Marulam Hutauruk


Nama: Maroelam Hoetaoeroek

Pendiri: Penerbit Erlangga

Karier: Guru kemudian menjadi entrepreneur, mendirikan penerbit Erlangga

Karya Buku:

  • Pelarian yang tidak punya apa-apa menjadi maharaja, Tahun Erlangga, Tahun 1988
  • Menuju terwujudnya suatu masyarakat adil dan makmur di Republik Indonesia tahun 2000-an, Penerbit Erlangga, Tahun 1987
  • Sejarah ringkas Tapanuli: suku Batak, Penerbit Erlangga, Tahun 1987
  • Garis besar ilmu politik Pelita Keempat, 1984-1989, Penerbit Erlangga,  Tahun 1985
  • Gelora nasionalisme Indonesia, Penerbit Erlangga, Tahun 1984
  • Peraturan hak cipta nasional, Penerbit Erlangga, Tahun 1982
  • Kunci lagak ragam bahasa Indonesia, Penerbit Erlangga, Tahun 1979
  • Azas-azas ilmu negara, Penerbit Erlangga, Tahun 1978

Nama penerbit Erlangga bukan lagi nama asing di jagat penerbitan buku-buku. Terutama dulunya buku sekolah, sekarang main berkembang ke buku-buku popular. Erlangga, kerap kali diterbitkan orang Jawa Timur. Banyak orang Indonesia tidak mengetahui persisinya siap pendiri, pelopor pertama berdirinya penerbit Erlangga. Penerbit yang sudah lebih dari 60 Tahun melayani pembacanya ini didirikan oleh Maroelam Hoetaoeroek. Iya, Maroelam Hoetaoeroek adalah seorang putra Batak didikan zending Jerman. Maroelam setelah studi, kemudian menjadi guru di Semarang, kemudian haru menjadi Kepala Sekolah. Sebagai guru, dia kemudian tidak mau hanya berpangku tangan lalu membuat stensilan untuk bahan ajar anak didiknya. Lama-lama berkembang berniat menulis buku sendiri, sebagai bahan ajar.

Masa itu baru masa penjajahan, dia merasakan kesulitan yang sangat. Dia melihat banyak muridnya yang tidak bisa belajar dengan baik karena minimnya buku. Apalagi, buku pelajaran dalam bahasa Indonesia, yang waktu itu sangat sulit diperoleh. Untuk mengatasi kelangkaan buku tersebut, Maroelam kemudian mengajak kawan-kawannya sesama guru untuk menulis. Menulis buku pelajaran sekolah, tentunya. Tujuannya, untuk menggantikan buku-buku pelajaran berbahasa Belanda.

Maka, sejak didirikan Erlangga berkantor di sebuah rumah di Semarang, bersama teman-temanya berhasil menulis beberapa buku. Antara lain buku pelajaran Ilmu Alam, karya Widagdo, Ilmu Kimia, karya Ir.Polling dan Ragam Bahasa Indonesia, dan karya bukunya sendi. Buku-buku itu semua diterbitkan dengan memakai nama Penerbit Erlangga. Karena itu, dia bertekat mendirikan penerbit independen. Maka, Kemudian berangkat dari sana dia mendirikan penerbit Erlangga.  Pada Tanggal 30 April 1952 Penerbit Erlangga dia daftarkan ke Notaris, di Semarang.

Sejak itu, sembari pelan-pelan Maroelam Hoetaoeroek  terus menumbuhkembangkan penerbit Erlangga, penerbit yang banyak menaruh perhatian pada buku pelajaran sekolah. Perhatian itu sudah muncul sejak awal mulai berdirinya. Sejak didirikan, penerbit Erlangga ternyata pelan-pelan mulai dikenal masyarakat. Benar, Maroelam Hoetaoeroek  guru berdarah Batak itu punya penciuman tajam. Penerbitnya maju dan kariernya pun menaik menjadi seorang kepala sekolah SMA Negeri 1 di Semarang.

