kecedikiaannya membangun relasi, termasuk pada seniornya hadir di perhelatan itu.  Saat itu, hadir Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti pada pernikahan anaknya Lettu Pom Deddy Surya Putra Siahaan S.St. Han, putra keduanya yang dilangsungkan, di Gereja HKBP Sei Agul, Sabtu (19/12/16) dan resepsi pernikahan di Hotel Tiara.

Tak hanya Kapolri, resepsi itu juga dihadiri puluhan jenderal, teman-teman dekatnya seperti mantan Kapolri Timor Pradopo, Komjen Pol Sopjan Jacoeb, Kapoldasu Irjen Pol Ngadino, Komjen Pol Ismerda Lebang, Irjen Pol Wagner Damanik, Irjen Pol Primanto, Mayjend TNI Fransen Siahaan dan beberapa jenderal dan para purnawirawan lainnya. Selain itu, sejumlah pejabat juga turut hadiri antara lain anggota DPR RI Trimedia Panjaitan, Gubsu HT Erry Nuradi. Hal ini menandakan bahwa Maruli lekat di hati banyak orang. Itu juga sebab banyak harapan dari tokoh dan komunitas Sumatera Utara memintanya mencalokan diri menjadi gubernur.

Setiap melangkah berdoa

Modalnya, setiap langkah didahulukan dengan doa. Dia tahu benar kuasa doa. Masih bening dalam benak pria kelahiran Sibrorongborong 3 April 1961 ini, kerap diajarkan kedua orangtuanya; Marden Siahaan dan N br Sihombing (keduanya sudah almarhum) untuk rajin ke gereja dan membaca firman, dan tak jemu-jemunya berdoa, kenang anak keenam dari sembilan bersaudara itu.

Masa-masa kecil penuh kenangan dilaluinya di daerah itu. “Saya sekolah di SD Lobu Siregar dan ST Siborongborong. Orangtua saya hanyalah petani,” kenangnya. “Jadi seluruhnya hanyalah karena anugerah Tuhan.” Dari anak-anak hingga remaja dilaluinya di tempat kelahiran. Tahun 1979, Maruli baru hijrah ke Kota Medan dengan melanjutkan jenjang pendidikan ke sekolah kejuruan STM Negeri II, lulus sekolah dirinya menguji peruntungan. Lalu mendaftar masuk ke Sekolah Calon Bintara (Secaba) Polri. Tuhan mengabulkan doanya, dia lulus dan tahun 1982 mulai berkarir di kepolisian dengan atribut dibahunya, bengkok kuning satu, pangkat Sersan Dua (Serda).

Dia menambahkan, sebagai seorang Kristen menyadari betul kekuatan doa. “Tak ada pekerjaan saya mulai jika tak didahului doa. Kita tentu bekerja dengan kerja keras, tetapi kerja keras kita tak berhasil jika tak ada doa di sana. Doa adalah kekuatan kita. Tanpa doa kita tak kuat menjalani pekerjaan kita. Saya selalu juga ajarkan itu kepada keluarga, kepada anak.”

Bertandang ke kantornya, akan terlihat spirit itu. Di atas mejanya tersusun buku-buku rohani. Maruli mengakui membaca buku-buku rohani itu tentu mengajarkannya betapa buku itu membebat pikirannya untuk terus bertumbuh. Ritmenya; bangun pagi berdoa dulu, saya sendiri sesampainya di kantor tak pernah mengerjakan pekerjaan di kantor sebelum terlebih dahulu berdoa. “Minimanl sepuluh menit pertama itu yang saya lalukan adalah berdoa terlebih dahulu. Demikian juga sebelum sampai di rumah juga pulang dari kanor juga saya berdoa.”

Dan tak lupa untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan. Selain itu, untuk menjaga pikiran tetap bening adalah selalu menyempatkan ke toko buku untuk melihat buku-buku yang bisa memberikan bekal rohani untuk mentalnya. Sebagai pemimpin tentu dia butuh banyak pemahaman yang lebih segar tentang iman Kristen.

Ompu Roganda

“Saya melihat betapa perlu menjaga hubungan persaudaran dan kekeluargaan. Di dalam keluarga besar saya juga saya terapkan hal ini. Harus menjadi pembawa damai. Juru damai. Saya menyaksikan banyak keluarga hancur karena tak menjaga hubungan persaudaraan. Banyak hubungan persaudaran karena merebut harta warisan. Kami dalam keluarga besar menerapkan bahwa hubungan keluarga besar itu harus saling membantu. Saya sebagai aktif  di kepolisian, tentu beberapa keluarga anak abang dan dari anak kakak saya, tentu membuka jalan untuk mereka mengabdi di kepolisian.”

Keluarga besar Ompu Roganda ini didorong untuk selalu mengutamakan pendidikan. “Saya sendiri sebagai seorang polisi tak berhenti belajar. Malah sekarang anak-anaknya dan seluruh anak abang kakaknya sudah pada mandiri. Bahkan, beberapa mereka beruntung bisa mendapat beasiswa dari luar negeri,” harapnya. “Tetapi lebih dari itu, hubungan keluarga ini dibangun dari militansi saling memperhatikan.”

Lalu bagaimana caranya? “Misalnya, kami dengan keluarga selalu membangun komunikasi. Jarak tak menghalangi komunikasi. Misalnya, ada group Whatshaap, disana kami saling menyapa, memberi kabar dan saling berbagi dan menguatkan. Kemudian, pada setiap tahun di bulan Desember, kami mengadakan Natal keluarga yang digilir. Misalnya, kalau saya yang menjadi tuan rumah, maka seluruh keluarga besar dari keturunan orangtua Ompu Roganda, baik cucu-cucunya hadir di rumah saya. Di sana kami selain mengadakan kebaktian juga saling menyapa. Dan itu diadakan bergilir setiap tahunnya.”

Saat ini, mereka sudah tersebar di berbagai wilayah, termasuk di Papua. Maruli selalu konsisten dengan belajar pada sosok Ompu Roganda, kedua orangtuanya. “Sosok orangtua yang bersahaja. Ayah seorang petani, demikian juga ibu. Tetapi walau pun ibunya buta huruf, namun jika menghitung duit jago sekali,” ujarnya tertawa. “Ayah seorang petani, demikian juga ibu. Tetapi ketauladan mereka sebagai orangtua adalah sosok memiliki daya juang untuk kemajuan anak-anaknya. Semangatnya untuk memberangkatkan sekolah, tak kepalang besarnya. Walau cita-citanya sebenarnya tak terlalu tinggi, bagaimana anak-anaknya bisa sekolah sampai SMA.”

