Abdul Wahab Dalimunthe


abdulNama Lengkap : Abdul Wahab Dalimunthe. Alias : No Alias Profesi : Politisi Agama : Islam Tempat Lahir : Rantau Prapat, Sumatera Utara Tanggal Lahir : Selasa, 10 Januari 1939 Zodiac : Capricorn Warga Negara : Indonesia Pendidikan: SMAN 3 Medan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Karier: Pandu Alwashliyah, HMI, PMII Anggota DPR RI periode 2009-2014 Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR H Abdul Wahab Dalimunthe, SH menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014.

Ia diusung Partai Demokrat mewakili Sumatera Utara. Dalam pemilihan calob legislatif, Abdul Wahab menang 192.716 suara dari daerah pemilihan Sumut 1 yang meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi. Ia lantas diberi jabatan sebagai anggota Komisi II yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Aparatur Negara, Otonomi Daerah, dan Agraria. Sebelum melenggang ke Senayan, putra H Daud Dalimunthe dan Dinah Ritonga ini terlebih dulu menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatera Utara pada tahun 2004.

Namun, posisi itu terpaksa dilepasnya setelah ia dipecat sebagai kader Partai Golkar lantaran ‘nekat’ maju sebagai Calon Gubernur Sumut dengan dukungan partai lain yakni Partai Demokrat, PAN, dan PBR. Melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam rapat paripurna, posisi Abdul Wahab digantikan H Abdul Aziz Angkat. Abdul Wahab lahir di Rantau Prapat, 10 Januari 1939. Ia merupakan salah satu tokoh berdarah biru yang didapatnya dari garis keturunan Raja Bilah.

Pria yang memiliki hobi sepak bola sejak kecil ini lebih banyak melewati masa kanak-kanak di kampung halamannya sendiri. Mulai dari SMP hinga SMA. Meski berdarah biru dan memiliki warisan kekayaan berlimpah dari sang ayah yang meninggal di tahanan tahun 1949 lantaran dituduh sebagai pengikut NICA, Abdul Wahab jauh dari predikat anak manja. Suami Hj. Atikah yang dikaruniai 4 anak ini memilih hidup sederhana dengan perjuangannya sendiri. Abdul Wahab kecil pun tak malu harus berjualan kue untuk membantu sang nenek.

Tahun 1957, Abdul Wahab memutuskan untuk pindah ke Medan, melanjutkan pendidikan ke SLTA. Niat awalnya sebagai seorang perawat kandas karena ia malu membuka baju saat tes. Akhirnya Abdul Wahab masuk ke SMAN 3 Medan dan berhasil lulus tahun 1960. Kecintaannya terhadap ilmu hukum diteruskannya saat masuk Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Di sini, tidak hanya menimba ilmu, Abdul Wahab pun banyak berlajar berorganisasi. Ia tercatat pernah aktif di Pandu Alwashliyah, HMI, PMII, dan menjadi bagian dari Nahdlatul Ulma (NU).

Ia pernah ikut berdemo di jalanan meneriakkan pembubaran PKI. Dan gara-gara terlalu aktif inilah, kuliahnya jadi molor. Abdul Wahab harus menempuh 7 tahun bangku perkuliahan sebelum meraih gelar Sarjana Hukum.

Sumber:

http://profil.merdeka.com/indonesia/a/abdul-wahab-dalimunthe/

Hariara Tambunan, SE. SH.


header1Nama lengkap : Hariara Tambunan, SE. SH.

Tempat & tgl lahir : Jakarta, 12 Oktober 1967

Nama istri : Elizabeth Wahono Br. Siregar

Riwayat Pendidikan :

Strata Satu Ilmu Hukum (STIH Jagakarsa), Lulus Tahun 2001

Strata Satu Ilmu Ekonomi (UKI), :Lulus Tahun 2994

SMU Advent Purwodadi Jawa Timur, Lulus Tahun 1987

SMPN 19 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Lulus Tahun 1984

SD PSKD Kwitang V Jakarta, Lulus Tahun 1981

Kursus/Diklat yang pernah diikuti :

Orientasi Fungsionaris Partai Golkar th.2007

Penataran Kader / Fungsionaris Keluarga Besar GOLKAR A Tingkat Pusat th.1996

Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) th.1988

Latihan Peningkatan Disiplin dan Bela Negara FKPPI – Pemuda Pancasila th.1997

Ceramah Kewaspadaan Nasional Bagi Organisasi Sosial Politik dan Organisasi Kemasyarakatan th.1995

Pendidikan dan Pelatihan Instruktur Perkaderan Partai Golongan Karya Tingkat I DKI Jaya th.2002

Diskusi Panel Partai GOLKAR “Proyeksi Ekonomi dan Otonomi Daerah 2001″ th.2000

Forum Pemantapan Wawasan Kebangsaan Bagi Pengurus Organisasi Pemuda th.1995

Riwayat Organisasi :

Biro Cendikiawan DPD I Golkar DKI Jakarta (mantan) Th.1987

Wakil Bendahara DPD I Golkar DKI Jakarta th.2002

Wakil Ketua PD I AMPG DKI Jakarta th.2000

Wakil Bendahara DPP AMPI th.2004

Wakil Ketua DPD I AMPI DKI Jakarta th.2002

Wakil Ketua PD IX GM FKPPI DKI Jaya th.1995

Ketua DPW BM KOSGORO’57 DKI Jakarta th.2002

Wakil Bendahara DPP BARINDO th.2007

Ketua Umum Alumni IKAFE-UKI th.2012-2015

Ketua Umum HIPWI FKPPI th 2010-2014

Wakil Bendahara Bid.Kerjasama Internasional DPP Partai Golkar th 2009-2015

Riwayat Pekerjaan :

a) President Director Ranyza Sejahtera Group :

– Komisaris PT. Natarida Energy

– Komisaris PT. Gregory Energy

– Komisaris PT. Natarida Perkasa Energy

– Komisaris PT. Gorby Putra Utama

– Komisaris PT. Natarida Global Energy

b) Staff Memperindag RI (2000-2001)

c) Staff Ketua DPR RI (1994-2004)

Martin Manurung


Martin lahir di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 31 Mei 1978. Saat ini, ia tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai Direktur Utama PT Sekurindo Gada Patria. Perusahaan ini menyediakan konsultasi untuk berbagai perusahaan, baik nasional maupun internasional, pada pengelolaan risiko dan kelangsungan bisnis di tengah perubahan konstan sosio-politik-ekonomi lingkungan Indonesia.

Setelah menghabiskan masa kecilnya sebagai penyanyi, ia mendapat gelar sarjana di bidang ekonomi dari Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, jurusan Ekonomi Uang dan Perbankan. Selama waktunya di universitas, ia aktif sebagai aktivis mahasiswa dan berada di garis depan gerakan yang mengakhiri kediktatoran Suharto pada tahun 1998. Sementara menjadi seorang aktivis mahasiswa, Fakultas Ekonomi memilih dia sebagai salah satu dari tiga mahasiswa berprestasi tahun 2000. Selama 1998-2001, ia juga mengajar Pengantar Ekonomi, Mikro dan Ekonomi Mikro, Ekonomi Indonesia, di Universitas.

Pada tahun 2005, ia memperoleh Penghargaan Chevening Inggris dan memperoleh gelar Master dari School of Development Studies, University of East Anglia, di Norwich, Inggris, pada tahun 2007. Sekolah, sekarang dijuluki sebagai “School of International Development,” diakui sebagai salah satu sekolah pengembangan penelitian terkemuka di Inggris, dan juga di Eropa.

