Dirman Pardosi


Menginjak usia satu abad, AJB Bumiputera 1912 terus bertransformasi. Targetnya, dalam lima tahun ke depan AJB Bumiputera 1912 harus menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar kedua di Indonesia dari sisi market share. Lantas, apa strateginya untuk mencapai target itu? Wartawan KONTAN Fransiska Firlana dan Titis Nurdiana mewawancarai Direktur Utama AJB Bumiputera Dirman Pardosi, di kantornya, Jumat (17/2) lalu.

Bulan Februari 2012, Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJB Bumiputera) genap berusia satu abad. Tahun ini menjadi bagian dari tonggak sejarah perjalanan AJB Bumiputera sebagai perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang masih bertahan.
Pada kesempatan ini, kami berupaya untuk bertransformasi. Mulai dengan mengubah logo perusahaan, AJB Bumiputera Indonesia mencoba mengikuti perkembangan zaman. Dengan logo baru, kami ingin menularkan semangat baru Bumiputera kepada masyarakat.
Kami tidak bisa memungkiri bahwa selama ini ada kesan bahwa Bumiputera itu oldies. Namun, justru adanya kesan itulah kami menjadi semakin sadar bahwa memasuki abad kedua kami harus melakukan transformasi. Ini bukan transformasi yang biasa, melainkan bersifat metamorfosis. Dari yang terkesan oldies, Bumiputera mencoba melakukan pembaharuan, yaitu modernisasi Bumiputera.

Transformasi yang kami lakukan mulai dengan berganti logo, meluncurkan produk baru, dan menambah sistem layanan nasabah. Perubahan logo menjadi poin awal kami menuju perubahan. Namun, mengubah logo tidak ada artinya apa-apa bila tidak disertai perubahan paradigma berpikir.

Dengan strategi itu, kami berharap target kami menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar kedua di Tanah Air dari sisi market share dalam kurun waktu lima tahun ke depan bisa tercapai. Saat ini, dari sisi market share, kami baru menduduki posisi nomor lima.
Dari sisi produk, manajemen Bumiputera sudah mulai meluncurkan aneka produk baru dalam bentuk asuransi tambahan seperti critical illness dan surgical benefit. Selain itu, kami juga menyediakan produk-produk asuransi syariah.

Tahun ini juga kami memastikan sudah bisa melakukan penjualan produk unitlink. Setahu kami, pihak regulator telah memberikan lampu hijau. Terkait teknologi pendukung untuk produk ini, kami juga sudah siap. Kami sudah menggandeng dua perusahaan manajemen investasi.

Untuk sementara, penjualan unitlink ini akan kami konsentrasikan di kota-kota besar. Dari 30.000 agen yang kami miliki, baru sebagian yang kami latih untuk memasarkan produk ini. Meski nasabah kami sudah jutaan saat ini, dalam memasarkan produk unitlink, kami tidak akan fokus pada nasabah lama, melainkan harus menggaet nasabah baru. Kebun yang sudah ada biarkan terus dipelihara dan berkembang, tapi juga harus mencari area kebun baru supaya panenan lebih besar.

AJB Bumiputera tidak mau memasang target kontribusi unitlink terhadap total bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Biarlah kita lihat bagaimana pasar menyerap produk ini dengan sendiri.

Namun, perkiraan kami, tahun ini, sumbangsih unitlink mungkin sekitar 10%. Kami tidak mau jor-joran pasang target tahun ini sebab fokus kami masih dalam upaya edukasi kepada masyarakat bahwa AJB Bumiputera saat ini sudah punya produk unitlink.
Untuk mendukung bisnis unitlink, kami tetap akan melakukan pelepasan aset perusahaan yang tidak masuk dalam bisnis inti, seperti aset properti. Di masa lalu, aset properti inilah yang menyelamatkan Bumiputera dalam berbagai krisis yang dihadapi.
Nah, kondisi sekarang sudah tidak cocok lagi. Jadi, kami harus mentransfer aset properti itu ke financial asset. Apalagi jika bicara produk modern seperti unitlink, yang menuntut back up yang sama antara kewajiban dengan underlying asset. Kami harus membesarkan sisi finansial.

Meski kami siap untuk melepas aset properti, bukan berarti kami asal lepas atau asal ada yang mau. Kami tetap melakukan perhitungan. Aset kami di properti kurang lebih ada senilai Rp 1,5 triliun. Aset properti Bumiputera antara lain rumah dinas, hotel, dan kantor-kantor.
Sementara itu, dalam transformasi dalam bidang pelayanan nasabah, Bumiputera melakukan transformasi teknologi dalam sistem pembayaran premi. Tujuannya untuk memberikan kemudahan kepada nasabah. Dengan teknologi yang sekarang, nasabah bisa melakukan transaksi lewat bank, SMS gateway, ada call center. Kami juga melakukan pembaruan website dengan desain yang lebih elegan.