Ompu Roganda ini yang dalam bahasa Batak diartikan nenek yang kedatangan berkah. “Manakala ada keluarga yang kesulitan untuk membiayai uang sekolah, apalagi keluarga itu sudah meminta bantuan dari dirinya, maka orangtua ini akan dengan rela meminjamkan padinya, beberapa kaleng untuk meringankan beban tentangga atau kelaurga yang meminjam,” kenangnya. “Saya terbiasa melihat orangtua meminjamkan padi pada keluarga di kampung jika ada yang membutuhkan bantuannya oleh kesulitan keuangan. Orangtua tak hanya memikirkan dirinya dan anak-anaknya, tetapi orang lain juga. Barangkali itulah yang membuat keluarga besar kita diberkati Tuhan,” akunya.

Maruli meniru kebaikan yang diterapkan orangtuanya. Sesungguhnya, tak hanya keluarga besar saja yang diperhatikan olehnya. Termasuk peduli pada kampung halaman. Di kampungnya Balembalo, Lobu Siregar, Kabupaten Tapanuli Utara, dia juga telah berbuat. “Kami sudah gelar beberapa kali acara. Termasuk reuni SD di Lobu Siregar. Termasuk memberi beasiswa dan menyumbang komputer.”

Membekali generasi Siahaan

Kepedulian, perhatian dan sikap suka menolongnya selama ini tak akan pernah pudar dari batinnya. Selain perhatiannya terhadap kampung halaman, juga perhatian untuk marganya, Siahaan. Maruli selalu mengingatkan generasi muda Siahaan sebagai penerus harus terus berjibaku menjadi generasi yang handal.

Dia selalu memberikan kesempatan untuk saudara-saudara semarganya. “Saya selalu memberikan kesempatan untuk saudara-saudara saya Siahaan untuk memberikan semacam contoh keluarga. Tentu, bukan membangga-banggakan tetapi menggambarkan untuk saudara saya Siahaan betapa perlu juga orangtua itu menjadi teladan.”

“Sebisa mungkin saya selalu aktif di pegurusan Siahaan. Setiap ada pertemuan, saya selalu katakan bahwa apa pun yang kami bicarakan untuk marga ke depan tak boleh melupakan generasi muda,” ujar Ketua Umum Panitia Ziarah Nasional. Tahun lalu, dalam rangka Ziarah Nasional Parsadaan Pomparan Somba Debata (PPSD) Boru bere dan Ibebere se-Indonesia yang akan berlangsung di Dolok Na Jagar Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir pada 8-9 Agustus 2015. AKBP Dr Maruli Siahaan SH MH, didaulat menjadi ketua umum Panitia Ziarah Nasional. Menurutnya, Ziarah Nasional PPSD ini merupakan wujud rasa hormat kepada para orangtua dan leluhur marga Siahaan yang telah mewariskan keteladanan dan berbagai prinsip kebajikan.

Kegiatan lain diwarnai dengan menggelar bakti sosial berupa pembagian kaos ziarah nasional dan pemberian bibit serta penanaman pohon yang pada puncak acara pada 9 Agustus 2015 diawali dengan acara kebaktian. Sebagai ketua panitia juga dia tak lupa mengundang Tulang Lubis dan boru: Rajagukguk dan Siburian. Puncak acara manortor dan pemberian ulos serta pemberian bantuan dana kepada pelajar berprestasi beasiswa keturunan Pomparan Somba Debata.

Maruli menambahkan, yang paling penting dari ziarah ini adalah memberikan edukasi dan pembinaan terhadap generasi muda Somba Debata Siahaan. “Ziarah ini adalah wadah menjalin tali kasih persaudaraan sesama keturunan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan saat itu hadir dari luar negeri.”

Takkala menarik, Ziarah Nasional itu juga diresmikan situs, Sopo Panisioan Somba Debata. Dilanjutkan seminar sehari dengan narasumber para pejabat dan intelektual dari marga Siahaan di antaranya; Prof Dr Hotman Siahaan Guru Besar di Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.

Bahkan, Mayjend TNI Fransen Siahaan, berkarier di Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat (Kostrad) Pangdam XVII Cendrawasih-Papua, Dr Ir Bisuk Siahaan, tokoh dibalik proyek Asahan, Dr Nommy HT Siahaan SH MH, Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dan Utama Siahaan, seorang motivator, Managing Partner of Kernel Resources. Seminar sehari itu diharapkan bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM) generasi muda Siahaan tentang paradaton, kewirausahaan (entrepreneur), perekonomian dan bahaya Narkoba.

Dirinya telah banyak berbuat. Bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk oranglain. Tetapi sampai sekarang tak berhenti mengabdi. Harapannya ke depan jika Tuhan masih memberikan kesempatan, dirinya ingin mengabdi lebih besar lagi untuk masyarakat. “Saya selalu berdoa kepada Tuhan agar diberi kesehatan, keharmonisan keluarga serta kebijakan menjalankan pengabdian tugas untuk masyarakat lebih luas lagi.”

Ditanya apa rahasianya menjankan itu semuanya? “Saya hanya belajar menyenangi pekerjaan,” ujarnya antusias. Baginya, jika kita menyukai pekerjaan yang kita kerjakan, tentu akan mudah melaksanakannya. Pesannya untuk itu, bersikaplah menyukai dan menikmati pekerjaan. “Jangan pernah menunda apa yang bisa dikerjakan hari ini untuk dikerjakan besok. Dan kerjakan tugas dengan mengandalkan Tuhan, lakukan dengan maksimal. Niscaya akan berhasil,” ujarnya memberi rahasia.

Iklan

Lasro Marbun


Lasro MarbunWakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012–2017 Basuki Tjahaja Purnama terkenal galak dan kritis terhadap bawahan. Tetapi, kepada Lasro Marbun, Basuki yang akrab disapa Ahok itu, tak sungkan mengobral pujian. Lasro Marbun diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada Februari 2014. Sebelum itu, Lasro adalah kepala bagian Organisasi dan Tata Laksana. Wakil Gubebernur Ahok menganggap Lasro adalah orang yang tepat untuk memimpin Dinas Pendidikan DKI, karena dinilai mumpuni dalam organisasi dan tata laksana sehingga diharapkan Lasro akan menyusun struktur pendidikan yang baik dan efisien.

“Dia jagonya nyusun (menempatkan) orang,” kata Ahok, Kamis (13/2/2014).
Pengangkatan Lasro sempat dikritik karena latar belakang pendidikannya dari fakultas hukum, bukan sarjana pendidikan. Tetapi kritik itu dimentahkan Ahok. Menurutnya, guru pun belum pasti beres dalam mengurusi pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan tidak harus bisa mengajar. Gubernur DKI Jakarta Joko ‘Jokowi’ Widodo telah melantik Lasro Marbun sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta yang baru, pada Rabu (12/2). Lasro, yang semula menjabat sebagai kepala biro organisasi dan tata laksana (kabiro ortala), menggantikan posisi Taufik Yudi Mulyanto.