Tapi, sebelum bermukim di Semarang, sebenarnya Maroelam lebih dulu telah mengarang buku Pelajaran Sejarah yang diterbitkan oleh Kedaulatan Rakyat, Yogya. Sebagai seorang guru dan ahli sejarah, rupanya dia sangat terkesan dengan sejarah hidup raja Erlangga. Nama Airlangga berarti Air yang melompat. Erlangga lahir tahun 990. Ayahnya bernama Udayana, raja Kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa. Ibunya bernama Mahendradatta, seorang putri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang. Waktu itu Medang menjadi kerajaan yang cukup kuat, bahkan mengadakan penaklukan ke Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat, serta mengadakan serangan ke Sriwijaya. Sehingga, nama itulah kemudian dia jadikan sebagai nama penerbitan bukunya.

Pada mulanya, penerbit Erlangga bergerak di bidang pengadaan buku sekolah, dan fokus menerbitkan buku-buku bahan ajar. Tapi, dalam perkembangannya, Erlangga kemudian merambah ke buku-buku umum. Buku-buku terbitannya sekarang merambah juga ke buku kesehatan, makanan, kecantikan, mode, novel, hingga biografi. Sedangkan buku-buku bacaan untuk kebutuhan anak-anak, mereka terbitkan dibawah bendera Erlangga for Kids.

Kini, Penerbit Erlangga membangun jaringan pemasarannya dengan memanfaatkan berbagai distributor buku. Bahkan, untuk menjangkau daerah-daerah di kabupaten, Erlangga mendirikan cabang-cabang dan perwakilan. Itulah salah satu strategi pemasaran yang dikembangkan Erlangga hingga hari ini. Erlangga kini memiliki perwakilan di beberapa ibukota kabupaten, antara lain Tarutung, Dolok Sanggul, Barus, Sorong (Papua), Tumohon (Sulawesi Utara) hampir diseluruh kabupaten/kota perwakilan Erlangga ada di Indonesia, ini.***Hotman J. Lumban Gaol

Abdul Wahab Dalimunthe


abdulNama Lengkap : Abdul Wahab Dalimunthe. Alias : No Alias Profesi : Politisi Agama : Islam Tempat Lahir : Rantau Prapat, Sumatera Utara Tanggal Lahir : Selasa, 10 Januari 1939 Zodiac : Capricorn Warga Negara : Indonesia Pendidikan: SMAN 3 Medan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Karier: Pandu Alwashliyah, HMI, PMII Anggota DPR RI periode 2009-2014 Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR H Abdul Wahab Dalimunthe, SH menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014.

Ia diusung Partai Demokrat mewakili Sumatera Utara. Dalam pemilihan calob legislatif, Abdul Wahab menang 192.716 suara dari daerah pemilihan Sumut 1 yang meliputi Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kota Tebing Tinggi. Ia lantas diberi jabatan sebagai anggota Komisi II yang membidangi Pemerintahan Dalam Negeri, Aparatur Negara, Otonomi Daerah, dan Agraria. Sebelum melenggang ke Senayan, putra H Daud Dalimunthe dan Dinah Ritonga ini terlebih dulu menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatera Utara pada tahun 2004.

Namun, posisi itu terpaksa dilepasnya setelah ia dipecat sebagai kader Partai Golkar lantaran ‘nekat’ maju sebagai Calon Gubernur Sumut dengan dukungan partai lain yakni Partai Demokrat, PAN, dan PBR. Melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam rapat paripurna, posisi Abdul Wahab digantikan H Abdul Aziz Angkat. Abdul Wahab lahir di Rantau Prapat, 10 Januari 1939. Ia merupakan salah satu tokoh berdarah biru yang didapatnya dari garis keturunan Raja Bilah.

Pria yang memiliki hobi sepak bola sejak kecil ini lebih banyak melewati masa kanak-kanak di kampung halamannya sendiri. Mulai dari SMP hinga SMA. Meski berdarah biru dan memiliki warisan kekayaan berlimpah dari sang ayah yang meninggal di tahanan tahun 1949 lantaran dituduh sebagai pengikut NICA, Abdul Wahab jauh dari predikat anak manja. Suami Hj. Atikah yang dikaruniai 4 anak ini memilih hidup sederhana dengan perjuangannya sendiri. Abdul Wahab kecil pun tak malu harus berjualan kue untuk membantu sang nenek.