Berbagi motivasi
Segala inisiatif yang kami realisasikan ini, tentunya, sebagai jalur kami untuk mengubah wujud Bumiputera, dari kesan oldies menjadi modern. Namun, apa yang kami lakukan ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas pelayanan Bumiputera kepada nasabah. Kami menyadari, dalam mewujudkan mimpi itu, kami membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Sejatinya, bukan itu saja transformasi yang akan kami lakukan. Kami sudah menyusun strategi jangka panjang Bumiputera demi mewujudkan diri sebagai perusahaan asuransi nasional yang mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Saya pribadi yakin, meskipun perusahaan joint venture semakin banyak, kami akan mampu bertahan. Selama kami mampu menunjukkan diri sebagai perusahaan asuransi yang kuat dengan kualitas produk dan layanan yang sama atau lebih bagus dari perusahaan asing, tentu, masyakarat akan memilih produk dalam negeri, seperti produk yang kami tawarkan. Kami akan membuktikan hal itu.

Dengan layanan baru yang kami luncurkan serta produk-produk baru, tahun ini, Bumiputera berharap bisa merangkul 1,5 juta nasabah. Target premi Rp 7 triliun atau naik sekitar 30% dibandingkan dengan perolehan premi tahun lalu yang sebesar Rp 5,5 triliun.
Tentu saja, apa yang kami rencanakan ini tidak akan berjalan mulus bila tidak didukung oleh seluruh keluarga besar Bumiputera. Untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar Bumiputera, kami selaku direksi terus berupaya melakukan sosialisasi pada karyawan dan keluarga besar kami.

Dirman PardosiKami mencoba menggugah semua karyawan untuk mempunyai semangat bekerja untuk kepentingan masyarakat banyak. Kami berupaya menanamkan nilai-nilai positif kepada karyawan dalam mendukung pengembangan Bumiputera. Kami mencoba membentuk pola pikir karyawan dalam semangat memiliki Bumiputera.

Membentuk pola pikir dan menyatukan semangat itu tidaklah mudah. Ada 3.000 karyawan Bumiputera, tentu tidak semua bersimpati terhadap mimpi-mimpi transformasi Bumiputera. Namun, demi perusahaan ini, motivasi dan sosialisasi semangat tersebut tidak boleh berhenti begitu saja. Tak perlu melalui pemaksaan, cukup dengan kelembutan.
Untuk berbagi motivasi dan sosialisasi pada karyawan, setiap Senin, saya selalu tidak lupa berbagi note pada karyawan melalui e-mail. Isi setiap note beragam, mulai bertema cinta sampai kebohongan. Sosialisasi seputar logo baru serta makna yang terkadung di dalamnya pun saya bagi melalui note. Sampai akhirnya, pada peringatan 100 tahun Bumiputera, note tersebut dibukukan dengan judul: Bentang Cinta Sepanjang Waktu, Sebuah Kumpulan Notes from CEO.

Iklan

Alex Janangkih Sinaga


fotoalexsinagaNama Lengkap: Alex Janangkih Sinaga

Lahir/tgl lahir: Pematang Siantar, 27 September 1961

Pendidikan:

S1 Fakultas Teknik Elektro Telekomunikasi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung peraih S2 Master dari University of Surrey Guldford, Inggris.

Jabatan: President Director Telkomsel

Alamat:
Jl. Anggrek Nelimurni B-70 No. 38 Rt. 016/001 Kel. Kemanggisan Kec. Palmerah

Alex berada di balik nama AXIS. Pria Kelahiran Pematang Siantar, 27 September 1961. Nama lengkapnya Alex Janangkih Sinaga. Dia adalah lulusan Teknik Elektro Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan peraih gelar Master dari University of Surrey Guldford, Inggris. Alex juga pembicara dalam berbagai seminar yang berkaitan dengan Infocomm Business dan Engineering, serta mengikuti pelatihan dan seminar di bidang yang sama baik di dalam maupun luar negeri.

Pria Batak kelahiran Pematangsiantar, diangkat menjadi Direktur Utama Telkomsel menggantikan Sarwoto Atmosutarno. Koleganya, Sarwoto yang sebelumnya menjabat sebagai President Director Telkomsel mendapatkan penugasan baru dari Telkom sebagai Chief of The Mission Peluncuran Satelit Telkom-3.

Sementara Alex Janangkih Sinaga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Multimedia Nusantara, anggota Telkom Group sejak tahun 2007. Dia juga memegang beberapa posisi strategis selama bekerja dengan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) 2000-2007, yaitu General Manager Telkom Jakarta Barat, Senior Manager Kinerja – Divisi Regional 2, Kepala Divisi Fixed Wireless Jaringan, dan kepala Divisi Enterprise Service. Selain itu, dia menjadi Komisaris PT Sigma Cipta Caraka sejak 2008 dan juga menjabat sebagai Komisaris Utama.

Sejak tahun 2007, Alex menjabat sebagai Wakil Presiden Toba Lake Golf Club. Dia lulus pada Telekomunikasi Elektronik dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1986 dan memperoleh gelar Master di bidang Telematika dari Universitas Surrey, Guidford-Inggris, pada tahun 1994.  Jemaat HKBP ini juga salah satu pengurus Badan Penggelola Sopo Marpingkir HKBP, sebagai tempat think thank HKBP nantinya. ***Hotman J. Lumban Gaol

Arie Sukanti Hutagalung


25Prof,-Arie-S-Hutagalung2Prof. Arie Sukanti Hutagalung, SH., MLI

 

Lahir      29 September 1951 (umur 61)

Pekerjaan           Dosen/Guru Besar Universitas Indonesia

Prof. Arie Sukanti Hutagalung, SH., MLI adalah Guru Besar Universitas Indonesia (dalam bidang Hukum Agraria), yang lahir di Jakarta, tanggal 29 September 1951.