Lasro sendiri sebenarnya tidak memiliki latar belakang dunia pendidikan. Dia memiliki latar belakang sarjana hukum. Meski demikian, saat dihubungi Republika, dia mengaku siap mengemban amanah sebagai kepala dinas pendidikan. “Saya memang tidak bergerak di dunia pendidikan. Tapi kan saya juga mengajar, saya dosen. Saya juga pernah jadi murid dan mahasiswa. Jadi ya pasti punya format pendidikan,” kata Lasro, Kamis (13/2).

Lasro mengatakan, jabatan barunya sebagai kepala dinas ini naik setengah tingkat dibanding jabatan sebelumnya. Saat menjabat sebagai kabiro ortala, tingkatannya adalah eselon IIB. Sementara kepala dinas tingkatannya eselon IIA. Sebagai kepala dinas pendidikan yang baru, katanya, dia akan memaksimalkan anggaran yang sangat besar di Dinas Pendidikan agar lebih tepat sasaran dan akuntabel. Sehingga, bisa meningkatkan mutu pendidikan.

Lasro juga mengatakan, di bawah kepemimpinannya, ia ingin membuat Dinas Pendidikan semakin berorientasi pada publik, dalam hal ini yaitu murid dan orang tua murid. Indikator pelayanan publik yang makin membaik, bisa terlihat dari prestasi yang makin meningkat. “Selain itu mengenai Kurikulum 2013. Kita akan pelajari sejauh mana kita bisa berperan untuk percepatan penerapan kurikulum ini,” ujarnya.

 

Ir Parlin Sianipar MT


parli sianiparCuriculum Vitae

Nama Kecil: Sotarduga Saut Parlindungan Sianipar

Nama Kecil: Ir Parlin Sianipar MT

Tempat/Tgl Lahir: Balige, 17 Juni 1949

Istri:

Rittar boru Silaban

Anak:

  • Delon Ronny Marupa Ulibasa Sianipar, SE, MBT.
  • David Ryan Parasian Sianipar, ST.
  • Widdy Theresia Linar Armelia boru Sianipar.
  • Andrew Yosua Parlinggoman Sianipar, SH.
  • Irene Yufriana Koriani boru Sianipar, Ak.

Cucu: (12 orang cucu)

Nama: Orangtua

Bapak: Kornelius Sianipar. Ibu: Kristina boru Tampubolon.

 

Organisasi:

Ketua Umum Sianipar Jabodetabek (Periode 1998-2001).

Sebagai Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina)

Anggota Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI)

Pendidikan Formal:

 

  1. SD- SMP di Balige, Sumatera Utara
  2. SMA di Bogor, Jawa Barat
  3. Sarjana Teknik Penyehatan, ITB Bandung, tahun 1979
  4. Pendidikan Terakhir: Magister Teknik (MT), ITB Bandung, tahun 1999

 

Pendidikan Non Formal:

 

  1. Lokakarya PenyediaannAir Bersin dan Sanitasi Biaya Network for Water Supply and Waste Water Management – 1989
  2. Short course in design and application of pumps. EBARA corporation – pusat antar universitas ilmu rekayasa ITB – Dep. Teknik MEsin ITB, Sept 1989
  3. Perencanaan Pengembangan Perkotaan Serta Management PDAM
  4. Kursus AMDAL B Angkata VIII, diselenggarakan oleh PPSML UI,1993
  5. Advance Cources Water Supplay Master Plan dari Pusat Pelatihan Bidang teknik Air Bersih dan PLP departemen PU, 1993
  6. Kursus Deteksi Kebocoran Jaringan Pipa Distribusi 1995
  7. Water and Sanitari Engineering

 

 

Penguasaan Bahasa:

  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Ibu (bahasa Batak)
  3. Bahasa Inggris (Baik)

 

 

Pengalaman kerja/jabatan:

  1. Februari 2009 – sekarang

Instansi                                               :Satuan Kerja Badan pendukung Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Tenaga Ahli Teknis Air Minum

Uraian Tugas                                     : Membantu BPP SPAM dalam Pelakasanaan Pelatihan Operasional dan Pemeliharaan Unit Produksi dan Unit Distribusi. Menjadi Nara sumber pelaksanaan pelatihan Operasional dan Pemeliharaan Unit Produksi dan unit Distribusi

  1. Februari 2008 – Desember 2008

Instansi                                               :Satuan Kerja Badan pendukung Pengelolaan           Sistem Penyediaan Air Minum, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Tenaga Ahli Teknis Air Minum

Uraian Tugas                                     :Menghimpun data-data yang telah diperoleh dari penyelenggara SPAM. Melaksanakan evaluasi terhadap kondisi teknis masing-masing penyelenggara SPAM. Membantu BPP SPAM dalam melaksanakan kunjungan lapangan. Membantu BPP SPAM dalam melaksanakan konsinyasi yang membahas laporan Pengumpulan Data dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan SPAM. Membuat BPP SPAM dalam melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan SPAM.

 

  1. Februari 2007 – Desember 2007

Instansi                                               :Satuan Kerja Badan pendukung Pengelolaan           Sistem Penyediaan Air Minum, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Tenaga Ahli Teknis Air Minum

Uraian Tugas                                     : Menghimpun data-data yang telah diperoleh dari penyelenggara SPAM. Melaksanakan evaluasi terhadap kondisi teknis masing-masing penyelenggara SPAM. Membantu BPP SPAM dalam melaksanakan kunjungan lapangan. Membantu BPP SPAM dalam melaksanakan konsinyasi yang membahas laporan Pengumpulan Data dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan SPAM. Membuat BPP SPAM dalam melakukan evaluasi kinerja penyelenggaraan SPAM.

 

  1. Tahun 2001 – 2005

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Kepala CPFO, Ditjen Cipta Karya

Uraian Tugas                                     : Memimpin dan melakukan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan proyek – proyek yang ada dilingkungan Cipta Karya. Memberikan pengarahan strategi pelaksanaan bidang financial (APBN/Loan) terhadap semua pekerjaan. Membuat RAB dan Kurva proyek. Menyusun document lainnya dalam pelaksanaan kegiatan proyek. Dan Menyusun laporan.

 

  1. Tahun 2001 – 2005

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Fungsional Teknik Penyehatan Tingkat Madya

Uraian Tugas                                     : Memipin dan melakukan koordinasi dalam melaksanakan proyek – proyek yang ada dilingkungan Cipta Karya. Memberikan pengarahan strategis pelaksanaan bidang financial (APBN/Loan) terhadap semua pekerjaan. Menyusun materi dalam rangka meningkatkan produktifitas pegawaian (krideit point). Menyusun laporan.