Dalam politik, ia adalah Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM / Relawan Perjuangan Demokrasi), sebuah organisasi massa di bawah Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan (Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan) dari 2007 sampai 2010.

Pada 1 Februari 2010, Martin bersama dengan 44 orang yang berasal dari berbagai latar belakang menyatakan Demokrat Nasional. Massa-organisasi secara luas diakui sebagai memiliki “Restorasi Indonesia” (Restore Indonesia) sebagai tag line-perjuangan mereka untuk membuat pekerjaan demokrasi Indonesia untuk kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial berdasarkan nilai awal yang ditetapkan oleh pendiri negara itu. Para inisiator nasional organisasi adalah Surya Paloh, pemilik TV nasional besar stasiun berita (Metro TV) dan surat kabar (Media Indonesia), dan Sultan Yogyakarta, Hamengku Buwono X.

Pada tanggal 14 Juli 2011, Martin dilantik sebagai Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem (Nasional Demokrat Organisasi Pemuda itu). Dalam organisasi ini, ia terpilih bersama dengan 185 anggota Dewan Garda Pemuda Nasdem Tengah, dan Surya Paloh duduk sebagai Ketua Dewan Penasihat Pusat.

Ia juga telah terlibat dalam gerakan sosial-demokratis sejak masa mudanya yang awal. Dia adalah pendiri Progresif Tenggara Muda Asia (YPSEA), sebuah organisasi regional terdiri dari gerakan pemuda progresif di Asia Tenggara. Pada tahun 2009, ia juga terpilih sebagai anggota Komite Pengarah Jaringan Sosial-Demokrasi di Asia, sekelompok partai politik; pre-party formasi, dan politisi progresif, ulama dan aktivis di wilayah yang berbagi nilai-nilai demokrasi sosial dan perspektif. Sejak 2010 ia juga terlibat sebagai anggota dewan redaksi dua Sosial-Demokrat Jurnal, yaitu Jurnal Demokrasi Sosial di Asia dan Indonesia Sosial-Demokrasi Journal.

Terlepas dari politik-ekonomi kegiatan di atas, ia juga Direktur Eksekutif Institute for Democracy Kesejahteraan, non-profit dan organisasi non-pemerintah yang berbasis di Jakarta yang bertujuan untuk mengubah sosial-demokrasi ide, khususnya yang berkaitan dengan demokrasi, kesejahteraan dan keadilan sosial, untuk menjadi kebijakan negara.

Kolom-nya sering muncul di koran-koran utama di Indonesia, yang meliputi Kompas, Jakarta Post, Jurnal Nasional, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, dan harian BATAK POS. Dia juga telah diwawancarai di berbagai media internasional.

Leo Nababan


Biodata

Nama Lengkap:

Leo Nababan

Panggilan:

Leo

Tempat/tanggal lahir:

Sei Rampai, Deli Serdang, Sumatera Utara, 30 Oktober 1692

Nama Ayah :

Gr Sihol Nababan

Nama Ibu :

L. Simanjuntak

Nama istri:

dr. Fabiola Alvisia Latu Batara

Anak: 3

Agama:

Kristen Protestan (Jemaat HKBP Jalan Jambu, Menteng, Jakarta Pusat)

Pekerjaan Sekarang:

Staf Khusus Menteri Koordinator Kesejahteran Sosial

Pendidikan:

SD Negeri Kampung Jeruk, Deli Serdang, Sumatera Utara  lulus tahun 1975

SMP Negeri III Medan, Sumatera Utara lulus  tahun 1979

SMA Negeri V Medan, Sumatera Utara lulus 1982

Sarjana Nutrisi dan Makanan Ternak, Universitas Dipanegoro (Undip), Semarang lulus tahun 1992

Pendidikan noformal:

Tahun 2006 : KRA – XXXIX LEMHANNAS RI

Pengalaman Bekerja:

Staf Direksi PT Hunamas Putra Interbuana (Gold Exploration) tahun 1984-1986,  di Jakarta tahun 1986-1988

Asisten Direksi PT Hunamas Putra Interbuana Jakarta tahun 1989-1990

Asisten Direksi Huna Group Pusat di Jakarta, 1990-1992

Kepala Cabang Huna Group di Manado, 1997-1999

Anggota Majelis Permusyarwaratan Rakyat-Republik Indonesia (MPR-RI), mengantikan KH Zainuddin MZ, tahun 1997-1999

Staf Khusus Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, tahun 2004-2005

Direktur Humas PT Adamsky Connection (ADAM AIR) di Jakarta 2005

Komisaris Utama PT Karya Waluya Bhakti tahun 2005-sekarang

Komisaris Siwani Makmur.Tbk di Jakarta 2005-sekarang

Staf Khusus Ketua DPR-RI Agung Laksono tahun 1999-2004

Direktur PT Kusiba Karya tahun 2000-sekarang

Direktur PT Anugerah Bahari Semesta

Pengalaman Organisasi:

Sejak SD hingga SMA terbiasa ikut organisasi sekolah, OSIS. Sementara sejak mahasiswa juga aktif di organisasi kampus, termasuk Gerekan Mahasiswak Kristen Indonesia (GMKI).

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar

Pengurus DPP Partai Golkar

Ketua DPP AMPI

Wakil Sekjen PPK Kosgoro 1957

Ketua Kelembangaan dan Oraganisasi, Dewan Pegurus Badan Kerjasama Sosial Usah Pembinaan, Warga Tama (DP Bersama-Organisasi Payung LSM Anti Narkoba),

Wakil Ketua Bidang Industri &Transportasi Dewan Pengurus Pusat,

Organisasi Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Wakil Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN)

Sekretaris Dewan Beras Nasional

Mantan Sekjen DPP Gema Kosgoro

Mantan Sekretaris IKA UNDIP DKI Jakarta

Mantan Instruktur Kader Pusat DPP Golkar

Mantan Anggota Satgas Pemuda DPP Golkar

Mantan Koorprov BAPPILU se-Sumatera Utara DPP Partai Golkar

Mantan Ketua Umum Alumni Penataran P4 Pola 144 jam-Angkatan ke-32 Tingkat Nasional

Mantan Dewan Pengarah Forum KARSINAL Mahasis DPP Golkar

Mantan Asisten Posko Dapur Pimpinan FKP-MPR RI 1997-2002

Mantan Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)

Penghargaan:

Tahun 1994: Terbaik 1 (Pertama) Penataran Kewaspadaan Nasional (TARPADNAS) Pemuda Tingkat Nasional

Tahun 1995: Terbaik 10 (Sepuluh) Penataran P4 Pemuda Tingkat NasionalTahun 1997 : Terbaik 1 (Pertama) Internasional Standard Learning System (Effectiv Communication and Interpersonal Relation Skill)

Pengkaderan:

Penataran P4 Pola Pendukung 25 jam di IPB Bogor tahun 1983

FORTA KOSGORO Tingkat Jawa Tengah di Semarang di Kabupaten Batang tahun 1989

Istruktur FORTA Tingkat  Nasional Kosgoro 1993, Pengkaderan Tingkat Utama DPP-AMPI tahun 1993

Penataran Kewaspadaan Nasional (TARPADNAS) Oleh Kantor Kemnterian Pemuda dan Olahraga RI-HAMKAM 1994