Arie Sukanti Hutagalung menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar Fakultas (DGBF) UI, dan anggota Tim Inti Komisi A Dewan Guru Besar (DGB) UI, Kepakarannya dalam bidang Agraria antara lain sebagai Konsultan untuk World Bank, sebagai ahli Land Right Specialist pada Proyek IBRD Land Information System, Land Management Specialist pada JIUDP-IBRD Ditjen Bagda Depdagri, Land Law Specialist pada LASA Team-Land Administration Project IBRD-BPN, Local Expert pada Economic Law and Improved Procurement Systems (ELIPS) Project-Ekubang-USAID, Ketua Tim Perumus untuk Indonesian Land Management and Policy Development Program (LMPDP)-kerjasama Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bank Dunia (IBRD). Saat ini Anggota Pembentukan Tim Penyelesaian Masalah Pertanahan Pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sektor Perkebunan, Anggota Pembentukan Komite Hukum Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perempuan Batak boru Hutagalung ini memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia yang diselesaikan pada tahun 1976, kemudian diteruskan pada Program Pascasarjana non degree Studi Pembangunan Indonesia (Regional Development Planning), FISIP UI Jakarta-ISS Den Haag yang diselesaikan pada tahun 1979, dan kemudian gelar Master dalam Master of Science in Legal Institution (MLI) diperoleh dari University of Wisconsin Law School, Madison, USA pada tahun 1981.

Sebagai professor perempuan, karya-karya yang banya. Ilmiahnya tersebar dalam berbagai penelitian, buku, dan dalam jurnal-jurnal ilmiah, antara lain: Program Redistribusi Tanah di Indonesia, Tanya Jawab Masalah Pertanahan, Condominium dan Permasalahannya, Serba Aneka Masalah Tanah Dalam Kegiatan Ekonomi (Suatu Kumpulan Karangan). Tebaran Pemikiran Seputar Masalah Hukum Tanah, Kewenangan Pemerintah di Bidang Pertanahan.

Dalam jurnal ilmiah antara lain: Pemberian Hak Tanggungan bagi Bank dan Pengembang dalam Pemberian Kredit Properti, Journal Newsletter, Masalah-masalah Yuridis Praktis dalam Persiapan Kontrak Bisnis dan Hubungannya dengan Pelaksanaan Kontrak Tersebut, dalam Buku Kontrak di Indonesia, diterbitkan oleh Project Elips,

Eksekusi Jaminan Fidusia Menurut UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, dimuat dalam Majalah Hukum,

Execution on Fiduciary Security Under The Law No. 42 of 1999 Regarding Fiduciary Security (A Practical, Juridical Analysis to Anticipate its Effectiveness), Issues Around Leasehold Land (Tanah Hak Pakai) Toward Globalization dimuat dalam Law Journal,

Penerapan Lembaga “Rechtsverwerking” untuk Mengatasi Kelemahan Publikasi Negatif dalam Pendaftaran Tanah, Perjanjian Bisnis Properti dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata, Tinjauan Yuridis Masalah Secondary Mortgage Facility (“SMF”) di Indonesia, dimuat dalam Majalah Hukum dan Pembangunan,

Perlindungan Pemilikan Tanah dari Sengketa Menurut Hukum Tanah Nasional, dimuat dalam Majalah Hukum Universitas Trisakti, Edisi Khusus Mengenang Prof. E. Suherman, SH,

Aspek Hukum Tanah Sehubungan dengan Restrukturisasi Utang, Penyelesaian Sengketa Tanah Menurut Hukum Yang Berlaku dalam Jurnal Hukum Bisnis, dan penelitian-penelitiannya tentang Implikasi Hak Tanggungan Terhadap Pemberian Kredit di bidang Properti dalam rangka Kerjasama Bank dan Pengembang.

Penelitian tentang Apakah Restribusi Tanah Reform Dapat Menata Kembali Pemilikan Tanah di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa,

Penelitian tentang Permasalahan Hukum dalam Praktek Tanah sebagai Jaminan Hutang dengan # Berlakunya UU No. 4 Tahun 1996,

Penelitian tentang Pelaksanaan Pembebasan Tanah dan Pemberian Izin Okupasi, Penelitian tenang Permasalahan Pembangunan Perumahan

Bagi Arie, mengerti yang mengerti  dalam bidang Hukum Agraria orang yang mempermaikan hukum adalah orang-orang yang bentuk halus dari memperkaya diri sendiri secara terang-terangan.

Arie Sukanti Hutagalung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa

Prof. Arie Sukanti Hutagalung, SH., MLI

Arie Sukanti Hutagalung

Lahir      29 September 1951 (umur 61)

Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia

Pekerjaan           Dosen/Guru Besar Universitas Indonesia

Prof. Arie Sukanti Hutagalung, SH., MLI adalah Guru Besar Universitas Indonesia (dalam bidang Hukum Agraria), yang lahir di Jakarta, tanggal 29 September 1951.