 

  1. Tahun 2001

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Pimpro PKPS-BBM

Uraian Tugas                                     : Memimpin dan melakukan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan pada instansi terkait baik di Pusat maupun di Daerah, Menyusun Harga Satuan kegiatan bersama Tim terkait di masing – masing wilayah, Mengatur mobilisasi personil dan demobilisasi untuk kelancaran pekerjaan. Melakukan jadwal survey lapangan untuk mencari data/informasi yang terkait dengan pekerjaan perencanaan/pelaksanaan proyek. Membuat laporan  Bulanan, dan Tahunan proyek.

 

  1. Tahun 1998 – 2000

Instansi                                               :Diten Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Kasubdit Wilayah Tengah III

Uraian Tugas                                     : Memimpin dan melakukan koordinasi dengan instasi terkait. Memberikan pengarahan strategi pelaksanaan pekerjaan agar dicapai kerja yang maksimal. Mengatur mobilisasi personil dan demobilisasi untuk melancarkan pekerjaan. Bersama tim menyusun anggaran dan melaksanakan rapat kerja baik tingkat pusat/daerah maupun sektoral.

 

  1. Tahun 1997 – 1998

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Pimpro Penataan Kota BTPP

Uraian Tugas                                     :Memimpin dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Memberikan pengarahan strategi pelaksanaan pekerjaan agar dicapai kerja yang maksimal. Mengatur mobilisasi personil dan demobilisasi untuk kelancaran pekerjaan. Bersama tim menyusun anggaran dan melaksanakan rapat kerja baik tingkat pusat/daerah maupun sektoral.

 

  1. Tahun 1994 – 1997

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Kasie Wilayah Tengah II, BTPP

Uraian Tugas                                     : Membantu ATLAS dalam melaksanakan kegiatan (sektoral/fungsional). Mengumpulkan dan menganalisa data dan informasi yang terkait dengan aspek managerial sebagai bahan penyusunan kajian dan laporan. Menyusun materi perencanaan dalam penyusunan laporan. Mengevaluasi kajian aspek kinerja dalam menyusun bentuk laporan. Bertanggung jawab mengkoordinir seluruh tahapan pekerjaan.

 

  1. Tahun 1992 – 1994

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Kasubag. Adm Teknik, DAB

Uraian Tugas                                     : Memimpin dan melakukan koordinasi lintas sektoral dan menyusun rencana kerja pada satuan kerja dimasing-masing subdit. Memberikan pengarahan strategi pelaksanaan pekerjaan agar dicapai kerja yang maksimal. Mengatur mobilisasi personil dan demobilisasi untuk kelancaran pekrjaan. Mengumpulkan dan menganalisa data dan informasi sebagai bahan penyusunan kajian dan laporan. Bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan pekerjaan.

 

  1. Tahun 1989 – 1992

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Kasie Wilayah I, Wil Timur, DAB

Uraian Tugas                                     : Membuat ATLAS dalam melakukan kegiatan (Sektoral / Fungsional). Mengumpulkan dan menganalisa data dan informasi yang berkaitan dengan aspek managerial sebagai bahanbahan penyusunan kajian dan laporan. Menyusun materi perencanaan dalam penyusunan laporan. Mengevaluasi kajian aspek kinerja dalam menyusun bentuk laporan. Bertanggung jawab mengkoordinir seluruh tahapan pekerjaan.

 

  1. Tahun 1982 – 1984

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jakarta

Jabatan                                               :Pimpro PLP, Provinsi Jambi

Uraian Tugas                                     : Mengumpulkan dan menganalisa data dan informasi yang berkaitan dengan aspek lingkungan sebagai bahan penyusunan kajian dan laporan indetifikasi lingkungan. Membuat perencanaan dan perhitungan jaringan pipa transmisi dan pipa distribusi berdasarkan topografi wilayah studi. Mengevaluasi kajian aspek lingkungan dalam perencanaan DED IPAL dan menyusunnya delam bentuk laporan kajian lingkungan. Bertanggung jawab mengkoordinir seluruh tahapan pekerjaan.

 

  1. Tahun 1979 -1986

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jambi

Jabatan                                               :Kepala Proyek PDAM Provinsi Jambi

Uraian Tugas                                     : Memberikan perngarahan strategis pelaksanaan kepada team agar dicapai kerja yang maksimal. Mengatur mobilisasi personil dan demobilisasi untuk kelancaran pekerjaan. Mengumpulkan data primer dan sekunder mengenai pencapaian pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana air bersih. Melakukan survey lapangan guna mendapatkan data yang lebih lengkap khususnya menajemen institusi pengelolaan. Menganalisa kinerja institusi pengelolaan air bersih. Menyusun formulasi strategi dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

 

  1. Tahun 1979 – 1987

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jambi

Jabatan                                               :Direktur Utama PDAM Provinsi Jambi

Uraian Tugas                                     : Memimpin dan melakukan koordinasi di antara semua anggota tim inti dan fasilitator serta tenaga penunjang yang akan terlibat dalam pekerjaan ini. Memberikan pengarahan strategi pelaksanaan pekerjaan kepada team agar dicapai kerja yang maksimal. Mengatur mobilisasi personil dan demobilisasi untuk kelancaran pekerjaan. Survey lapangan guna memperoleh data mengenai prasarana air bersih yang telah dibangun. Menganalisa dan mengevaluasi data hasil survey mengenai prasarana air bersih. Menyiapkan pedman, standar maupun manual yang berkaitan dengan teknik meliputi ; kebutuhan sumber air baku, intalasi jaringan pipa transmisi  dan pipa distribusi serta kebutuhan perpompaan. Menyusun laporan pekerjaan

 

  1. Tahun 1979-1986

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jambi

Jabatan                                               :Direktur Teknik  PDAM Provinsi Jambi

Uraian Tugas                                     : Survey lapangan pada bangunan yang sudah dilaksanakan. Mengumpulkan data-data dari hasil studi literature dan pengamatan lapangan dari segi teknis dan non teknis. Menganalisa dan mengevaluasi data untuk pengembangan sarana yang sudah dibangun. Memimpin dan melakukan koordinasi di antara tenaga ahli serta semua anggota tim inti dan fasilitator serta tenaga penunjang yang akan terlibat dalam pekerjaan ini. Memberikan pengarahan strategi pelaksanaan pekerjaan kepada team agar dicapai kerja yang maksimal. Mengatur mobilisasi personil dan demobilisasi untuk kelancaran pekerjaan.