Tahun 1957, Abdul Wahab memutuskan untuk pindah ke Medan, melanjutkan pendidikan ke SLTA. Niat awalnya sebagai seorang perawat kandas karena ia malu membuka baju saat tes. Akhirnya Abdul Wahab masuk ke SMAN 3 Medan dan berhasil lulus tahun 1960. Kecintaannya terhadap ilmu hukum diteruskannya saat masuk Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Di sini, tidak hanya menimba ilmu, Abdul Wahab pun banyak berlajar berorganisasi. Ia tercatat pernah aktif di Pandu Alwashliyah, HMI, PMII, dan menjadi bagian dari Nahdlatul Ulma (NU).

Ia pernah ikut berdemo di jalanan meneriakkan pembubaran PKI. Dan gara-gara terlalu aktif inilah, kuliahnya jadi molor. Abdul Wahab harus menempuh 7 tahun bangku perkuliahan sebelum meraih gelar Sarjana Hukum.

Sumber:

http://profil.merdeka.com/indonesia/a/abdul-wahab-dalimunthe/

Alex Janangkih Sinaga


fotoalexsinagaNama Lengkap: Alex Janangkih Sinaga

Lahir/tgl lahir: Pematang Siantar, 27 September 1961

Pendidikan:

S1 Fakultas Teknik Elektro Telekomunikasi, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung peraih S2 Master dari University of Surrey Guldford, Inggris.

Jabatan: President Director Telkomsel

Alamat:
Jl. Anggrek Nelimurni B-70 No. 38 Rt. 016/001 Kel. Kemanggisan Kec. Palmerah

Alex berada di balik nama AXIS. Pria Kelahiran Pematang Siantar, 27 September 1961. Nama lengkapnya Alex Janangkih Sinaga. Dia adalah lulusan Teknik Elektro Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan peraih gelar Master dari University of Surrey Guldford, Inggris. Alex juga pembicara dalam berbagai seminar yang berkaitan dengan Infocomm Business dan Engineering, serta mengikuti pelatihan dan seminar di bidang yang sama baik di dalam maupun luar negeri.

Pria Batak kelahiran Pematangsiantar, diangkat menjadi Direktur Utama Telkomsel menggantikan Sarwoto Atmosutarno. Koleganya, Sarwoto yang sebelumnya menjabat sebagai President Director Telkomsel mendapatkan penugasan baru dari Telkom sebagai Chief of The Mission Peluncuran Satelit Telkom-3.

Sementara Alex Janangkih Sinaga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Multimedia Nusantara, anggota Telkom Group sejak tahun 2007. Dia juga memegang beberapa posisi strategis selama bekerja dengan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) 2000-2007, yaitu General Manager Telkom Jakarta Barat, Senior Manager Kinerja – Divisi Regional 2, Kepala Divisi Fixed Wireless Jaringan, dan kepala Divisi Enterprise Service. Selain itu, dia menjadi Komisaris PT Sigma Cipta Caraka sejak 2008 dan juga menjabat sebagai Komisaris Utama.

Sejak tahun 2007, Alex menjabat sebagai Wakil Presiden Toba Lake Golf Club. Dia lulus pada Telekomunikasi Elektronik dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1986 dan memperoleh gelar Master di bidang Telematika dari Universitas Surrey, Guidford-Inggris, pada tahun 1994.  Jemaat HKBP ini juga salah satu pengurus Badan Penggelola Sopo Marpingkir HKBP, sebagai tempat think thank HKBP nantinya. ***Hotman J. Lumban Gaol

Thompson HS


Nama lengkap: Thompson Hutasoit

Lahir di Tarutung, Tapanuli Utara (Taput), 12 September 1968

Pendiri/Direktur Pusat Latihan Opera Batak (PLOt)

images

Penggiat Budaya Batak

Thompson HS, Direktur Pusat Latihan Opera Batak
Thompson, seniman yang masih melajang hingga saat ini berupaya melakukan revitalisasi opera Batak. Ia menjadi Direktur Pusat Latihan Opera Batak (PLOt), sebuah lembaga yang didirikannya di Kota Pematang Siantar, untuk membangkitkan kembali opera Batak.