Penataran Penyegaran Kader (Instruktur) DPP Golkar 1994

Karsinal Pemuda DPP Golkar 1995

Penataran P4 Oleh BP7 Pusat Pola 144 Jam Tingkat Nasional tahun 1995

Handcraff Wordshop For Your in Bangkok 1995

Internasional Standar Learning and Interpersonal Relations Skill tahun 1997

Program Drugs Abuse Presenvention (JICA) di Jepang tahun 1999

Pengalaman Luar Negeri:

Anggota Delegari Pemuda Indonesia dalam pertemuan Handicraff Workshop For Asean Youth di Bangkok (Thailand) tahun 1995

Anggota Delegasi pada Konggres Menteri-Menteri Pemuda se-dunia di Portugal tahun 1998

Peserta Traning Couse “Drug Abuse Prevention” JICA, Jepang tahun 1999, Pendaping Pertemuan Anggota Parlemen se-Asia Pasific di Holang Bay-Vietnam tahun 2005

Pendamping Pertemuan Anggota Parlemen Internasional UNO (IPU) tahun 2005

Mendampingi Ketua DPR-RI, Kunjungan kerja ke Manila, Iran, Turki, UEN (Dubai) tahun 2005

Peserta Study Srategic Luar Negeri KRA-XXXIX Lemhannas ke India, tahun 2006.

 Alamat : Jl. Kayu Manis, Matraman – Jakarta Timur 13130

Biodata dibuat Hotman J Lumban Gaol alias Hojot Marluga

Menyongsong Jubileum 150 Tahun HKBP: “Peneguhan Iman Kristiani dan Jati Diri Bangso Batak yang Berbudaya”

Oleh Ir. Leo Nababan

Sejarah mencatat bahwa sebelum Kekristenan menjamah Tanah Batak, para nenek moyang kita hidup dalam agama Animisme dan dinamisme dengan ritual penyembahan berhala hasipelebeguon. Sungguh suatu kehidupan yang diliputi kegelapan ditambah sering terjadinya permusuhan antar kampung dalam rangka memperoleh status kehormatan “hasangapon” dan kekuasaan atas sumberdaya ekonomi khususnya tanah “hamoraon”. Konflik itu tak jarang mengandalkan kekuatan magis “hadatuon” yang kerap berakibat pada pembunuhan dan terjadi saling balas dendam secara turun-temurun.
Meskipun pada awal proses Kekristenan di Tanah Batak penuh dengan tantangan dan pergumulan, namun yang pasti bahwa Kekristenan telah membawa Tanah Batak menuju terang. Kita patut berterimakasih kepada para Penginjil dimana lewat tugas panggilan misionarisnya membebaskan Tanah Batak dari kegelapan. Adalah Ompui Ingwer Ludwig Nommensen sebagai Misionaris legendaris Tanah Batak, melalui panggilan hidupnya yang lahir pada tanggal 6 Februari 1834 di Nordstrand, Distrik Holstein, Jerman, menjalankan panggilan hidupnya sebagai Penginjil di Tanah Batak sampai Tuhan memanggilnya di Sigumpar Toba Samosir pada tanggal 23 Mei 1918.
Meskipun bukan sebagai Misionaris pertama di Tanah Batak, metode dan pembawaan misi Ompui IL Nomensen di Tanah Batak lebih diterima oleh orang Batak dibanding Misionaris-misionaris sebelumnya. Terkait dengan hal ini, penulis mencoba menyimpulkan bahwa ada dua pendekatan yang diterapkan oleh Ompui dalam menjalankan misinya sehingga lebih cepat dipahami dan diterima oleh orang Batak waktu itu. Pertama, Ompui IL Nommensen menggunakan pendekatan humanis yakni upaya perbaikan taraf hidup orang Batak waktu itu.
Ketika penulis berkunjung ke tanah kelahiran Ompui IL Nommensen di Nordstrand Jerman, betapa kagumnya penulis melihat model perkampungan di kampung halaman Ompu i yang memiliki prototype yang mirip dengan perkampungan Batak “Bona Pasogit”. Satu hal yang paling berkesan adalah model kompleks gedung gereja di Nordstrand yang memiliki areal/pekarangan untuk tempat becocok tanam, gedung sekolah, gedung pelayanan kesehatan dan areal untuk peternakan.
Mungkin penulis berfikir bahwa model yang demikianlah yang ditransfer Ompu i ke Tanah Batak. Misi-misi Kekristenan yang dijalankan Ompu i di Tanah Batak tidak serta-merta hanya melakukan pewartaan Injil an sich, namun juga disertai dengan misi-misi Kemanusiaan. Hal ini dapat kita lihat dari pembagunan Gereja di Huta Dame dengan areal yang disediakan untuk aktivitas kemanusiaan atau yang dikenal dengan pargodungan.
Mengenai tempat bersekolah, bangunan sekolah-sekolah di areal Kompleks Gereja di Nordstrad telah mengispirasi Cendekia Jerman waktu itu yakni Hubber Alles yang mempropagandakan betapa ilmu pengetahuan yang diperoleh anak-anak di bangku sekolah berperan besar dalam membangun peradaban manusia Jerman yang waktu itu telah maju dan unggul di kawasan Eropa. Prinsip inilah yang kemudian hari disalah pahami yang memunculkan paham rasialisme Jerman khususnya di era Hitler berkuasa. Terlepas dari itu, kegiatan belajar-mengajar di sekolah yang terdapat di Pargodungan Gereja sebagai buah karya penggembalaan Ompui IL Nommensen di Tanah Batak telah menginspirasi seniman besar Nahum Situmorang dalam menciptakan lagu monumentalnya “Anakhon hi do hamoraon di au.” Berkat upaya Ompui Nommensen yang menekankan pentingnya pendidikan dan membangun sekolah-sekolah di Pargodungan Gereja membangkitkan orang Batak dengan jerih payah untuk menyekolahkan anak-anaknya.
Dari gambaran diatas dapat kita pahami bahwa Gereja dan Pargodungan memiliki fungsi yang teramat signifikan dalam membentuk Iman Kristen dan meningkatkan taraf hidup Suku Batak dimana Gereja menjadi sentral Revolusi Iman lewat persekutuan dan pewartaan Injil, sementara pargodungan menjadi sentral perubahan taraf hidup dimana disana terjadi aktivitas transfer pengetahuan lewat sekolah, pelayanan kesehatan, pembelajaran bercocok tanam dan beternak serta pengasahan keterampilan.
Pendekatan kedua yang diterapkan Ompu i dalam pewartaan Injil di Tanah Batak adalah menggunakan pendekatan Budaya dan Tradisi. Sebelum melakukan pewartaan Injil, Ompu i mencoba memahami hakekat karakter, tradisi dan budaya Orang Batak waktu itu dengan terlebih dahulu mempelajari Bahasa Batak Toba. Model seperti ini kurang lebih hampir sama dengan penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa oleh para Wali Songo. Dalam konteks ini upaya pewartaan Injil yang dilakukan Ompui i tidak menimbulkan penghilangan atau penghapusan nilai-nilai budaya dan tradisi Batak namun yang cenderung terlihat adalah bahwa nilai-nilai Agama dan kebudayaan saling membutuhkan dimana prinsip ajaran ke-Kristen-an diinternalisasikan lewat tradisi dan budaya. Tentu dalam hal ini ada upaya yang dilakukan untuk perbaikan nilai-nilai Budaya Batak yang bertentangan dengan prinsip ke-Kristen-an.
Begitulah cara Tuhan membawa orang Batak keluar dari kegelapan menuju terang lewat hambanya yang setia mewartakan Kerajaan Surgawi sampai ke ujung dunia. Saat ini, menjadi penting untuk membahas dua pertanyaan dan sekaligus menjadi bahan refleksi khususnya menjelang peringatan Jubileum 150 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan sekaligus juga momentum peringatan pewartaan Injil di Tanah Batak. Pertama, apakah sesungguhnya Tanah Batak sudah menerima Injil keselamatan itu? Kedua, bagaimana kita menghubungkan Injil dan Budaya Batak ditengah gempuran budaya global saat ini? Kedua persoalan inilah yang menjadi pergumulan penulis saat ini yang kerap memunculkan keresahan.