 

  1. Tahun 1979 – 1984

Instansi                                               :Ditjen Cipta Karya, Dep. PU.

Tempat                                               :DKI. Jambi

Jabatan                                               :Pimpro Air Bersih Provinsi Jambi

Uraian Tugas                                     : Memimpin dan melakukan koordinasi di antara ahli serta semua anggota tim inti dan fasilitator serta Tenaha penunjang yang akan terlibat dalam pekerjaan ini. Memberikan pengarahaan strategi pelaksanaan pekerjaan kepada team agar dicapai kerja yang maksimal. Mengatur mobilisasi personil dan demobilisasi untuk kelancaran pekerjaan. Melakukan strudi dan anlisa terhadap buku-buku literature yang ada. Melakukan kunjungan lapangan guna mendapatkan data-data mengenai pengelolaan air minum yang ada. Melakukan kajian teknis terhadap pelayanan air minum yang dilaksanakan. Menyusun hasil studi dan kajian terhadap pelayanan air minum selama ini. Bertanggung jawab dalam penyusunan semua laporan pekerjaan.

Belajar Filosofi Air

Pikiran Tuhan berbeda dengan pikiran manusia. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, tetapi inilah kenyataan. Umur 29 Tahun saya sudah menjadi Direktur PDAM Jambi. PDAM atau Perusahaan Daerah Air Minum. Sudah kepalang basah, setitik kenangan datang menyeruak pada benak di pagi itu. Hari yang tak biasa. Pagi itu saya berangkat kerja diantar sopir. Lengkap dengan semua fasilitas yang disediakan bagi seorang pemimpin, direktur seperti saya. Sejuknya udara Jambi pagi itu membuat perasaan berkecumbah. Di tengah angin pagi berhembus semilir angin menghapiri, membawa kenangan masa lalu di desa Sianipar Balige. Sesampainya di kantor, pagi itu, saya hanya berputar-putar dalam di ruang gempal. Seperti orang linglung rasanya saat itu. Berputar-putar di dalam kantor tanpa ada juntrungannya.

Mengapa? Bagi saya, terasa tak masuk akal orang yang belum berbuat apa-apa sudah diberikan jabatan, dengan tanggung jawab yang begitu luas dan besar. Hari itu, hari pertama saya baru masuk kerja sebagai jabatan Direktur Utama PDAM Kota Jambi. Walau sebelumnya, ketika masih di Jakarta beberapa kali saya ditugaskan ke wilayah ini. Walau sebenarnya beberapa kali saya datang ke kota ini diutus melihat proyek air minum yang bekerjasama dengan Bank Dunia. Namun, sekarang suasananya berbeda. Kini menjadi pemimpin yang diberikan otoritas Pemimpin Proyek (Pimpro) sekaligus Direktur Utama PDAM Kota Jambi. Bukan hanya sebagai direktur utama itu sebenarnya. Saya mendapat penugasan dengan empat SK. Dua SK dari Kementerian PU. Satu SK untuk penugasan sebagai Pimpro Air Minum se-Provinsi Jambi. SK kedua ditugasakan sebagai Pimpro PLP se Provinsi Jambi. Lalu, ketika berrtugas di Jambi oleh walikota mengatakan tidak ada orang saat itu yang otoritatif menjadi Direktur Utama PDAM Kota Jambi, maka oleh walikota kemudian mengeluarkan SK menetapkan saya sebagai Direktur Utama PDAM Kota Jambi. Lucunya, karena tidak ada direktur teknik saya juga merangkap menjadi direktur teknik. Lalu SK keempat dari Dirjen Cipta Karya dibawah Kementerian PU memberi SK sebagai Pimpro Air Minum PDAM yang bekerjasama dengan Bank Dunia. Artinya, saya punya tiga kantor berbeda, dengan otoritas berbeda.

Haru bercampur aduk. Rasa senang bercampur cemas. Hari itu, praktis saya tidak berbuat apa-apa di ruang direktur. Kantor yang dilengkapi penyejuk ruangan dan fasilitas kantor yang mewah. Tak berbuat apa-apa, yang terlintas hari itu di pikiran hanya mengawang tentang pengangkatan saya sebagai direktur. Perasaan saya, begitu cepat naik kariernya di perusahaan air minum, PDAM Jambi. Seperti perasaan bermimpi, merasa ini semua hanya mimpi–mengelayut dalam pikiran. Beberapa kali raut daging wajah saya cubit, entah mimpikah ini semua? “Perasaan saya, baru kemarin saya bekerja menata karier di Jakarta. Sekarang sudah dipercayakan memimpin pekerjaan lebih besar, dengan pangkat pejabat yang punya otoritas di satu kota. Jabatan yang prestisi di umur seorang yang belum genap 30 tahun.”

Pagi itu. Terasa sungguh menyenangkan, namun sekaligus mengharu biru, karena datang kenangan masa lalu melayang tiba-tiba. Setitik kenangan yang datang tak hanya bersama jabatan baru itu, hadir juga meronai kenangan yang ringkih di kampung semasa kecil, mengalami pahit getirnya kehidupan. Terbayang terus memori kelam pengalaman hidup yang saya lalui. Kenangan yang tak akan pernah saya lupakan selamanya. Saya tahu bagaimana pahit getirnya hidup di kampung, dulu. Makan saja susah. Air saja susah. Sekolah saja susah. Setitik kenangan itu perlahan melebar kembali, menjadi terang dan jelas seperti ketika saya membuka mata. Di lamunan itu, walau duduk di tempat duduk yang empuk terasa berkecumba. “Saya sadar ini semua tangan tak terlihat, berkat dan anugerah Tuhan semata. Saya sangat percaya mukzijat Tuhan. Tuhanlah yang memberikan ini semuanya. Bukan karena kuat dan gagah bisa menggapai jabatan ini.” Setitik kenangan yang menjelma menjadi nostalgia, mengingati-ingat masa-masa di bona pasogit Sianipar Balige.

Menjelajah kenangan masa lalu bagaikan membuka lembar-lembar buku yang sudah lapuk, uzur dimakan rayap dan banyak debu yang menempel. Semakin saya membukanya, semakin banyak rasa syukur yang bisa diucapkan keharipan-Nya. Perjalanan dari lembaran hidup itu, semakin memberikan peneguhan akan karya Tuhan terhadap seorang insan seperti saya. Bak kupu-kupu, datang ke kantor pertama kali, dengan kepakan sayap kupu-kupu.  Ada rasa tak terkatakan. Ada hentakan. Ada gelora yang bersemayam di dalam kalbu. Mata terpejam. Merenung bahwa Tuhan mengubah hidup saya luar biasa. Hal ini kemudian membawa pada kesimpulan renungan itu “semua karena anugerah kebaikan Tuhan.”

