Marulam Hutauruk


Nama: Maroelam Hoetaoeroek

Pendiri: Penerbit Erlangga

Karier: Guru kemudian menjadi entrepreneur, mendirikan penerbit Erlangga

Karya Buku:

  • Pelarian yang tidak punya apa-apa menjadi maharaja, Tahun Erlangga, Tahun 1988
  • Menuju terwujudnya suatu masyarakat adil dan makmur di Republik Indonesia tahun 2000-an, Penerbit Erlangga, Tahun 1987
  • Sejarah ringkas Tapanuli: suku Batak, Penerbit Erlangga, Tahun 1987
  • Garis besar ilmu politik Pelita Keempat, 1984-1989, Penerbit Erlangga,  Tahun 1985
  • Gelora nasionalisme Indonesia, Penerbit Erlangga, Tahun 1984
  • Peraturan hak cipta nasional, Penerbit Erlangga, Tahun 1982
  • Kunci lagak ragam bahasa Indonesia, Penerbit Erlangga, Tahun 1979
  • Azas-azas ilmu negara, Penerbit Erlangga, Tahun 1978

Nama penerbit Erlangga bukan lagi nama asing di jagat penerbitan buku-buku. Terutama dulunya buku sekolah, sekarang main berkembang ke buku-buku popular. Erlangga, kerap kali diterbitkan orang Jawa Timur. Banyak orang Indonesia tidak mengetahui persisinya siap pendiri, pelopor pertama berdirinya penerbit Erlangga. Penerbit yang sudah lebih dari 60 Tahun melayani pembacanya ini didirikan oleh Maroelam Hoetaoeroek. Iya, Maroelam Hoetaoeroek adalah seorang putra Batak didikan zending Jerman. Maroelam setelah studi, kemudian menjadi guru di Semarang, kemudian haru menjadi Kepala Sekolah. Sebagai guru, dia kemudian tidak mau hanya berpangku tangan lalu membuat stensilan untuk bahan ajar anak didiknya. Lama-lama berkembang berniat menulis buku sendiri, sebagai bahan ajar.

Masa itu baru masa penjajahan, dia merasakan kesulitan yang sangat. Dia melihat banyak muridnya yang tidak bisa belajar dengan baik karena minimnya buku. Apalagi, buku pelajaran dalam bahasa Indonesia, yang waktu itu sangat sulit diperoleh. Untuk mengatasi kelangkaan buku tersebut, Maroelam kemudian mengajak kawan-kawannya sesama guru untuk menulis. Menulis buku pelajaran sekolah, tentunya. Tujuannya, untuk menggantikan buku-buku pelajaran berbahasa Belanda.

Maka, sejak didirikan Erlangga berkantor di sebuah rumah di Semarang, bersama teman-temanya berhasil menulis beberapa buku. Antara lain buku pelajaran Ilmu Alam, karya Widagdo, Ilmu Kimia, karya Ir.Polling dan Ragam Bahasa Indonesia, dan karya bukunya sendi. Buku-buku itu semua diterbitkan dengan memakai nama Penerbit Erlangga. Karena itu, dia bertekat mendirikan penerbit independen. Maka, Kemudian berangkat dari sana dia mendirikan penerbit Erlangga.  Pada Tanggal 30 April 1952 Penerbit Erlangga dia daftarkan ke Notaris, di Semarang.

Sejak itu, sembari pelan-pelan Maroelam Hoetaoeroek  terus menumbuhkembangkan penerbit Erlangga, penerbit yang banyak menaruh perhatian pada buku pelajaran sekolah. Perhatian itu sudah muncul sejak awal mulai berdirinya. Sejak didirikan, penerbit Erlangga ternyata pelan-pelan mulai dikenal masyarakat. Benar, Maroelam Hoetaoeroek  guru berdarah Batak itu punya penciuman tajam. Penerbitnya maju dan kariernya pun menaik menjadi seorang kepala sekolah SMA Negeri 1 di Semarang.

Tapi, sebelum bermukim di Semarang, sebenarnya Maroelam lebih dulu telah mengarang buku Pelajaran Sejarah yang diterbitkan oleh Kedaulatan Rakyat, Yogya. Sebagai seorang guru dan ahli sejarah, rupanya dia sangat terkesan dengan sejarah hidup raja Erlangga. Nama Airlangga berarti Air yang melompat. Erlangga lahir tahun 990. Ayahnya bernama Udayana, raja Kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa. Ibunya bernama Mahendradatta, seorang putri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang. Waktu itu Medang menjadi kerajaan yang cukup kuat, bahkan mengadakan penaklukan ke Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat, serta mengadakan serangan ke Sriwijaya. Sehingga, nama itulah kemudian dia jadikan sebagai nama penerbitan bukunya.

Pada mulanya, penerbit Erlangga bergerak di bidang pengadaan buku sekolah, dan fokus menerbitkan buku-buku bahan ajar. Tapi, dalam perkembangannya, Erlangga kemudian merambah ke buku-buku umum. Buku-buku terbitannya sekarang merambah juga ke buku kesehatan, makanan, kecantikan, mode, novel, hingga biografi. Sedangkan buku-buku bacaan untuk kebutuhan anak-anak, mereka terbitkan dibawah bendera Erlangga for Kids.

Kini, Penerbit Erlangga membangun jaringan pemasarannya dengan memanfaatkan berbagai distributor buku. Bahkan, untuk menjangkau daerah-daerah di kabupaten, Erlangga mendirikan cabang-cabang dan perwakilan. Itulah salah satu strategi pemasaran yang dikembangkan Erlangga hingga hari ini. Erlangga kini memiliki perwakilan di beberapa ibukota kabupaten, antara lain Tarutung, Dolok Sanggul, Barus, Sorong (Papua), Tumohon (Sulawesi Utara) hampir diseluruh kabupaten/kota perwakilan Erlangga ada di Indonesia, ini.***Hotman J. Lumban Gaol