Mantan kontributor majalah TAPIAN ini, memperjuangkan demokrasi bidang seni dan budaya melalui pertunjukan opera. Ia mengangkat cerita rakyat, kisah kemanusiaan, dan kisah-kisah perjuangan menjadi sebuah pertunjukan opera. Thompson juga aktivis berbakat menulis skenario dan menyutradarai teater dan opera.

Berbagai pertunjukan yang digelarnya antara lain Siboru Tumbaga (cerita rakyat Toba), Si Boru Lopian (putri Raja Sisingamangaraja), dan berbagai pertunjukan yang berkaitan dengan keagamaan Kristen. Thompson juga peduli terhadap kepercayaan Parmalim, aliran kepercayaan di Batak.

Thompson mulai mengembangkan bakatnya menulis dan menggarap pertunjukan sejak duduk di bangku kuliah di Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara. Sejak mahasiswa ia telah banyak menulis artikel dan feature kemanusiaan di berbagai media di koran nasional dan daerah. Ia juga sempat sebagai koresponden media asing dari Jepang.

perubahan ke arah demokrasi dapat dilakukan melalui pendidikan

Dia meyakini perubahan ke arah demokrasi dapat dilakukan melalui pendidikan, seni, dan budaya. Sampai saat ini ia tetap berkeyakinan dengan pertunjukan seni, budaya, teater, dan tulisan-tulisan dapat memperbaiki kualitas demokrasi.

Lahir di Tarutung (Taput), 12 September 1968. Mendapat pendidikan terakhir di Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU). Menulis (esai, reportase, karya prolog, cerpen, naskah drama, puisi), aktivitas seni pertunjukan, dan narasumber terkait. Juga menulis teks pertunjukan Opera Batak karena posisinya sebagai Direktur Artistik di Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) Pematangsiantar. Pernah menjadi Supervisor Komunitas Pemetaan Teater Padang Bulan Teater (PBT Kom.et) dan Grup Opera Silindung.

Karya:

Festival Puisi PPIA Surabaya (1990, 1992, 1994), Telah Turun Burung-Burung ke Irianjaya (Dwi Kridanto Hs, ed. 1994), Rentang (SSI, 1995), Bunga Rampai Dialog Budaya dan Parade Karya se-Sumatera dan Jawa (FSB, 1995), Refleksi Setengah Abad Indonesia (TBS, 1995), Surat Buat Merah Putih (FS USU, 1995), Bumi (SSI, 1995), Kebangkitan Nusantara II (Malang, 1996), Dari Bumi Lada (DKL, 1996), Pustaha (TBSU, 2000), Muara IV (Dialog Utara, 2001), Malam Bulan (MSJ, 2002), Purnama Kota (DKB, 2003), Galanggang (DKP, 2003), Amuk Gelombang (STAR, 2003), dan Jogja 5,9 Skala Richter (Bentang, 2006). Satu terjemahan cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan (Umar Kayam) ke dalam Bahasa Batak Toba (YOI, 2000), Tounge in Your Ear (FKY XIX, 2007). Karya cerpen dalam “Ujung Laut Pulau Marwah”, Antologi Cerpen Temu Sastrawan Indonesia III (Disbudpar Tanjungpinang 2010)

Karya Esei dimuat di sejumlah media pusat (Media Indonesia, Majalah Tapian, Kompas, Batak Pos, Inside Sumatera) dan Lokal (SIB, Waspada, Mimbar Umum, Bukit Barisan, Medan Bisnis, Analisa, dan lain-lain).