KATA KUNCI: Dari 3H Menjadi 5H
Seiring dengan pesatnya kemajuan zaman, budaya global kecenderungan mengarahkan eksistensi manusia untuk pemenuhan dan pemuasan aspek materialistis saja. Orang Batak juga sepertinya terikut-ikut dalam arus ini yang ditandai dengan penguatan falsafah ‘3 H’ yakni Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan/generasi) dan Hasangapon (kehormatan). Eksistensi manusia dapat dikatakan sempurna apabila memiliki ketiga unsur H ini. Prinsip 3 H inilah yang kerap menjadi motivasi utama orang Batak dalam perjalanan hidupnya. Target pencapaian/pemenuhan 3 H kerap telah menyebabkan orang Batak ‘menghalalkan’ segala cara. Persaingan yang muncul dalam upaya pencapaian 3 H ini juga kerap memunculkan sikap HOTEL (Hosom, Teal, Elat, Late) antar sesama orang Batak.
Oleh sebab itulah falsafat ‘3 H’ inilah yang tanpa kita sadari menjadi tantangan dan godaan bagi orang Batak dalam peneguhan Iman Kekristenannya saat ini. Dalam konteks ini bukannya penulis bermaksud menyatakan bahwa prinsip ‘3 H’ itu tidak penting. Sebagai manusia biasa, penulis menyatakan bahwa falsafah ‘3 H’ itu tetap penting namun bukan yang terpenting dalam motivasi hidup. Sudah saatnya kita merubah falsafah ‘3 H’ menjadi falsafah ‘5 H’ dengan mereposisi prinsip ‘3 H’ tersebut diurutan terbelakang dengan demikian urutan falsafahnya menjadi: 1) Haporseaon (Iman Kepercayaan), 2) Hadameon (Kasih), 3) Hamoraon (Kekayaan), 4) Hagabeon (Keturunan/generasi) dan 5) Hasangapon (kehormatan). Falsafah nomor 1 dan 2 terletak dalam dimensi vertikal dan falsafah 3, 4 dan 5 terletak dalam dimensi horizontal, suatu penggambaran dan pemaknaan Salib Kristus.
Ditengah-tengah kondisi yang memperlihatkan terjadinya Krisis Iman dan degradasi nilai-nilai Budaya dan Adat Istiadat Batak, HKBP yang akan menyongsong 150 tahun Jubileum terpanggil untuk lebih meneguhkan jati dirinya sebagai Gereja yang bertubuhkan Kristus, hidup dalam penggembalaan semua bangsa khususnya orang Batak yang berjati diri dalam Budaya dan Adat Istiadat Batak. Selamat Menyongsong Jubileum 150 Tahun HKBP.

Wawancara

Ir. Leo Nababan, Staf Khusus Menko Kesra

“Terkutuklah Orang yang Mengandalkan Tim Sukses”

Sinode Godang hajatan besar bagi Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Sinode Godang digelar mengemban tugas, mempertimbangkan dan menerima laporan pimpinan HKBP sebelumnnya, menetapkan rencana strategis HKBP. Puncaknya memilih pemimpin baru, Ephorus, Sekretaris Jenderal, tiga orang Kepala Departemen dan 24 orang Praeses.

Acara ini akan dilaksanakan pada 10-16 September 2012 di Seminarium Sipoholon. Sinode dengan tema “Gabe jolma na tang jala matoras situtu mangihuthon hagogok ni rimpas ni Kristus” yang diambil dari Efesus 4:13b. Sebelum di Sinode Godang terlebih dahulu digelar rapat di tingkat huria mulai Maret – April 2012. Di ressort digelar Mei, Juni 2012, dan kemudian di Distrik, dilaksanakan 24 – 26 Juli 2012.

Banyak harapan yang digantungkan pada Sinode Godang nanti. Bagi jemaat HKBP Sinode Godang ini memberikan sebening cahaya untuk menerangi jalan HKBP ke depan. Salah satunya Ir Leo Nababan, Staf Khusus Menko Kesra berharap Sinode Godang ini menghasilkan hasil yang terbaik.

Bagi politisi Golkar ini, kita sering tidak menyadari, “Tanpa-sadar dan sengaja selama ini Sinode Godang HKBP telah berlangsung sangat hiruk-pikuk, dan hampir tidak berbeda dengan pertemuan-pertemuan organisasi massa atau partai politik. Kalau ada acara deklaras  untuk calon ephorus. Ini sudah lari dari habit aslinya,” ujar lulusan terbaik Penataran Kewaspadaan Nasional (Tarpadas) Pemuda Tingkat Nasional dan lulusan Lemhannas Republik Indonesia, tahun 2006, angkatan KRA – XXXIX Lemhannas RI, ini.

Pria kelahiran Sei Rampah, Sumatera Utara, 30 Oktober 1962 adalah anak dari seorang guru huria HKBP, Gr Sihol Nababan. Dia mengaku sangat mencintai HKBP, dan selalu mengatakan ahu anak ini HKBP do. “Ahu boras ni HKBP do. Saya amat cinta pada HKBP. Harapan saya pada Sinode nanti, kita berharap terpilih pemimpin yang diurapi Tuhan. Bukan pemimpin yang mendapatkan jabatan dengan cara-cara politik,” ujar bapak tiga anak, yang berjemaat di HKBP Jalan Jambu, Menteng ini.

Demikian petikan wawancara Hotman J Lumban Gaol (pendiri Situs Ensiklopedia Tokoh Batak) denga Ir Leo Nababan:

Sinode Godang masih beberapa bulan lagi, tetapi jauh sebelumnya sudah ada beberapa calon yang mendeklarasikan diri dan membentuk tim sukses untuk mencalonkan menjadi ephorus?

Saya kira, kalau ada tim sukses untuk mencalonkan pimpinan gereja, ini akan berbahaya. Kita harus beberkan hal seperti ini. Ini penyimpangan iman. Ini menjadi ancaman ke depan kalau sudah kita buat gereja seperti partai politik. Karena bagaimana pun hal ini sudah melanggar dari habitusnya.

Momentum dalam sinode godang ini harus kita gelar dengan baik dan benar, menjaukan politik, tanpa harus ada hiruk pikuk politik di sana. Sebagai seorang warga jemaah HKBP, saya berharap ada perubahan yang baru, tradisi yang baru, paradigma yang baru untuk pemimpin HKBP yang akan datang. Diantaranya, ada perubahan dan aturan-peraturan yang baru. Dalam arti berpikirnya koseptual integral. Peraturan yang selama ini menghambat kepemimpinan di HKBP, harus dibongkar habis. Diperbaharui.

Apa yang harus dibongkar?

Tohonan ephorus itu memang tahta suci. Tetapi fungsi dan strategis dari jabatan ephorus harus diawasi. Salah satunya adalah lembaga pengawas perlu ada. Sampai sekarang ini tidak ada lembaga yang mengawasi di struktur HKBP.

