P.Sinaga 002Tegas dan apa adanya, itu yang pertama kali akan kita tangkap saat berbicara dan bertukar pikiran dengan salah satu tokoh di komisi keuangan dan perbankan atau komisi 11 DPR RI. Terlahir 5 desember 1952, Drs. Elin Blucher Sinaga, MM, Ph D, atau akrab dipanggil bang Sinaga oleh rekan wartawan ini terkenal sebagai salah satu anggota dewan yang vokal dan kritis terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh komisi 11 dalam menangani fungsi pengawasan, anggaran dan legislasi terkait dengan deaprtemen keuangan, Bank Indonesia, Badan Pemeriksa keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pusat Statistik (BPS), Lembaga Keuangan non bank dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Terakhir ini dalamn fit and proper test calon anggota BPK, dalam berbagai temu wicara dengan publik, Sinaga menyampaikan bahwa tiga kriteria yang harus dipenuhi adalah integritas tinggi, kapabilitas, kemampuan akademis dan memiliki visi misi yang jelas serta memiliki budi pekerti. Itu hanya sekelumit kisah kinerja Sinaga dalam kesehariannya di gedung senayan, masih banyak pernyataan kritis dan membangun Sinaga yang dilakukannya demi meningkatkan kinerja aparatur pemerintah.

Selepas kesibukannya di DPR RI, Sinaga muncul sebagai sosok sederhana yang tidak mau kedudukannya sebagai pejabat negara dipergunakan sebagai kesombongan semata, padahal dirinya adalah salah satu anggota DPR RI yang telah menyandang gelar S3 Doctor of Pilosophy (Ph D ) dari Chicago University. Sebelumnya pria kelahiran Girsang, Sumatera Utara ini menempuh pendidikan di Akademi Tekstil Uniersitas Veteran(1975), Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bandung jurusan Administrasi Negara (1986) dan Pascasarjana Uniersitas Padjajaran program Magister Manajemen (1999). Menilik dari riwayat pendidikan sudah sangat jelas berbagai asam garam di dunia pendidikan administrasi negara dan ekonomi manajemen strata dua sudah dia dalami.

Aktivitas sebagai mahasiswa ternyata tidak membuat Sinaga hanya menjadi mahasiswa biasa, namun dirinya muncul sebagai mahasiswa yang juga harus bekerja keras demi membiayai kuliahnya dan meningkatkan potensi diri. Tercatat Sinaga belia pernah bekerja sebagai editor pada Kantor Biro Pusat Statistik di Jakarta, Senior Spinning Master di Industri Textile Industry Purwakarta, hingga kariernya menanjak dan semakin cemerlang sebagai Marketing Executive di perusahaan American Indonesian Group (AIG), Public and Human Relation Manager di PT Metro Group.

Berbagai seminar diikuti oleh tokoh dari fraksi demokrat ini, antara lain seminar internasional “Strategic management and case studies on current emerging topics in strategic management with emphasis for non dominant economics, such as Indonesia” kerjasama uniersitas Padjajaran bandung dengan University of Western Australia, hingga seminar yang diadakan departemen Perindustrian dan Perdagangan RI ‘Kiat menghadapi tuduhan dumping dan pengajuan petisi anti dumping terhadap produk produk ekspor unggulan Indonesia’.

Dalam hal kepemimpinan sosok berwibawa dari Sinaga turut menghantarkannya mengikuti pemilihan walikota pematang siantar periode 2000-2005 hingga final, menjadi ketua umum Kamar Dagang Industri Usaha kecil menengah ( Kadin UKM) Proinsi Jawa Barat 2002-2007 dan berlanjut lagi hingga periode kedua tahun 2007-2012, Ketua LSM–LP2S lembaga Pembangunan dan Pengembangan, Siantar Simalungun sejak Maret 2003 hingga saat ini, hingga Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan cabang Asosiasi Kontraktor ketenagalistrikan Indonesia (AKLINDO) kota Bandung periode 2008-2013. Di dalam fraksi nya, Sinaga selain menjadi wakil dari fraksi untuk menjadi anggota komisi 11, dirinya juga menjadi Wakil Sekretaris II DPD Partai Demokrat jawa Barat periode 2008-2013.

Sederet prestasi dan perjuangan kepemimpinan Sinaga dalam organisasi dan karier tak membuat pria ini menjadi sombong, bahkan kepada anak anaknya dia tetap mengajarkan kebersahajaan. Apabila penat dengan berbagai pekerjaan, Sinaga menghabiskan waktu dengan kegiatan rohani sebagai umat Kristiani dan mengajak jalan–jalan anaknya, tidak dengan mobil dinas DPR RI tetapi justru memilih mobil panther tua yang dimilikinya, suatu pribadi yang unik dan sederhana. Bahkan hal ini menular pada ke empat anaknya, apabila ditanyakan apa pekerjaan orang tua, serempak ke empat anaknya akan menjawab bahwa ayahnya hanyalah seorang hamba Tuhan. Satu hal yang patut kita teladani dari sosok Elvin Blucher Sinaga adalah perjuangannya untuk ikut mewujudkan visi dan misi negara dengan penciptaan clean and good government, dan selalu berkarya sebagai manusia Indonesia yang memiliki rasa cinta tanah air dan takut akan Tuhan.