Arie Sukanti Hutagalung menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar Fakultas (DGBF) UI, dan anggota Tim Inti Komisi A Dewan Guru Besar (DGB) UI, Kepakarannya dalam bidang Agraria antara lain sebagai Konsultan untuk World Bank, sebagai ahli Land Right Specialist pada Proyek IBRD Land Information System, Land Management Specialist pada JIUDP-IBRD Ditjen Bagda Depdagri, Land Law Specialist pada LASA Team-Land Administration Project IBRD-BPN, Local Expert pada Economic Law and Improved Procurement Systems (ELIPS) Project-Ekubang-USAID, Ketua Tim Perumus untuk Indonesian Land Management and Policy Development Program (LMPDP)-kerjasama Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bank Dunia (IBRD). Saat ini Anggota Pembentukan Tim Penyelesaian Masalah Pertanahan Pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sektor Perkebunan, Anggota Pembentukan Komite Hukum Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Karya ilmiahnya tersebar dalam berbagai penelitian, buku, dan dalam jurnal-jurnal ilmiah, antara lain :

Program Redistribusi Tanah di Indonesia, Tanya Jawab Masalah Pertanahan, Condominium dan Permasalahannya, Serba Aneka Masalah Tanah Dalam Kegiatan Ekonomi (Suatu Kumpulan Karangan),

Tebaran Pemikiran Seputar Masalah Hukum Tanah, Kewenangan Pemerintah di Bidang Pertanahan.

Dalam jurnal ilmiah antara lain: Pemberian Hak Tanggungan bagi Bank dan Pengembang dalam Pemberian Kredit Properti, Journal Newsletter, Masalah-masalah Yuridis Praktis dalam Persiapan Kontrak Bisnis dan Hubungannya dengan Pelaksanaan Kontrak Tersebut, dalam Buku Kontrak di Indonesia, diterbitkan oleh Project Elips,

Eksekusi Jaminan Fidusia Menurut UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, dimuat dalam Majalah Hukum,

Execution on Fiduciary Security Under The Law No. 42 of 1999 Regarding Fiduciary Security (A Practical, Juridical Analysis to Anticipate its Effectiveness), Issues Around Leasehold Land (Tanah Hak Pakai) Toward Globalization dimuat dalam Law Journal,

Penerapan Lembaga “Rechtsverwerking” untuk Mengatasi Kelemahan Publikasi Negatif dalam Pendaftaran Tanah, Perjanjian Bisnis Properti dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata, Tinjauan Yuridis Masalah Secondary Mortgage Facility (“SMF”) di Indonesia, dimuat dalam Majalah Hukum dan Pembangunan,

Perlindungan Pemilikan Tanah dari Sengketa Menurut Hukum Tanah Nasional, dimuat dalam Majalah Hukum Universitas Trisakti, Edisi Khusus Mengenang Prof. E. Suherman, SH,

Aspek Hukum Tanah Sehubungan dengan Restrukturisasi Utang, Penyelesaian Sengketa Tanah Menurut Hukum Yang Berlaku dalam Jurnal Hukum Bisnis, dan penelitian-penelitiannya tentang Implikasi Hak Tanggungan Terhadap Pemberian Kredit di bidang Properti dalam rangka Kerjasama Bank dan Pengembang.

Penelitian tentang Apakah Restribusi Tanah Reform Dapat Menata Kembali Pemilikan Tanah di Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa,

Penelitian tentang Permasalahan Hukum dalam Praktek Tanah sebagai Jaminan Hutang dengan # Berlakunya UU No. 4 Tahun 1996,

Penelitian tentang Pelaksanaan Pembebasan Tanah dan Pemberian Izin Okupasi, Penelitian tenang Permasalahan Pembangunan Perumahan.

Sumber: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ir. Leonard Tambunan, MCM


Ir. Leonard Tambunan, MCMIr Leonard Tambunan

Menciptakan Mata Air Bagi Banyak Orang

 Bermental entrepreneur bagi seorang arsitek ternyata membawa berkah tersendiri bagi Leonard Tambunan. Sejak lulus pascasarjana arsitektur dari Inggris, Leonard memutuskan menjadi entrepreneur. Dia kemudian mendirikan PT Mata Air Persada berdiri tahun 2001. Awalnya sebenarnya Aek Mual Persada yang dalam bahasa Batak sama artinya.

Sejak mendirikan perusahaan di bidang arsitek itu, dia mengarahkan seluruh timnya di perusahaan untuk selalu berusaha meningkatkan nilai tambah terhadap rancangan, mutu, manajemen kecepatan. “Kita menjaga trust. Semuanya dilakukan dengan sangat hati-hati, dan bertahap mulai dari proses konsep hingga konstruksi selesai. Saya kira, itu merupakan alasan mengapa klien-klien Mata Air cenderung kembali meminta kami yang menangani proyek-proyek lainnya,” ujarnya.

Kini perusahaannya makin melebarkan sayap, bukan lagi hanya PT Mata Air Persada yang melayani rancang dan bangun, arsitektur dan Interior. Juga telah lahir PT Mata Reality yang mengurusi developer dan property Investor pengembang-investor properti. “Kini kita mulai diperhitungkan di dunia property hingga ke kacah internasional melalui karya arsitektur yang kita bangun.”

Dari kantornya di Citylofts Sudirman lantai 8, Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat Leonard mengelola dan memimpin usahanya. Bersama timnya berkarya mendirikan banyak bangunan bernilai, seni arsitektur tinggi dengan proses yang cepat dan berkualitas dengan cara professional.