Menerjemahkan “Pulo Batu” karya Sitor Situmorang untuk buku Toba Nasae (Kobam, 2009). Menulis buku “Modul Pelatihan Teater untuk Penguatan Komunitas” bersama Rainy MP Hutabarat (Yakoma PGI 2011)

Pengalaman pentas:

  • Pementasan drama Rimba Cermin-Cermin karya Z. Pangaduan Lubis bersama Teater Ladang Universitas Sumatera Utara (USU).
  • Pada Pertemuan Teater MAhasiswa di Universitas Andalas Sumatera Barat, 25-30 Oktober 1990 sebagai asisten Sutradara dan pemain.
  • Pada Pekan Seni Mahasiswa di STSI Surakarta, 1991 sebagai pemain.
  • Pementasan naskah Pabrik M besama anak-anak asuhan Yayasan Pondok Rakyat Kreatif (YPRK) di Gelanggang Mahasiswa USU, 1993 sebagai penulis naskah dan sutradara.
  • Pementasan naskah Tunas-Tunas Penyelamat besama anak-anak Panti Asuhan William Booth di Medan, 1994 sebagai penulis naskah dan sutradara.
  • Pementasan naskah Tangan-Tangan Pembawa Kasih bersama Konggergasi Suster-Suster Santo Yosef (KSSY) dan siswa SLB Tunanetra di Medan, 1997 sebagai penulis naskah dan sutradara.
  • Pementasan garapan teks Tubuh Kristus berama mudika St. Maria Pintu Surga di Medan, 1998 sebagai sutradara.
  • Pementasan naskah Orang kanan Pabrik (OKP) bersama buruh dampingan Kelompok Pelita Sejahtera (KPS) di Lubuk Pakam, 1999 sebagai penulis naskah dan sutradara
  • Pementasan garapan teks Preeek bersama Teater ‘O’ USU.
  • Pada Pertemuan teater Eksperimen Mahasiswa Indonesia di Universitas Andalas, 13 Agustus 2000 sebagai sutradara.
  • Pada Gelar Seni Amal di Gelanggang Mahasiswa USU, 17 November 2000 sebagai pemain.
  • Pementasan Garapan teks Arus Bawah 60 Meter bersama PBT Kom.et di sungai Babura Medan, 7 Agustus 2001 sebagai pemain dan sutradara.
  • Pementasan garapan teks Gerobak Indonesia bersama PBT Kom.et keliling di tiga tempat (Taman Ria, Kantor Pos Pusat, dan Medan Mall) Medan, 16 Agustus 2001 sebagai pemain dan sutradara.
  • Pementasan garapan teks Mandor Sinyo bersama PBT Kom.et dan anak dampingan Yayasan Handal Mahardika di ruang sebaguna Mess Pariwisata USU, 1 September 2001 sebagai sutradara.
  • Pementasan Delapan Etnik Sumut pada Ulangtahun PDI-P di Lapangan Merdeka Medan, 2002 sebagai pemain.
  • Pementasan naskah Telepati Kluarga HP bersama PBT Kom.et.
  • Pada Pameran dan Pagelaran Seni se-Sumatera di taman Budaya Padang, 7 November 2001.
  • Di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), 21 Agustus 2002.
  • Di Ruang Pagelaran Etnomusikologi USU, 12 September 2002 sebagai penulis naskah, supervisor dan sutradara.
  • Pamentasan naskah Ulang Tahun Yesus besama PBT Kom.et di wisma Jayapura Medan, 22 Desember 2001 sebagai penulis naskah, pemain dan sutradara.
  • Pementasan garapan teks Dialog Malaikat dan Rakyat bersama PBT Kom.et di Institut teknologi Medan (ITM), 4 Maret 2002 sebagai pemain dan sutradara.
  • Pementasan naskah Gerrit van Asselt bersama Grup Opera Silindung di Seminarium Sipoholon Tarutung, 4 Oktober 2002 sebagai penulis naskah dan sutradara.
  • Pementasan teks Opera Batak Siboru Tumbaga bersama Grup Opera Silindung.
  • Di Sopo Partungkoan Tarutung, 30 November 2002 sebagai sutradara.
  • Di Hotel Danau Toba Internasional Medan, 8 Maret 2003 sebagai sutradara.
  • Di Hotel Indonesia Jakarta, 4 Oktober 2003 sebagai dramaturg.
  • Di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, 11 Oktober 2003 sebagai dramaturg.