Bagaimana  ekpektasi Anda terhadap Sinode Godang?

Lagi-lagi saya sudah katakan, pada Sinode Godang kali ini, yang akan datang kita berharap banyak. Ini adalah momentum untuk terus membenahi HKBP. Sinode Godang HKBP banyak mengemban tugas untuk mempertimbangkan dan menerima laporan pimpinan HKBP, menetapkan rencana strategis HKBP, menetapkan sikap umum HKBP memilih Ephorus, Sekjend, Kepala Departemen dan Praeses.

Lalu, tentang adanya tim sukses dalam pemilihan ephorus kali ini?

Terus terang saya dihubungi beberapa orang. Saya diminta jadi tim sukses. Saya menjawab tegas, menolak. Saya tidak mau terlibat dalam hal ini. Karena ini wilayah yang harus kita hormat, sakral. Jangan buat ruang yang sakral menjadi abu-abu. Ini bukan partai politik. Okelah, kalau saya dilibatkan mendukung tim sukses dari satu calon ketua partai, tidak masalah. Tetapi ini memilih pemimpin umat, hati-hati. Jangan main-main. Jangan sampai ini digelar seperti pemilihan partai. Kita belajar dari Katolik, bagaimana mereka memilih pemimpin mereka, Paus. Para kardinal terlebih dahulu diberikan tempat untuk berdoa masing-masing. Saya tidak bermaksud seperti itu, yang saya mau katakan adalah betapa sakral pemilihan puncuk pimpinan gereja yang terbesar di Asia Tenggara.

Jadi, kalau ada tim sukses untuk mendukung calon ephorus itu euforia politik?

Ini bukan masalah perasaan nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan mendukung salah satu calon. Saya dengan tegas katakan, kalau ada orang yang membantu tim sukses untuk mencalokan ephorus saya katakan hati-hati. Terkutuklah orang yang mengadalkan manusia. Terkutuklah orang yang mengandalkan tim sukses. Kalau dalam ranah politik misalnya, saya terlibat itu betul. Tetapi kalau di gereja juga berpolitik untuk mencari jabatan, itu amat naif. Sekali lagi itu jabatan yang sakral, yang tidak sembarang untuk dipilih.

Maka, saya dengan tegas katakan, jangan coba-coba bermain politik dalam pemilihan ephorus. Sekali kita mengunakan politik di gereja, rusaklah kita. Dan bagi para calon, saya kira para calon terlebih dahulu berdoa pada Tuhan. Lalu mengaca diri, apakah mereka sanggup dan mampu mengemban tanggung-jawab itu. Karena dengan demikian mereka akan memberi petunjuk oelh Tuhan. Karena itu, saya mengimbau seluruh peserta Sinode Godang yang memilih pemimpin HKBP kelak, jangan pilih orang yang sudah membuat tim sukses. Pilihlah orang yang tidak memiliki tim sukses.

 

Ini himbauan….

Ini himbauan. Saya mengimbau para politisi Batak yang berjemaat di HKBP jangan coba-coba ikut menjadi salah satu pendukung, atau tim sukses dari satu calon. Saya menghimbau, yang pengusaha-pengusaha juga jangan coba-coba melakukan ikut tim sukses. Saya kira ini penting dingatkan agar mereka jangan memberikan dukungan. Agar jangan Tuhan mengutuk kita. Sekali lagi, gereja bukan partai politik. Kalau ada target-target politik jangan pakai gereja dong. Ini berbahaya, sangat berbahaya. Kita harus belajar dari masa lalu.

Anda mengusulkan ada lembaga yang mengurusi atau mengawasi. Seperti apa maksudnya?

Sebenarnya dulu sudah pernah hal ini dilontarkan pada Sinode Godang sebelumnya, tetapi ini tidak pernah direalisasikan. Apa pentingnya dewan pegawas? Tidak boleh lagi ada kesewengan-wenangan, karena ada lembaga yang mengawasi. Jadi tidak semua-muanya dilakukan ephorus. Hal ini baik ke depan diterapkan di HKBP. Kalau kita contoh, NU memiliki dewan Mustasyar (Penasihat), Syuriyah (Pimpinan tertinggi), Tanfidziyah (Pelaksana Harian). Tetapi tidak persis begitu.

Usulan saya, Sinode Godang harus melibatkan seluruh jemaat dari seluruh latar profesi, jender dan pendidikan. Baik muda dan tua. Saya kira, memang benar HKBP hanya organisasi keagamaan, tetapi juga sekaligus lembaga yang memikirkan pendidikan dan sosial. Maka ada Koinonia, Marturia, Diakonia.

Apa kerinduan Anda terhadap HKBP ke depan?

Saya amat mencintai HKBP. Terus terang saya dibesarkan oleh HKBP. Bapak saya adalah dulu seorang guru huria dari HKBP. Saya tidak mungkin lepas dari HKBP. Bagi saya, HKBP bukan hanya miliki para hamba Tuhan, pendeta, parhalado, tetapi seluruh stakeholder dari jemaat HKBP.

Mereka tentu harus dilibatkan. Karena itu seluruhnya harus dilibatkan. Bila penting dikasih ruang meminta pendapat dari mahasiswa, pengusaha, pendidik, politisi, kaum-ibu-ibu, naposo, dan sekolah minggu. Artinya mereka didengar pendapatnya. Bila penting, diberikan ruang untuk seminar khusus mendengarkan pendapat seluruh elemen, yang ada di HKBP sebelum dilangsungkan Sinode Godang.

Karena bagi saya, HKBP adalah Batak. Kalau HKBP sudah rusak orang Batak juga akan rusak. Jangan sampai Nommesen kedua datang ke Tanah Batak. Unang dipolitiki parhurian, sotung sega negara on. Kalau mau berpolitik masuk saja ke partai politik. Jangan berpolitik di gereja.

Apa yang harus diperankan HKBP di Tanah Batak?

Saya kira kehadiran HKBP banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya, sekiranya HKBP terlibat aktif dalam mengusung Provinsi Tapanuli, hal itu akan jadi. Tetapi belum terlambat untuk memperjuangkan Provinsi Tapanuli. HKBP harus terlibat aktif.

Harapan terakhir?

Kita menghendaki agar seluruh HKBP termasuk Pimpinan HKBP sungguh-sungguh dapat melaksanakan tugas panggilan yang dipercayakan Tuhan Yesus Kristus, Raja Gereja, melalui keputusan-keputusan Sinode Godang. HKBP saat ini butuh pendeta yang berani dan rela menerima resiko. Yang sungguh sungguh memegang teguh konfessi HKBP.

Pertama, Manjamitahon Barita na Uli i di tongatonga ni Huria, di portibi on, dohot tu nasa na tinompa. Kedua, Mangaradoti ulaon sakramen na dua i, i ma Pandidion na Badia dohot Parpadanan na badia. Marmahani ruas ni Huria i. Mamatamatai sude panggulmiton ni Huria i. Mangajarhon dohot mangaramoti poda na polin. Padalanhon ruhut parmahanion dohot paminsangon, huhut mangalo poda haliluon. Padalan ulaon asi ni roha. Paluahon halak sian ragam ni hapogoson dohot haotoon. Mangaradoti ulaon pembangunan na marojahan di hasintongan dohot hatigoran, jala na manjungjung hinaarga ni jolma songon gambaran ni Debata, sebagai Imago Dei.