Apa triknya? Sederhana saja, lewat hubungan persahabatan dengan klien, karyawan, mitra kerja, dan berpegang pada prinsipnya melayani dengan jujur dan tulus. Lalu, berusaha menghasilkan lebih dari yang diharapkan. “Terus membuat nilai tambah terhadap produk dan pelayanan, melipatgandakan kekayaan perusahaan, demi pengembangan perusahaan, kesejahteraan karyawan, dan keluarga.”

Dipuji menteri perumahan

Telah banyak desainnya dipuji. Di Pandeglang, Tulung Agung, Menteng, Jakarta, Dago Pakar, Bandung. Satu diantaranya rumah mantan Menteri Perumahan Rakyat Cosmas Batubara mengatakan Mata Air sangat baik. Hal ini dibuktikan ketika Mata Air melakukan desain dan pembangunan rumah Cosmas di daerah Menteng. Sebagai arsitek merancang tata letak profesional sesuai kebutuhan, dengan sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan alami, bahwa kita merasa indah.

“Gaya arsitektur dan detail yang sangat indah dilakukan, menghormati sekitarnya. Saya melihat apa yang mereka lalukan itu sangat bagus, saya berterima kasih atas kerja tim Mata Air yang sangat professional dalam membangun rumah. Karena itu, kami merekomendasikan Mata Air sebagai sangat kompeten,” kata Cosmas.

Cosmas menambahkan, harga tidak bisa menipu, ungkapan ini sangat tepat dalam sektor jasa konstruksi. Bagi kebanyakan orang, proses untuk membuat rumah idaman menghabiskan banyak waktu, dan juga biaya, agar apa yang dibangun sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Karena itu, mendapatkan bantuan dari para profesional di bidang ini adalah investasi yang baik, karena merekalah yang akan bekerja keras mewujudkan rumah impian anda. Design adalah seni yang membuat hidup anda berbeda dan membuat investasi anda bernilai.

Arsitek sebagai designer akan membuat design yang dibuat khusus sesuai dengan kebutuhan dan keinginan klien. Manajemen yang baik membuat segalanya tercapai tepat waktu. Konstruksi adalah karya banyak tangan, sehingga dibutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan semua pihak melakukan bagiannya dengan baik. Karena itu dalam proses design dan konstruksi, para profesional dengan kemampuan design dan manajemen yang baik akan menghasilkan produk yang berkualitas. Kualitas adalah segalanya bagi Mata Air.

Dengan pengalaman merancang dan membangun rumah-rumah mewah selama lebih dari satu dekade, Mata Air sudah menguasai selera, kebutuhan, idealisme dari kalangan tersebut, termasuk yang berkaitan dengan aspek legal-formal perizinan, sehingga proses pembangunannya dapat berjalan mulus.

Mata Air akan membantu dan menemani klien dari tahap awal sampai tahap akhir, dengan pemilihan bahan-bahan berkualitas dan pelayanan yang profesional. Bahkan bukan hanya itu, mereka bisa merubah wajah dunia.

Go Green

Konsep yang diterapkan Leonard di perusahaan juga harus Go Green. Walau dia mengakui tidak mudah untuk mewujudkannya. Apalagi selama ini konsep Go Green terbatas di perumahan elit. Leonard mengakuinya menerpakan konsep seperti ini memang tidaklah murah, tetapi harus. Modal yang dikeluarkan harus besar, dan langsung berdampak pada harga rumah.

Selain itu, mengambil bagian dari gerakan global Perduli Lingkungan, Mata Air juga turut mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan di setiap pengembangan kawasan baru. Oleh karena itu, dalam memasuki tahun-tahun mendatang, dengan terus meningkatkan kompetensi dan kerja keras seluruh tim, kami optimis pertumbuhan di divisi properti ini akan terus meningkat seiring dengan pengembangan proyek-proyek baru, berupa gedung perkantoran, apartemen, perumahan, ruko, dan lain-lain.

“Dengan penuh rasa syukur kami sampaikan bahwa Mata Air melalui bisnis propertinya, telah mendirikan bermacam properti hasil investasinya,” ujar Leonard. “Kami juga didukung oleh SDM yang berkualitas, PT Mata Air Realty dalam mengembangkan setiap proyek akan terus memastikan bahwa semua produk yang akan dikembangkan mempunyai segmen market yang jelas, sehingga unit-unit yang dipasarkan dapat mudah terserap pasar dalam waktu yang relatif cepat.”

Bukan hanya itu, Mata Air juga menawarkan jasa desain interior untuk rumah tinggal, apartemen, retail dan perkantoran, termasuk pemilihan furniture sampai kelengkapan tata suara, cahaya dan automation system. Hampir di semua proyek rumah tinggal yang dikerjakan, Mata Air turut dipercayakan untuk merancang dan mengerjakan interiornya.

Leonard yakin dengan kemampuan kami di berbagai aspek seperti: pemasaran penjualan properti, penyewaan, keahlian dalam perancangan arsitektur dan interior, pengetahuan teknik, terutama keahlian dalam investasi keuangan properti dan manajemen properti.

Apa yang membuat Leonard hebat? Pertama, keahlian mendapatkan prime properti. Keahlian menilai harga properti. Selain itu juga ada keahlian bernegosiasi dengan penjual. “Kemampuan dalam perencanaan properti, akhirnya pembangunan yang bermutu. Keahlian mendapatkan pembiayaan. Keahlian mengelola keuangan properti. Keahlian menjual properti. Keahlian dalam memelihara property,” ujarnya.