Sumber:

www.dpr.go.id

Tak Berkategori

Drs. Elvin Blucher Sinaga, MM, Ph D

Galeri

CharlesCHARLES HUTAGALUNG adalah penyanyi marga Hutagalung, Indonesia yg legandaris yang lahir di Medan, 14 Oktober 1948, dan wafat di Jakarta, 7 Mei 2001.

SEJARAH HIDUPCharles telah mengenal Musik sewaktu kecil, mengikuti Les Piano dan bermain di Band Bocah. Sesudah remaja bermain band di kota Medan (Victim’s dan Bhayangkara Nada) terakhir The Mercy’s 70 dan hijrah ke Jakarta mengadu nasib.

Charles menikah di Jakarta 16 Mei 1975 dengan Delly Sriati Harahap dan dikaruniai 4 orang anak yaitu Iim Imanuel Hutagalung (Laki-laki) (1976), Ria Maria Hutagalung (Perempuan) (1977), Chepy Chekospi Hutagalung (Laki-laki) (1980) dan Dian Kristian Hutagalung (Perempuan) (1987).

Pada tanggal 21 Januari 1998, Charles terserang serangan stroke yang pertama kalinya. Pada tanggal 27 Januari 1999, Charles terserang stroke untuk yang kedua kalinya, sampai akhirnya ia dipanggil Yang Maha Kuasa pada tanggal 7 Mei 2001 Jam 07.53 pagi, ketika ia masih dalam perawatan berjalan yang di supervisi oleh Dokter Djoko Listiono dari RS. Pertamina Pusat. Ia dimakamkan pada hari Rabu tanggal 8 Mei 2001 di TPU (Taman Pemakaman Umum) Joglo, Jakarta Barat.

Sumber : http://wikipedia.org/wiki/Charles_Hutagalung

Seniman

Charles Hutagalung

Galeri

Drs Yockie Marihot Hutagalung, MM Drs Yockie Marihot Hutagalung, MM adalah pengusaha, pemilik perusahaan rekaman Octopus Record. Selain pengusaha, dia juga pengarang lagu, di antaranya lagu  Di Mimpimu, lagu ini pertama dinyanyikan Joy Tobing.

Saat ini, Yockie menjabat Ketua Umum Nasional Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI).  Dia terpilih pada musyawarah Nasional HIPPI Ke-VII yang digelar di Hotel Saripan Pasific Jakarta pada 25-26 November 2010, lalu.

Sebagai Ketua HIPPI,  dia berharap seluruh pengusaha pribumi bersatu. Yockie mengajak agar terus meningkatkan diri dalam persaingan global saat ini, dengan membangun jaringan bersama, serta persatuan dan kesatuan, karena kita tidak bisa membawa bangsa ini ke persaingan global, katanya. “Perlu meningkatkan persatuan dan kesatuan, mari kita tinggalkan sifat-sifat yang rasialistis,” ujar suami dari Louise M.A. Sitompul, SH, MKn, ini.

Data Pribadi:

Nama Lengkap: Drs. Yockie Marihot Hutagalung, M.M

Tempat/Tanggal Lahir: Tarutung, Tapanuli Utara, 22 April 1950

Agama: Kristen Prostestan (berjemaat di HKI)

Anak: Empat (4) orang

Alamat Kantor: Jl Garuda No. 20 AA & 20 BB Kemayoran, Jakarta Pusat

 

Lata Belakang Pendidikan:

  • Sekolah Dasar lulus dari SD HKI Tarutung Tahun 1961
  • Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tarutung Tahun 1964
  • SMA Negeri VI Bandung lulus Tahun 1967
  • S1 Sarjana Administrasi Negera Fakultas Sospol Universitas Padjajaran Bandung Tahun 1981
  • S2 STIE Widya Jayakarta, Jakarta Tahun 2005
  • S3 Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran Bandung Tahun 2012

Pendiri  Perusahaan:

  • PT. Algatra Nusa Prima (supplier & kontraktor sarana telekomunikasi)
  • PT. Pido Food Industri di Jakarta (industri makanan kaleng/botol)
  • PT. Demsaland & Realty (property)
  • PT. Marson Multipack (industri self adhesive tape, packaging tape, double tape, craft tape, aluminium tape, masking tape)
  • PT. Timico (pertambangan)
  • Agen Alcatel Francis di Indonesia

Pengalaman Organisasi:

  • Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Marga Hutagalung se-Jabodetabek, Tahun 2005-2010
  • Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Marga Hutagalung Internasional (se-Dunia), Tahun 2010-sekarang
  • Ketua Umum Perserikatan Marga Batak se-Dunia (PMBS), Tahun 2009-sekarang
  • Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Bidang Agrobisnis, Tahun 2009-2010
  • Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Putra Indonesia (HIPPI)

 

Sumber:

Hotman J. Lumban Gaol

 

 