  • Pementasan garapan teks Darling bersama NHKBP Pagar Beringin di tarutung, 6 Desember 2002 sebagai sutradara.
  • Pementasan naskah Perjalanan ke Efrata bersama staf-staf Hotel Danau Toba Internasional di Medan, 17 Desember 2002 sebagai penulis naskah dan sutradara.
  • Pementasan Oratorium Kristus Jawaban apda Paskaraya bonapasogit di Tarutung, 19 April 2003 sebagai sutradara.
  • Pementasan Ujicoba Rekontruksi Opera Batak Guru Saman.
  • Di Pendopo USU, 17 Mei 2003 sebagai pengarah artistic.
  • Di Taman Budaya Sumatera Utara, 19 Juni 2003 sebagai pengarah lakon.
  • Pertunjukan Konser Sekolah Minggu GKPI Sriwijaya, 2 Juli 2003 sebagai pembuat teks, pelatih, dan pengarah artistic.
  • Pementasan Opera Batak Metropolitan dalam Acara Infokom di Darma Deli, 14 Juni 2004 sebagai Tim Artistik
  • Sejak 10 Mei 2004 menjadi Penulis dan Pengarah Artistik dalam Program Seri Tayangan Opera Batak Metropolitan di TVRI.
  • Eco Art Gathering di Tuktuk Samosir, 26 – 30 Agustus 2004 sebagai penampil.
  • Konser Paduan Suara Magnificat di Convention Hotel Danau Toba Internasional, 11 Desember 2004 sebagai stage manajer.
  • Pentas Keliling Opera Batak “Siboru Tumbaga” Ke Tiga Tempat (Sipoholon Tarutung, Laguboti, dan Pematangsiantar), Januari 2005 sebagi sutradara.
  • Pentas Opera Batak “Sipiso Somalim” di Balige, 27 Desember 2007 sebagai sutradara.
  • Pentas Opera Batak “Sipurba Goring-goring.”
  • Di Balige, 13 Maret 2005 sebagai sutradara.
  • Di Medan, 2 Juni 2007 sebagai sutradara.
  • Pertunjukan Pembukaan Peringatan 100 Tahun Kapusin di Indonesia, di Nagahuta Siantar, Nopember 2005 sebagai pemain.
  • Konser Paduan Suara Magnificat dalam rangka Tahun Ekaristi Di Sinaksak Siantar, 2006 sebagai prologus dan pemain.
  • Pertunjukan “Orang Suci Fransiskus” di Nagahuta Siantar, 2006 dalam rangka Peringatan 100 Tahun Ordo kapusin di Indoensia, sebagai penulis teks, pemain, dan sutradara.
  • Pentas bersama Paduan Suara Magnificat di Pardede Hall Oktober dan Desember 2006 sebagai pemain dan sutradara.
  • Pentas Mini Opera Batak di Siantar dalam diskusi Hak Kekayaan Intelektual besama Peter Jazsy (USA) dkk sebagai penulis teks dan sutradara.
  • Pentas Mini Opera Batak “Paima marmutik Kopi” dalam Pembukaan Pameran Karya Togu Sinambela di Galeri Tondi Medan, 7 April 2007 sebagai penulis teks dan pengarah artistik.
  • Pentas Keliling Opera Batak “Srikandi Boru Lopian” di Pangururan (Samosir), Salak (Pakpak Bharat), Balige, dan Pematangsiantar dalam rangka Peringatan 100 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, sebagai penulis teks dan sutradara.
  • Pementasan Opera Batak “Guru Saman” oleh Seminari Menengah Sacerdos Pematangsiantar sebagai sutradara, 28 Oktober 2007.
  • Narasumber dan seksi program Pelaksanaan Seni Pertunjukan Gondang Naposo kerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Komunitas Batak se-jabodetabek pada Sabtu 26 Januari 2008.
  • Pementasan “Sijonaha Penipu Ulung” dalam Pesta Danau Toba 2009 dan di Malam Budaya Batak di Batam (4 Desember 2010), di Taman Budaya Suamtera Utara (11-12 Maret 2011), sebagai penulis teks dan sutradara, dan pemain.
  • Pementasan “Kami Baik-Baik Saja, Pastor” di Siantar, April 2010, sebagai penulis dan sutradara.
  • Pementasan Opera Batak ”Sigale-gale” di Pesta Danau Toba 2010 sebagai penulis teks dan sutradara.
  • Pementasan Drama “Kita Tunggu Teman Kita” di Tanjunganom Deliserdang, Desember 2010 sebagai penulis dan sutradara.