Hari itu. Tak memberikan sedikit pun ruang, perhatian untuk mengerjakan pekerjaan tugas hari harian. Yang ada hanya waktu merenung, menyadari ini adalah kasih karunia, anugerah terbesar dari Tuhan pada saya, dan keluarga.” Jujur saja, saya merasa tidak tahu apa yang mestinya saya kerjakan dan lakukan. Bukan hanya hari itu, sepertinya besok juga tidak menemukan setitik hal yang hendak dilakukan. Mengapa saya bilang tidak tahu? Sejak dulu saya selalu menghubungkan diri dengan suasana rasa yang selalu kritis. Pertanyaan itu bagaimana saya memimpin karyawan? Sebab, saya pikir, saya sendiri pun belum berpengalaman bekerja di perusahaan air minum milik Negara ini? Lalu, bagaimana jika saya tidak berhasil? Yang kembali mengerocor dalam benak adalah kalau saya tidak berhasil–pimpinan di Jakarta akan kecewa. Dan pertanyaan-pertanyaan yang lain selalu menyengat.

Saya hanya berserah kepada Tuhan saja, meminta bimbingan tangan-Nya. Tak berbuat hari itu, sebab saya sadar tidak punya pengalaman apa-apa memimpin. Karier pun sebenarnya, seperti meteor, bukan seperti melangkah di anak tangga, tetapi seperti naik esvator menjulang dengan cepat. Alih-alih, sudah kepalang diangkat menjabat pemimpin proyek air minum PDAM Jambi. Mau-tidak-mau kepakan sayap mesti dikepakkan. Saya harus tunjukkan prestasi dan membuktikan bahwa saya memang layak menduduki amanah untuk mengelola air minum yang layak bagi Kota Jambi. Kota yang dikenal sebagai Rumah Batu Olak, genang kenangan rumah kesultanan raja Jambi yang berdekatan di aliran Sungai Batanghari.

Di buaian hayalan itu, sejenak raut wajah ibu dan bapak hadir seketika. Bapak tiada, ibu pun sudah wafat. “Seandainya mereka masih ada. Sudah pasti mereka tersenyum gembira akan jabatan yang disandang anaknya.” Lalu, terbayang mereka masih hidup. Saya merasakan alangkah bahagianya juga mereka. Anak mereka, Sotardugar sudah menapaki kariernya. Tetapi itu hanya imaji dalam bayang-bayang pikiran yang mengelayut pada masa lalu. “Sekiranya mereka masih hidup, saya akan ajak mereka merayakan sembari mengucapkan syukur dengan menggelar partangiangan. Saya akan katakan ibu dan bapak sudah bekerja ekstra keras untuk kami anak-anaknya. Sekarang kebaikan dan kerja keras kalian sudah berbuah. Anakmu sekarang sudah mendapat hasilnya.” Inilah kehidupan tidak bisa ditebak. Sebab tidak pernah membayangkan impian karier di atas. Karena menurut saya tidak mungkin!

Masa lalu saya hanya seorang anak desa. Saya ingat saat masih di kampung, di saat orang lain tertidur pulas, saya dan ibu sudah berada di sawah untuk mandabu aek, mengaliri air ke sawah. Beruntung saya lahir dari rahim ibu dibesarkan dari keluarga yang menggantungkan hidup pada Tuhan. Ibu yang membuat saya dilecut keadaan. Agar terus dan terus bersekolah. Meskipun waktu itu, saya sering mendapat kesusahan untuk membayar uang sekolah. Bagi saya, ibu adalah sosok perempuan hebat. Terbaik di seluruh jagat raya ini. Ibu tak pernah membentak apalagi memukul. Ibu, pula yang menguatkan hati saya ketika saya menghadapi keruwetan hidup. Ketika tak kunjung menyelesaikan kuliah. “Kamu harus tabah. Berjuanglah terus. Harus berusaha sembari tahu akhal, dan jangan putus asah. Andalkan Tuhan dalam hidupmu,” ujar ibu, saya ingat. Bagi saya, berkat ibulah saya bisa merasakan jabatan ini sekarang.

Bagi saya, keberhasilan tak akan datang bagi mereka yang hanya menunggu, tak berbuat apa-apa mencari jawaban. Keberhasilan datang bagi mereka yang selalu berusaha mewujudkan mimpinya, menemukan jawabannya. Tak terasa waktu bergulir terus. Hari sudah menjadi sore. Matahari sudah terbenam di upuk timur. Para staf dan karyawan sudah pada pulang. Sesaat lagi saya hanya merenung, dan harus memutuskan buaian imaji yang terus memberikan layar lebar dalam pikiran. Pertanyaan-pertanyaan tadi pun belum mendapat jawaban. Hanya terbesit dalam pikiran, bahwa alam semesta—bimasakti punya caranya sendiri untuk menjalankan ritmenya. Saya tidak mau disandera masa lalu, menjadi perintang dalam meretas masa depan. Saya kemudian tersadar dengan jelas memahami, bahwa kemarin berakhir semalam, bahwa hari ini adalah hari baru. Dan itu milik saya. Saya sadar diberikan Tuhan cakrawala berpikir untuk menjadi manusia besyukur. Bagi saya, ini bukan pengalaman picisan yang membuat dijebak hayalan. Masa lalu harus bisa menjadi alarm agar membuat diri menyadari siapa diri. Hal yang paling sulit memang mengalahkan diri sendiri. Termasuk percaya diri! Percaya diri berlebihan itu juga bisa merasuk, membawa kesalahan. Lalu, sadar akan tanggung jwab sebagai direktur, itulah yang tak habis pikir. Lalu saya teringat kata-kata “selama saya yakin, tak ada yang tak mungkin.  Saya lebih hebat dari yang saya pikirkan.” Kini, masa depan sudah di peluk mata, saya harus terus mensiasati untuk menemukan rahasia dan rencana Tuhan dalam hidup. Sebagai makhluk berpikir kita diberikan cara untuk belajar. Betapa besar kasih Tuhan membetuk saya. Merekah, jejak perjalanan hidup; seperti tanah liat dibentuk menjadi bejana di tangan-Nya. ditulis, Hotman J. Lumban Gaol

Alex Janangkih Sinaga


fotoalexsinagaNama Lengkap: Alex Janangkih Sinaga

Lahir/tgl lahir: Pematang Siantar, 27 September 1961

Pendidikan:

S1 Fakultas Teknik Elektro Telekomunikasi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung peraih S2 Master dari University of Surrey Guldford, Inggris.