Tak Berkategori

Yockie M. Hutagalung

Galeri

Irjend Pol Drs

Karya cipta 30 dari dari 60-an Judul Lagu Karya Cipta Irjend. Pol. (Purn.). Drs. Soaloon Simatupang Sianturi, MSc.,
1. Inang Naburju
2. Amang Naburju
3. Anak Naburju
4. Parsondukbolon Naburju
5. Ompung Naburju
6. Siadopan Naburju
7. Boru Naburju
8. Boru Nabasa
9. Patik Palimahon
10. Martabe
11. Tahima
12. Sai Huingot do Ho
13. Songon Sillam Manoro
14. Hasian
15. Parpadanan
16. Pikkiri
17. Parumaen Naburju
18. Tona ni Oppui
19. Tumajuna ma
20. Unang Leas Roham
21. Anak Hasian
22. Paima Au
23. Muara Nauli
24. Unang Sai Sungguli be
25. Ora et Labora
26. Borhat Ma Ho Ito
27. Lapik Ni Bantal
28. Jangan Ragu
29. Di Hatiku Hanya Satu
30. Kalau Piring Sudah Pecah
31. Aditira Wirabakti (Mars Polda Sumsel)
32. Wawasan Nusantara (Hyme Lemhanas)
33. Motor Muara
34. Raja Parmassahati

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap                  : Drs. SOALOON SIMATUPANG SIANTURI, MSc.

Pangkat                terakhir               : INSPEKTUR JENDERAL POLISI

Mantan Korps                   : POLRI

Tanggal Lahir                      : 10 Oktober 1947

Tempat Lahir                      : Muara, Tapanuli Utara

Suku Bangsa                       : Batak

Agama                                  : Kristen Protestan

Keterangan Lain

–              Tinggi Badan      : 166 Cm

–              Berat Badan       : 66 Kg

–              Warna Kulit         : Sawo Matang

–              Rambut                                : Hitam Ikal

–              Golongan Darah: -O-

KELUARGA

Isteri

Siti Bur Siregar (alm)

Anak

1.            Sariwaty Simatupang

2.            Mariska Simatupang

3.            Demak Simatupang

4.            Binsar Simatupang

 

PENDIDIKAN UMUM

SD, lulus, Tahun 1954-1960

SMP, lulus, Tahun 1960-1963

SMA, lulus, Tahun 1963-1966

IPWI-JIM’S, lulus, Tahun 1997-1998

KEPANDAIAN BERBAHASA

Bahasa Daerah  :               1. Sunda               : Aktif

2. Jawa                 : Pasif

3. Batak                : Aktif

4. Palembang     : Aktif

Bahasa Asing      :               1. Inggris

KEGEMARAN-KEGEMARAN

Olahraga                              : 1. Golf

2. Tinju

3. Sepak Bola

4. Bulu Tangkis

5. Judo

Kesenian                             : 1. Menyanyi

2. Menciptakan Lagu Pop Indonesia dan Lagu Daerah Tapanuli

BINTANG/TANDA JASA

1.            STL. Pancawarsa

2.            STL. Dwidya Sista

3.            STL. Kesetian 8, 16, dan 24 tahun

4.            STL. Kesetria Tamtama

5.            STL. Karya Bakti Utama

6.            STL. Dwidya Sista Utama

7.            Bintang Bhayangkara Nararya

8.            Bintang Bhayangkara Pratama

PENEMPATAN PENUGASAN DI LUAR NEGERI

1.            Thn. 1988                             : Studi Banding di BKA Jerman Barat

2.            Thn. 1987 s/d 1994           : Peserta Confrence Asean Armed Forces

( Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina dan

Brunai Darussalam).

3.            Thn. 1988 – 1995               : Peserta Confrence Aseanapol ( Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina dan Brunai Darussalam)

4.            Thn. 1996                             : Peserta WWLN KRA XXIX Lemhanas Ke

United of Kingdom.

5.            Thn. 1997                             : Paping WWLN KRA XXX Lemhanas ke

Austalia.

6.            Thn. 1999                             : Tenaga Ahli WWLN KRA XXXII Lemhanas ke

RRC

7.            Thn. 2000                             : Tenaga Ahli WWLN KRA XXXIII Lemhanas ke

Perancis

Intrepeneur, Pejabat, Seniman

Soaloon Simatupang

Galeri

Ir. Texin Sirait, MM, pendiri PT Prakarsa Enviro Indonesia (Prakindo)

“Bisnis Pengelola Limbah, Ingin Menjadi Saluran Berkat”

foto Profil_Texin SiraitAir adalah sumber kehidupan. Dengan air semua makhluk bisa hidup. Namun, peradaban yang maju nyatanya tidak diimbangi dengan pelestarian lingkungan, menjaga jaga kebersihan air. Rusaknya hutan karena pengundulan pohon resapan air. Belum lagi limbah industri yang mengandung kimia dibuang begitu saja ke sungai, sehingga sungai-sungai tercemar. Ditambah pembuangan sampah di saluran air. Tak heran, akumulasi kerusakan itu membuat erosi dan banjir.

“Dulu, puluhan tahun sungai-sungai masih bening, jernih airnya.  Air mineral itu sesuatu yang mewah. Sekarang, di kota misalanya masyarakat umumnya menggunkan air mineral. Tidak berani lagi masyarakat mengunakan air ledeng atau sungai untuk dimasak,” ujar Ir Texin Sirait, pengusaha yang berbasis pemeliharaan lingkungan, ini. Perusahaannya memproduksi alat untuk mengelola limbah menjadi air yang tidak merusak, hingga menjadi air yang bisa dikonsumsi. Skalanya bisa perumahan atu satu wilayah.