Pelatihan:

  1. Pelatihan Manajemen Organisasi Budaya (MOB) dari Pusat Pendidikan Manajemen (PPM) Jakarta atas beasiswa dari Yayasan Kelola Solo, 2000 dan 2001.
  2. Pelatihan Jurnalistik UCA News, kantor berita di Hongkong, 2000.

Penghargaan:

  • Hibah Seni Yayasan Kelola Jakarta, 2003.
  • Seniman Berprestasi dari Disbudpar Sumut, 2006.
  • Tokoh Teater Sumut oleh Teater O USU, 2009.
  • Salah Satu Sosok dari 45 Tokoh Inspiratif versi Harian Kompas Juli – Agustus 2010.
  • Ekspose Kompasiana 14 Agustus 2010 sebagai Salah Satu dari Trio Penjaga Tradisi.

Sumber:

http://abxdc.indonesiakreatif.net/index.php/id/ceritasukses/read/thompson-hs/4

Soy Pardede


Nama Lengkap: Soy Pardede

pardedePengalaman:

Ketua Panitia Pembangunan Bible Center Gedung Pusat Alkitab

Staf Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Wakil Ketua Komite Pengarah Konferensi KPPU

Kata Ketua Pemilihan Indonesia (1999)

Ketua Komisi Etika Usaha KADIN

Jabatan:

Chairman

Asean Competition Institute

2008 – sekarang

Pendidikan:

Kagawa University

Master of Science (MSc), Monetary and Banking

1961 – 1966

Alamat Kantor

Rumah Maduma Business Group

Manggarai, Jakarta Selatan

Soy adalah seorang entrepreneur. Dia yang dikenal Ketua Panitia Pembangunan Bible Center Gedung Pusat Alkitab. Dalam sebuah peresmian gedung Bible Centre, Soy turut hadir. Dia berharap gedung ini dapat menjadi tempat berkumpulnya seluruh umat untuk lebih memekarkan dan meneguhkan tekad dalam satu pelayanan untuk memuliakan Tuhan.

Selain aktif di bidang keagamaan, Soy pernah menjabat sebagai jajaran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Di KPPU dia cukup vokal menyuarakan aspirasinya. Soy berpendapat pemerintah lupa menindaklanjuti amanat reformasi terkait penguatan kelembagaan KPPU. Karena itu Presiden harus melakukannya dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk memperkuat kelembagaan KPPU.

Soy menambahkan bahwa KPPU seharusnya masuk ke lembaga independen seperti halnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pejabatnya setara dengan pejabat negara. Lalu dia menanggapi wacana penambahan jumlah calon anggota KPPU muncul begitu cepat. Dia menilai pengajuan 33 calon membuka peluang keinginan legislatif. Melalui fit and proper test, sistem penentuan calon menjadi salah kaprah.

Jadi, Presiden seharusnya menentukan dulu orang-orang yang terpilih dari 33 calon anggota itu. Lalu, anggota yang terpilih diusulkan ke DPR untuk sekadar mendapat persetujuan, diterima atau ditolak. Menurut Soy, Presiden sudah mengingatkan bahwa pemilihan itu sangat rawan. Ada saja kompromi kepentingan. Bahkan, bisa terjadi tarik-menarik kepentingan antara pemerintah dan DPR.

Bagi Soy, setelah terlibat di KPPU dia makin mengerti Kebijakan Persaingan yang tepat dimasukkan ke dalam kebijakan industri dan perdagangan. Memahami persaingan usaha menurut Soy, mutlak. “Di seluruh dunia berkembang menuju ekonomi satu pasar, pasar bebas, di mana akan bekerja sama saat bertanding. Karena itu, pemerintah perlu mempersiapkan populasi masing-masing. Penerapan hukum persaingan akan menjadi bagian penting dari persiapan ini,” ujarnya.