Jabatan: President Director Telkomsel

Alamat:
Jl. Anggrek Nelimurni B-70 No. 38 Rt. 016/001 Kel. Kemanggisan Kec. Palmerah

Alex berada di balik nama AXIS. Pria Kelahiran Pematang Siantar, 27 September 1961. Nama lengkapnya Alex Janangkih Sinaga. Dia adalah lulusan Teknik Elektro Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan peraih gelar Master dari University of Surrey Guldford, Inggris. Alex juga pembicara dalam berbagai seminar yang berkaitan dengan Infocomm Business dan Engineering, serta mengikuti pelatihan dan seminar di bidang yang sama baik di dalam maupun luar negeri.

Pria Batak kelahiran Pematangsiantar, diangkat menjadi Direktur Utama Telkomsel menggantikan Sarwoto Atmosutarno. Koleganya, Sarwoto yang sebelumnya menjabat sebagai President Director Telkomsel mendapatkan penugasan baru dari Telkom sebagai Chief of The Mission Peluncuran Satelit Telkom-3.

Sementara Alex Janangkih Sinaga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Multimedia Nusantara, anggota Telkom Group sejak tahun 2007. Dia juga memegang beberapa posisi strategis selama bekerja dengan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) 2000-2007, yaitu General Manager Telkom Jakarta Barat, Senior Manager Kinerja – Divisi Regional 2, Kepala Divisi Fixed Wireless Jaringan, dan kepala Divisi Enterprise Service. Selain itu, dia menjadi Komisaris PT Sigma Cipta Caraka sejak 2008 dan juga menjabat sebagai Komisaris Utama.

Sejak tahun 2007, Alex menjabat sebagai Wakil Presiden Toba Lake Golf Club. Dia lulus pada Telekomunikasi Elektronik dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1986 dan memperoleh gelar Master di bidang Telematika dari Universitas Surrey, Guidford-Inggris, pada tahun 1994.  Jemaat HKBP ini juga salah satu pengurus Badan Penggelola Sopo Marpingkir HKBP, sebagai tempat think thank HKBP nantinya. ***Hotman J. Lumban Gaol

Soaloon Simatupang


Irjend Pol Drs

Karya cipta 30 dari dari 60-an Judul Lagu Karya Cipta Irjend. Pol. (Purn.). Drs. Soaloon Simatupang Sianturi, MSc.,
1. Inang Naburju
2. Amang Naburju
3. Anak Naburju
4. Parsondukbolon Naburju
5. Ompung Naburju
6. Siadopan Naburju
7. Boru Naburju
8. Boru Nabasa
9. Patik Palimahon
10. Martabe
11. Tahima
12. Sai Huingot do Ho
13. Songon Sillam Manoro
14. Hasian
15. Parpadanan
16. Pikkiri
17. Parumaen Naburju
18. Tona ni Oppui
19. Tumajuna ma
20. Unang Leas Roham
21. Anak Hasian
22. Paima Au
23. Muara Nauli
24. Unang Sai Sungguli be
25. Ora et Labora
26. Borhat Ma Ho Ito
27. Lapik Ni Bantal
28. Jangan Ragu
29. Di Hatiku Hanya Satu
30. Kalau Piring Sudah Pecah
31. Aditira Wirabakti (Mars Polda Sumsel)
32. Wawasan Nusantara (Hyme Lemhanas)
33. Motor Muara
34. Raja Parmassahati

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap                  : Drs. SOALOON SIMATUPANG SIANTURI, MSc.

Pangkat                terakhir               : INSPEKTUR JENDERAL POLISI

Mantan Korps                   : POLRI

Tanggal Lahir                      : 10 Oktober 1947

Tempat Lahir                      : Muara, Tapanuli Utara

Suku Bangsa                       : Batak

Agama                                  : Kristen Protestan

Keterangan Lain

–              Tinggi Badan      : 166 Cm

–              Berat Badan       : 66 Kg

–              Warna Kulit         : Sawo Matang

–              Rambut                                : Hitam Ikal

–              Golongan Darah: -O-

KELUARGA

Isteri

Siti Bur Siregar (alm)

Anak

1.            Sariwaty Simatupang

2.            Mariska Simatupang

3.            Demak Simatupang

4.            Binsar Simatupang

 

PENDIDIKAN UMUM

SD, lulus, Tahun 1954-1960

SMP, lulus, Tahun 1960-1963

SMA, lulus, Tahun 1963-1966

IPWI-JIM’S, lulus, Tahun 1997-1998

KEPANDAIAN BERBAHASA

Bahasa Daerah  :               1. Sunda               : Aktif

2. Jawa                 : Pasif

3. Batak                : Aktif

4. Palembang     : Aktif

Bahasa Asing      :               1. Inggris

KEGEMARAN-KEGEMARAN

Olahraga                              : 1. Golf

2. Tinju

3. Sepak Bola

4. Bulu Tangkis

5. Judo

Kesenian                             : 1. Menyanyi

2. Menciptakan Lagu Pop Indonesia dan Lagu Daerah Tapanuli

BINTANG/TANDA JASA

1.            STL. Pancawarsa

2.            STL. Dwidya Sista

3.            STL. Kesetian 8, 16, dan 24 tahun

4.            STL. Kesetria Tamtama

5.            STL. Karya Bakti Utama

6.            STL. Dwidya Sista Utama

7.            Bintang Bhayangkara Nararya

8.            Bintang Bhayangkara Pratama

PENEMPATAN PENUGASAN DI LUAR NEGERI

1.            Thn. 1988                             : Studi Banding di BKA Jerman Barat

2.            Thn. 1987 s/d 1994           : Peserta Confrence Asean Armed Forces

( Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina dan

Brunai Darussalam).

3.            Thn. 1988 – 1995               : Peserta Confrence Aseanapol ( Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina dan Brunai Darussalam)

4.            Thn. 1996                             : Peserta WWLN KRA XXIX Lemhanas Ke

United of Kingdom.

5.            Thn. 1997                             : Paping WWLN KRA XXX Lemhanas ke

Austalia.