Belajar dari pengamatan pentingnya air yang bersih itu, untuk hajat hidup manusia, Texin tergerak mendirikan perusahaan pengelolaan air. “Intinya, kita punya visi meningkatkan kualitas manusia dengan mengelola limbah untuk lingkungan yang lebih baik,” ujar Texin.

“Saya ingin bermakna bagi orang lain. Saya punya harapan, ingin menjadi saluran berkat bagisebanyak orang. Ide awalnya, bahwa komitmen kami untuk membangun kimitraan yang sinergis dengan seluruh holder,” ujarnya sembari menambahkan “Menjalankan bisnis yang mampu bersaing dan aktif membangun lingkungan, utamanya dalam bidang pengelolaan air bersih.”

Pria kelahiran Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara pada 15 Mei 1957, adalah lulusan Institut Teknologi Bandung pada tahun 1984, jurusan teknik kimia. Kemudian menempuh pascasarjana, Magister Manajemen dari Institut Pengembangan Pengusaha Indonesia di Major Manajemen Keuangan, tahun 1996. Insyniur dari teknik kimia ini, memulai karir sebagai dosen tamu di Institut Nasional Sains dan Teknologi ISTN, Bandung.

Satu tahun menjadi dosen, lalu mulai menjejakkan kaki, bekerja di sebuah perusahaan minyak dan gas. Tahun 1985, tepatnya di bulan, Texin diterima menjadi Insinyur lapangan Johnson di Schlumberger Flopetrol Balikpapan. Bosan dengan tantangan yang ada. “Hidup pada zone nyaman juga tidak baik. Gaji besar, tetap tidak ada makna yang kita serap, dan lagi lingkungan yang tidak mendukung. Saya keluar dari perusahaan,” Texin member alasan. Pada 1994, Texin Sirait bergabung dengan salah satu perusahaan swasta nasional yang dipercaya untuk bisnis lingkungan.

Texin terus mengekplor kemampuannya, di tahun itu juga, dia menemukan salah satu teknologi pengolahan air limbah dari Kanada. Kemudian, dia memodifikasi mesin tersebut yang diberi label Rotating Kontraktor Biologi (RBC). Sambil bekerja Texin tidak lupa mengembangkan diri. Terus menaiki anak tangga, membuat kehidupannya dinamis.

Sepertinya sudah jalan hidupnya, sepanjang kariernya, sebelum mendirikan perusahaan sendiri Texin selalu bekerja dijalur berbasis sanitasi, limbah dan pengelolaan lingkungan. Memulai karir di bidang pemasaran dengan Sales Engineer di Diversey Kimia, telah menjadikannya ahli dalam salah satu perusahaan konsultan PT Ciprocon. Tak puas hanya di situ, Texin kemudian kembali untuk mengejar karir di bidang pemasaran di Drew Chemical Ameroid. Dari sana kemudian bergabung ke PT Guna Elektro.

Tahun 2001, seiring perkembangan PT Guna Elektro, Texin membangun kemitraan dengan ITB dan Drew Ameroid. Dari sana dia bergabung dengan PT Kastraco Teknik, sampai akhirnya pada tahun 2002 memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri, PT Prakarsa Enviro Indonesia  (Prakindo) bersama-sama rekan-rekannya semasa di PT Guna Elektro.

Melihat perkembangan perusahaan Prakindo, Texin Sirait kemudian memutuskan untuk menyerah jabatannya di PT Kastraco Teknik, dan lebih konsentrasi mengembangkan PT Prakarsa Enviro Indonesia yang dia dirikan. Diawalnya Texin memimpin langsung perusahaan ini. Seiring berjalannya waktu dia kemudian memberikan tampuk komando pada Ir Luhut Tunggul Sianturi sebagai Direktur Utama.

“Sampai sekarang sekarang ini, sejak berdiri tetap menunjukkan kenaikan, termasuk dulu hanya beberapa orang, kini sudah puluhan orang. Sebenarnya perusahaan ini mempekerjaan 500 orang karyawan. Ketika itu ada proyek tahunan di Pekanbaru,” ujar Luhut saat mendampingi Texin.

Sudah menjadi cerita umum, setiap usaha yang dibangun selalu ada kurva pluktuatif. Naik turunnya perusahaan menjadi motivasi bagi Texin untuk maju terus. “Tak ada jalan mulus menuju puncak gunung, selalu terjal dan berkerikil. Tidak jalan mulus menuju keberhasilan,” ujar Texin memotivasi. Pernah, satu waktu pesanan yang meningkat, tetapi sulit terpenuhi karena modal yang terbatas.

Tetapi itu hanyalah kenangan yang menjadi cerita yang menyenangkan, kalau mengingat getirnya membangun perusahannya hingga bisa eksis seperti sekarang ini.  Kegetiran itu sudah dilalui. Permintaan pengolahan limbah pun terus meningkat,” kata Texin. Dia masih ingat saat memulai perusahaan ini, menggandeng rekannya satu almamater Tiasning Agus Setiani, Eko Yulianto, Luhut Tunggul Sianturi untuk mengembangkan bisnis pengolahan air limbah.