Terkahir, saya berharap momentum ini juga untuk menyatukan pendapat mengajukan I L Nommensen sebagai pahlawan nasional (Nommensen menjadi ephorus pertama pada 1881 hingga akhir hayatnya. Ia digantikan oleh Pendeta Valentine Kessel pada 6 Februari 1904. Ketika Nommensen genap berusia 70, Universitas Bonn menganugerahinya gelar Doktor Honoris Causa). Karena beliaulah (Nommensen) Tanah Batak melek terhadap kemajuan. Ia pelopor perubahan di Tanah Batak. Bagi saya Nomennsenlah pahlawan sejati orang Batak.***

Ansory Siregar


Nama Asli Ansory Siregar Nama Panggilan Nama Populer Ansory Siregar Tempat/Tanggal Lahir Bangun Purba, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia, 10 Juni 1965

Daerah Asal Pemilihan : Sumatera Utara III

Komisi : Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pangan (Komisi IV) sebagai Anggota

Alat Kelengkapan : Badan Kehormatan sebagai Anggota
Karier
Karier Kerja Anggota DPR RI (2004)

Nama Lengkap
H. Ansory Siregar, Lc

Tempat dan Tanggal Lahir
Bangunpurba, 10 Juni 1965

Jenis Kelamin
Laki-laki

Agama
Islam

Daerah Pemilihan
Sumatera Utara III

Alamat
Komplek DPR RI Blok A6 No. 98 Kalibata Jakarta Selatan

Jabatan
– Anggota Komisi IX DPR Republik Indonesia
– Anggota Badan Kehormatan DPR Republik Indonesia
– Pimpinan Fraksi PKS SPR Republik Indonesia

Pendidikan Formal
S1 Damaskus Syria

Pengalaman Organisasi
Ketua PPI Damaskus Syria

Gedung DPR RI Lantai IV Ruang 420
Jl. Jendral Gatot Subroto
Jakarta 10270
Email redaksi@anshorisiregar.com

Postdam Hutasoit


Postdam Hutasoit

Tempat tanggal lahir : Pematang Siantar, 31 Desember 1946

PENDIDIKAN :

Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pasti Ilmu Alam

S 1 Geografy / Regional Planning, Lulus Tahun 1976

KURSUS-KURSUS :
1. LEMHANAS Tahun 1994

2. Kursus Perencanaan Sosial Kota di Taiwan Tahun 1987

3. Kursus Perencanaan Kota di Bali Tahun 1980

RIWAYAT PEKERJAAN LEGISLATIF

1. Anggota MPR RI Tahun 1982-1987
2. Anggota DPR RI Komisi V (Perhubungan dan Pekerjaan Umum) Tahun 1988-2004 (Tiga Periode)
3. Koordinator Panitia Anggaran DPR RI Komisi V Tahun 2000-2004
4. Wakil Ketua Panitia Ad Hock II Badan Pekerja MPR RI Tahun 2001-2004
5. Wakil Ketua Komisi B pada Sidang-sidang Tahunan MPR RI Tahun 2001-2004
6. Anggota DPR/MPR RI mewakili Jawa Barat Tahun 1999-2004
7. Anggota DPR/MPR RI mewakili Jawa Timur Tahun 1988-1999
8. Anggota MPR RI mewakili Jawa Timur Tahun 1982-1987

RIWAYAT PEKERJAAN PEMERINTAHAN

Kepala Sub Direktorat Sarana dan Prasarana Dirjen Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri Tahun 1976-1988

RIWAYAT ORGANISASI

1. Koordinator Pimpinan Kolektif Nasional Partai Demokrasi Pembaruan (PKN PDP) 2008-2009
2. Wakil Sekretaris Balitbang DPP PDI P Tahun 1997-1999
3. Ketua Bidang Tenaga Kerja DPP Golkar Tahun 1993-1997
4. Ketua DPP KNPI dan Ketua DPP AMPI Tahun 1985-1990
5. Wakil Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia Tahun 1970-1972
6. Anggota GMNI/GMKI Tahun 1967-1972

Otorita Asahan tidak Perlu, Inalum Harus Stop 2013
Perusahaan aluminium di kawasan Asahan, Sumatera Utara, selama ini kuasai perusahaan Nippon. Jepang sebagaimana diketahui memikiki saham mayoritas 58,9 persen saham Inalum melalui Nippon Asahan Alumminium (NAA). Saham NAA dikuasai 50 persen oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan 50 persen milik swasta Jepang. Sementara masa berlaku Build, Operate, and Transfer (BOT) Inalum berakhir 2013.

Adalah Postdam Hutasoit, pria kelahiran Pematang Siantar 31 Desember 1946, menyebutkan proyek yang selama ini di Asahan adalah proyek yang banyak merugikan Indonesia. “Oleh karena itu perlu ditinjau ulang lagi. Kontraknya jangan diperpanjang lagi. Sendari dulu saya sudah katakan bahwa proyek Asahan rugi, tidak ada ada gunanya diperpanjang. Karena itu tahun 2013 kontak dengan Jepang harus distop,” ujarnya berbicang-bicang dengan BATAKPOS di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (27/4).

Postdam menambahkan otorita yang selama ini mengelola kawasan Asahan tidak perlu ada lagi. “Otorita tidak perlu lagi di Asahan. Sejak dulu, masa Soekarno tahun 1962 mengatakan otorita ini tidak penting di Indonesia. Dulu ada konsensus bahwa otorita hanya ada di Budi Luhur. Seharusnya otorita Asahan itu juga hanya sifatnya koordinasi saja,” ujarnya pemrakarsa bandara Silangit, ini.

Apa salahnya kalau dikekola otorita? “Kita harus memperhatikan seluruh isi kontrak dengan Jepang. Karena tidak perlu lagi ada otorita. Kita harus kritisi tanggung-jawab dan kewajiban, beserta tugas-tugas dari otorita itu sendiri. Memang ototita Asahan memberikan pajak bunga air ke-9 kabupaten di sekitar Asahan. Tetapi itu tidak sebanding dengan apa yang dikeruk dari perut Asahan,” ujar mantan anggota di Komisi Anggaran dan Komisi V ini.

Sebenarnya bagaimana awal mula proyek Asahan? “Sebenarnya proyek asahan sudah dimulai masa Belanda, tetapi tidak berhasil. Pada saat ini PLN sudah punya inisiatif mensurvei dan membuka jalan ke Singapura. Jadi tidak tepatlah kalau ada orang yang mengaku-ngaku berjasa pada proyek Asahan,” ujarnya tanpa menyebut nama.

Menurut Postdam, sejak tahun 1965 PLN-lah yang menjejaki rencana proyek Asahan yang dibantu Jepang oleh JICA. “Keberadaan Inalum selama ini tidak memberikan keuntungan, malah merugikan pada negara terutama kerugian ditanggung pemeritah daerah Sumatera Utara. Selama ini, kontribusi yang diberikan Inalum dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kawasan Inalum tidak sebanding,” tambahnya.

Postdam mengajak untuk merenungkan, hasil daerah proyek PLTA yang dihasilkan Asahan hanya menghasilkan 2 megawatt. “Itu pun hanya mampu menghidupi Porsea. Padahal, dulu di dengung-degungkan listrik menjual ke Madagaskar, Malaysia dan Singapura juga. Apalagi kalau ditotal hasil listrik yang dihasilkan bisa 2000-an megawatt.