6.            Thn. 1999                             : Tenaga Ahli WWLN KRA XXXII Lemhanas ke

RRC

7.            Thn. 2000                             : Tenaga Ahli WWLN KRA XXXIII Lemhanas ke

Perancis

 30-an dari 60-an Judul Lagu Karya Cipta Irjend. Pol. (Purn.). Drs. Soaloon Simatupang Sianturi, MSc., seperti :
1. Inang Naburju
2. Amang Naburju
3. Anak Naburju
4. Parsondukbolon Naburju
5. Ompung Naburju
6. Siadopan Naburju
7. Boru Naburju
8. Boru Nabasa
9. Patik Palimahon
10. Martabe
11. Tahima
12. Sai Huingot do Ho
13. Songon Sillam Manoro
14. Hasian
15. Parpadanan
16. Pikkiri
17. Parumaen Naburju
18. Tona ni Oppui
19. Tumajuna ma
20. Unang Leas Roham
21. Anak Hasian
22. Paima Au
23. Muara Nauli
24. Unang Sai Sungguli be
25. Ora et Labora
26. Borhat Ma Ho Ito
27. Lapik Ni Bantal
28. Jangan Ragu
29. Di Hatiku Hanya Satu
30. Kalau Piring Sudah Pecah
31. Aditira Wirabakti (Mars Polda Sumsel)
32. Wawasan Nusantara (Hyme Lemhanas)
33. Motor Muara
34. Raja Parmassahati

Husni Kamil Manik


Nama
: Husni Kamil Manik, S.P

Tempat dan Tanggal Lahir
: Medan, 18 Juli 1975
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Status Perkawinan : a. Menikah
b. Nama isteri: Endang Mulyani
c. Jumlah anak: 3 (tiga) orang:
1. M.A. Afifuddin Manik (7 tahun)
2. Abid W.A. Manik (5,5, tahun)
3. Nuraisyah H. Manik (4,5 tahun)

Alamat Tempat Tinggal : Komp. Permata Surau Gadang Blok B/10,
Kel. Surau Gadang, Kec. Naggalo, Kota Padang
Sumatera Barat

Pekerjaan : Anggota KPU Provinsi Sumatera Barat

Riwayat Pendidikan :

a. SDN 04 Kabanjahe, Kab. Karo, Sumut
b. MTsN Kabanjahe, Kab. Karo, Sumut
c. MAN I Medan, Sumut
d. Faperta Universitas Andalas, Padang, Sumbar
e. PPS Universitas Andalas, Padang, Sumbar

Pengalaman Pekerjaan : a. Wakil Direktur Lembaga Studi Lingkungan dan Sosial
Padang, Sumbar, 2000-2003
b. Konsultan Kelembagaan Manajemen Irigasi DHV Nederland,
2001
c. Peneliti PSI-SDALP Unand, 2001 – 2002
d. Komisioner KPU Sumbar, 2003 – 2008
e. Komisioner KPU Sumbar, 2008 – 2013

f. Ketua KPU 2012-2017

 

Sejak mahasiswa pada 1999, Husni Kamil Manik sudah aktif dalam dunia kepemiluan. Saat itu, dia menjadi pemantau pelaksanaan Pemilu 1999 dari Forum Rektor Seluruh Indonesia yang diikutsertakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pemantauan Pemilu.

Husni percaya Pemilu saat itu adalah masa transisi Indonesia setelah tumbangnya Orde baru. Menurut dia, ketika itu merupakan era kebangkitan masyarakat sipil menuju sistem demokrasi lebih baik.

Dari pengalamannya sebagai pemantau Pemilu, tugas-tugas kepemiluan lekat dengan dirinya. Apalagi sejak lulus kuliah, dia makin mendekatkan diri dengan lembaga penyelenggara Pemilu. Pada pemilihan anggota KPU Sumatera Barat dia terpilih sebagai anggota dalam dua periode berturut-turut (2003-2008 dan 2008-2013).

Husni merasakan beberapa kekurangan KPU dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu. “Hal yang perlu terus dibenahi adalah DPT (Daftar Pemilih Tetap), baik itu sistem pemutakhirannya, proses verifikasi, hingga penetapan. Tentunya semua proses tersebut harus melaui mekanisme jelas dan transparan,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (19/03).

Selain aktif di KPU Sumbar, bapak tiga anak ini juga pernah menjabat anggota Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia periode 2003. Dia masih aktif sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Sumatera Barat periode 2010-2015. Dia juga sedang mengikuti studi S-2 bidang Studi Pembangunan Wilayah dan Pedesaan, Universitas Andalas, Padang.

Menjelang uji kelayakan kepatutan dan kelayakan oleh Komisi II DPR hari ini, Husni mengaku mempersiapkan diri untuk menyampaikan visi dan misi di hadapan anggota dewan. Dia sepenuhnya percaya siapa pun terpilih adalah pilihan obyektif dari disamping bentuk keputusan politik.

Bila terpilih menjadi anggota KPU, Husni akan mengajukan usulan tentang teknologi pengelolaan DPT, terutama dalam memverifikasi data valid dan sederhana dalam pengelolaannya. “Pada Pemilu 2004 ada usulan agar IT (Teknologi Informasi) yang digunakan KPU lebih baik dari sebelumnya, namun terkendala dana. Sedangkan pada pada Pemilu 2009 banyak bantuan dari luar dan itu tidak bagus untuk independensi KPU. Untuk Pemilu ke depan dana dari APBN harus menganggarkan itu,” ujarnya.

Foster Gultom


CURRICULUM VITAE
Nama : Foster Gultom
Tanggal Lahir : Cililin, Bandung, 12 Juni 1958
Agama : Kristen
Jabatan Sekarang : Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN
Pangkat PGPNS/Gelar Diplomatik : Pembina Tingkat Muda, Gol. IV/c / Minister Counsellor

Sekarang-Duta Besar Indonesia untuk negara Kazhakstan
PENDIDIKAN:
1. FISIP-HI Universitas Indonesia Jakarta, 1984
PELATIHAN/KURSUS:
1. Sesparlu, Angkatan XXX Jakarta, 2004
2. Caraka Madya, Angkatan III Jakarta, 1999
3. Sekdilu, Angkatan XI Jakarta, 1986
PENGALAMAN KERJA:
A. Dalam Negeri :
1. Kepala Seksi Dekonolisasi, Direktorat Organisasi Internasional (1988)
2. Kepala Seksi Moneter dan Keuangan Internasional, Direktorat Kerja Sama Ekonomi
Multilateral (1993)
3. Kasubdit Badan Komoditi, Pangan dan Pertanian Internasional (1999)
4. Kasubdit Badan Perdagangan dan Moneter Internasional (1999)
5. Kasubdit Iptek dan Lingkungan Hidup (2004)
6. Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN (2010)
7. Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN (2010)
B. Luar Negeri :
1. Sekretaris Ketiga, KBRI Washington, DC (1989 – 1993)
2. Sekretaris Pertama, PTRI Jenewa (1995 – 1998)
3. Counsellor, KBRI Canberra (2001 – 2004)
4. Minister Counsellor, KBRI Seoul (2006 – 2010)
5. Kuasa Usaha Ad Interim, KBRI Seoul (2008 – 2009)
PERSIDANGAN:
Negosiator ekonomi perdagangan internasional, dan isu-isu lingkungan hidup dan
pembangunan serta menghadiri sidang-sidang PBB, APEC, ASEAN, ARF, UNFCC, dan WTO.