Hotman J Lumban Gaol

Foster Gultom


CURRICULUM VITAE
Nama : Foster Gultom
Tanggal Lahir : Cililin, Bandung, 12 Juni 1958
Agama : Kristen
Jabatan Sekarang : Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN
Pangkat PGPNS/Gelar Diplomatik : Pembina Tingkat Muda, Gol. IV/c / Minister Counsellor

Sekarang-Duta Besar Indonesia untuk negara Kazhakstan
PENDIDIKAN:
1. FISIP-HI Universitas Indonesia Jakarta, 1984
PELATIHAN/KURSUS:
1. Sesparlu, Angkatan XXX Jakarta, 2004
2. Caraka Madya, Angkatan III Jakarta, 1999
3. Sekdilu, Angkatan XI Jakarta, 1986
PENGALAMAN KERJA:
A. Dalam Negeri :
1. Kepala Seksi Dekonolisasi, Direktorat Organisasi Internasional (1988)
2. Kepala Seksi Moneter dan Keuangan Internasional, Direktorat Kerja Sama Ekonomi
Multilateral (1993)
3. Kasubdit Badan Komoditi, Pangan dan Pertanian Internasional (1999)
4. Kasubdit Badan Perdagangan dan Moneter Internasional (1999)
5. Kasubdit Iptek dan Lingkungan Hidup (2004)
6. Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN (2010)
7. Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN (2010)
B. Luar Negeri :
1. Sekretaris Ketiga, KBRI Washington, DC (1989 – 1993)
2. Sekretaris Pertama, PTRI Jenewa (1995 – 1998)
3. Counsellor, KBRI Canberra (2001 – 2004)
4. Minister Counsellor, KBRI Seoul (2006 – 2010)
5. Kuasa Usaha Ad Interim, KBRI Seoul (2008 – 2009)
PERSIDANGAN:
Negosiator ekonomi perdagangan internasional, dan isu-isu lingkungan hidup dan
pembangunan serta menghadiri sidang-sidang PBB, APEC, ASEAN, ARF, UNFCC, dan WTO.

Gus Irawan Pasaribu


Data Pribadi
N a m a : Gus Irawan Pasaribu
Lahir : Padang Sidimpuan, 31 Juli 1964
Putra ke-6 : Alm H Hasan Pinayungan Pasaribu dan Almh Hj Alimah Pakpahan
Isteri : Asrida Murni Siregar.
Anak : Okty Divita Irawan Pasaribu, Putra Ahmad Syarif Irawan
Pasaribu, Fauzan Faris Irawan Pasaribu
Pendidikan Formal:
– Magister Manajemen Pascasarjana USU tahun 2009
– Fak Ekonomi/Akuntansi Universitas Syah Kuala tahun 1988
Jabatan : Direktur Utama PT Bank Sumut (2000-sekarang)
Ketua Umum KONI Sumut (2007-2011)
Penghargaan Olahraga:
1. Piala Sang Graha Krida atas kepedulian terhadap pembinaan olahraga
Sumatera Utara dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri, tahun 2003.
2. Tokoh olahraga yang berhasil memunculkan atlet berprestasi dari Pemprovsu
tahun 2007.
3. Tokoh Olahraga Sumatera Utara tahun 2010 dari Gubernur Sumut.
Tokoh Penggerak Pembangunan Investasi Daerah.Gus Irawan Pasaribu bersaudara : tertua Bomer Pasaribu (Dubes Denmark & Lithuania), H Panusunan Pasaribu (Majelis Wali Amanat USU, Ketua Yayasan PRSU, mantan Bupati Tapteng), H Ibrahim Pasaribu (Baker Indonesia), H Syahrul M Pasaribu (Bupati Tapsel), Hj Lisliwati Pasaribu (Guru, PNS di Padang Sidempuan), H Gus Irawan Pasaribu (Dirut Bank Sumut) dan Jon Sujani Pasaribu (Pemimpin Divisi BNI Syariah).

TERLALU banyak nilai plus dan talenta yang dimiliki pria kelahiran Padang Sidempuan 31 Juli 1964 ini. Dia jagoan beberapa cabang olahraga, ahli manajemen, bankir visioner, suara pun merdu bak biduan saat bersenandungMulti talenta itulah yang dipadukan Gus Irawan Pasaribu dalam menahkodai biduk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut periode 2007-2011. Sejak terpilih sebagai Ketua Umum tiga tahun silam, suami dari Asrida Murni Siregar ini menjadikan KONI Sumut sebagai organisasi besar yang tertib administrasi, transparan, memasyarakat, dan super aktif menggerakkan pembangunan olahraga.Hanya beberapa bulan kepemimpinannya, Direktur Utama PT Bank Sumut itu berhasil membawa Sumatera Utara meraih Juara Umum untuk kali pertama dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se – Sumatera 2007 yang diadakan empat tahun sekali.

Sukses itu diraih bukan hanya karena kepiawaian manajerial semata, namun juga karena kecintaannya terhadap dunia olah-raga. Ayah dari satu putri dan dua putra ini merupakan atlet eksekutif cabang olahraga golf, futsal, sepakbola, tenis, jetski, boling, dan banyak lainnya.