Dia juga mengusulkan agar pengelolaan Inalum ke depan berada di tangan, pemerintah provinsi Sumatera Utara, dikoordinasikan pada pemerintah pusat. Kalau sudah begitu, pemerintah tidak memiliki alasan kuat untuk memperpanjang kontrak dengan Jepang di Inalum.

Seperti diketahui, Jepang berkepentingan agar kontrak Inalum diperpanjang, agar pasokan aluminium di Negeri Sakura tersebut selalu berada pada posisi aman. Inalum tercatat sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang bergerak dalam bidang industri peleburan aluminium dengan investasi sebesar 411 milyar Yen.Tercatat saat ini, 60 persen (225 ribu ton) dari produksi alumunium Inalum diekspor ke Jepang.

“Inalum harus kembali ke tangan kita. Mengembalikan Inalum kembali ke tangan nasional, dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional, ketimbang memperpanjang kontrak kembali dengan pemerintah Jepang,” ujar mantan anggota DPR/MPR (1982-2004).***hotman j lumban gaol

Sahat Sinaga


Membangun Gereja, Memberdayakan Pemuda Gereja

Sahat Sinaga (Sekretaris Jenderal Partai Damai Sejahtera)

oleh; Hotman J Lumban Gaol

Sebuah nats firman Tuhan menyatakan “didiklah kaum muda, maka di hari tuanya dia akan menjadi baik.” Pemuda memang harapan gereja, sebab pemuda adalah bunga-bunga gereja. Sahat Sinaga kelahiran Bandung, 2 Oktober 1965 ini, tahu benar betapa signifikannya peranan pemuda gereja. Sahat merasakan betul, sejak kecil dia dididik orangtuanya dengan ketat “hidup bergaul dengan gereja.” Dia amat berharap pemuda gereja mau berperan aktif, tidak hanya terkungkung pada seremonial gereja saja.

“Saya melihat pemuda mempunyai peran yang signifikan dalam membangun bangsa. Pemuda itu harus kreatif dan punya motivasi yang tinggi. Hanya saja sekarang, bahwa pemuda-pemuda yang datang ke gereja hanya memberikan kebutuhan rohani, kebaktian, pendalaman Alkitab dan ujung-ujung hanya latihan koor,” ujar Sekretaris Resort Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Resort Bekasi dan Penatua di GKPI Jemaat Bekasi.

“Saya tidak percaya kata orang yang mengatakan gereja hanya memberikan masalah rohani. Yang saya rasakan gereja memberikan bekal untuk saya terjun dalam pekerjaan,” ujarnya.

Baginya, gereja memang harus menjadi pijakkan pemuda. “Jika pemuda berasal dari gereja akan lebih kuat dan lebih militan. Tapi sering kali aktivis yang menanamkan nilai-nilai Kristen itu seringkalai tidak memikirkan gereja. Gereja tidak lagi menjadi pijakkan mereka dalm melakukan berbagai aktivis.”

Bagi Sahat, setiap hal harus dilihat dengan jernih, termasuk memikirkan sisi baik dari setiap mengkritisi kebijakan, misalnya saat DPR disorot soal ingin membangun gedung baru. Bagi Sahat, itu baik. “Kondisi gedung yang baik juga perlu. Rakyat bukan mengeluhkan kualitas gedung, tetapi justru kualitas kinerja dan keputusan yang dihasilkan anggota DPR,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Damai Sejahtera, ini.

Kembali ke soal pemuda gereja, Sahat melihat, sebenarnya tidak salah gereja memikirkan hal rohani saja, hanya saja dalam hidup ini kita tidak hanya memikirkan masalah rohani. Pemuda harus aktif dalam mengusung nilai-nilai kebangsaan, dan itu bisa dorongan dari gereja. Dan, tidak meluluh hanya memikirkan kelompoknya,” tambahnya mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP-GAMKI) dan Anggota Majelis Pemuda Indonesia.
Lalu, apa yang harus dilakukan gereja? “Gereja berperan memberikan pencerahan pengertian tentang masalah-masalah yang dihadapi warga gereja. Misalnya, juga kala korupsi meraja-lela, gereja harus memberikan pengertian dan moral agar jemaatnya, terutama pemuda tidak terjebak dalam korupsi,” tambahnya.

Bagi Sahat, gereja juga harus berhasil mengajarkan bahwa menyembah Tuhan, hidup dengan Tuhan itu adalah tujuh hari. Ada presepsi yang salah bersama Tuhan itu hanya hari minggu. Sedangkan hari yang lainnya tidak hidup bersama Tuhan. “Yang paling berbahaya sekarang adalah bergereja tidak memberikan dampak apa-apa pada kehidupan itu sendiri. Harus dipikirkan berdampak kedepannya, karena yang paling berbahaya lagi orang hanya mencari kenyamanan di gereja. Bagi saya gereja harus mengambil peran untuk memberi ruang bagi pemuda berkembang.”

Dia memilih hidup menjadi notaris, tetapi kepeduliannya pada pemuda gereja membawanya menjadi aktivis pemuda. Rencana Tuhan lebih indah; walau lahir dan besar di Bandung tetapi kecintaanya pada orang Batak dan itu juga yang membawanya menjadi Ketua Pemuda Sinaga Se Bandung, Jawa Barat. Dan berbagai jabatan pemuda dia sandang. Tentu kemampuan ornisasinya dimulai sejak muda, sejak menjadi pengurus OSIS di SMA 64 Bandung.

“Bagi saya pemuda itu harus berjiwa nasional, dan inilah yang harus ditularkan pada pemuda. Karena saat ini banyak orang berambisi, mencari nama dengan memamfaatkan pemuda,” ujarnya.

Di tengah-tengah kesibukkannya sebagai aktivis pemuda Sahat juga menjalankan usaha notaris & PPAT di Kota Bekasi dan Ketua Kompartemen Organisasi Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia, dan juga pengurus Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kota Bekasi.

Biodata

Nama : Sahat Sinaga, SH., MKn.
Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 2 Oktober 1965
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan : Notaris & PPAT
Alamat Kantor : Jalan Raya Pekayon Jaya No. 51 Bekasi
E-mail : sahat-sinaga@centrin.net.id

Data Keluarga:

Nama Istri : Dra. Rita Sitorus
Pekerjaan Istri : Pegawai Negeri Sipil
Nama Anak : 1. Anastasia MRH Sinaga
2. Anugerah Joshua Sinaga
3. Anandersah Jeremia O Sinaga
Saudara Kandung : DR. Budiman Sinaga, SH, MH.
Orang Tua Kandung : Ayah : Penatua S A Sinaga (Alm)
Ibu : B boru Sirait
Mertua : Ayah : St. Th. Sitorus (Alm)
Ibu : S boru Siahaan

Riwayat Pendidikan Formal:

* Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sosial1 Cimahi
* Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cimahi
* Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Bandung
* Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung
* Program Spesialis Notariat dan Pertanahan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Jakarta
* Program Magister Kenotariatan FH-UI, Jakarta (Lulus 2007)

Riwayat Pendidikan Nonformal:

1. Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda Tingkat Propinsi Jawa Barat.
2. Penataran P4 120 jam di Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung
3. Lokakarya Kepemimpinan UNPAR, Bandung.
4. Karya Latihan Bantuan Hukum, LBH Bandung
5. Latihan Kepemimpinan Yayasan Binadarma-Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga.
6. Program Pendidikan Terapan Hukum dan Administrasi Perpajakan, oleh Universitas Pancasila dan Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan RI, Jakarta
7. Lokarya Perpajakan Bangun Cipta Group, Jakarta
8. Pendidikan Hukum Bisnis, STIH IBLAM, Jakarta
9. Seminar Undang-undang Dokumen, Hotman Paris law Education Center, Jakarta
10. Seminar Undang-undang Kepailitan, Hotman Paris Law Education Center, Jakarta
11. Pendidikan Pimpinan (inhouse training) PT. Bangun Tjipta Pratama, Jakarta
12. Seminar Undang-undang Pokok Agraria Universitas Trisakti, Jakarta
13. Seminar Undang-undang Fiducia, ILUNI FH UNPAR Se-Jabotabek, Jakarta
14. Seminar Undang-undang Perlindungan Konsumen, ILUNI FH Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Se-Jabotabek.
15. Program Pengembangan Eksekutif “Managing People” Lembaga Manajemen PPM, Jakarta
16. Lokakarya “Optimalisasi Peranan Hukum Dalam Restrukturisasi Penyelesaian Hutang Perusahaan “, Komisi Hukum Nasional RI.
17. Up Grading – Refreshing Course, Ikatan Notaris Indonesia (INI), Januari ‘2005
18. Pendidikan Koperasi bagi Notaris – Bandung
19. Pendidikan Notaris Pasar Modal – Jakarta
20. Rapat Kerja Terbatas Dewan Ketahanan Nasional – Bali 2006 dan Batam Juni 2007

Riwayat Pekerjaan:

* Asisten Pengacara pada Kantor Hukum Bob M. Neels & Rekan di Cimahi, Jawa Barat.
* Pengacara pada Kantor Hukum Ronggur Hutagalung, SH & Ass di Bandung, Jawa Barat
* Manajer Perijinan, Hukum & Personalia di PT Bangun Tjipta Pratama, Jakarta
* Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Kota Bekasi

Riwayat Organisasi:

1. Wakil Koordinator Departemen Penerangan OSIS SMAN 4 Bandung
2. Koordinator Departemen Penerangan OSIS SMAN 4 Bandung
3. Sekretaris Badan Pertimbangan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum UNPAR Bandung.
4. Sekretaris Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC-GMKI) Cabang Bandung.
5. Ketua Umum Naposo Bulung “Sinaga“ Bandung Raya
6. Ketua Bidang Pertanahan Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPP-REI) DKI Jakarta.
7. Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP-GAMKI).
8. Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP-KNPI).
9. Departemen Pertanahan Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP-REI).
10. Anggota Tim Forum Komunikasi Perencanaan Legislasi Nasional BPHN, Departemen Kehakiman.
11. Ketua Rukun Tetangga (RT) 06/35 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Bekasi
12. Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Hukum UNPAR Se-Jabotabek
13. Kompartemen Hukum, Perundangan-undangan dan Perijinan Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP-REI).
14. Sekretaris Resort Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Resort Bekasi dan Penatua di GKPI Jemaat Bekasi.
15. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP-GAMKI)
16. Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LAKUM) Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP-REI).
17. Anggota Majelis Pemuda Indonesia.
18. Pengurus Ikatan Notaris Indonesia (INI) Cabang Kota Bekasi.
19. Pengurus Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Cabang kota Bekasi.
20. Kompartemen Pertanahan Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP-REI).
21. Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera ( DPP – PDS)
22. Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera (DPP – PDS)
23. Ketua Bidang Hubungan Antar Daerah Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR – Bandung)
24. Ketua Bidang Organisi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera (DPP-PDS)
25. Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP-GAMKI) 2007-2010
26. Ketua I Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Olahraga TASPONY INDONESIA ( ASTASI).
27. Ketua Kompartemen Organisasi Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP-REI) 2007 – 2010
28. Ketua Yayasan OASI
29. Pengurus Punguan Pomparan Toga Sinaga & Borunan (PPTSB) Se-Jakarta Raya
30. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung periode 2010-2013
31. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera (PDS) periode 2010-2015

Publikasi

1. Majalah Mahasiswa Fakultas Hukum UNPAR, Bandung
2. Harian ‘ GALA ’, Bandung
3. Harian ‘ Media Indonesia’ , Jakarta
4. Majalah ‘ Info Real Estat DPD REI DKI’ , Jakarta
5. Majalah ‘Suara GKPI’, dalam beberapa edisi
6. Jurnal REI (Wawancara)
7. Kantor berita Antara (Wawancara)
8. RRI Pro 3 FM (Talk Show)
9. Hartline FM Talk Show Jelang Pemilu 2004 – 2 episode
10. Radio Pelita Kasih
11. Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) (Wawancara)
12. Radio Pelita Kasih (Talk Show)
13. Majalah “Oikumene” PGI
14. Majalah “Peace”
15. Majalah “Bahana”
16. Majalah “Reformata”
17. Majalah “Narwastu”
18. Tabloid “Victorius”
19. Majalah “Explo”
20. Majalah “Horas”
21. Koran BATAKPOS
21. Buku “Jual Beli Tanah dan Pencatatan Peralihan Hak” , Pustaka Sutra Sept’ 2007

Aktivitas Lain-Lain
1. Ketua Panitia Study Tour SMP Negeri 1, Cimahi
2. Koordinator Diskusi Ilmiah Pekan Keluarga FH-UNPAR, Bandung.
3. Ketua Panitia HUT Ke 15 PT. Bangun Tjipta Pratama,1996.
4. Ketua Panitia HUT ke 15 GKPI Jemaat Bekasi, 1999.
5. Ketua Panitia Seminar UU Fiducia ILUNI FH-UNPAR Se-Jabotabek

 

BERITA:

MedanBisnis – Tarutung. Hingga hari terakhir, Sabtu (6/7), sembilan pasangan bakal calon bupati (Bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) mendaftar ke KPU Tapanuli Utara (Taput), di Tarutung. Dari pasangan itu, satu pasangan dari jalur independen dan delapan dari partai politik.
Pada, Sabtu (6/7), ada lima pasangan usungan Parpol mendaftar yakni Drs Sanggam Hutagalung MM–Sahat Sinaga “SAHATA” yang diusung PKB, PDS dan PPRN. Lalu, Nikson Nababan–Mauliate Simorangir.

Kemudian pasangan Sanggam Hutapea–Martinus Hutasoit, disusul pasangan Pinondang Simanjuntak–Ampuan Situmeang. Terakhir Bangkit P Silaban–Davit Hutabarat.

Sebelumnya, Senin (1/7), mendaftar pasangan Saur Lumbantobing SE – Manerep Manalu SH “SAURMA” didukung Demokrat, Golkar, PKPB, Barnas dan PAN. Lalu, Ratna E Lumbantobing–Rever Harianja didukung 14 parpol. 

Jumat (5/7), pasangan Banjir Simanjuntak – Maruhum Situmeang. Serta Rabu (3/7), pasangan perseorangan/independen Margan Sibarani – Sutan Nababan.

“Setelah pendaftaran berakhir, ada tenggang waktu/tahapan Pilkada bagi pihak KPUD untuk melakukan verifikasi keabsahan dukungan Parpol. Tentunya, berdasarkan ketentuan dari peraturan pemerintah serta berkas kelengkapan persyaratan dari masing-masing kandidat,” jelas Ketua KPUD Taput Lamtangon Manalu SSi MSP menjelaskan, pasangan calon Bacabup/Bacawabup, bahwasanya.(ck – 07)

Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/07/08/39094/sembilan_pasangan_cabub_taput_daftar_ke_kpud/#.UlZV7VBpmP4