“Hukum Persaingan akan berfungsi untuk memperbaiki kegagalan pasar, untuk membuka dan memandu pelaku pasar untuk mengambil bagian dan mengambil kesempatan untuk memanfaatkan peluang. Hukum Persaingan akan berfungsi untuk memandu sistem hukum di banyak Negara negara berkembang khususnya dari sistem hukum kontinental menjadi bahan yang lebih atau substansi pendekatan dari sekedar pendekatan prosedural dan formal.”

Ali-alih Soe menambahkan, kompetisi telah mengubah dunia usaha. Pertumbuhan yang lebih tinggi adalah mungkin di akhir dekade karena inovasi, pengembangan teknologi, dan peningkatan produktivitas, dan faktor-faktor ini sepenuhnya didorong oleh pasar yang kompetitf. “Persaingan namun harus harus dibingkai dengan aturan dan disiplin pasar, yaitu hukum persaingan. Keragaman dalam tingkat pembangunan ekonomi diantara anggota ASEAN negara masih menjadi perhatian. Seperti yang ditunjukkan oleh satu presentasi. Tidak ada satu ukuran cocok untuk semua dalam hal rincian hukum persaingan.”

Prof. DR. Adler Haymans Manurung


manurungBerdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, dedikasi adalah kunci menuju kesuksesan, dedikasi melibatkan kesabaran (patience), keuletan(persistence), dan kerja keras(hard-work). Sejarah mencatat, orang-orang yang berdedikasi pada suatu hal adalah orang-orang yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah. Hal inilah yang juga dilakukan oleh Prof.Dr. Adler Haymans Manurung SE,ME,M.Com,SH.

Lebih dari 20 tahun hidupnya dihabiskan bagi kepentingan pasar modal. Pria kelahiran Porsea, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 17 Desemnber 1961, adalah seorang guru besar pasar modal, investasi, keuangan, dan perbankan. Ia dikukuhkan sebagai guru besar ke enam Asian Banking Finance and Informatic Institute (ABFI) Perbanas, pada Maret 2009 dan sekarang telah pindah menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara.

Keahliannya di empat bidang tersebut, kini Adler mengajar mahasiswa program pascasarjana dan program doktor disejumlah perguruan tinggi, seperti DMB – Institut Pertanian Bogor (IPB), Pascasarjana – Universitas Indonesia, DMB – Universitas Padjajaran untuk jenjang S3 (Magister) di MM – UBINUS dan MM – FEUI serta jenjang Sarjana di FE UNTAR.

Ia juga banyak didaulat sebagai pembicara di berbagai simposium, seminar, konferensi, dan diskusi, baik tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, Ia juga aktif menulis buku, yang ditujukan bagi para akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Setidaknya, ada tiga puluh lima buku yang telah ditulisnya terkait dengan pasar modal, investasi, keuangan, dan perbankan.

Keterlibatannya di pasar modal telah Ia lakoni sejak 1990. Diawali sebagai ahli riset analis, sebelum akhirnya bekerja untuk beberapa perusahaan sekuritas. “Saat ini profesi analis sangat penting di pasar modal sehingga perlu adanya peningkatan profesionalitasnya. Maraknya pasar modal,” ujar Adler.

INFO

PT.ADLER MANURUNG PRESS : Menjual Buku Tentang Keuangan, dll

ALAMAT KAMI :

Komplek Mitra Matraman A1/17
JL.Matraman Raya No.148
Jakarta Timur 13130
Telp. (62-21) 70741182,
85918040 Ext.140
Fax. (62-21) 85918041

Antonius Chandra Satya Napitupulu


Antonius Chandra Satya Napitupulu
NapitupuluDitetapkan sebagai Direktur Utama PT. (Persero) Asuransi Kredit Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia selaku Pemegang Saham nomor : KEP-199/MBU/2011 tanggal 15 Agustus 2011 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT. (Persero) Asuransi Kredit Indonesia.