Bankir berumur 46 tahun ini secara individu juga sudah akrab dengan berbagai prestasi olahraga, begitu pula tarik suara. Alumni SMA 1 Medan, S1 Fakultas Ekonomi Universitas Syah Kuala dan Pasca Sarjana USU itu antara lain Juara I Bankers Idol pada Porseni Perbankan Sumut 2007, juara berbagai turnamen golf, dan runner-up Marathon 1200 CC Open pada Kejuaraan Nasional Jetski di Danau Toba 2004.

Gus Irawan juga sudah menerima banyak penghargaan, di antaranya Piala Sang Graha Krida atas kepedulian terhadap pembinaan olahraga Sumut dari Presiden RI Megawati Soekarno Putri (2003), Tokoh Olahraga yang memunculkan atlet berprestasi dari Pemprovsu (2007) dan Tokoh Peduli Pendidikan dari PGRI Sumut (2007).

Di tangannya, KONI Sumut selalu berupaya memasukkan unsur hiburan dalam setiap even yang mereka gelar, seperti halnya pada Porprovsu 2010 lalu. Mantan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Tebing Tinggi 1996-2000 dan Ketua Umum PASI Sumut 2002Ð2007 itu menyadari sepenuhnya, gebyar olahraga ibarat ‘sayur tanpa garam’ jika minus entertaint.

Demi melengkapi ilmu manajemen sport entertaint dan sport bussnies, Gus Irawan pun tak segan-segan berkorban dana, tenaga dan waktu untuk belajar dari berbagai sukses even akbar, di antaranya Olimpiade Beijing 2008 dan Asian Games Guangzhou 2010.

Transformasi ilmu dan pengalaman itu semua, diyakininya akan sangat bermanfaat dalam mewujudkan obsesi dan misi besarnya, menjadikan Sumut sebagai tuan rumah Pekan Olahraga (PON) buat kali kedua, tahun 2020 mendatang.

’Kita telah melakukan banyak pendekatan untuk mewujudkannya. Baru-baru ini kita mengundang KONI Se Sumatera untuk membuka jalan ke sana sekaligus membahas Porwil ke-8 tahun 2011,’ jelas mantan Ketua Umum Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Sumut (2004-2009) dan Ketua Satgasda Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Sumut (2006-2008) tersebut.

Dengan Riau sebagai tuan rumah PON 2012 dan Jawa Barat pada 2016, Tokoh Penggerak Pembangunan Olahraga Sumatera Utara 2010 dari Harian Berita Sore itu mengaku, KONI Sumut juga terus berkomunikasi dan saling dukung.

Bankir muda penggemar jus alpukat dan sup Sipirok ini juga yakin, pembangunan fasilitas olahraga Sumut yang sekarang terkesan sangat lamban, bisa terdorong dengan sendirinya jika Sumatera Utara dipercaya menjadi tuan rumah PON mendatang.

Cahaya D.R. Sinaga, SH, MH


Cahaya D.R. Sinaga, SH, MH, Pendiri/Direktur Radio MS Tri

Menerangi Akademia Lewat Radio

DULU, ada asumsi kehadiran internet akan membangkrutkan media cetak dan radio. Nyatanya tidak, media cetak dan radio akan terus bertahan jika bisa memenuhi kebutuhan segmentasi pasar. Hanya saja, di tengah alam kompetisi yang ketat, khususnya radio harus mampu hidup dengan mengarap segmentasi yang jelas. Salah satu segmentasi pendengar yang jarang digarap adalah kaum kampus. Hal itulah yang ditangkap Cahaya D.R. Sinaga, SH. MH. dengan mendirikan radio MS Tri. “Radio untuk para kaum kampus, dengan menyapa pendengarnya akademia.”

MS Tri adalah unit bisnis dari Universitas Tri Sakti, dibawah payung PT Radio Mediasuara Trisakti. Dialah pendiri radio MS Tri. Dari sejak awal menggodok, membuat proposal ke pihak Universitas Tri Sakti sebagai pemegang saham, hingga menjadi kantor redaksi radio yang siap mengudara. Jadilah Radio Mediasuara Trisakti disingkat MS TRI, digelombang 104,2 FM.

Dari namanya terkesan seperti nama orang Jawa, Cahaya Dwi Rembulan Sinaga. Perempuan kelahiran Medan, 20 April 1962 ini dipanggil Cai. “Kalau kita mengatakan akademi, maka yang kita pikirkan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan para kaum kampus, mahasiswa, dosen. Kami amati bahwa para pendengar kami juga tertarik mendengar politik, maka kami sajikan berita politik, tetapi tidak terlalu menukik ke politik. Kami juga bicarakan, terkait lifestyle, pokoknya yang berkaitan dunia kampus,” katanya saat berbincang dengan REFORMATA, Senin (19/9) di kantornya gedung Trisakti, Jakarta Barat.

Berdiri sejak 1995, artinya radio MS Tri ini sudah menyapa pendengarnya 16 tahun. Untuk semua itu, Cahaya merasakan pertolongan Tuhan. Dia mengakui, apa yang diraihnya sekarang bukan semata-mata karena kemampuannya. “Tidak mudah. Saya tahu apa itu proses panjang. Untuk seperti sekarang, menjadikan radio ini bisa bertahan dan eksis, butuh proses panjang, perlu ada stamina. Tetapi stamina tidak berarti apa-apa tanpa pertolongan Tuhan,” ujar jemaat HKBP Petojo, Jakarta Barat, ini. Sekarang, Cahaya bersama 21 staf, 8 penyiar dan satu wartawan lapangan, melayani akademia 22 jam setiap harinya. Dengan segmen pendengar umur 20-35 tahun.