Jatuh bangun dalam meniti usaha merupakan hal yang biasa, tetapi banyak yang baru sekali jatuh dan tidak bisa bangkit lagi. Tapi Texin dan timnya tidak demikian. Jatuh, bangkit lagi. “Sedikit orang yang mampu bangkit meski berkali-kali jatuh dalam membangun usahanya. Kita sempat juga kewalahan untuk menggaji karyawan, tetapi sekarang sudah menunjukkan tanda-tanda kemajuan,” ujarnya berbagi, pentingnya semangat bertahan.

Sukses seimbang

Permintaan pengolahan limbah makin tinggi. Bahkan sebagian tidak bisa dicaver karena saking banyak order untuk membuat alat pengelolaan air, produk yang diproduksi perusahan Texin. Namun, seiring waktu perusahaannya makin berkembang, dari hasilnya, pada 2003, bisa didirikan gedung sendiri diberi nama Graha Prakindo, Villa Galaxi, Bekasi.

Permintaan pun semakin tinggi dan membutuhkan modal usaha yang besar. Beruntung pada 2005, Texin mengenal PT Astra Mitra Ventura (AMV), anak usaha Astra grup yang memberi pinjaman kepada pelaku UKM. Pinjaman pertama sebesar  50 juta rupiah hingga menyentuh batas maksimal plafon kredit 15 miliar rupiah.

Menurut Texin, perkenalan dengan perusahaan AMV juga merupakan tangan Tuhan, yang dia maksud, ketika dirinya tengah bertahan keras dalam persaingan di bisnis pengolahan limbah ini. “Perusahannya bisa berkembang pesat karena pendampingan dari AMV. Saat ini sudah ada lima anak usaha Prakindo. Di antaranya, PT Prakarsa Etsa Utama sebagai anak perusahaan yang mendukung kegiatan bisnis PT Prakindo khususnya dalam karya fabrikasi baja dan pengadaan panel kontrol.”

Sudah banyak makan asam-garam, pengalaman mengelola usaha membuatnya makin lawas dan paripurna. Sukses baginya harus seimbang. Sukses membangun bisnis, sukses juga di keluarga. Sukses juga di bidang rohani. Ayah satu anak ini mengerti atas sukses yang seimbang. Sebelumnya Texin, adalah majelis di GKI Agus Salim, Bekasi. “Sekarang tidak lagi majelis, istri yang majelis. Karena di GKI majelis itu ada periodenya. Kami sepakat dengan keluarga,” terangnya.

Alih-alih  mendirikan perusahaan sendiri juga karena dulu, ketika masih majelis, sering kali kalau mau rapat saya harus mengajukan izin. “Berkali-kali perasaan makin tidak enak kalau mint izin ke gereja. Salah satu alasan saya mendirikan perusahaan untuk menjadi saluran berkat. Tetapi soal kebebasan waktu, kita harus permisi kalau mau rapat di gereja,” Texin memberi alasan.

Membangun perusahaan ini juga, kata Texin, karena terbetik makna kata compeni. “Compeni sebenarnya dari bahasa Latin yang artinya mengumpulkan roti untuk makan bersama-sama. Perusahaan ini juga didasarkan pemikiran itu, berusaha bersama-sama dan makan bersama-sama,” ujarnya tertegun.

Maka, alasan itu, Texin bersama istrinya Rumanti Yuliasih,  dan Heru Indriyatno mendirikan PT. Prakarsa Enviro Indonesia (Prakindo) pada 21 Juni 2002. Kegiatan perusahaan awalnya dijalankan di rumah, Pondok Pekayon Indah, Galaxi, Bekasi. Kamar rumahnya disulap menjadi ruang kerja yang disekat dengan kain, komputer bekas dan peralatan kantor bekas dipakai karena keterbatasan modal, ketika itu.

Keseimbangan hidup dipahaminya berbagai dan melayani. Dia adalah Ketua Yayasan Dian Kencana Indonesia yang menaungi Sekolah Tinggi Teologia Elohim, Malang, Jawa Timur. Sekolah ini tempatnya menunjukkan komitmen pelayannya. “Semua mahasiswa berasal dari desa-desa. Jadi mereka tidak punya dana. Praktis yayasanlah yang membiaya dari proses kuliah hingga kebutuhan sehari-hari mahasiswa. Saat ini mahasiswanya ada sekitar 60 orang,” kata Texin. ***Hotman J. Lumban Gaol

Intrepeneur

Ir. Texin Sirait

Galeri

Anak Seorang Pendeta

Hokky Situngkir termasuk salah satu di dalamnya. Ini adalah sebuah penghargaan yang akan diberikan kepada tokoh-tokoh pemikir yang berjasa didalam bidangnya masing-masing & merupakan pemberian Award yg ke-9 kalinya. Utk thn ini penghargaan diberikan kepada 6 tokoh yakni bidang Sains, Kedokteran, Teknologi, Sosial, Sastra, dan bidang khusus ilmuwan berprestasi.

Dia lahir di Pematangsiantar Sumatera Utara, 7 Februari 1978. Selama ini merupakan peneliti Surya Research International. Berbagai area penelitian interdisipliner mulai dari studi artificial societies and social simulations, memetics and cultural studies, dynamical system analysis, neural network and statistical modeling, dan financial analysis.

Adapun ke-6 tokoh yang akan mendapatkan penghargaan Achmad Bakrie tersebut adalah: Adrian B. Lapian (Alm) (Pemikiran Sosial), Nh Dini (Kesusastraan), Satyanegara (kedokteran), Jatna Supriatna (Sains), F.G Winarto (Teknologi), Hokky Situngkir ( Hadiah Khusus untuk Ilmuan Muda Berprestasi). Atas prestasi ini Hokky Situngkir akan mendapatkan Tropi, piagam dan uang tunai sebesar Rp. 250 juta.

Dia juga merupakan salah seorang pendiri dan ketua departemen Computational Sociology di Bandung Fe Institute, organisasi penelitian kompleksitas pertama di Indonesia. Ketika masih berstatus mahasiswa ITB merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa di Himpunan Mahasiswa Elektroteknik, Tim Materi Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa ITB, Kepala Divisi Dana Tim Beasiswa KM ITB, dan Kepala Divisi Budaya Unit Kesenian Sumatera Utara ITB.

Dam  puluhan publikasi penelitiannya telah diterbitkan di berbagai tempat baik dalam skala nasional maupun internasional seperti Journal of Social Complexity, Physica A, Journal of Peace and Conflict Resolution, dan Journal of Literary Complexity Studies. Hokky Situngkir aktif pula dalam maintenance web tutorial Sosiologi Komputasional berbahasa Indonesia di http://compsoc.bandungfe.net  dan situs kartogram Indonesia http://compsoc.bandungfe.net/kartografi-indonesia.

Dia juga aktif dalam berbagai pertemuan ilmiah berskala nasional dan internasional seperti Conference of Application of Physics in Financial Analysis, International Conference on World of Heterogenous and Interacting Agents, Complexity in Cultural and Literary Studies, World New Economic Window, dan International Conference in Computational Intelligence in Economics and Finance. Saat ini Hokky Situngkir juga menjabat sebagai presiden di Bandung Fe Institute dan seorang research fellow di Surya Research International.

Pekerjaan:
Pendiri dan Peneliti di Bandung Fe Institute
Research Fellow di Surya Research International
Pendiri Indonesia Budaya Inisiatif Nusantara
Editor Anggota Journal of Kompleksitas Sosial

Bidang Minat
Teori sosiologis, Cultural Studies, Masyarakat Buatan, Sosial-dinamis psikologi, Ilmu Perilaku, Agen Berbasis Pemrograman, Filsafat Ilmu, Komputasi Keuangan.

 

Alamat:
Department of Computational Sociology
Bandung Fe Institute
Jl. Sarimadu No. 175, Sarijadi Blok 24
Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40164
ph./fax: +62 22 82025586
JAWA BARAT – INDONESIA
e-mail: hs@compsoc.bandungfe.net
hokkysitungkir@gmail.com

Ilmuwan

Hokky Situngkir

Galeri

Pendeta Bermoto: Pembaharuan, Perdamaian, Pemberdayaan

Pendeta WTP Simarmata terpilih menjadi Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dalam Sinode Godang di Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara, Kamis 13 September 2012. Pendeta WTP Simarmata, yang bernama lengkap Willem Tumpal Pandapotan Simarmata terpilih menjadi pemimpin baru, ephorus HKBP kurun waktu 2012-2016.

Maka sekarang; Pimpinan HKBP terpilih periode 2012-2016 Pdt. WTP. Simarmata, MA (Ephorus), Pdt. Mori A.P. Sihombing, M.Th (Sekjend), Pdt. Marolop P. Sinaga, M.Th ( Kadep Marturia), Pdt. Welman Tampubolon, S.Th (Kadep Koinonia), Pdt. Drs. Bihelman DF. Sidabutar, S.Th ( Kadep Diakonia).

Pada Sinode Godang yang baru saja berlalu WTP Simarmata berhasil memperoleh suara terbanyak yakni 697 suara. Dia menyisihkan empat kandidat lainnya; Pendeta Binsar Nainggolan sebanyak 383 suara, Pendeta Ramlan Hutahaean 175 suara. Lalu, Pendeta Nelson Siregar hanya berhasil meraup 68 suara. Sementara Pendeta David Sibuea memperoleh suara, 25 suara.

Terpilihnya pendeta WTP Simarmata bukanlah mengagetkan, karena sejak semula diprediksi menjadi, candidat yang lebih unggul. Pengalamannya di bidang gerejawi berjubel. Hal itu juga bisa juga karena dua periode menjadi Sekretaris Jenderal HKBP, dan pernah menadi Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) se- Sumatera Utara.

Kariernya dimulai Tapanuli. Ditahbiskan menjadi Pendeta pada tanggal 23 Oktober 1983 di HKBP Padang Sidempuan oleh Ompui Ephorus HKBP Pendeta GHM Siahaan didampingi Sekjen HKBP Pdt. PM. Sihombing, MTh. Sejak itu namanya menjadi Pdt. Willem TP. Simarmata yang disapa menjadi Amang Pendeta Simarmata.