Selain mengelola radio Cahaya juga menjabat Kepala UPT Multimedia Universitas Trisakti. Sebagai pendiri dan direktur, Cahaya tetap terlibat mengelola. “Saya memahami bahwa yang bertanggung-jawab pada semua produk yang disiarkan adalah direktur, untuk itu saya terlibat penuh. Setiap siaran akan terlebih dahulu kami diskusikan. Kami mesti membuat siaran berbobot. Karena kalau ecek-ecek tidak akan didengar,” ujar instruktur penyiar radio ini.

Ketertarikannya dalam hukum dan media membawa Cahaya pada gerakan memperjuangkan undang-undang penyiaran. “Berkecimpung di ranah hukum-media, saya masuk pada gerakan untuk mendukung ada undang-undang penyiaran. Saya ikut dengan tim menyusun undang-undang penyiaran, dan sampai saat ini ikut menjadi konsultan di beberapa radio,” ujar salah satu aktivis di Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) ini.

“Saya kurang setuju jika ada radio komunitas yang tidak punya izin, lalu merasa menganggap seolah-olah hal itu benar. Frekwensi adalah ranah publik, gelombang ini harus juga dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Sekarang ini frekwensi sering dipermainkan,” ujarnya, melihat maraknya radio yang menumpang frekwensi, disebutnya radio gelap.

Kaum akademia

Cahaya juga sangat tertarik dengan isu-isu humanis dan apa saja yang terkait kampus. Bahkan soal kegiatan mahasiswa. “Saya percaya mahasiswa, akademia, itu adalah agen perubahan. Agen perubahan di dalam politik, maupun agen perubahan agama,” ujar peneliti dan penulis beberapa jurnal tentang penyiaran ini.

Pendengarnya memang orang-orang cendikia, alumni dan para mahasiswa. Maka bagi Cahaya “MS Tri mencoba memberitakan yang perlu didengar kaum kampus di Jabodetabek. Kami mencoba menyiarkan berita-berita yang bermamfaat, karena banyak siaran menurut saya hanya memberitakan gaya hidup. Saya sedih kalau ada radio hanya memperdengarkan gaya hidup, kesenangan. Saya kira MS Tri bisa memberikan sesuatu yang lebih berarti bagi pendengarnya, akademia.”

Ketertarikannya mendirikan radio berawal saat mendalami hukum dan media di almamaternya, Universitas Tri Sakti. “Teman saya mendalami hukum pidana dan perdata, saya mendalami hukum-media,” kenangnya. Setelah lulus sarjana hukum, Cahaya memperdalam pendidikan hukumnya dengan kembali kuliah master hukum di Tri Sakti. Sejak tahun 1987, dia sudah berkecimpung di dunia penyiaran, dan membawanya menjadi instruktur hingga menjadi narasumber di berbagai seminar dan pelatihan penyiaran.

Apa yang membuat Cahaya begitu antusias membangun radio? Dia mengaku semangat itu menular dari kedua orangtua. Cahaya dan adik-adiknya dididik sejak kecil untuk rajin belajar. Ayahnya (alm) Martahi Tua Halomoan Sinaga, dan ibunda Adelina boru Napitupulu (saat ini masih aktif melayani sebagai Ketua Ina Hanna, kaum janda, di HKBP Petojo) mendidik Cahaya dengan disiplin dan kesukaan belajar.

“Ayah mantan seorang tentara angkatan darat, ibu seorang bidan, perempuan yang berjuang di jalur kesehatan. Orangtua mengajarkan kami nilai-nilai agar kami sungguh-sungguh disiplin dan belajar. Orangtua sejak kecil terbiasa membacakan cerita untuk kami. Kami terbiasa dengan buku-buku, ketika masih kecil-kecil kami dijadwalkan ke toko buku, ke perpustakaan, ke musem. Kami terbiasa mengadakan lomba puisi dan lomba tulis. Semangat kecintaan pada negara, Ayah selalu meminta kami untuk ikut pramuka. Lalu, kita diajarkan semangat berbagi, apa yang bisa kita bagi dengan orang lain. Baru sekarang saya tahu manfaatnya,” ujar anak pertama dari enam bersaudara ini.

Mapan dan matang dalam hidup membawa Cahaya ke pelayanan. Harus memberi dampak seperti namanya, menjadi cahaya. “Para pendengar kami juga suka dengan masalah sosial, membantu.” Sebagai direktur radio, Cahaya menggabungkan idealisme dan bisnis para pendengar dengan membangun jejaring sosial. Cahaya juga kerap melibatkan para pendengarnya untuk terlibat dalam pelayan. Salah satunya seperti aksi mengalang bantuan dari pendengar untuk membantu tiga sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di Samosir Sumatera Utara. Itulah yang dia lakukan beberapa waktu lalu. Cahaya lahir di Medan, namun besar di Semarang, tetapi dia sangat peduli pada alam Samosir, kampung halaman ayahnya dari desa Lontung, Kabupaten Samosir.***Hotman J. Lumban Gaol