Pengalamannya berjubel. Sejak mahasiswa sudah terlibat di organisasi kampus di GMKI. Dia mengerti betul bahwa hidup harus ada keseimbangan. Menyeimbangkan antara IQ EQ dan SQ. Baginya IQ, bukanlah menjadi patokan utama dalam kesuksesan setiap umat manusia, tetapi keseimbangan antara ketiganya itu sangat penting.

Mendengunkan keberagaman

Banyak pemikirannya yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Soal semangat keberagaman hari ini. Sejak dulu WTP menyadari bahwa agama harus memberi solusi, bukan menjadi pembawa ketidak-nyamanan. Karena sering kali, kata WTP, agama-agama terbawa arus kepentingan kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan kontribusi kepada rekonsiliasi. Malah menjadi sumber konflik. “Ini yang harus dihindari secara serius agar agama tidak terseret kepada posisi diperalat untuk kepentingan tertentu,” katanya.

Bagi WTP Simarmata, agama tidak hanya berbicara soal hubungan antara Allah dan manusia, tetapi juga soal hubungan antara manusia, bahkan dengan seluruh ciptaan Allah. Karenanya, agama pun menjadi panduan bagi umat manusia bagaimana ber-Tuhan dan bermasyarakat. “Bagaimana kita memperlakukan sesama adalah gambaran dari bagaimana kita berkomunikasi dengan Tuhan. Karenanya agama tidak boleh dipaksakan untuk dianut oleh orang lain.”

Tambahnya lagi, alih-alih, prinsipnya tidak ada satu pun agama di dunia ini yang mendukung ketidakadilan yang terjadi di antara umat manusia. Tidak ada satu agama pun yang memberi rekomendasi bagi para penganutnya untuk menggunakan kekuasaan yang dimiliki atau menyalahgunakan potensi yang dimiliki dalam sebuah masyarakat.

Dia menjelaskan, lebih jauh lagi bahwa tidak ada satu agama pun yang dalam ajarannya melegitimasi kesenjangan sosial. “Kerusuhan dan ketidakadilan dll. Semua agama mengajarkan hal-hal yang membawa kesehjateraan bagi umat manusia. Karenanya memang semua agama harus mampu saling merangkul, apalagi di tengah masyarakat majemuk seperti bangsa dan Negara Indonesia,” jelasnya.

Suami Lersiany Purba ini melihat, bukankah ketidakadilan itu adalah juga akibat tindakan orang yang beragama? “Bukankah penyelewengan jabatan, korupsi dan penipuan itu adalah dilakukan oleh orang yang beragama pula? Bukankah yang miskin dan yang kaya itu adalah orang beragama? Lalu pertanyaan pun muncul: Apa hubungan agama dengan kenyataan semacam itu, atau Bagaimana orang yang beragama melihat dan mencermati kenyataan semacam itu? Katanya setengah bertanya.

Karenanya, kata ephorus baru HKBP ini, kepedulian agama atas persoalan-persoalan kemanusiaan menjadi agenda utama setiap pemikiran dan tindakan yang dikembangkan oleh agama. Kondisi-kondisi kemanusiaan seperti keadilan, keprihatinan, keutuhan masyarakat, kedamaian, kebersamaan dan kesejukan menjadi tugas utama agama untuk dihadirkan ditengah-tengah masyarakat, dikalangan pengusaha, birokrat, penguasa, konglomerat, politisi dan juga rakyat biasa yang sekali pun berbeda agama.

“Kehidupan seperti itulah seharusnya nampak di dalam kehidupan orang yang beragama, yaitu damai dan rukun. Persoalan yang sering dihadapi adalah: Mengapa penganut sering melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agamanya? Di sinilah pentingnya memberi perhatian kepada ajaran agama itu sendiri,” ujar pendeta yang bermoto pembaharuan, perdamaian, pemberdayaan, ini.***Hotman J Lumban Gaol, diolah dari berbagai sumber

BIODATA

Pdt WTP Simarmata, MA

Nama Lengkap: Willem Tumpal Pandapotan Simarmata

Tempat/Tgl Lahir : Samosir, 4 Juli 1954

Tempat/ Tanggal. Ditahbiskan : Padangsidempuan, 23 Oktober 1983

Jabatan : Ephorus HKBP periode (2012-2016)

KELUARGA

I s t r i

Nama Lengkap : H. Lersiany Purba

Tempat/Tgl. Lahir : Haranggaol, 5 Mei 1955

Alamat : Pematangsiantar

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Anak: Jumlah-5 orang

Nenny Ika Putri Simarmata, 23 tahun, Sarjana (Bekerja )

Amy Dewi Putri Simarmata, 21 tahun, Mahasiswi

Rotua Riny Putri Simarmata, 18 tahun, Mahasiswi

Aida Nunut Putri Simarmata, 12 tahun, Pelajar

Joel Rony Putra Simarmata, 10 tahun, Pelajar

 PENDIDIKAN

Pendidikan Formal:

Tahun 1962-1967 lulus dari SD Negeri 1 Simarmata

Tahun 1968-1970 lulus dari SMP Negeri 2 Pangururan

Tahun 1970-1973 SMA Kampus FKIP Univ. HKBP Nommensen Pematangsiantar

Tahun 1974-1980 lulus dari Fakultas Teologi STT HKBP Pematangsiantar

Tahun 1987-1990 lulus dari Universitas Silliman ( MA )Filipina

Tahun 1993-1994 Hanil University ( Diploma in Mission and Theology ) Korea Selatan

 Pekerjaan/Pelayanan:

Tahun 1981-1982 Pendeta Praktek di HKBP Simanungkalit

Tahun 1983-1985 Pendeta HKBP PT. Perkebunan VI Ajamu Ressort Aek Nabara

Tahun 1985-1987 Sekhus Sekretaris Jenderal HKBP

Tahun 1991-1992 Dosen Sekolah Pendeta HKBP

Tahun 1992-1998 Direktur Departemen Pendidikan HKBP

Tahun 1995-1997 Pendamping Praeses HKBP Distrik V Sumatera Timur

Tahun 1998 Pelaksana Praeses HKBP Distrik VI Dairi

Tahun 1998 Pendeta HKBP Ressort Batam

Tahun 1998-2004 dan 2004-2008 Sekretaris Jenderal HKBP

Pengalaman Pekerjaan Paruh Waktu

Tahun 1979-1980 Asisten dosen Filsafat Agama di Fakultas Hukum, Sekolah Tinggi Hukum, Yayasan Nasional Indonesia di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Tahun 1983-1985 Guru agama dan Seni Suara di SMP Yapendak PT. Perkebunan VI Ajamu, Labuhan Batu

Tahun 1991-1992 Dosen LPTK/ STAKPN Tarutung

Tahun 1993 Dosen Pendidikan Diakones HKBP Tarutung

Tahun 1995-1998 Dosen Sekolah Bibelvrow dan STT HKBP Pematangsiantar

Pelatihan

Tahun 1978 Kongres/ Konperensi Nasional GMKI di Makassar GMKI

Tahun 1978 Konperensi Nasional PERSETIA

Tahun 1980 Konperensi Nasional GMKI di Jakarta

Tahun 1994 Asia Youth Consultation

Tahun 1994 Asia Mission Conference

Tahun 1995 Sidang raya CCA-URM CCA

Tahun 1995 Asian people Forum CCA

Tahun 1995 Sidang Raya PGI di Jayapura PGI

Tahun 1996 Konperensi Nasional GMKI Ujungpandang

Tahun 1996 Sidang raya UEM di Bielefeld, Germany

Tahun 1996 Christian- Moslem Consultation di Bielefeld, Germany

Tahun 1999 Partnership Consultation di Singapore

Tahun 2000 Sidang raya PGI di Palangkaraya PGI

Tahun 2002 Pra Sidang Raya LWF Asia di Medan LWF

Tahun 2002 Seminar tentang Gereja Masa Depan, Bielefeld, Germany

Tahun 2003 Konsultasi Persekutuan Gereja-Gereja Sedunia di Jakarta WCC

Tahun 2003 Sidang Raya LWF, Winnipeg, Kanada

Tahun 2004 Asia Consultation on Global Christian Forum di Hongkong

Tahun 2004 Global Mission Consultation di Adelaide, Australia

Tahun 2004 Sidang Raya UEM, Manila, Filipina UEM

Tahun 2004 Asian Leader International Conference di Bangkok, Thailand

Tahun 2004 Asian Lutheran Church Leader Conference di Kuala Lumpur, Malaysia LWF

Tahun 2005 Sidang Raya CCA di Chiang Mai, Thailand CCA

Tahun 2005 The Planning Monitoring Evaluation Training di Salatiga UEM Regional Asia

Tahun 2005 Mission Conference di Bogor UEM Regional Asia

Tahun 2005 HKBP Jerman Partnership Consultation di Sumatera Utara

Pengalaman Organisasi

Tahun 1976-1979 Sekretaris Senat-Senat Mahasiswa STT HKBP Pematangsiantar

Tahun 1977-1978 Sekretaris Cabang-Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar (GMKI Cab. P.Siantar)

Tahun 1978-1980 Ketua Cabang-Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Pematangsiantar (GMKI Cab. P.Siantar

Tahun 1979-1981 Wakil Ketua-Komite Nasional Pemuda Indonesia Cabang Pematangsiantar (KNPI Cab. P.Siantar)

Tahun 1989-1990-Presiden-Senat Mahasiswa Pasca Sarjana Silliman university, Filipina

Tahun 1998Ketua United in Mission, Batam

Tahun 1999-2004- Anggota Badan Pengurus Lembaga Komunikasi Sejahtera (LKS) , Pematangsiantar

Tahun 1999-2004 Anggota Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Tahun 1999 Ketua Yayasan-Yayasan Perguruan HKBP Pematangsiantar

Tahun 2000-2005 Anggota Komisi Ecumenical Formation in Justice, Gender and Youth Empowerment Gereja-gereja Asia di Hongkong

Tahun 2001-sekarang Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sumatera Utara

Tahun 2004 ketua Umum Alliance Religion Conservation di Sumatera Utara

Tahun 2005 Yayasan Tanggul Bencana, Indonesa

Agamawan, dosen

WTP Simarmata (Ephorus HKBP)

Galeri